Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Ini Dia Rute Melasti Karya Agung Pengurip Gumi di Pura Luhur Batukau ke Pura Luhur Tanah Lot

  • 24 Januari 2020
  • 13:30 WITA
  • Tabanan
  • Dibaca: 1868 Pengunjung
suaradewata

Tabanan, suaradewata.com - Prosesi Pemelastian Karya Agung Pengurip Gumi di Pura Luhur Batukau, Tabanan yang bertujuan untuk menyusikan kembali seisi jagat raya akan dilakukan  tanggal 29 Januari 2020 dengan berjalan kaki dari pura Luhur Batukau menuju segara Tanah Lot.

I Wayan Arya selaku Ketua I Panitia Karya Agung Pengurip Gumi, didampingi Bendesa Adat Wangaya Gede, I Ketut Sucipto, dan Kabag Humas dan Protokol Setda Tabanan, I Ketut Ridia, mengatakan melasti dilakukan tidak dengan naik kendaraan namun berjalan kaki. Menurutnya, ini adalah kesempatan langka karena berkenan Ida Bhatara tedun napak pertiwi untuk menghilangkan leteh jagat. “Disamping itu Ida juga memberikan anugerah kepada Ibu Pertiwi, karena Ibu Pertiwi inilah yang memberikan sumber kehidupan bagi semua mahluk hidup yang ada di bumi, melasti juga tidak melewati jembatan. Akan tetapi akan melintasi beberapa sungai," tegasnya.

Dirinya menambahkan sehari jelang melasti tepatnya pada sore hari panitia akan memercikkan air suci atau tirta pamarisudha ke sepanjang jalan yang akan dilewati saat melasti sebagai pembersihan. Dalam kesempatan ini, pihaknya juga memohon permakluman kepada para pengguna jalan, khususnya pada 28 sampau 31 Januari 2020 untuk tidak dilalui khususnya yang ada kedukaan atau membawa mayat. “Untuk kami mohon kepada umat sedharma atau saudara umat lainnya yang ada kematian dan membawa pulang mayat, saya mohon dengan segala hormat untuk tidak melintas di jalan-jalan yang dilalui melasti hingga Ida Bethara kembali dari Tanah Lot,” harapnya. 

Adapun iring-iringan melasti dari Pura Batukau akan menuju Pura Puseh Wongaye Gede yang kemudian simpang untuk beberapa saat.

Selanjutnya perjalan dilanjutkan menuju Desa Tengkudak dan simpang di Pura Bale Agung desa ini. Perjalanan dilanjutkan menuju Desa Penatahan dan turun menyebrang sungai Yeh Ho, kemudian naik menuju jalan utama di Pertigaan Jegu belok kiri menuju pertigaan Buruan belok kanan menuju Desa Wanasari.

Di Desa Wanasari akan simpang di Pura Bale Agung. Setelah itu, perjalanan berlanjut menuju Desa Tuakilang. Di desa ini, iring-iringan melasti akan turun ke sungai menuju Beji Tuakilang. Dari Beji ini kemudian naik ke jalan utama utara terminal kemudian menuju Pura Pesimpangan Tuakilang untuk simpang kembali.

Dari pura ini perjalanan dilanjutkan menuju Pura Puseh Tabanan melalui jalan persimpangan tiga di desa ini belok ke kiri menuju Pasekan SMAN 1 Tabanan, lurus ke selatan hingga simpang LP lurus kembali ke selatan menuju Pura Puseh Tabanan kemudian mererepan (bermalam) di pura tersebut.

Keesokan harinya, 30 Januari 2020, sekitar pukul 05.00 WITA, perjalanan melasti dilanjutkan. Dari pura ini, Jalan Gunung Batur iring-iringan berjalan ke selatan menuju Patung Sangung Wah ke timur di Jalan Gajah Mada menuju Jalan Melati dan berbelok ke selatan di Simpang TL Grokgak menuju utara Gor Debes, kemudian berjalan ke timur.

Sesampai di Jembatan Banjar Demung, iring-iringan kembali turun ke sungai ke Pura Beji yang kemudian simpang di Pura Desa. Usai itu, perjalanan dilanjutkan menuju Jalan Kediri ke selatan, simpang tiga Kediri ke selatan, simpang patung Catur Muka ke selatan, Nyitdah ke timur, pertigaan Mengesang ke timu hingga Bale Banjar Braban Ulun Desa ke selatan kemudian mesandekkan/beristirahat sebentar di Pura Desa Beraban. Setelah mesandekan, perjalan dilanjutkan menuju Tanah Lot.

Di sehara Tanah Lot upacara yang dilakukan cukup besar dimulai melabuh gentuh, padudusan agung, mapekelem, baru munggah ke Pura Luhur Tanah Lot. "Usai prosesi itu, Ida Bethara kembali ke Pura melintasi rute yang sama,” imbuhnya.

Kemudian Ida Bethara memargi menuju Pura Puseh Kota Tabanan dengan melintasi jalan Beraban, lurus di Bale Banjar Ulun Desa Beraban, belok kiri menuju Nyitdah, Patung Catur Muka Nyitdah belok kanan menuju Simpang Tiga Kediri lurus ke utara, di Pertigaan Puri Kediri le kiri menuju Demung.

Melewati jembatan Demung menuju utara Gor Debes belok ke kanan menuju TL Grokgak, lurus ke utara di Jalan Mawar hingga Simpang Melati, belok ke kiri menuju Jalan Gajah Mada dan sesampai di Patung Catur Muka belok ke Utara menuju Patung Sanguh Wah. Kemudian luruh ke utara hingga Pura Puseh Tabanan, dan Ida Bethara mererepan  di pura ini.

Keesokan harinya, 31 Januari 2020 sekitar pukul 05.00 WITA, perjalanan dilanjutkan menuju ke Pura Batukau. Dari pura Puseh Tabanan, iring-iringan kembali berjalan menuju Jalan Gunung Agung ke Utara hingga ke simpang LP ke utara menuju Pasekan, Tuakilang, Buruan, Penatahan dan simpang di Pura Bale Agung. Perjalanan dilanjutkan ke Tengkudak dan kemudian mererep di Pura Bale Agung. Setelah itu, pada keesokan harinya, 1 Peburari 2020, sekitar pukul 06.00 WITA, Ida Bethara kembali melakukan perjalanan melewati Wongaye Gede dan munggah ke Pura Luhur Batukau.

Pihaknya pun  meminta bantuan kepada perbekel maupun bendesa di jalan yang dilantasi tersebut untuk mengamankan prosesi melasti ini. Baik bantuan dari pecalang dan juga untuk kebersihan dengan menyediakan tempat sampah. “Kami mohon menyediakan tempat sampah, paling tidak berupa kampil atau plastic sampah sehingga tidak berserakan dan mudah diangkut oleh tim kebersihan,” tandasnya sembari memohon para pengguna jalan untuk tidak parkir di jalur yang dilalui. ayu/sar


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER