PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Jalan Anyelir I, Nomor 4A, Desa Dauh Peken, Kec. Tabanan, Kab. Tabanan, Bali

Call:0361-8311174

info@suaradewata.com

Evaluasi Festival Ogoh Ogoh, Komisi IV Rapat Kerja Dengan Dinas Kebudayaan Badung

Rabu, 19 Maret 2025

07:59 WITA

Badung

1286 Pengunjung

PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Rapat kerja Komisi IV DPRD Badung dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung di ruang rapat Gosana II DPRD Badung. sumber : ist/SD

Badung, suaradewata.com – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung melaksanakan rapat kerja dengan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha beserta jajarannya di Ruang Rapat Gosana II Lantai 2 Kantor DPRD Kabupaten Badung, Selasa, (18/03/2025). Rapat kerja tersebut terkait evaluasi pelaksanaan kegiatan festival ogog-ogoh tahun 2025.

Ketua Komisi IV DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana mengatakan rapat kerja ini dilaksanakan sebagai fungsi pengawasan terkait viralnya di media sosial atas pelaksanaan festival ogoh-ogoh kemarin. Dari Dinas Kebudayaan pun menyampaikan ada kekurangan dari sistim penilaian. Yang awalnya kesepakatan 60 dan 40 persen, setelah dikalkulasi itu menjadi 53 dan 47 persen.

“Nah itulah perlunya juri memberikan informasi kepada audiensnya, sehingga tidak terjadi miss komunikasi, tidak terjadi penafsiran yang salah. Sehingga nanti menimbulkan rasa kekecewaan dan lain sebagainya. Kita sepakat kita akan lebih memperbaiki apa yang kurang pada tahun ini,” kata Graha Wicaksana didampingi Wakil Ketua II Komisi IV I Nyoman Dirga Yusa dan anggota Komisi IV I Gede Suraharja.

Pihaknya di Komisi IV DPRD Badung pun mengapresiasi Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung atas terlaksananya Festival ogoh-ogoh tahun 2025 ini dan juga memberikan motivasi kepada Dinas Kebudayaan agar tetap melaksanakan kegiatan ini untuk tahun depan di Puspem Badung. 

“Kita melihat esensi dari pelaksanaan ogoh ogoh ini atau dampak yang kita nikmati dari pelaksanaan ogoh ogohnya, dimana ini betul betul ada pelestarian adat dan budaya. Ada rasa kebersamaan, semangat kegotong royongan, rasa kebanggaan dengan ini itu adik adik kita yang luar biasa sehingga dapat melaksanakan pementasan ogoh ogoh,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Graha Wicaksana pun menyarankan kepada Dinas Kebudayaan Badung, bahwa yang pertama adalah dari segi pengganggaran diharapkan anggarannya lebih besar lagi. Sehingga keluhan kemarin masalah tenda yang bukan rigging itu bisa diantisipasi. Kedua, terkait dengan penjurian, dirinya pun berharap supaya adanya Ketua/Koordinator juri yang bisa menyampaikan penilaian-penilaian nilai-nilai yang dilombakan. Ketiga, jika ada salah satu peserta yang tidak menampilkan pementasannya sesuai dengan nonor urutnya itu harus diberikan sanksi, mungkin bukan didiskualifikasi tapi pengurangan nilai.

“Jadi sudah seyogyanya dana itu bisa ditingkatkan. Sehingga pelaksanaan berikutnya saya yakin akan lebih baik lebih wah dan semangatnya pun akan menjadi lebih baik,” harapnya.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha mengatakan pihaknya disarankan untuk melakukan perbaikan terhadap penyelenggaraannya, baik dari sisi teknis maupun pra menuju Puspem dan juga dari sisi penjurian. Dari sisi teknis, kata ia adalah perlengkapan-perlengkapan property dan equipment itu, baik tenda kemudian juga kelengkapan lainnya termasuk venuenya mungkin dilengkapi dan diperbaiki. Termasuk penataan parkir dan juga dari sisi penjurian agar betul-betul disosialisasikan dan disimulasi.

“Karena juri kita kan juga yang berkualifikasi para kurator seni yang memahami. Cuma memang belum konek artinya belum tersosialisasi memang dalam beberapa kali event besar itu. Saran dari bapak ketua komisi IV dan jajaran adalah agar di sosialisasikan untuk sama sama disimulasikan dan barang tentu adalah dukungan terhadap penyelenggaraan selanjutnya untuk dapat lebih baik, baik dari sisi pendanaan, dari sisi tata kelola dan ada satu hal lagi adalah untuk tetap dapat dilaksanakan di Puspem,” kata Eka Sudarwitha.

Untuk pelaksanaan tahun depan, kata ia akan ada perubahan cara penilaian festival ogoh-ogoh, baik penilaian ogoh-ogoh itu sendiri maupun penilaian Fragmennya. 

“Kita akan pisahkan itu, ada beberapa pendapat termasuk rapat dewan juri pun juga sudah menyampaikan atau menyimpulkan untuk dimasa berikutnya adalah untuk dilakukan dipisahkan ini penilaian ogoh ogohnya, baik dia ogoh ogoh stay dan digerakkan kemudian adalah fragmen yang mencakup beberapa kategory,” pungkasnya.  

Guna mengantisipasi Kemacetan di sekitar Puspem di tahun depan, kata ia akan ada panduan untuk keberangkatan ogoh-ogoh menuju Puspem. Dan juga akan ada penataan termasuk pengalihan lalu lintas dari penonton menuju Puspem. 

“Untuk kemacetannya tahun depan barangkali ada arahan dan panduan untuk keberangkatan menuju puspem. Sudah barang tentu untuk penataan dan pengalihan arus lalulintas dari penonton,” terangnya.ang/adn


Komentar

Berita Terbaru

\