Framing Negatif Jelang Debat Pilpres Periode II

Oleh : Rizal Arifin | 11 Februari 2019 | Dibaca : 1435 Pengunjung

Framing Negatif Jelang Debat Pilpres Periode II

sumber foto :google

Penulis : Rizal Arifin

Opini, suaradewata.com- Mendekati Debat Kedua Pilpres 2019 ditabuh, geliat masing-masing kandidat semakin memanas, khususnya dari pihak oposisi. Petahana mungkin tidak begitu kewalahan karena publik bisa langsung menilai capaian dan kinerjanya. Lain halnya dengan oposisi, jika tidak ada sesuatu yang baru ditawarkan berarti sama saja membuang sumber daya dengan cuma-cuma. Dan ini disadari betul oleh pasangan Prabowo-Sandi. Apapun caranya dilakukan agar membuat publik terkesan, yang diharapkan berupada simpati namun hanya sebatas sensasi.

 Layaknya remaja yang sedang puber, Prabowo-Sandai selalu ingin jadi buah bibir masyarakat. Tatkala sudah kehabisan akal sehat, berbagai cara tetap dilakukan untuk mendapatkan perhatian. Bukan jarang tapi malah sebagian besar menebar kebohongan, kebencian, fitnah, dan ketakutan. Tidak berlebihan jika sepantasnya ujaran Prabowo dan Sandi di media disertai label “adegan berbahaya, tidak untuk ditiru”.

Berbagai pernyataan Prabowo tidak terlepas dari yang disebutkan diatas. Bicara menggelegarnya seolah kepedean dengan apa yang disampaikan. Namun nyatanya setiap dikonfirmasi, selalu mengelak dan berlindung pada “saya dengar”. Tampak jelas ini adalah sikap pecundang, bukan Macan Asia seperti klaimnya.

Masih hangat diingatan, bagaimana Prabowo berapi-api menyampaikan utang negara dalam kondisi darurat dan APBN bocor. Prabowo menganggap pemerintah tidak mampu mengelola keuangan negara dan setiap proyek difitnah ada mark up. Bahkan dengan kejamnya Menteri Keuangan disebut menteri pencetak utang. Padahal instansi terhormat itu dipimpin oleh seorang pakar ekonomi kelas dunia, yaitu Sri Mulyani Indrawati.

Tidak banyak jauh berbeda dengan wakilnya, Sandiaga Uno juga kerap bermain di area panas itu. Tak sedikit kritikan negatif tanpa bukti yang dilontarkan. Pada tema sensitif yang menyentuh masyarakat seperti ekonomi, ketahanan pangan, dan kesejahteraan sosial. Publik sudah tahu berbagai kebohongan yang disampaikan Sandi. Namun bedanya Sandi, ia sangat bermuka dua, kepada petani dan nelayan dijanjikan harga tinggi sedangkan kepada emak-emak harga murah dan terjangkau ujarnya.

Benar apa kata pepatah, “Semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak”. Sangat cocok disematkan kepada Prabowo-Sandi. Prabowo yang sangat getol mengkritik utang ternyata berkalung utang. Triliunan utang PT. Kertas Nusantara milik Prabowo baru akan selesai tahun 2031, dengan asumsi utang lancar dibayarkan. Namun faktanya berkali-kali karyawan perusahaan tersebut melakukan unjuk rasa karena hak yang tidak dibayarkan perusahaan. Pertengahan tahun lalu, sekitar 1.500 karyawan PT. Kertas Nusantara menuntut Gaji dan THR yang selama 4 tahun tidak dibayarkan. Kurang fantastis gilanya Prabowo?. Puluhan ribu istri dan anak karyawannya dizolimi, mungkin tidak sedikit yang harus mengais demi bertahan, putus sekolah, atau bahkan mati kelaparan. Berjuta pertanyaan menyelimuti “kenapa mereka tidak resign? Tuan kan tahu Prabowo jago ngomongnya” .

Sandiaga Uno tidaklah sesuci omongannya. Skandal korupsi global Panama Paper turut menyeret namanya. Mendirikan perusahaan cangkang di negara surga pajak (tax haven) adalah kejahatan keuangan global abad 20. Setidaknya ada dua motif utamanya, yaitu menghindari pajak dan pencucian uang. Sontak dunia sangat mengecam ini, mengacaukan sistem perekonomian dan moneter Internasional. Sandiaga membenarkan nama perusahaan yang disebut dalam Panama Paper adalah miliknya. Motifnya belum dirilis ke publik, baik menghindari pajak ataupun pencucian uang adalah fraud yang dapat dipidanakan.

Apakah ini adalah playing victim Prabowo-Sandiaga edisi kesekian?. Menuding lawan politiknya untuk menutupi kecurangan yang sebenarnya mereka lakukan. Semua sudah tahu jawabannya. Siapapun tidak akan rela menyerahkan ibu pertiwi ke tangan kaum munafik nan pecundang.

 * Penulis adalah pengamat masalah sosial politik


Oleh : Rizal Arifin | 11 Februari 2019 | Dibaca : 1435 Pengunjung


TAGS :




Berita Terkait :

Bangli, 15 Februari 2019 21:30
Sukseskan TMMD, Bupati Made Gianyar Ikut Ratakan Jalan
Bangli, suaradewata.com - Bupati Bangli I Made Gianyar, SH.,M.Hum.,M.Kn didampingi Sekr ...
Jembrana, 15 Februari 2019 19:10
Jaring Konsumen Milenial, Pemkab Jembrana Adakan Bedah Warung
Jembrana, suaradewata.com - Program pengentasan kemiskinan tidak hanya bisa dilaksanakan dengan p ...
Denpasar, 15 Februari 2019 17:05
Pukuli Supir Traktor Hingga Tewas, Bapak dan Anak ini Dituntut 3 Tahun Penjara
Denpasar, suaradewata.com - Dua terdakwa yang merupakan bapak dan anak, I Made Rai Arta (ter ...
Karangasem, 15 Februari 2019 17:00
Dihadiri Ratusan Bupati, Karangasem Menjadi Tuan Rumah Festival Kelapa Internasional Ketiga
Karangasem, suaradewata.com - Pemkab Karangasem akan menjadi tuan rumah Festival Kelapa Internasi ...
Denpasar, 15 Februari 2019 16:20
Pukuli Pacarnya Sampai Bonyok, Pria Ini Hanya Dihukum 7 Bulan
Denpasar, suaradewata.com - Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Denpasar menghukum sangat rin ...
Nusantara, 15 Februari 2019 16:09
Presiden yang Membaca Komik Adalah Tragedi Bagi Fadli Zon
Oleh : Asrtid Devi Opini, suaradewata.com- Jagad Pemilu semakin berwarna dengan terungkapnya ...
Klungkung, 15 Februari 2019 16:06
Misteri Sholat Jumat Prabowo
Penulis : Febri Ridho Opini, suaradewata.com- La Nyalla Mattalitti terus menyoroti Ibadah Cap ...
Klungkung, 15 Februari 2019 16:03
Golput Adalah Sebuah Kerugian untuk Diri Sendiri
Oleh : Mega Pratiwi opini, suaradewata.com - Golput alias golongan putih adalah mereka yang m ...
Denpasar, 15 Februari 2019 16:00
Berawal dari Tes Urine, Oknum Anggota Polresta ini Dituntut 4,5 Tahun
Denpasar, suaradewata.com - Bob Zery (49) yang sebelumnya bertugas di Mapolresta Denpas ...
Badung, 15 Februari 2019 14:00
Stop HIV dan AIDS, KPA Badung Berikan Edukasi di Acara Komunitas MBC
Badung, suaradewata.com - Komunitas Musik Bali Community (MBC) gelar Night Valentine di Waru ...


Berita Lainnya :

Bangli, 15 Februari 2019 21:30
Sukseskan TMMD, Bupati Made Gianyar Ikut Ratakan Jalan
Bangli, suaradewata.com - Bupati Bangli I Made Gianyar, SH.,M.Hum.,M.Kn didampingi Sekr ...
Jembrana, 15 Februari 2019 19:10
Jaring Konsumen Milenial, Pemkab Jembrana Adakan Bedah Warung
Jembrana, suaradewata.com - Program pengentasan kemiskinan tidak hanya bisa dilaksanakan dengan p ...
Denpasar, 15 Februari 2019 17:05
Pukuli Supir Traktor Hingga Tewas, Bapak dan Anak ini Dituntut 3 Tahun Penjara
Denpasar, suaradewata.com - Dua terdakwa yang merupakan bapak dan anak, I Made Rai Arta (ter ...
Karangasem, 15 Februari 2019 17:00
Dihadiri Ratusan Bupati, Karangasem Menjadi Tuan Rumah Festival Kelapa Internasional Ketiga
Karangasem, suaradewata.com - Pemkab Karangasem akan menjadi tuan rumah Festival Kelapa Internasi ...
Denpasar, 15 Februari 2019 16:20
Pukuli Pacarnya Sampai Bonyok, Pria Ini Hanya Dihukum 7 Bulan
Denpasar, suaradewata.com - Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Denpasar menghukum sangat rin ...
Nusantara, 15 Februari 2019 16:09
Presiden yang Membaca Komik Adalah Tragedi Bagi Fadli Zon
Oleh : Asrtid Devi Opini, suaradewata.com- Jagad Pemilu semakin berwarna dengan terungkapnya ...
Klungkung, 15 Februari 2019 16:06
Misteri Sholat Jumat Prabowo
Penulis : Febri Ridho Opini, suaradewata.com- La Nyalla Mattalitti terus menyoroti Ibadah Cap ...
Klungkung, 15 Februari 2019 16:03
Golput Adalah Sebuah Kerugian untuk Diri Sendiri
Oleh : Mega Pratiwi opini, suaradewata.com - Golput alias golongan putih adalah mereka yang m ...
Denpasar, 15 Februari 2019 16:00
Berawal dari Tes Urine, Oknum Anggota Polresta ini Dituntut 4,5 Tahun
Denpasar, suaradewata.com - Bob Zery (49) yang sebelumnya bertugas di Mapolresta Denpas ...
Badung, 15 Februari 2019 14:00
Stop HIV dan AIDS, KPA Badung Berikan Edukasi di Acara Komunitas MBC
Badung, suaradewata.com - Komunitas Musik Bali Community (MBC) gelar Night Valentine di Waru ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter