PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Jalan Anyelir I, Nomor 4A, Desa Dauh Peken, Kec. Tabanan, Kab. Tabanan, Bali

Call:0361-8311174

info@suaradewata.com

Mendukung Kebijakan Pemerintah Pilihan Rakyat

Kamis, 11 September 2014

00:00 WITA

Nasional

1659 Pengunjung

PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Opini, suaradewata.com -  Pemerintahan Presiden SBY saat ini sudah berjalan 10 tahun menandakan akhirnya masa kekuasaan presiden SBY. Dalam perjalanan 10 tahun pemerintahannya, SBY pernah merasakan kesulitan dalam mengatur dan memimpin pemerintahan, namun terbukti hingga kini pada periode keduanya mampu menuntaskan sampai akhir masa jabatannya. Salah satu contoh keberhasilan pemerintahan SBY adalah saat krisis minyak global pada tahun 2005, 2008, dan 2013, ketikatahun 2008 krisis global yang melanda semua negara namun ekonomi Indonesia mampu tumbuh positif.

Berbeda dengan Presiden SBY, pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo–Jusuf Kalla pada 2014 saat ini sedang bersiap-siap dalam rangka menantikan seremonial pelantikan resmi dirinya menjabat sebagai presiden pada 20 Oktober 2014 mendatang setelah memperoleh suara 53.15%. presiden terpilih Joko Widodo yang saat ini masih berstatus Gubernur Jakarta masih harus bersabar dalam merealisasikan janji-janjinya pada saat kampanye Pilpres.

Kedepannya dalam menjalankan pemerintahan, Presiden terpilih Joko Widodo memiliki fokus beberapa program kerja agar hingga pada masa akhir jabatannya pada 2019 dapat terlaksana dengan baik. Terdapat  beberapa sektor yang ditekankan akan dijalankan pada pemerintahan Jokowi, beberapa sektor ini terdiri atas sektor-sektor yang memiliki peranan vital bagi kemajuan bangsa dalam jangka waktu 5 tahun kedepan. Pemaparan program kerja yang lebih lengkap  disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Berikut sejumlah program yang dipaparkan Jokowi sebagai visi misinya yang akan diperjuangkan bersama cawapres-nya JusufKalla:

Sektorpendidikan: Pemerintahan Jokowi-JK menekankan pada revolusi mental.  Revolusi mental dimulai secara efektif sejak jenjang sekolah, terutama pendidikan dasar.  Siswa SD akan mendapatkan materi tentang pendidikan karakter, pendidikan budipekerti, pendidikan etika sebesar 80 persen. Sementara itu, ilmu pengetahuan hanya 20 persen. Selain itu, akan ada peningkatan jumlah SMK di Indonesia untuk meningkatkan produktivitas pelajarnya.

Sektorpertanian: Saat ini Indonesia kehilangan orientasi untuk membangun sektor pertanian. Indonesia, tidak pernah lagi memunculkan varietas-varieta sunggul. Bahkan, satu hektar lahan pertanian di Indonesia hanya dapat menghasilkan maksimal 4,5 ton, sementara di negara lain bisa mencapai 8-9 ton

Sektor Maritim : Kalah bersaingnya nelayan-nelayan lokal karena ketertinggalan dalam bidang teknogi dibanding nelayan-nelaya nasing. Hal itu, menjadi salah satu penyebab melonjaknya harga ikan di pasaran.

SektorEnergi: Di bidang energi,  subsidi BBM dan subsidi listrik yang masih besar atau sekitar Rp 70 triliun.  Daripada secara terus-menerus memberikan subsidi BBM, lebih baik memaksimalkan gas dan batubara yang jauh lebih murah. 

BidangInfrastruktur: Di bidang infrastruktur, pengembangan infrastruktur di laut, pengembangan bandara, maupun penambahan jalur kereta api masih kurang. Apabila infrastruktur laut dapat dimaksimalkan, maka kedepannya tidak adalagi ketimpangan harga antara daerah yang satu dengan yang lain.

SistemAdministrasibirokrasi: Melakukan pembenahan di bidang administrasi dan birokrasi seperti penerapan sistem elektronik dan jalur online dalam hal pengadaan barang dan jasa di seluruh institusi pemerintah, termasuk dalam hal pengawasannya. Sistem tersebut adalah sistem yang saat ini diterapkannya di lingkungan pemerintah provinsi DKI Jakarta.menerapkan e-budgeting, e-purchasing, e-catalogue, e-audit, pajak online, IMB online.

Keenam kebijakan yang menjadi focus utama pemerintahan Jokowi-JK merupakan strategi pembangunan untuk meningkatkan kualitas bangsa Indonesia. Kedepannya, tentu tidak mudah bagi pemerintahan yang baru dalam menerapkan berbagai kebijakan yang baru.Terdapat penilaian yang berbeda dalam pemikiran masyarakat mengenai kebijakan baru yang akan segera direalisasikan oleh pemerintahan Presiden terpilih Jokowi-JK. Apalagi, menjelang pergantian pemerintah maka masyarakat juga harus melakukan penyesuaian terhadap peraturan baru tersebut. Namun, masyarakat tidak perlu mencemaskan berbagai kebijakan yang akan diberikan oleh pemerintahan mendatang. Pada pemerintahan Presiden SBY, masyarakat dapat menikmati berbagai pertumbuhan yang dialami Indonesia, bahkan Presiden SBY dapat memimpin Indonesia hingga dua periode. Hal ini menunjukan bahwa pergantian Presiden merupakan jalan terbaik untuk meningkatkan kualitas Indonesia kedepannya. Melalui kebijakan ini, masyarakat dapat berpartisipasi melalui program pemerintah. Berpartisipasi dalam program pemerintah merupakan suatu bentuk mendukung pemerintahan Jokowi-JK yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Kita tidak perlu meragukan apa yang akan dilakukan oleh pemerintah, namun kita cukup mendukung dan mengawasi menunggu jalannya pemerintahan serta hasil yang akan diberikan melalui program-program pemerintah yang akan datang. Selamat Berjuang Bapak Jokowi-JK semoga lebih baik...

Septiana Jurnalista : Penulis adalah pemerhati kebijakan publik aktif pada Lembaga Kajian Kebijakan Publik Nusantara.

 

 

 


Komentar

Berita Terbaru

\