Mengartikan Pemisahkan Agama dan Politik

Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 02 April 2017 | Dibaca : 3118 Pengunjung

Mengartikan Pemisahkan Agama dan Politik

sumber foto :google

Opini, suaradewata.com - Pernyataan Presiden Joko Widodo menanggapi dinamika politik Pilkada serentak sebagai kontestasi demokrasi lima tahunan terkait penekanan pemisahan agama dan politik yang disampaikan pada acara peresmian Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Kec. Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Uara (Jumat, 24/3), menuai kontroversi dikalangan masyarakat.

Terdapat beberapa tokoh Ormas dan agama masyarakat merespon pernyataan tersebut dengan bijaksanaan dan penerimaan, namun tak sedikit juga beberapa tokoh agama merepon hal tersebut dengan nada tinggi lantaran adanya perbedaan persepsi dan pengertian terkait pernyataan Mantan Walikota Solo tersebut yang diartikan sebagai pemikiran sekuler.

 

Konsep Pemikiran Cak Nur

Menelaah dari sisi sejarah, pada dasarnya konsep pemikran Presiden Jokowi dalam memaknai perlu adanya pemisahan antara agama dan politik dalam menanggapi dinamika perpolitikan pemilukada serentak putaran kedua tepatnya, pernah disampaikan terlebih dahulu oleh salah satu tokoh agama Indonesia yakni Nurcholis Madjid atau yang akrab dengan sapaan Cak Nur.

Pendiri Universitas Paramadhina ini sempat menggagas konsep “Islam Yes Partai Politik No” pada sekitaran tahun 1960-an dimana gagasan tersebut diartikan dengan maksud untuk membawa corak kehidupan beragama menjadi lebih toleransi dan berpengertian.

Meskipun ide tersebut juga sempat direspon negatif oleh beberapa kalangan politisi dan agama yang diartikan sebagai konsep atau pemikiran sekuler, namun ide tersebut justru terbukti menjadi salah satu panutan Presiden Kedua Indonesia Soeharto dalam mengambil kebijakan untuk melakukan fusi terhadap beberapa partai di negeri ini, guna mengontrol jumlah partai dan mengkondusifkan situasi politik yang kala itu kurang menentu.

 

Agama dan Politik Menurut Rais Syuriah PBNU

Dalam acara diskusi “Mencari Pemimpin Berintegritas Kegembiraan vs Kepalsuan di Jakarta”, KH Masdar Mas’udi, salah satu Rais PBNU mengatakan bahwa kehidupan bernegara harus bebas dari kepentingan agama tertentu, hal ini dikarenakan kehidupan bernegara merupakan milik bersama.

Begitupun dalam hal kepemimpinan di Indonesia yang piilih melalui proses demokrasi dan politik,  Masdar berpendapat bahwa tidak boleh ada sebuah kepemimpinan negara yang berafiliasi kepada agama tertentu, hal ini dikarena pimpinan dalam kehidupan bernegara adalah tokoh yang wajib memberikan keadilan yang sama rata bagi semua rakyat.

Selain itu, Masdar menilai bahwa terdapat beberapa kelompok dan golongan masyarakat saat ini mengartikan salah bahwa Islam harus merebut kekuasaan dan menjalankan kekuasaan dengan syariat Islam secara penuh. Oleh karenanya, perlu adanya pemahaman bijak terkait pengertian dan hubungan antara agama dan politik tersebut ditengah ekskalasi politik dalam negeri yang penuh kepentingan dan rawan untuk disulut.

Namun demikian, di era dan zaman keterbukaan yang mengedepankan asas demokrasi dalam aplikasinya, semua kelompok masyarakat baik ormas maupun tokoh agama bebas untuk mengomentari pernyataan Presiden Joko Widodo tersebut baik dengan nada rendah maupun tinggi.

Akan tetapi poin terpenting yang perlu diperhatikan oleh publik adalah agar tidak memperalat politik untuk menjauhkan agama ataupun sebaliknya, serta menjadikan agama sebagai isu politik yang berpotensi menimbulkan benturan horisontal maupun vertikal terkait keberagaman dan heterogenitas bangsa dan negara Indonesia.

Karena pada intinya, penyampaian Presiden Jokowi terkait adanya pemisahan agama dan politik cenderung bertendensi terhadap dinamika politik saat ini, yang acap kali menggunakan agama sebagai senjata kampanye dan rawan menimbulkan perpecahan.

 

Oleh : Ardian Wiwaha (Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia)


Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 02 April 2017 | Dibaca : 3118 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Nusantara, 23 Juni 2017 14:39
Gubernur Sulawesi Utara Apresiasi Dikpolnas KMHDI di Manado
Politik,suaradewata.com - Gubernur Sulawesi Utara mengapresiasi pelaksanaan Diklat Politik Nasion ...
Nusantara, 23 Juni 2017 12:58
Staf Khusus Presiden Bicara Politik Berlandaskan Pancasila di Dikpolnas KMHDI
Politik, suaradewata.com - Pembukaan Diklat Politik Nasional atau Dikpolnas Kesatuan Mahasiswa Hi ...
Nusantara, 17 Juni 2017 18:21
Tidak Ada Pelanggaran HAM di Tanah Cendrawasih
Opini, suaradewata.com - Kualitas pelaksanaan hak asasi manusia di Indonesia kembali ditinjau lew ...
Nusantara, 17 Juni 2017 18:19
Sejarah Bulan Ramadhan
Opini, suaradewata.com - Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang diwajibkan bagi umat muslim di ...
Nusantara, 17 Juni 2017 18:17
Pola Persebaran Radikal Baru
Opini, suaradewata.com - Berbicara mengenai pola persebaran radikal, radikalisasi bukan merupakan ...
Nusantara, 17 Juni 2017 10:39
Mengapa Hizbut Tahrir Indonesia Dibubarkan?
Opini, suaradewata.com - Kemarin, 8 Mei 2017 di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, bersama dengan K ...
Nusantara, 17 Juni 2017 10:36
Mengaborsi Benih Radikalisme dan Terorisme
Opini, suaradewata.com - Menelaah sejarah HTIatau yang dikenal dengan Hizbut TahrirIndonesia, &nb ...
Nusantara, 17 Juni 2017 10:34
Menelisik Sejarah Pengusiran Belanda dari Tanah Cenderawaih
Opini, suaradewata.com - Hampir 60 tahun sudah Papua yang dahulunya bernama Irian Barat bergabung ...
Nusantara, 15 Juni 2017 20:20
The Use of the Internet for Terrorist Purposes
Opini, suaradewata.com - Masih lemahnya upaya kontrol dan pengawasan secara masif dan komprehensi ...
Nusantara, 15 Juni 2017 20:19
Terorisme di Dunia Maya
Opini,suaradewata.com - Geliat terorisme di dunia saat ini telah memasuki babak baru. Hampir selu ...


Berita Lainnya :

Klungkung, 26 Juni 2017 15:58
Diguyur Hujan, Bukit Abah Klungkung Kembali Longsor
Klungkung, suaradewata.com - Hujan lebat yang mengguyur Klungkung sejak beberapa hari mengakibatk ...
Klungkung, 26 Juni 2017 15:57
Pemkab Klungkung Gelar Metatah Massal Gratis
Klungkung, suaradewata.com - Pemkab Klungkung melalui Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabu ...
Tabanan, 26 Juni 2017 15:52
Puncak HUT Perak LPD Bedha, Beri Penghargaan Kepada Pendiri LPD
Tabanan, suaradewata.com– Puncak Perayaan HUT ke 25 (Perak) LPD Bedha dengan thema LPD Ajeg ...
Tabanan, 26 Juni 2017 15:51
Jalan Sehat HUT Perak LPD Bedha Diikuti Belasan Ribu Warga
Tabanan, suaradewata.com - Hut LPD Bedha ke 25 tahun dimeriahkan dengan gerak jalan san ...
Tabanan, 26 Juni 2017 11:41
Barrack Obama Berkunjung Ke DTW Jatiluwih
Tabanan, suaradewata.com - Mantan Presiden Amerika, Barrack Obama berkunjung ke DTW Jat ...
Bangli, 26 Juni 2017 11:39
Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Danau Batur
Bangli, suaradewata.com – Warga dikawasan danau Batur, tepatnya di Br. Seked, Des ...
Badung, 25 Juni 2017 14:29
Turun Pesawat, Dua Napi Diangkut Pakai Rantis
Badung, suaradewata.com – Dua narapidana yang kabur dari Lapas Klas II A Denpasar dan terta ...
Tabanan, 25 Juni 2017 14:28
Penampilan Gong Kebyar Tampilkan Kreatifitas Anak Muda
Tabanan, suaradewata.com - Penampilan Gong Kebyar pada malam parade budaya Desa Pakrama ...
Gianyar, 25 Juni 2017 06:00
“Tumpek Kandang” Untuk Ratusan Satwa di Bali Zoo
Gianyar, suaradewata.com - Bali Zoo secara rutin menggelar ritual Upacara “Tumpek Kand ...
Gianyar, 24 Juni 2017 11:55
Cari Bambu, Gati Ditemukan Tewas di Selokan
Gianyar, suaradewata.com - Seorang buruh bangunan, I Wayan Gati (60) beralamat Bre ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter