Tantangan Pemberantasan Terorisme di Indonesia

Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 18 April 2017 | Dibaca : 2915 Pengunjung

Tantangan Pemberantasan Terorisme di Indonesia

sumber foto :google

Opini, suaradewata.com - Belum genap seminggu publik Indonesia kembali dikejutkan dengan peristiwa penangkapan terhadap enam terduga teroris di Tuban, Jawa Timur. Penangkapan yang dilakukan pada Sabtu malam tersebut (9/4) diduga memilki kaitan erat dengan kerjadian bom Thamrin, dimana ketiga terduga terorisnya berhasil ditangkap di Paciran, Lamongan.

Meskipun berbagai upaya pemberantasan terorisme hingga saat ini telah mengalami kemajuan yang dapat dikatakan signifikan, namun demikian, perkembangan dan pertumbuhan idealis terkait radikalisme dinilai akan terus masif terbangun mengimbangi pertumbuhan dan pencegahan baik teknologi maupun upaya deradikalisasi. Terbukti hal tersebut dapat ditelaah dari perubahan pemikiran-pemikiran kader-kader pembawa misi Negara Islam Indonesia (NII) dari mulai awal kemerdekaan hingga zaman reformasi, yangmana justru menjadi tantangan tersendiri bagi aparat yang menaungi.

Mengutip salah satu pemikiran ahli terorisme Dr. Petrus Reinhard Golose, terdapat empat tantangan tersendiri dalam kaitan upaya pemberantasan terorisme di Indonesia.

 

Memerangi Pola Pikir Radikal

Berbagai pemikiran sesat dan destruktif acapkali dijadikan dogma bagi diri sang teroris. Bom bunuh diri, anti partisipasi, jihad, merupakan segenap nilai-nilai yang ditanamkan secara intesif oleh para elit kelompok teror guna melahirkan sebuah pemikiran dialektika kritis bagi kesesatan pikiran mereka. Pemikiran-pemikiran inilah yang menggagas seorang pelaku terorisme untuk mendirikan sebuah negara islam yang dalam hakikatnya menyepelekan hingga melupakan semangat berpartisipasi dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

Agama, merupakan salah satu isu yang paling sensitif di Indonesia. Tak jarang apabila berbagai konflik baik komunal maupun horisontal acapkali muncul akibat dari tidak terakomodirnya keanekaragaman kehidupan beragam dan beragama. Sehingga dibutuhkan upaya yang sarat akan kehati-hatian dalam mengatasi permasalahan terorisme yang erat kaitannya dengan sebuah agama, karena harus dipahami bahwa pemberantasan tindak perilaku terorisme tidak dapat disejajarkan dan disama ratakan dengan pemberantasan terhadap suatu umat beragama.

 

Radikalisasi Berlangsung Secara Sistematis dan Terorganisir

Ibaratkan sebuah mesin, kelompok terorisme merupakan segenap kumpulan alat dan peralatan yang menyatu dalam sistem dan diciptakan untuk melakukan sekaligus memproduksi landasan awal penciptaan mesin tersebut.

Sehingga eksistensi sebuah kelompok radikal ataupun kelompok teroris, membutuhkan kader-kader sebagai pemegang kendali jalannya roda kelompok hingga untuk melaksanakan berbagai agenda kegiatan mereka, demi tercapainya tujuan organisasi.

Untuk itu, kelompok-kelompok ini sering kali giat melakukan upaya radikalisasi di masyarakat, baik melalui upaya dakwah atau syiar agama yang melalui media massa, komunikasi langsung, lembaga pendidikan, hingga hubungan keluarga sekalipun, acapkali ditunggangi dengan pemikiran-pemikiran radikal, hingga upaya rekrut terhadap kader-kader potensial yang telah diploting atau ditandai oleh para pengkader untuk dijadikan anggota.

 

Kemampuan Bermetamorfosis Kelompok Teroris

Mempelajari siklus metamorfosis sebuah kelompok teroris, dapat difokuskan terhadap eksistensi salah satu kelompok yang tergolong radikal yakni Jamaah Islamiyah (JI). JI merupakan salah satu kelompok yang membangun berbagai aliansi dengan organisasi-organisasi sejenis, termasuk dalam tataran internasional. Sejak terungkapnya bahwa JI merupakan salah satu organisasi yang memiliki kaitan dengan para pelaku terorisme, JI berupaya untuk senantiasa mempertahankan keberadaan dirinya dengan melakukan metamorfosis dan mensinergikan dirinya dengan cara mendirikan ormas berbasis islam yang baru atau masuk menjadi anggota baru di keorganisasian Islam.

Kemampuan bermetamorfosis ini, dimaksudkan untuk merubah ataupun memodifikasi struktur badan keorganisasiannya untuk selalu mempertahankan eksistensi dirinya.

 

Penanganan Terorisme yang Dititikberatkan pada Hukuman Pidana

Mengingat hukum pidana merupakan bagian dari hukum, maka sudah sepatutnya hukum pidana mengabdi pada tujuan hukum yakni sebuah ketertiban. Salah satu argumentasi ahli hukum, J.E. Sehetepy, merumuskan sebuah tujuan pidana sebagai upaya untuk membebaskan terpidana dengan jalan memperbaiki sikap mental dan spiritual, dan dikatakan juga bahwa persoalan pidana tidak hanya menjadi persoalan dari seorang terpidana saja, melainkan berkaitan erat dengan sikap pembuat undang-undang, permasalahan sepak terjang aparat penegak hukum, hingga permasalahan dengan cara apa dan bagaimana hukum dilaksanakan dan ditegakkan.

Pelaksanaan hukum pidana baik penjara maupun hukuman mati saat ini justru menjadi dilema tersendiri bagi aparat penegak hukum, disatu sisi longgarnya pengawasan dan upaya penjara menjadi rahasia umum bagi keberadaan lapas di Indonesia, disisi lain gagasan hukuman mati bagi para pelaku teror juga berpotensi menimbulkan aksi simpati para pelaku teror lain, yang kedepannya justru dapat menimbulkan semangat radikal dan teror yang baru seolah bertindak membalaskan dendam para terdahulu mereka.

Oleh karenanya, tidak mudah untuk melakukan sebuah aksi dan tindakan dalam menyelesaikan idealisme radikal dan terorisme. Karena perlakuan terhadap tindak pemberantasan terorisme di Indonesia, harus senantiasa dibarengi dengan upaya tindak pencegahan yang sistematis dan masif dibangun mulai sejak dini.

 

 

Oleh: Ardian Wiwaha (Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia)


Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 18 April 2017 | Dibaca : 2915 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Nusantara, 23 Juni 2017 14:39
Gubernur Sulawesi Utara Apresiasi Dikpolnas KMHDI di Manado
Politik,suaradewata.com - Gubernur Sulawesi Utara mengapresiasi pelaksanaan Diklat Politik Nasion ...
Nusantara, 23 Juni 2017 12:58
Staf Khusus Presiden Bicara Politik Berlandaskan Pancasila di Dikpolnas KMHDI
Politik, suaradewata.com - Pembukaan Diklat Politik Nasional atau Dikpolnas Kesatuan Mahasiswa Hi ...
Nusantara, 17 Juni 2017 18:21
Tidak Ada Pelanggaran HAM di Tanah Cendrawasih
Opini, suaradewata.com - Kualitas pelaksanaan hak asasi manusia di Indonesia kembali ditinjau lew ...
Nusantara, 17 Juni 2017 18:19
Sejarah Bulan Ramadhan
Opini, suaradewata.com - Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang diwajibkan bagi umat muslim di ...
Nusantara, 17 Juni 2017 18:17
Pola Persebaran Radikal Baru
Opini, suaradewata.com - Berbicara mengenai pola persebaran radikal, radikalisasi bukan merupakan ...
Nusantara, 17 Juni 2017 10:39
Mengapa Hizbut Tahrir Indonesia Dibubarkan?
Opini, suaradewata.com - Kemarin, 8 Mei 2017 di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, bersama dengan K ...
Nusantara, 17 Juni 2017 10:36
Mengaborsi Benih Radikalisme dan Terorisme
Opini, suaradewata.com - Menelaah sejarah HTIatau yang dikenal dengan Hizbut TahrirIndonesia, &nb ...
Nusantara, 17 Juni 2017 10:34
Menelisik Sejarah Pengusiran Belanda dari Tanah Cenderawaih
Opini, suaradewata.com - Hampir 60 tahun sudah Papua yang dahulunya bernama Irian Barat bergabung ...
Nusantara, 15 Juni 2017 20:20
The Use of the Internet for Terrorist Purposes
Opini, suaradewata.com - Masih lemahnya upaya kontrol dan pengawasan secara masif dan komprehensi ...
Nusantara, 15 Juni 2017 20:19
Terorisme di Dunia Maya
Opini,suaradewata.com - Geliat terorisme di dunia saat ini telah memasuki babak baru. Hampir selu ...


Berita Lainnya :

Klungkung, 26 Juni 2017 15:58
Diguyur Hujan, Bukit Abah Klungkung Kembali Longsor
Klungkung, suaradewata.com - Hujan lebat yang mengguyur Klungkung sejak beberapa hari mengakibatk ...
Klungkung, 26 Juni 2017 15:57
Pemkab Klungkung Gelar Metatah Massal Gratis
Klungkung, suaradewata.com - Pemkab Klungkung melalui Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabu ...
Tabanan, 26 Juni 2017 15:52
Puncak HUT Perak LPD Bedha, Beri Penghargaan Kepada Pendiri LPD
Tabanan, suaradewata.com– Puncak Perayaan HUT ke 25 (Perak) LPD Bedha dengan thema LPD Ajeg ...
Tabanan, 26 Juni 2017 15:51
Jalan Sehat HUT Perak LPD Bedha Diikuti Belasan Ribu Warga
Tabanan, suaradewata.com - Hut LPD Bedha ke 25 tahun dimeriahkan dengan gerak jalan san ...
Tabanan, 26 Juni 2017 11:41
Barrack Obama Berkunjung Ke DTW Jatiluwih
Tabanan, suaradewata.com - Mantan Presiden Amerika, Barrack Obama berkunjung ke DTW Jat ...
Bangli, 26 Juni 2017 11:39
Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Danau Batur
Bangli, suaradewata.com – Warga dikawasan danau Batur, tepatnya di Br. Seked, Des ...
Badung, 25 Juni 2017 14:29
Turun Pesawat, Dua Napi Diangkut Pakai Rantis
Badung, suaradewata.com – Dua narapidana yang kabur dari Lapas Klas II A Denpasar dan terta ...
Tabanan, 25 Juni 2017 14:28
Penampilan Gong Kebyar Tampilkan Kreatifitas Anak Muda
Tabanan, suaradewata.com - Penampilan Gong Kebyar pada malam parade budaya Desa Pakrama ...
Gianyar, 25 Juni 2017 06:00
“Tumpek Kandang” Untuk Ratusan Satwa di Bali Zoo
Gianyar, suaradewata.com - Bali Zoo secara rutin menggelar ritual Upacara “Tumpek Kand ...
Gianyar, 24 Juni 2017 11:55
Cari Bambu, Gati Ditemukan Tewas di Selokan
Gianyar, suaradewata.com - Seorang buruh bangunan, I Wayan Gati (60) beralamat Bre ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter