Mengenal Ekonomi Pancasila

Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 02 April 2017 | Dibaca : 3627 Pengunjung

Mengenal Ekonomi Pancasila

sumber foto :google

Opini, suaradewata.com - Sebuah sistem perekonomian merupakan sebuah tatanan kehidupan yang digunakan oleh sebuah negara, untuk mengalokasikan segenap sumber daya yang dimiliki, baik itu Sumber Daya Alam (SDA) maupun Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melangsungkan eksistensi sebuah kehidupan guna mencapai sebuah tujuan dasar berdirinya negara tersebut. Meskipun dalam perkembangannya sistem perekonomian negara-negara di dunia cenderung diklasifikasikan terhadap ideologi yang dianut, namun secara umum keberadaan sebuah sistem perekonomian dunia hanya dikenal menjadi tiga sistem perkonomian secara runtut, dimana eksistensi sistem perekonomian liberal dan komunisme menjulang menjadi sebuah rivalitas, sedangkan sistem perekonomian Pancasila merupakan sebuah konsep ekonomi gabungan para founding fathers Indonesia untuk membuat suatu konsep sistem perekonomian yang pro rakyat, serta secara penuh menjalankan kelima butir landasan idiil Pancasila.

 

Sejarah Singkat Ekonomi Pancasila

Ekonomi Pancasila merupakan sebuah sistem perekonomian yang didasarkan pada kelima sila Pancasila. Istilah ekonomi Pancasila baru dikenal setelah dalam rapat kinerja kabinet tahun 1967, Dr Emil Salim yang kala itu merupakan Tim Penasihat Ekonomi Presiden, membahas istilah sistem perekonomian Pancasila sebagai sebuah konsep kebijaksanaan ekonomi setelah mengalami pergerakan seperti bandul jam dari kiri ke kanan, hingga mencapai sebuah titik keseimbangan.

Ke kanan diartikan sebagai kebebasan mengikuti aturan pasarm sedangkan ke kiri berarti mengalami intervensi negara dalam bentuk perencanaan terpusat atau sentralistis. Secara sederhana, ekonomi Pancasila dapat disebut sebagai sebuah sistem ekonomi pasar dengan tetap menjunjung tinggi peranan rakyat melalui pemerintah atau sebuah ekonomi pasar yang terkendali yang pada dasarnya tercipta guna menggantikan perekonomian kolonial menjadi nasional, serta membumikan ekonomi Pancasila sebagai dasar menghapuskan pemahaman hakikat tentang warisan perekonomian kolonial.

 

Karakteristik Ekonomi Pancasila

Dalam menempuh perjalanan waktu, terdapat lima ciri pokok konsep Ekonomi Pancasila yang dewasa ini mulai dilupakan oleh masyarakat Indonesia dan terlupakan oleh sebuah rivalitas sistem perekonomian yang lain, diantaranya: pengembangan koperasi sebagai media transaksi ekonomi kerakyatan, komitmen pemerataan ekonomi yang melawan sebuah sistem pembentuk kesenjangan, sebuah aturan dan kebijakan perekonomian yang nasionalis dan pro rakyat, berjalan dengan bentuk pengendalian yang terpusat, serta dilaksanakan secara desentralisasi, merata, dan mendaerah.

 

Ekonomi Pancasila di mata Para Ahli

Salah satu tokoh yang gencar melontarkan sebuah konsep sistem ekonomi Pancasila yang dikenal dalam kalangan ekonom dalam negeri adalah Prof. Mubyarto. Dalam salah satu artikel yang sempat ditulis oleh pria kelahiran Sleman, Yogyakarta ini, Prof Mubyarto merupakan sosok pengembang konsep yang berangkat dari pemikiran para pendiri republik seperti halnya ekonom Emil Salim dan didasarkan kepada nila-nilai yang terkandung pada Pancasila. Dibenak mantan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada ini, ekonomi Pancasila diartikan sebagai ekonomi kerakyatan yang berjalan pada sektor informal, seperti petani, nelayan, peternak, perajin, pedagang UMKM, dan sebagainya. Salah satu program Prof Mubyarto yang mengacu kepada semangat ekonomi Pancasila pada saat dirinya menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Industri tahun 1993 adalah Program Inpres Desa Tertinggal (IDT). Didalam program ini, Prof Mubyarto menghibahkan segenap dana pemerintah kepada kelompok masyarakat miskin untuk dikelola langsung oleh masyarakat secara musyawarah dengan menggunakan konsep dana bergulir dengan tujuan dapat mengetaskan kemelut kemisikinan pada rakyat.

Oleh karenanya, ditengah-tengah gempuran ekonomi liberal dimana peranan pasar pada transaksi  ekspor dan impor saat ini didominasi oleh negara-negara barat, peranan ekonomi Pancasila sebagai kutub tujuan negara Indonesia diharapkan dapat memberikan rangsangan bagi segenap rakyat Indonesia untuk tetap semangat dalam berproduksi, memberikan cara/metode untuk mengkoordinasi kegiatan individu/kelompok dalam suatu perekonomian, serta menyediakan sebuah mekanisme tertentu agar pembagian hasi produksi diantara anggota masyarakat dapat adil dan merata, terlaksana sesuai semangat Pancasila dan UUD 1945. Sehingga perlu adanya semangat dan dukungan oleh rakyat Indonesia, guna menarik kembali semangat pemerataan ekonomi dan keadilan dari sisi etos Pancasila demi tercapainya cita-cita Bangsa Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

 

Oleh : Ardian Wiwaha (Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia)


Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 02 April 2017 | Dibaca : 3627 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Nusantara, 21 November 2017 20:01
Registrasi Sim Card Untuk Cegah Kejahatan Siber
Opini, suaradewata.com -Seperti yang sudah diketahui, pemerintah telah mewajibkan seluruh penggun ...
Nusantara, 21 November 2017 20:00
Perppu Ormas Selamatkan Pancasila
Opini, suaradewata.com - Indonesia merupakan Negara yang terdiri dari ribuan pulau yang di dalamn ...
Nusantara, 20 November 2017 23:27
Papua Adalah Bagaian Teritori Indonesia
Opini, suaradewata.com - Semenjak era pemerintahan Suharto, provinsi Papua yang waktu itu bernama ...
Nusantara, 20 November 2017 23:25
Pembangunan di Papua Sebagai Realisasi Nyata Nawacita
Opini, suaradewata.com - Papua sebagai provinsi paling timur di Indonesia memiliki banyak keunika ...
Nusantara, 19 November 2017 18:16
Mengukir Harapan Baru: Upaya Serius Pemerintah Dalam Membangun Papua
Opini, suaradewata.com - Harapan masyarakat Papua untuk menjadi lebih baik, lebih bermartabat, da ...
Nusantara, 19 November 2017 18:15
Membangun Tanah Papua Ala Jokowi
Opini, suaradewata.com - Tanah Papua selama ini kurang mendapat perhatian lebih dari pe ...
Nusantara, 18 November 2017 08:49
Dukung Undang-Undang Ormas Sebagai Alat Pelindung Pancasila
Opini, suaradewata.com - Sejak disahkannya Perppu No. 2 tahun 2017 tentang Organisasi M ...
Nusantara, 18 November 2017 08:47
Bijak Menyikapi Pembangunan di Era Presiden Jokowi
Opini, suaradewata.com - Negara kurang ini, negara kurang itu. Banyak hal yang menjadi tuntutan k ...
Nusantara, 16 November 2017 20:47
Indonesia Negeri Toleran
Opini, suaradewata.com - Toleransi berdasarkan kajian kata berasal dari bahasa latin “toler ...
Nusantara, 16 November 2017 20:45
Pemerintah Terbuka Dalam Revisi UU Ormas
Opini, suaradewata.com - Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang ...


Berita Lainnya :

Gianyar, 24 November 2017 08:23
Anggaran Pakaian Setengah Miliar Jadi Perhatian Dewan
Gianyar, suaradewata.com – Tahun 2018 mendatang pemerintah kabupaten Gianyar akan meng ...
Gianyar, 24 November 2017 08:02
Jalan Alternatif Dua Kecamatan di Gianyar Jebol
Gianyar, suaradewata.com - Jalan pintas menghubungkan dua kecamatan, Tampaksiring dan Tegallalang ...
Bangli, 24 November 2017 08:00
Launching Buku “Merdeka Seratus Persen”, Bupati Dukung Kapten Mudita Jadi Pahlawan Nasional
Bangli, suaradewata.com - Perjuangan sosok Pahlawan Kapten TNI. Anak Agung Gde Anom Mud ...
Karangasem, 24 November 2017 07:55
Korpri Karangasem dan Polda Bali Gelar Baksos dan Bersih-bersih Pantai
Karangasem, suaradewata.com - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegaw ...
Denpasar, 23 November 2017 21:58
Semangat IWO Membangun Peradaban dan Menjaga Netralitas
Denpasar, suaradewata.com– Dengan perkembangan teknologi informasi (TI) yang semakin cepat ...
Tabanan, 23 November 2017 10:30
Penyenderan Sawah di Jatiluwih, Subak Harapkan Tidak Ada Alih Fungsi Lahan
Tabanan, suaradewata.com - Penyenderan yang terjadi di persawahan tepatnya di Dusun Gunung Sari D ...
Denpasar, 23 November 2017 00:18
Jaga Katahanan Nasional, Ras Amanda Tekankan Jurnalisme Damai
Denpasar, suaradewata.com – Dr. Ni Made Ras Amanda G. Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas U ...
Denpasar, 22 November 2017 12:17
Jaga Netralitas Media Ditahun Politik, IWO Gelar Diskusi Kebangsaan
Denpasar, suaradewata.com– Pesatnya perkembangan media online dewasa ini tentu saja berdamp ...
Karangasem, 21 November 2017 23:30
Gunung Agung Meletus, KRB III dan II Dilanda Hujan Abu
Karangasem, suaradewata.com - Letusan Freatik terjadi di Gunung Agung, Selasa (21/11/2017) sekita ...
Denpasar, 21 November 2017 23:20
Seluruh Pegawai Pengadilan Tinggi Bali Lakukan Tes Urine
Denpasar, suaradewata.com - Pengadilan Tinggi Bali bekerja sama dengan BNNK Gianyar dan Pemd ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter