DPRD Bali Tetapkan Tiga Ranperda Menjadi Perda

Oleh : san/ari | 06 Maret 2017 | Dibaca : 2510 Pengunjung

DPRD Bali Tetapkan Tiga Ranperda Menjadi Perda

sumber foto :suaradewata.com

Denpasar, suaradewata.com - Tiga Ranperda Provinsi Bali, masing-masing Ranperda Tentang Perubahan Atas Perda Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Bali Tahun 2013-2018, Ranperda Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Provinsi Bali dan Ranperda Tentang Perubahan Atas Perda Nomor 2 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum, telah dibahas oleh DPRD Provinsi Bali melalui Panitia Khusus (Pansus).

Setelah melalui proses pembahasan yang panjang, DPRD Provinsi Bali akhirnya menetapkan ketiga Ranperda ini menjadi Perda dalam Sidang Paripurna ke-6 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2017, di Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin (6/3). Sidang Paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama.

Sebelum ditetapkan, Pansus di DPRD Provinsi Bali melaporkan hasil pembahasannya selama ini. Wakil Ketua Pansus RPJMD-PPLH DPRD Provinsi Bali Wayan Adnyana, misalnya melaporkan hasil pembahasan atas Ranperda Tentang Perubahan Atas Perda Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Bali Tahun 2013-2018 serta Ranperda Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Provinsi Bali.

Terkait Raperda RPJMD, demikian Wayan Adnyana, Pansus memahami bahwa revisi ini didasarkan oleh diberlakukannya UU Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah dan PP Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah. Kedua aturan ini mengakibatkan terjadinya perubahan kebijakan-kebijakan yang mendasar, seperti tergesernya kewenangan dan urusan pemerintahan.

Hal lain yang mendasari revisi, yakni adanya Ketentuan Presiden Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019. Ketentuan tersebut mengamanatkan bahwa pembangunan daerah harus sinergis dengan rencana pembangunan nasional.

Sedangkan terkait Ranperda PPLH, jelas Wayan Adnyana, masalah lingkungan hidup senantiasa menjadi isu penting dalam setiap proses pembangunan, baik internasional, nasional maupun daerah. Provinsi Bali sendiri, memiliki masalah lingkungan hidup yang kompleks. Sesuai kewenangan pemerintah daerah yang diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, maka perlu membentuk Peraturan Daerah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan hukum saat ini.

Selanjutnya, Ketut Suwandi selaku Ketua Pansus Ranperda Retribusi Jasa Umum DPRD Provinsi Bali, juga melaporkan hasil pembahasan Pansus yang dipimpinnya. Dalam laporannya, Suwandi menyampaikan, retribusi daerah merupakan salah satu sumber pendapatan yang sangat penting guna membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

"Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, kemandirian daerah dan memperhatikan ekonomi masyarakat yang cukup baik serta masih ada potensi retribusi yang dapat dikembangkan, sehingga perlu menyesuaikan Perda Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Umum dengan memperhatikan kondisi saat ini,” kata Suwandi.

Adapun Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dalam Pendapat Akhir Kepala Daerah menyampaikan harapannya agar ketiga Ranperda ini dapat diterapkan dan berlaku efektif untuk turut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan ditetapkannya Ranperda RPJMD, maka akan menjadi dokumen dan dasar hukum yang harus dipedomani dalam melanjutkan pembangunan daerah sampai tahun depan.

Sementara mengingat peran penting retribusi daerah, khususnya retribusi jasa umum dalam peningkatan PAD daerah, maka perlu terus ditingkatkan upaya-upaya dalam mengembangkan potensi baru. Di antaranya pada bidang persampahan atau kebersihan serta perubahan terhadap tarif retribusi, terutama yang tidak sesuai dengan kondisi perekonomian dan harga pasar saat ini.

Terkait Ranperda PPLH, diakui Gubernur Pastika, akan menjadi acuan dalam melaksanakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Provinsi Bali. "Sehingga dapat menekan terjadinya kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup sebagaimana program Bali Green Province dan sejalan dengan paradigma pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya. san/ari


Oleh : san/ari | 06 Maret 2017 | Dibaca : 2510 Pengunjung


TAGS : Denpasar DPRD Bali Ranperda Perda RPJMD




Berita Terkait :

Denpasar, 16 November 2017 18:46
Lomba Kolone Senapan Bertujuan Memupuk Rasa Persaudaraan dan Kebersamaan
Denpasar, suaradewata - Dalam rangka membina dan memupuk rasa persaudaraan serta kebersamaan ...
Denpasar, 14 November 2017 13:21
Sidang Praperadilan Kasus Dugaan Korupsi Tukad Mati Dikabulkan Hakim
Denpasar, suaradewata.com - Sidang lanjutan praperadilan Wayan Seraman, tersangka kasus duga ...
Tabanan, 08 November 2017 18:59
Ini Kata PU Tabanan Soal Trotoar Jebol di Jalan Denpasar - Gilimanuk
Tabanan, suaradewata.com - Jebolnya trotoar di jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, Banja ...
Denpasar, 29 Oktober 2017 14:22
Kecakapan Literasi Keuangan Masyarakat Bali Masih Rendah
Denpasar, suaradewata.com - Pengamat Keuangan Sephy Lavianto SE, MM mengungkapkan bahwa peng ...
Denpasar, 21 Oktober 2017 17:06
Golkar Tabanan Bagikan Sembako Hingga Kursi Roda
Denpasar, suaradewata.com  - DPD II Partai Golkar Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, menggela ...
Buleleng, 18 Oktober 2017 23:01
Petani Cengkeh di Buleleng Berharap Kredit dengan Bunga Murah
Denpasar, suaradewata.com - Anggota DPRD Provinsi Bali memasuki masa reses (menyer ...
Denpasar, 18 Oktober 2017 22:59
Tiga Terdakwa Peretas Website Polda Bali Dituntut Satu Tahun Penjara
Denpasar, suaradewata.com - Tiga terdakwa peretas website Polda Bali dan beberapa Polres se-Bali ...
Denpasar, 18 Oktober 2017 22:55
Bunuh Orang Karena Mabok, Pria Ini Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
Denpasar, suaradewata.com - Pria bernama I Ketut Adi Sinarya (23) yang menusuk ABD. Halim hi ...
Denpasar, 17 Oktober 2017 21:07
Terdakwa Kasus 19 Ribu Pil Ekstasi Terancam Hukuman Mati
Denpasar, suaradewata.com - Iskandar Halim alias Ko'I bin Muslim Halim satu dari empat t ...
Denpasar, 08 Oktober 2017 16:35
Angel of Change 2017 "A Ball of Hope"
Denpasar, suaradewata.com – Acara penggalangan dana Angel of Change (AOC) kembali ...


Berita Lainnya :

Tabanan, 21 November 2017 20:16
Bawa Pedang, Pria Ini Akhirnya Diciduk Polisi
Tabanan, suaradewata.com - Bawa pedang dan mengancam pedagang di wantilan Pura Dalam Banj ...
Nusantara, 21 November 2017 20:01
Registrasi Sim Card Untuk Cegah Kejahatan Siber
Opini, suaradewata.com -Seperti yang sudah diketahui, pemerintah telah mewajibkan seluruh penggun ...
Nusantara, 21 November 2017 20:00
Perppu Ormas Selamatkan Pancasila
Opini, suaradewata.com - Indonesia merupakan Negara yang terdiri dari ribuan pulau yang di dalamn ...
Denpasar, 21 November 2017 19:58
Rapat Paripurna ke-11, Terkait Perubahan Retribusi
Denpasar, suaradewata.com - Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta menghadiri Rapat Paripurna ke-11 ...
Tabanan, 21 November 2017 19:42
Pemilik Jati Harum Disidangkan
Tabanan, suaradewata.com- Pemilik usaha luwak coffe Jati Harum yakni I Made Ari Wirajaya disidang ...
Karangasem, 21 November 2017 19:40
Butuh Anggaran Rp. 9.5 Milyar, Ketua Panitia Pembangunan Pura Penataran Agung Nangka Ajak Masyarakat Bali Untuk Ikut Berpartisipasi
Karangasem, suaradewata.com - Setelah sempat mandeg, pembangunan Pura Penataran Agung Nangka, Des ...
Gianyar, 20 November 2017 23:45
Komplotan Penipu dan Pembobol ATM Berhasil Diringkus
Gianyar, suaradewata.com - Polisi meringkus tiga pelaku penipuan dengan modus membobol reken ...
Nusantara, 20 November 2017 23:27
Papua Adalah Bagaian Teritori Indonesia
Opini, suaradewata.com - Semenjak era pemerintahan Suharto, provinsi Papua yang waktu itu bernama ...
Nusantara, 20 November 2017 23:25
Pembangunan di Papua Sebagai Realisasi Nyata Nawacita
Opini, suaradewata.com - Papua sebagai provinsi paling timur di Indonesia memiliki banyak keunika ...
Tabanan, 20 November 2017 23:05
Jaga “Nafas” Kebersamaan, Komunitas Satu Jiwa Rayakan Anniversary Perdana
Tabanan, suaradewata.com – Komunitas Satu Jiwa adalah salah satu wadah anak muda ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter