PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Jalan Anyelir I, Nomor 4A, Desa Dauh Peken, Kec. Tabanan, Kab. Tabanan, Bali

Call:0361-8311174

info@suaradewata.com

Respon Kematian Taruna asal Bali ; Menhub Menonaktifkan Pejabat di STIP, Atribut Dihapuskan

Jumat, 10 Mei 2024

07:00 WITA

Klungkung

2131 Pengunjung

PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Menhub Budi Karya Sumadi saat melayat ke rumah duka. (Ist)

Klungkung, suaradewata.com - Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi telah mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan Direktur dan sejumlah pejabat di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda Jakarta. Keputusan ini merupakan respons atas kasus kematian Putu Satria Ananta Rustika, 19 tahun, taruna tingkat I STIP asal Klungkung, Bali.

"Kejadian ini tentu jadi suatu evaluasi bagi kami. Kami sudah menonaktifkan Direktur dan beberapa pejabat di STIP Marunda. Ini sebagai bentuk tanggung jawab dan tindakan tegas yang harus dilakukan," tegas Menhub saat melayat ke rumah duka, Kamis (9/5/2024).

Menhub juga mengumumkan rencana reformasi pendidikan vokasi dengan mengubah kurikulum yang diterapkan di sekolah di bawah naungan Kemenhub. "Kami akan merubah kurikulum menjadi lebih humanis dan berteknologi. Kita tidak bisa lagi mengandalkan fisik dalam persaingan dunia kerja, tapi juga pengetahuan dan IT," paparnya.

Selain itu, langkah jangka pendek yang diambil adalah melakukan moratorium di STIP, di mana tidak akan ada penerimaan siswa baru. Tujuannya adalah memutus tradisi buruk yang ada, termasuk penghilangan istilah senior dan junior. Selain itu, pihaknya juga akan menyediakan fasilitas asrama hanya untuk taruna tingkat 1, sementara taruna tingkat 2 akan tinggal di kos-kosan di sekitar kampus dengan orang tua mereka sebagai komite untuk mendampingi proses evaluasi dan koreksi.

"Upaya ini akan mengubah mahasiswa STIP menjadi individu yang memiliki kompetensi dan kapabilitas yang lebih humanis. Harapan Kemenhub adalah melahirkan generasi muda yang kompeten dalam bidang perhubungan yang dapat menyatukan Indonesia," lanjutnya.

Selanjutnya, atribut yang membedakan senior dan junior akan dihilangkan, dan aturan berpakaian akan diubah, di mana tidak setiap hari taruna menggunakan seragam dinas. "Mungkin Senin seragam dinas, Selasa putih, saat libur bebas. Kemudian mahasiswa tingkat 2 tidak lagi di asrama tapi indekos di sekitar kampus. Di satu sisi, hal ini juga akan membantu mereka menjadi lebih mandiri," pungkasnya.

Stafsus Menhub Prof. Wihana Kirana menambahkan bahwa perubahan sistem pendidikan di STIP akan menekankan pada nilai-nilai yang lebih baik. Perubahan tersebut akan mengarah pada pendidikan yang lebih berorientasi pada aspek humanis, mengingat kebutuhan kaum milenial yang berbeda dengan masa lalu.

"Soft skill yang lebih ditekankan, lebih tolong-menolong, problem solving, komunikasi skill, digitalisasi, termasuk rekrutmen juga akan kita rombak. Namun, tetap akan mempertahankan ilmu pelayaran, navigasi, dan pelabuhan. Intinya, mahasiswa akan semakin sibuk dengan program yang lebih humanis," tambahnya. ayu/yok


Komentar

Berita Terbaru

\