Preeklampsia Hantui Ibu - ibu Hamil

Oleh : dr. Padmi Deviani Manuaba | 23 Februari 2017 | Dibaca : 2409 Pengunjung

Preeklampsia Hantui Ibu - ibu Hamil

sumber foto :istimewa

Lifestyle, suaradewata.com - Seorang dokter di RSUD Negara, dr. Ida Ayu Padmi Deviani Manuaba memberikan tips dan saran mengenai kehamilan bagi ibu hamil. Melalui artikel yang dikirim, dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana itu membahas mengenai masalah yang kerap menimpa ibu hamil yakni Preeklampsia yang merupakan sebuah komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan tanda-tanda kerusakan organ.

Kehamilan merupakan anugerah terindah bagi hampir setiap wanita di dunia. Bagi sebagian besar wanita kehamilan adalah hal yang diidamkan dan dinanti demi terlahirnya buah hati. Namun tidak setiap kehamilan berjalan mulus.Karena kehamilan itu sendiri sebenarnya merupakan salah satu risiko bagi kesehatan ibu,proses kehamilan adalah hal yg tidak dapat diprediksi dengan pasti.

Salah satu gangguan  dalam kehamilan yg masih menjadi masalah bagi para ibu, juga klinisi adalah preeklampsia yang jika tidak tertangani baik akan berlanjut menjadi kejang dalam kehamilan atau eklampsia. Penyebab pasti gangguan kehamilan ini masih belum diketahui hingga saat ini. Eklampsia merupakan salah satu sebab utama kematian ibu di semua negara dan mengakibatkan sekitar 50.000 kematian ibu di dunia setiap tahun (Duley,1994). Preeklampsia adalah gangguan kehamilan yang ditandai dengan adanya disfungsi plasenta dan respon ibu terhadap peradangan (inflamasi) sistemik dengan aktivasi pembuluh darah endotel serta pembekuan darah.

Gejala Dan Faktor Risiko

Gejala subjektif yg dirasakan oleh wanita hamil dengan preeklampsia dapat berupa nyeri uluhati,mual atau muntah.Beberapa kasus dapat disertai sakit kepala, pandangan kabur, penurunan tajam penglihatan, kebutaan hingga penurunan kesadaran. Sedangkan faktor risiko untuk meramalkan kejadian preeklampsia cukup banyak, terbagi menjadi faktor risiko tinggi dan faktor risiko tambahan. Risiko tinggi untuk terjadinya preeklampsia adalah riwayat preeklampsia pada kehamilan sebelumnya, kehamilan banyak(multipel), penyakit yg menyertai kehamilan seperti hipertensi kronis, diabetes mellitus, penyakit ginjal kronis dan sindroma antifosfolipid. Sementara faktor risiko tambahan yg lain adalah obesitas, penyakit vaskular dan pembuluh darah, usia ibu di atas 40th, nulipara/kehamilan pertama oleh pasangan baru/kehamilan sebelumnya telah berjarak 10th/lebih, riwayat preeklampsia pada ibu atau saudara perempuan, kehamilan dg inseminasi donor sperma, oosit atau embrio, tekanan darah diastolik > 80 dan adanya protein dalam urin.

Penegakan diagnosis preeklampsia adalah berdasarkan kriteria minimal adanya tekanan darah tinggi(hipertensi) dan adanya protein dalam urin (proteinuria) pada usia kehamilan di atas 20 minggu.Sementara pada kasus preeklampsia berat ditemui adanya hipertensi berat(tekanan darah ≥ 160/110), proteinuria berat (≥ 5 gr/hr),atau disertai keterlibatan organ lain.

Sangat penting bagi para ibu hamil untuk memeriksakan diri ke tempat-tempat layanan kesehatan seperti puskesmas/rumah sakit, bidan ataupun dokter. Dengan sistem pelayanan kesehatan yang kita miliki saat ini maka deteksi dini untuk kasus-kasus preeklampsia dapat dilakukan sejak awal kehamilan. Dan apabila seorang ibu telah memiliki gejala atau terdiagnosa preeklampsia maka sebaiknya perawatan dan pemantauan dilakukan secara berkala di pusat layanan kesehatan yang memiliki tenaga dokter kandungan (Sp.OG). Selama melewati masa kehamilan di rumah ibu dan keluarga sebaiknya mengetahui tanda bahaya seperti sesak nafas, nyeri uluhati,pusing,pandangan kabur,mual muntah atau terjadi kejang.

Penanganan yang Sulit

Tidaklah mudah menangani kasus preeklampsia,karena  penyebabnya yang belum diketahui maka penangananpun bersifat simptomatis dan suportif. Butuh evaluasi kompleks berdasarkan keadaan klinis ibu dan janin serta menstabilkan hemodinamik keduanya, apabila kehamilan sudah melebihi 34 minggu maka janin umumnya akan segera dilahirkan. (dr. Padmi Deviani Manuaba)


Oleh : dr. Padmi Deviani Manuaba | 23 Februari 2017 | Dibaca : 2409 Pengunjung


TAGS : lifestyle preeklampsia kehamilan




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Gianyar, 20 September 2017 14:47
Sweeping Apotik, Cegah Peredaran Tablet PCC
Gianyar, suaradewata.com - Satuan Res Narkoba Polres Gianyar bersama Dinas Kesehatan Kabupat ...
Karangasem, 20 September 2017 14:44
Kepala BNPB Pantau Pos Pengamatan Gunung Agung
Karangasem, suaradewata.com - Meningkatnya status Gunung Agung ke level III (siaga), Kepala ...
Tabanan, 20 September 2017 12:24
Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Baturiti Dilantik
Tabanan, suaradewata.com - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan Nyonya Rai Wahyuni Sanjaya s ...
Tabanan, 20 September 2017 00:25
Jelang Pilgub, Staf KPU Dibintek Kearsipan Elektronik
Tabanan, suaradewata.com- Sosialisasi Elektronik sistem kearsipan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ta ...
Tabanan, 20 September 2017 00:01
Pendaftaran Panwascam Dibuka 23 September 2017
Tabanan, suaradewata.com- Panitia pengawas pemilihan umum ( Panwaslu ) Kabupaten Tabanan membuka ...
Karangasem, 19 September 2017 23:45
Citra Satelit Himawari Temukan Titik Panas Dikawah Gunung Agung
‎Karangasem, suaradewata.com - Status Gunung Agung kini sudah dinaikkan kelevel III. Pihak Ba ...
Denpasar, 19 September 2017 23:43
Gus Adhi Berkomitmen Perjuangkan Kesejahteraan Petani
Denpasar, suaradewata.com - Anggota Komisi IV DPR RI AA Bagus Adhi Mahendra Putra kembali menggel ...
Nusantara, 19 September 2017 22:33
Ada Kepastian Harga, DPR Dukung Kebijakan HET Beras
Jakarta, suaradewata.com — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menyatakan dukungann ...
Tabanan, 19 September 2017 21:02
Gunung Agung Status Siaga, BPBD Tabanan Siapkan Logistik
Tabanan, suaradewata.com - Pasca naiknya status Gununh Agung dari level waspada ke leve ...
Nusantara, 19 September 2017 20:26
Ditjen Hortikultura Akan Bantu Petani Pemula Budidayakan Cabai
Jakarta, suaradewata.com — Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura Kementerian Pertanian ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter