PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Jalan Anyelir I, Nomor 4A, Desa Dauh Peken, Kec. Tabanan, Kab. Tabanan, Bali

Call:0361-8311174

info@suaradewata.com

Pura dan Sanggah Kehilangan Pendeman Pelinggih, Polisi Lakukan Olah TKP

Sabtu, 15 Februari 2025

18:02 WITA

Gianyar

2021 Pengunjung

PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Polisi melakukan penyelidikan kasus penggalian pendeman pelinggih di Pura Puseh Desa Temesi, sumber : Polsek Gianyar.

Gianyar, suaradewata.com - Warga Banjar Temesi, Desa Temesi, Gianyar beberapa bulan terakhir dibuat tidak tenang oleh pelaku pencurian. Pasalnya, pencuri telah membongkar pendeman yang ada di pura - pura dan sanggah milik warga. Terakhir, terjadi di Pura Puseh Desa Temesi, Jumat (14/2), warga yang akan melakukan persembahyangan kaget menemukan beberapa pelinggih yang ada di jaba tengah pura telah digali pada bagian belakang pondasi. Aparat Kepolisian yang mendengar informasi tersebut langsung menerjunkan personelnya untuk menyelidiki.

Di TKP hari Sabtu (15/2) tampak Bhabinkamtibmas Desa Temesi, Aipda Ngakan Gede Sukrayana bersama Babinsa Desa Temesi, Sertu I Wayan Suardika, Bandesa Adat Temesi, Gusti Made Mastra, serta Piket Fungsi yang dipimpin oleh KA SPKT I Polsek Gianyar, Aiptu I Nengah Widana.

Saksi-saksi dimintai keterangan antara lain, Nyoman Suweda (60) seorang Juru Sapuh, Jero Mangku Pande Putu Arigangga (50) dan I Ketut Puspa (54) PNS asal Banjar Peteluan, Desa Temesi. Berdasarkan keterangan saksi, pada Jumat, 14 Februari 2025, sekitar pukul 16.00 WITA, Jero Mangku Pande bersama warga Br. Peteluan yang akan melaksanakan upacara berniat dengan nunas tirta di Pura Puseh lan Desa. Nyoman Suweta yang bertugas sebagai Juru Sapuh di Pura Puseh, kemudian melakukan bersih-bersih sekitar pukul 17.00 WITA.

Pada saat itu, Suweta melihat tiga Pendeman Pelinggih di Jaba Tengah sudah dibongkar. Kejadian ini segera disampaikan kepada Jero Mangku yang berada di lokasi,” terang Aipda Ngakan Gede Sukrayana. Kejadian tersebut kemudian direkam oleh I Ketut Puspa  untuj memberitahukan ke warga lainnya dengan mengirimkan video melalui whatsapp.

Oleh Jero Mangku Pande memerintahkan Nyoman Suweta untuk mengubur kembali Pendeman pada posisi semula dan melaporkan kejadian tersebut kepada Bandesa Adat Temesi, Gusti Made Mastra. 

Selanjutnya, Bhabinkamtibmas Desa Temesi disarankan untuk melaporkan kejadian ini ke Polsek Gianyar guna ditindaklanjuti. Namun, Bandesa Adat memutuskan untuk menunggu hingga esok hari guna koordinasi lebih lanjut. Baru pada Sabtu, peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Gianyar dan dilakukan olah TKP.

Hasil olah TKP, pembongkaran Pendeman Pelinggih terjadi pada tiga Pelinggih di Jaba Tengah, yaitu: Pelinggih Apit Lawang bagian kanan; Pelinggih Pengayengan Bhatara Basuki;
Pelinggih Pengiring Pengayengan Bhatara Basuki.

Menurut keterangan Jero Mangku Pande, tidak ada Pendeman yang hilang, meskipun terdapat kerugian materiil yang belum dapat diperkirakan, terutama biaya untuk Upacara yang harus dilakukan.

Kapolsek Gianyar, Kompol Nyoman Sukadana membenarkan kejadian ini. “Anggota masih mendalami,” ujarnya singkat. 

Sebagai langkah pencegahan, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Temesi mengimbau kepada warga yang hadir saat olah TKP agar lebih waspada, mengingat minimnya pengawasan dan keamanan di Pura Puseh Desa Temesi.

Sementara itu, informasi dari warga sekitar, penggalian pendeman pelinggih tidak hanya terjadi sekali itu saja. Sejak 6 bulan lalu sudah terjadi hal serupa juga menyasar sanggah-sanggah milik warga. "Yang dicari pelaku pis bolong (uang kepeng) asli pada pendeman," ujar seorang warga. Ia pun memperkirakan pelaku kemungkinan dari salah satu warga di Temesi, karena menurutnya tidak mungkin pelaku dari luar tahu seluk beluk lokasi pendeman yang ada di Pura maupun sanggah warga. "Semoga segera terungkap," harapnya. gus/ari


Komentar

Berita Terbaru

\