PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Jalan Anyelir I, Nomor 4A, Desa Dauh Peken, Kec. Tabanan, Kab. Tabanan, Bali

Call:0361-8311174

info@suaradewata.com

Dua Sisi Dampak Sosial Media

Senin, 18 Agustus 2014

00:00 WITA

Nasional

3028 Pengunjung

PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Opini, suaradewata.com -Sosial media,menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan sarana untuk berkomunikasi dengan sesama manusia di suatu lingkungan kelompok secara bersama yang sangat baik dan pas digunakan dalam menyebarkan berbagai informasi penting terlepas dari hanya sekedar hiburan, informasi pribadi bahkan hingga informasi yang sifatnya propaganda. Sosial media ini juga tidak jarang dijadikan sasaran para oknum yang memiliki kepentingan dalam menggalang, propaganda bahkan untuk provokasi yang lebih cenderung ke arah negatif.

Banyak lapisan masyarakat dari berbagai daerah di seluruh dunia telah mampu mengoperasikan sosial media ini, mulai dari anak kecil hingga kaum manula dapat mengoperasikannya dengan cukup mudah. Di satu sisi juga kebutuhan manusia akan informasi dan didukung oleh kemajuan teknologi yang semakin pesat mendorong setiap umat manusia menggunakan teknologi dalam sosial media untuk mendapatkan dan menyebarkan informasi.

Pemilu 2014 yang telah berlangsung dengan sukses dan aman ini tidak lepas dari peran sosial media. Dilatarbelakangi oleh kemajuan teknologi dan perkembangan situasi yang terus berubah-ubah menjadikan media sosial ini menjadi sarana paling efektif dalam mengikuti perubahan-perubahan yang ada.  Pemilu 2014 kali ini juga dipahami sebagai perang media sosial , dan cukup terasa dampaknya kepada masyarakat, pasar saham, keadaan ekonomi bahkan keadaan internasional. Masyarakat di Indonesia banyak yang terlibat berkampanye melalui sosial media yang saat ini sudah dengan mudah di akses melalui genggaman tangan.Berbagai kritikan dan selentingan-selentingan yang bersifat mendukung bahkan menjelek-jelekkanlawannya.Berbagai pendapat dalam bentuk opini, gambar dan foto yang menyuarakan kegembiraan bahkan juga kesedihan dari masyarakat pengguna aktif sosial mediaterbentang dimedia sosial saat Pemilu 2014 khususnya Pilpres.

Tentunya hal ini merupakan bentuk propaganda dan provokasi dalam bentuk terselubung. Merupakan sasaran empuk bagi salah satu pihak yang memiliki kepentingan untuk melancarkan aksi dan cara untuk menggalang, propaganda kearah positif atau bahkan sebaliknya.Banyak pendapat para ahli tentang propaganda, salah satunya menyebutkan propaganda sebagai ”Sebuah usaha mengubah pandangan orang lain sesuai dengan yang diinginkan atau merusak pandangan yang bertentangan dengannya” (Petty & Cacioppo, 1981). Propaganda tidak mesti bermakna negatif sebagaimana pemahaman Joseph Goebbels, menteri Propaganda Nazi, yang mengidentikkan propaganda sebagai aksi kebohongan yang diulang-ulang agar menjadi sebuah kebenaran.

Tentunya hal ini perlu pemahaman bagi semua kalangan yang aktif menggunakan media sosial, agar media sosial dapat digunakan dengan bijak dan tidak menimbulkan konflik atau perpecahan. Diperlukan sikap dan etika dalam pemanfaatanya, diperlukan regulasi dan pengawasan didalamnya, agar media sosial dapat lebih mengedepankan manfaat posistip serta membantu masyarakat untuk hidup lebih mudah dan damai.

Sikap masyarakat dalam sosial media dapat meningkatkan atau menjatuhkan citra dari dirinya atau pihak lain. Terdapatpotensi-potensi konflik yang terjadi akibat penyebaran isu propaganda dan provokasi melalui sosial mediajika dilaklukan dengan niat negatif. Kondisi ini dapatmemicu keresahan dimasyarakat.. Diperlukan ketegasan stake holder khususnya pihak yang memiliki otoritas seperti Kemenkominfo dan Polri untuk proaktif melakukan patroli cyber terhadap media-media khususnya sosial media yang berdampak terhadap keamanan masyarakat dan kerukunan masyarakat, terkait isu SARA dan isu-isu lainnya..

Oleh karena itu dihimbau kepada seluruh masyarakat untuk secara bijak dan hati-hati dalam menggunakan sosial media, tidak hanya dalam menggunakan sebagai sarana berkomunikasi melainkan berhati-hati dalam menyebarkan berbagai informasi yang sekiranya dapat dijadikan propaganda maupun provokasi.

Didot Anggana : Penulis adalah relawan dan pengguna sosial media, aktif pada Gerakan Remaja Pegiat Sosial Media Sehat.


Komentar

Berita Terbaru

\