PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Jalan Anyelir I, Nomor 4A, Desa Dauh Peken, Kec. Tabanan, Kab. Tabanan, Bali

Call:0361-8311174

info@suaradewata.com

Program Retreat Perkuat Konsolidasi Pemda dengan Pemerintah Pusat

Kamis, 27 Februari 2025

22:09 WITA

Nasional

1052 Pengunjung

PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Retreat Kepala Daerah

Oleh: Eleine Pramesti *)

 

Dalam sistem pemerintahan Indonesia, hubungan antara pemerintah daerah (Pemda) dengan pemerintah pusat merupakan bagian yang sangat penting dalam memastikan tercapainya tujuan pembangunan nasional yang merata dan berkeadilan. Pemda memiliki peran vital dalam melaksanakan kebijakan dan program-program pembangunan yang disusun oleh pemerintah pusat, sementara itu, pemerintah pusat bertanggung jawab dalam memberikan arahan, pengawasan, serta dukungan terhadap kebijakan yang dijalankan di daerah.

Salah satu upaya yang kini mulai diperkenalkan untuk memperkuat hubungan ini adalah melalui Program Retreat Kepala Daerah. Program ini diharapkan dapat menciptakan konsolidasi yang lebih baik antara Pemda dan pemerintah pusat, agar terwujud sinergi dalam berbagai aspek pembangunan, mulai dari ekonomi, sosial, hingga pemerintahan yang lebih efisien.

Program Retreat Kepala Daerah ini merupakan inisiatif yang digagas oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan dan kolaborasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Kemendagri melihat pentingnya terciptanya komunikasi yang lebih intensif dan efektif antara kedua pihak guna meningkatkan sinergi dalam implementasi kebijakan pembangunan.

Konteks Retreat, muncul sebagai respons terhadap dinamika politik dan administrasi negara yang semakin kompleks. Indonesia sebagai negara dengan keragaman luas, baik dalam hal budaya, ekonomi, dan geografi, menghadapi tantangan besar dalam hal sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Ketimpangan pembangunan antar daerah sering kali terjadi, sehingga menciptakan ketegangan atau bahkan perbedaan persepsi antara keduanya.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya membeberkan alasan kegiatan pembekalan atau retreat kepala daerah hanya dilakukan 7 hari dari yang semula 14 hari. Bima mengemukakan bahwa awalnya retreat ini hendak dilakukan selama 14 hari dan juga melibatkan seluruh wakil kepala daerah, sehingga wakil tak hanya bergabung saat menjelang hari akhir saja.

Senada, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengatakan kegiatan yang akan dilaksanakan di Lembah Tidar, Magelang, Jawa Tengah ini pun telah terkena efisiensi atau pengurangan dari segi hari. Sebelumnya, Kabag Umum dan Protokoler Luwu, Imran mengatakan meskipun terdapat beberapa perubahan teknis, pelaksanaan retreat akan tetap berlangsung secara optimal.

Salah satu tujuan utama dari retreat kepala daerah adalah meningkatkan komunikasi antara pemerintah pusat dengan daerah. Dalam banyak kasus, miskomunikasi atau kurangnya koordinasi antara kedua pihak menjadi salah satu penyebab ketidakefektifan kebijakan yang diterapkan. Dengan adanya retreat, kepala daerah dapat secara langsung bertanya, berdiskusi, dan mencari solusi bersama dengan para pejabat pusat terkait kebijakan yang sedang atau akan diterapkan.

Retreat juga memberikan kesempatan bagi kepala daerah untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang ada di wilayah mereka, baik yang bersifat struktural, ekonomi, sosial, maupun infrastruktur. Pemerintah pusat dapat lebih memahami kondisi daerah melalui laporan langsung dari kepala daerah, yang tentu saja lebih akurat dan kontekstual.

Salah satu agenda utama dalam retreat adalah merumuskan dan mengkoordinasikan berbagai program pembangunan yang akan dilaksanakan di daerah. Hal ini melibatkan diskusi tentang alokasi anggaran, perencanaan jangka panjang, serta target yang harus dicapai oleh daerah dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Ada kalanya kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah pusat tidak sepenuhnya bisa diterima atau dilaksanakan dengan baik oleh daerah karena perbedaan konteks, kondisi, atau kesiapan daerah tersebut. Dengan adanya retreat, kedua pihak dapat menyelaraskan pemahaman dan strategi pelaksanaan kebijakan sehingga tujuan pembangunan nasional dapat tercapai dengan lebih efektif.

Salah satu kegiatan utama dalam retreat adalah diskusi kelompok atau forum terbuka yang memungkinkan kepala daerah untuk berdialog langsung dengan para pejabat pemerintah pusat. Diskusi ini sering kali difokuskan pada topik-topik tertentu, seperti kebijakan pembangunan, ekonomi daerah, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.

Para kepala daerah diberikan kesempatan untuk mempresentasikan situasi dan tantangan yang mereka hadapi di daerahnya. Selain itu, workshop juga sering dilakukan untuk membahas cara-cara terbaik dalam mengatasi berbagai masalah yang ada, serta memperkenalkan solusi inovatif yang dapat diimplementasikan.

Meskipun retreat ini memiliki nuansa formal, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi kepala daerah dan pejabat pemerintah pusat untuk saling mengenal lebih dekat, membangun hubungan yang lebih baik, serta berbagi pengalaman yang dapat memperkaya perspektif masing-masing.

Bupati Luwu, Sulawesi Selatan, Patahuddin mengatakan bahwa dirinya bersama 503 kepala daerah lainnya mengaku siap mengikuti retreat selama sepekan di Magelang. Program ini dapat memperbaiki koordinasi antara pemerintah pusat dengan daerah dalam berbagai aspek pembangunan, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kebijakan. Koordinasi yang baik akan mempermudah tercapainya tujuan pembangunan yang telah disepakati bersama.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk mengatasi ketimpangan pembangunan antar daerah. Melalui retreat, kedua pihak dapat menyusun langkah-langkah yang lebih terarah dalam mengatasi permasalahan daerah secara efektif dan efisien. Dengan adanya diskusi yang mendalam, permasalahan yang dihadapi daerah dapat lebih cepat teridentifikasi dan diselesaikan dengan bantuan serta dukungan dari pemerintah pusat. Hal ini akan memberikan dampak langsung bagi kemajuan daerah tersebut.

 

)* Penulis adalah Jurnalis Energi di Greenpeace Resources Institute


Komentar

Berita Terbaru

\