PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Jalan Anyelir I, Nomor 4A, Desa Dauh Peken, Kec. Tabanan, Kab. Tabanan, Bali

Call:0361-8311174

info@suaradewata.com

Satu Korban Terseret Arus Pantai Saba Ditemukan

Senin, 06 Mei 2024

13:25 WITA

Gianyar

1456 Pengunjung

PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Satu korban atas nama I Made Marik Adiputra telah ditemukan Senin (6/5/2024) pagi. sumber foto: gus/SD

Gianyar, suaradewata.com- Satu korban terseret arus Pantai Saba, Blahbatuh, atas nama I Made Marik Adiputra telah ditemukan Senin (6/5/2024) pagi. Sementara itu, satu korban atas nama Kadek Aditya Putra masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Pencarian hari kedua korban terseret arus di Pantai Saba berhasil menemukan salah satu korban bernama Made Marik. Korban sudah dalam keadaan meninggal dan jasad korban terdampar ke pinggir pantai kurang lebih 100 meter dari lokasi tempat korban mandi. 

Awalnya, tim SAR gabungan yang berjumlah 64 orang akan melaksanakan briefing pagi sebelum memulai pencarian korban. Salah seorang tim kemudian melihat ada benda terapung dan terdampar dihempas ombak. Saat didekati ternyata benda tersebut adalah salah korban tereseret arus. 

Korban kemudian dievakuasi dan diangkut menggunakan ambulance PMI langsung menuju rumah korban di Desa Bonyoh, Kintamani, Bangli.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta saat ditemui di lokasi mengatakan, hari kedua pencarian korban yang belum ditemukan akan berlangsung selama 7 hari sesuai dengan SOP. Pencarian dimulai pukul 07.00 sampai pukul 18.00. Area pencarian mulai dari Pantai Saba ke timur hingga Pantai Cucukan dan ke barat hingga Padanggalak. 

"Tim SAR gabungan dari Basarnas Bali, SAR Brimob Polda Bali, Polairud Polres Gianyar, TNI, BPBD Kabupaten Gianyar dan Balawista, melakukan penyisiran di sepanjang pantai dari timur di Cucukan hingga Padanggalak. Selain itu juga melakukan pencarian menggunakan rubber boat milik Basarnas dan Polairud Polres Gianyar serta drone thermal milik Basarnas," jelasnya.

Dibya juga mengatakan, saat ini kondisi ombak di Pantai Saba sedang besar dan arus juga kencang sesuai dengan prediksi dari BMKG. Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang berkunjung ke pantai agar berhati-hati jika ingin mandi di pantai, supaya kejadian serupa tifak terulang kembali. "Ikuti tanda maupun arahan dari balawista yang berjaga jika hendak mandi di pantai," imbaunya.

Sementara itu, keluarga korban juga banyak datang dan berjaga di Pantai Saba. Mereka berharap korban bisa segera ditemukan. gus/adn


Komentar

Berita Terbaru

\