Makan Bergizi Gratis Membangun Papua yang Sehat dan Sejahtera
Kamis, 03 April 2025
20:04 WITA
Nasional
1400 Pengunjung

Program Makan Bergizi Gratis
Oleh : Beniko Nawipa )*
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua membawa dampak positif yang luas, tidak hanya bagi kesehatan masyarakat tetapi juga bagi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Dengan kebutuhan harian yang tinggi akan bahan pangan, program ini memberikan peluang ekonomi bagi petani, peternak, dan nelayan setempat. Peningkatan permintaan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua secara keseluruhan.
Ketua DPW SKKP Provinsi Papua Tengah, Dr. drg. Aloysius Giyai, M.Kes, mengatakan bahwa pentingnya kesiapan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan untuk keberlangsungan program ini. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para sarjana, untuk terlibat dalam sektor pertanian, peternakan, dan perikanan demi mendukung program MBG. Menurutnya, orientasi terhadap pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak lagi relevan, karena sektor pangan justru menawarkan peluang yang lebih luas dan berkelanjutan.
Di Kabupaten Nabire, terdapat 13 Titik Dapur Sehat yang melayani sekitar 3.500 penerima manfaat, mulai dari ibu hamil, bayi, hingga pelajar. Dengan kebutuhan harian sebesar 3.500 kotak makanan, berbagai jenis bahan pangan seperti sayur, umbi-umbian, ikan, ayam, dan beras harus tersedia dalam jumlah besar. Situasi ini menciptakan pasar yang stabil bagi para produsen pangan lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.
Namun, di balik potensi ekonomi yang besar, ada tantangan yang perlu diantisipasi. Lonjakan permintaan bahan pangan berpotensi menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga di pasar lokal. Oleh karena itu, Dr. drg. Aloysius Giyai, M.Kes mengusulkan agar pemerintah daerah segera merancang peraturan daerah (Perda) yang mengatur harga bahan pangan agar tetap stabil dan terjangkau. Keberadaan regulasi ini akan memastikan bahwa program MBG dapat berjalan dengan baik tanpa membebani masyarakat.
Selain dukungan dari masyarakat, program MBG juga mendapat perhatian dari Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III. Letjen TNI Bambang Trisnohadi menyampaikan bahwa program ini masih melibatkan personel dan peralatan milik TNI dalam tahap awal implementasinya. Namun, ke depan, diharapkan Badan Gizi Nasional (BGN) dapat mengambil alih dan menjalankan program ini secara berkelanjutan.
Program MBG tidak hanya memberikan manfaat kesehatan dan ekonomi, tetapi juga menciptakan stabilitas sosial di Papua. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk mantan Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM), Yusen Tabuni, menunjukkan bahwa program ini diterima dengan baik oleh masyarakat. Ia menegaskan bahwa MBG memiliki dampak positif bagi pemenuhan gizi anak-anak Papua serta meningkatkan kualitas hidup mereka.
Selain itu, Yusen Tabuni mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu hoaks yang beredar terkait program ini. Menurutnya, MBG adalah inisiatif pemerintah yang murni bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua tanpa agenda tersembunyi. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam aksi penolakan terhadap program ini, karena manfaatnya sangat besar bagi generasi muda Papua di masa depan.
Dukungan serupa juga datang dari Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua, yang menegaskan bahwa MBG adalah bukti nyata kehadiran negara dalam menyejahterakan masyarakat Papua. Ia mengajak semua pihak, termasuk para guru, untuk menjaga agar tidak ada isu negatif yang mengganggu pelaksanaan program ini di sekolah-sekolah. Baginya, memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup adalah prioritas utama.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari visi besar pembangunan sumber daya manusia yang dicanangkan oleh pemerintah. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sinergi lintas sektor sangat diperlukan untuk memastikan kelancaran program ini. Ia optimistis bahwa pada akhir tahun 2025, seluruh anak Indonesia akan dapat menikmati manfaat program ini. Dengan target awal sebesar 3 juta penerima manfaat pada Januari-April 2025, jumlah tersebut diharapkan meningkat menjadi 6 juta penerima manfaat pada tahap berikutnya.
Keberhasilan program MBG di Papua akan menjadi model bagi daerah lain dalam upaya menanggulangi masalah gizi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini membuktikan bahwa intervensi pemerintah dalam sektor pangan dapat menciptakan dampak yang luas, mulai dari peningkatan gizi hingga pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta harus terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga berperan penting dalam menanamkan pola hidup sehat bagi masyarakat Papua sejak usia dini. Dengan menyediakan makanan bergizi setiap hari, program ini membantu membangun kebiasaan konsumsi pangan yang sehat dan seimbang. Selain itu, MBG juga mendorong peningkatan literasi gizi di kalangan masyarakat, terutama bagi para orang tua dan tenaga pendidik yang berperan dalam memastikan asupan gizi anak-anak tetap optimal.
Pemerintah daerah di Papua diharapkan dapat mengembangkan sistem distribusi bahan pangan yang lebih efisien agar pasokan tetap stabil. Salah satu solusi yang bisa diterapkan adalah membentuk koperasi petani dan peternak yang bekerja sama dengan dapur-dapur sehat, sehingga rantai pasok lebih terorganisir. Dengan demikian, selain meningkatkan kesejahteraan petani, kebijakan ini juga dapat menjaga harga tetap terkendali.
)* Penulis merupakan mahasiswa asal Papua di Jakarta
[edRW]
Komentar