PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Jalan Anyelir I, Nomor 4A, Desa Dauh Peken, Kec. Tabanan, Kab. Tabanan, Bali

Call:0361-8311174

info@suaradewata.com

Terima Kasih Bapak SBY

Senin, 18 Agustus 2014

00:00 WITA

Nasional

1805 Pengunjung

PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Opini, suaradewata.com- Di akhir masa jabatannya dan bertepatan pada peringatan hari kemerdekaan RI, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pidato kenegaraan. Pidato Kenegaraan tersebut dilakukan dalam 2 (dua) sesi. Pertama dalam rangka memperingati 69 tahun kemerdekaan RI dan Kedua, pidato terkait penyampaian nota Keuangan KUA dan PPAS APBN 2014.

Pidato kenegaraan yang di dengarkan hingga pelosok negeri tersebut pun disambut oleh berbagai kalangan dengan respon yang sangat positif. Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Medan Ilhamsyah mengungkapkan Presiden SBY di bagian terakhir pidatonya mengajarkan atau mengajak warga Indonesia untuk menjadi warga negara yang baik. Meskipun tidak lagi menjabat sebagai Presiden nantinya dirinya siap membantu  Presiden terpilih bila dibutuhkan.“Artinya dirinya menujukkan sikap sebagai warga negara yang baik. Dimana siap membantu bila dibutuhkan dan itu disampaikannya dalam kegiatan formal. Hal ini jarang dilakukan bagi pejabat yang tidak lagi menjabat,” ungkap Ilham.

Sementara itu anggota DPRD Medan dari Fraksi PAN, Aripay Tambunan, menambahkan poin lain yang bisa diambil dari pidato kenegaraan presiden tersebut, adalah para pejabat daerah untuk takut terhadap sistem bukan seseorang. Apabila seseorang takut dengan sistem, maka dirinya tidak berbuat salah dan bekerja tidak lari dari sistem tersebut. Berbeda, apabila seseorang bekerja karena takut dengan seseorang.

Hal senada pun di sampaikan oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani. Puan memuji SBY yang telah membangun Indonesia selama 10 tahun pemerintahan. Indonesia yang berkeadilan, bukan hanya berkeadilan dalam ekonomi, tapi juga adil secara kerakyatan, kata Puan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (16/8/2014).

Puan mengatakan negara harus menjaga dan melindungi seluruh warganya. Sehingga hal itu bukan hanya menjadi retorika pada pemerintahan yang akan datang.

Setidaknya ada 4 (empat) poin penting yang harus diingat oleh seluruh rakyat Indonesia atas pidato kenegaraan yang disampaikan oleh Presiden SBY yaitu :

1.      Jangan pernah lupa yang paling penting untuk dibangun oleh pemerintahan adalah sistem. Dengan pembangunan sistem, maka pemerintahan tidak  boleh bergantung pada figur seseorang.

2.      Perjuangan di abad 21 bukan menjaga kemerdekaan tapi keIndonesiaan. Menurutnya Indonesia adalah negara berketuhanan bukan negara agama.

3.      Jangan menjadikan demokrasi yang elitis, alangkah malang jika panggung politik diisi elit yang trangsaksional.

4.      Jaga momentum bangsa yang positif dan prospektif ini . Indonesia sudah menjadi rujukan  dunia, bahwa Demokrasi, Islam dan modernitas bisa tumbuh bersama.

Menurut saya pribadi, pidato pak SBY kali ini merupakan pidato terakhir dia, pidato kenegaraannya yang ke-10 sebagai Presiden Republik Indonesia, adalah pidatonya yang terbaik dan paling berkesan. Seperti biasanya, SBY berpidato dengan sangat lancar dan berwibawa. Bicara tanpa menggunakan teks tertulis namun tetap terstruktur, sistematis dan total. SBY menampilkan dirinya sebagai sosok negarawan. Hal ini juga terbilang istimewa oleh karena bertepatan dengan adanya Pilpres. Saya melihat pidato SBY tadi pagi menunjukkan ada ketulusan di sana, beliau berkata-kata begitu. Pidato yang penuh dengan makna serta punya nilai positif yang membangun. Tidak Nampak sama sekali kesan arogansi atau keangkuhan dalam setiap kalimatnya. Membanggakan keberhasilan tentu amatlah wajar dan pantas untuk dibanggakan, karena memang beliau sudah melakukan banyak hal. Tapi bukan berarti harus jumawa dan membusungkan dada merasa paling hebat.

Terima kasih Bapak SBY atas pengorbanan jiwa ragamu bagi bangsa Indonesia. Kami akan selalu merindukan sosok pemimpin bangsa sepertimu. Semoga kelak, siapapun yang memimpin bangsa ini mampu mewujudkan Indonesia yang jauh lebih baik. Mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil makmur sesuai cita-cita luhur Pancasila dan UUD 1945. Merdeka !!! Hidup Rakyat, Hidup Bangsa Indonesia!!!

Chandra Trihimawan : Penulis adalah Aktivis LSM Bina Mandiri Bangsa, dan Pemerhati masalah kehumasan.


Komentar

Berita Terbaru

\