Memalukan, Pentas Seni HUT Kota Bangli Sepi Penonton
Kamis, 07 Mei 2015
00:00 WITA
Bangli
3833 Pengunjung
Bangli, suaradewata.com– Semarak Hut Kota Bangli yang jatuh setiap tanggal 10 Mei, sampai saat ini nyatanya belum tampak bergema. Kondisi ini, diperparah minimnya sosilisasi yang dilakukan panitia Hut. Buktinya, saat pentas seni serangkaian menyambut HUT Kota Bangli ini di Stage Lapangan Kapten Mudita justru sepi penonton. Padahal saat itu dipentaskan calonarang tektekan yang dipersembahkan sekea Tektetekan asal Tabanan, Rabu (6/5) malam. Hanya saja, diibaratkan penontonya rumput dan jengrik saja, karena minimnya masyarakat yang mengetahui pagelaran tersebut.
“Masyarakat tidak banyak yang tahu kalau ada pentas seni. Jangankan masyarakat kalangan PNS pun banyak yang tidak tahu menahu pentas seni serangkian HUT Kota Bangli itu,” ungkap salah seoarang sumber yang namanya enggan dimediakan. Hal ini juga diakui warga Bangli lainnya, Wayan Obiana. Dia mengaku merasa malu karena minimmnya sosialisasi yang dilakukan oleh panitia. “Kasian pragina jauh-jauh pentas dari Tabanan ke Bangli, yang menonton justru segelintir orang saja,” tegasnya.
Padahal menurutnya, pentas seni seperti itu bagus untuk pelestarian budaya Bali dibanding lomba goyang dumang, yang banyak menuai protes dan cibiran karena mengesampingkan budaya lokal. “Kalau panitia tidak niat membuat hiburan, jangan saja sekalian ada. Lebih baik, saat puncak Hut Bangli dilakukan dengan tiup lilin saja. Itu kan bisa lebih hemat dan efisien anggaran,” cibir warga Bangli lainnya.
Sebaliknya, kalau memang berniat menggelar hiburan diharapkan panitia jauh-jauh hari melakukan sosialisasi dengan melakukan pengumumkan ke masyarakat. Tidak hanya masyarakat yang menilai semarak Hut Bangli sekarang adem ayem. Sorotan serupa juga dilontarkan anggota DPRD Bangli I Wayan Jamin. Menurut politisi Partai Gerindra ini, panitia kurang greget melakukan sosialisasi terhadap kegiatan serangkaian penyambutan HUT Bangli tahun ini. Dia sendiri mengaku tidak banyak tahu soal apa yang dilakukan, termasuk pementasan kesenian di Stage Lapangan Kapten Mudita. Dia juga merasa kasihan kepada pragina yang bersusah payah pentas malah tidak ada yang menonton. “Kasihan mereka pentas tidak disaksikan penonton. Jadi panitia harus agresif melakukan sosialisasi ke masyarakat baik lewat media, foster atau melakukan pengumuman dengan menggunakan mobil keliling,”ucapnya.
Ketidaksiapan penitia juga terlihat dari penerimaan pragina. Dimana, fasilitas penerimaan tidak lengkap, terlihat jumlah kursi di stage minim. Akibatnya, penari terpaksa lesehan di lantai usai pentas. Disamping itu, tenda juga tidak ada. Beruntung saat itu tidak turun hujan. “Kami terpaksa menyingkat ceritanya mengingat sepinya penonton,”ujar salah seoran penari, yang namanya enggan disebutkan.
Sementara itu seksi kesenian HUT Kota Bangli , I Nyoman Wiradana saat dikonfirmasi berkilah sepinya penonton lebih dikarenakan warga disibukan dengan adanya agenda upcara keagamaan. “Saat pementasan kesenian kemarin bersamaan dengan piodalan di Pura Kehen, lebih fokus kesana,” kelitnya.
Sedangkan salah seorang Panitia HUT Kota Bangli, Ketut Pasek Lanang Sadia mengaku telah melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan HUT Bangli melalui radio, baliho dan aparat Pemda termasuk Camat. “Mungkin karena hari pertama sehingga sepi penonton,” tegasnya. ard
Komentar