Menjaga Eksistensi Kerukunan Bangsa Indonesia

Oleh : Ardian Wiwaha | 19 Februari 2017 | Dibaca : 2057 Pengunjung

Menjaga Eksistensi Kerukunan Bangsa Indonesia

sumber foto :istimewa

Opini, suaradewata.com - Mantan Bupati Belitung Timur Basuki Tjhaya Purnama atau yang akrab disapa dengan Ahok kembali mengangkat panggung kontroversi di jagat ibu pertiwi. Setelah kasus dugaan penistaan agama Surat Al Maidah ayat 51 belum juga selesai, kini kontroversi ucapan dirinya yang berencana melaporkan KH Ma’aruf Amin kepada Pihak Kepolisian lantaran adanya indikasi kesaksian Ma’aruf yang kurang objektif pada sidang kasus Ahok dan dugaan keterkaitan hubungan politik antara Ketua MUI Pusat ini dengan kubu politik dinasti SBY, menimbulkan sumbu negatif di kalangan kelompok dan ormas pendukung Ma’aruf. Mungkin karena posisi Ma’aruf Amin yang merupakan tokoh agama bangsa ini, seolah hampir semua elemen bergerak menyusun skenario dan mulai menabuh genderang perang.
 
Kedewasaan Masyarakat Indonesia Diuji
 
Bukan berniat provokatif apalagi menyulut sumbu perpecahan, namun dalam perspektif umum, hal yang wajar apabila seorang tokoh atau pemimpin umat beragama yang seolah direndahkan posisinya dimuka umum, akan direspon negatif oleh kelompok pendukung yang sewarna dengan dirinya.
 
Terlebih pada kasus Ma’aruf Amin yang merupakan pemimpin Majelis Ulama Indonesia atau MUI yang juga merupakan Tokoh Agama umat Islam selaku agama yang mendominasi di negeri ini.
 
Meskipun Ahok telah berpesan ke awak media perihal rencananya yang akan menemui Ma’aruf Amin dalam waktu dekat untuk meminta maaf, namun permintaan maaf tertulis tersebut dirasa belum cukup dan menyeluruh lantaran beberapa ormas dan kelompok di negeri ini telah secara masif merespon pernyataan negatif Ahok.
 
Menjaga Kerukunan Adalah yang Utama
 
Setelah kasus penistaan agama Islam oleh Ahok diharapkan dapat diselesaikan dimeja hijau dalam waktu dekat karena Pilgub DKI semakin mendekat untuk disemarakkan, lagi dan lagi Ahok seolah membuat blunder yang berdampak terhadap genderang perang yang padahal mulai menurunkan tensinya.
 
Kembali beberapa rencana aksi muncul layaknya Aksi Bela Islam terdahulu, kini berubah menjadi beberapa aksi seperti Bela Al Maidah, Aksi Bela Ulama, hingga rencana Aksi Bela Agama.
 
Sebenarnya bukan sesuatu yang mesti ditakutkan oleh masyarakat ataupun aparat pemerintah penjaga stabilitas bangsa Indonesia, terlebih apabila benar dikemudian hari ketiga aksi tersebut dapat digelar dan direncanakan sama persis seperti halnya ABI sebelumnya.
 
Namun apa yang terjadi apabila ketiga rencana aksi diatas memancing respon beberapa kelompok kepentingan yang berupaya untuk memanfaatkan situasi dan kemelut yang ada guna menjalankan misi terselubung yang digenggam.
 
Potensi Keterlibatan Kelompok Kepentingan
 
Belajar dari pengalaman sebelumnya, siapa sangka kasus dugaan penistaan agama Ahok masih bergulir hingga saat ini. Hal tersebut seolah tidak memiliki akhir dan masih berjalan dibenang yang kusut tanpa ada sebuah penyelesaian.
 
Apalagi dengan adanya kecenderungan beberapa kelompok kepentingan yang berupaya untuk memafaatkan kondisi dalam aksi guna mendeskreditkan pemerintah hingga memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
 
Coba dirunut secara gamblang, ketika kasus dugaan penistaan agama Ahok dimulai dan berjalan hingga saat ini, berapa banyak kemelut dan permasalahan yang lahir.
 
Seperti halnya rencana makar hingga perang cyber dalam rangka menurunkan peran dan memunculkan upaya provokasi tokoh dan elit bangsa, publik seolah dibingungkan dengan sebuah bentuk kebenaran yang hakiki akibat kebingungan yang dihasilkan dari hoax atau pemalsuan kebenaran yang terus saja bergulir.
 
Sampaikan kapan bangsa Indonesia akan terus berjalan seperti ini? ketika fokus dan lokus pemerintah hanya dibuat terfokus dan lupa karena satu kasus.
 
Kapan sebuah kedamaian hakiki akan terwujud apabila kerukunan berbangsa dan bernegara tiada henti terus disulut.
 
Mari tingkatkan rasa toleransi dan saling menghargai karena Indonesia itu dikenal sebagai bangsa yang tenggang rasa  bukan bangsa yang merusak rasa.
 
 
 
)* Ardian Wiwaha : Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia


Oleh : Ardian Wiwaha | 19 Februari 2017 | Dibaca : 2057 Pengunjung


TAGS : Opini ahok kerukunan bangsa potensi konflik




Berita Terkait :

Denpasar, 23 Juni 2017 12:34
Menjamin Kebhinekaan Dalam Pilkada Serentak
Abstarak   Imanuel Kant berpendapat bahwa manusia adalah suka berteman, manun juga s ...
Nusantara, 22 Februari 2017 17:14
Waspada Kepentingan Aksi-Aksi Mengatasanamakan Agama
Opini, suaradewata.com - Tak terasa sebentar lagi pesta demokrasi secara serentak diselengga ...
Nusantara, 19 Februari 2017 19:46
Menjaga Eksistensi Kerukunan Bangsa Indonesia
Opini, suaradewata.com - Mantan Bupati Belitung Timur Basuki Tjhaya Purnama atau yang akrab disap ...
Nusantara, 19 Februari 2017 19:40
Pilkada 2017, Pesta Rakyat atau Politisi
Opini, suaradewata.com - Hajatan demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak kedu ...
Nusantara, 18 Februari 2017 23:21
Melawan Daya Tarik ISIS
Opini, suaradewata.com - Pertengahan tahun 2015 publik di Indonesia dikejutkan dengan  Dwi D ...
Nusantara, 18 Februari 2017 23:12
Apa Sih Pemilukada Sehat?
Opini, suaradewata.com - Sebentar lagi pesta demokrasi secara serentak diselenggarakan hampir dis ...
Nusantara, 12 Januari 2017 09:56
Pernyataan Sikap BEM NUSANTARA
Opini, suaradewata.com - Kebijakan Presiden melalui PP Nomor 60 tahun 2016 sedang menjadi topik h ...
Nusantara, 09 Januari 2017 20:16
Isu Tenaga Kerja Asing Hingga ke Konflik SARA
Opini, suaradewata.com - Isu masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) Ilegal ke Indonesia semakin hangat ...
Nusantara, 09 Januari 2017 20:06
Jangan Percayai Isu Serbuan Tenaga Asing
Opini, suaradewata.com - Beberapa hari belakangan, isu serbuan tenaga asing khususnya asal C ...
Nusantara, 06 Januari 2017 12:56
Nilai-nilai Kebhinekaan Dalam Multikulturalisme dan Ancamannya
Opini, suaradewata.com - Indonesia dengan berbagai suku, agama, ras sudah sejak dahulu salin ...


Berita Lainnya :

Tabanan, 28 Juni 2017 20:44
Avansa Tabrak Mio, Rupiana Langsung Tewas Di TKP
Tabanan, suaradewata.com - Sebuah kendaraan Toyota Avansa nopol DK 78 DA menabrak seped ...
Buleleng, 28 Juni 2017 20:15
Warga Tegallinggah Geger, Spanduk FPI Bergambar Rizieq Terpasang
Buleleng, suaradewata.com - Spanduk Front Pembela Islam atau FPI bergambar Habieb Rizieq terpasan ...
Tabanan, 28 Juni 2017 19:55
Pura Puseh Bonian Dimasuki Maling, Ini Yang Terjadi
Tabanan, suaradewata.com - Pintu depan Pura Puseh Bonian Desa Antap Kecamatan Selemadeg ...
Jembrana, 28 Juni 2017 12:02
Bersih - bersih di Sungai Ijogading Ditemukan Tewas
Jembrana, suaradewata.com - I Made Jumantara,38 salah seorang warga Lingkungan Banjar Tengah ...
Jembrana, 28 Juni 2017 12:01
Penumpang KMP Ketapang-Gilimanuk, Hilang belum Ditemukan
Jembrana, suaradewata.com - Gelombang tinggi serta cuaca yang tidak menentu di Selat Bali ke ...
Jembrana, 28 Juni 2017 12:00
Ratusan Rumah Banjar Kalikah Terendam Banjir
Jembrana, suaradewata.com - Akibat tidak mampu menampung debit air, setelah diguyur hujan de ...
Bangli, 27 Juni 2017 20:44
Beh, Pengaduan Kerusakan Jaringan PDAM Bangli Cenderung Naik
Bangli, suaradewata.com – Tingkat kerusakan jaringan PDAM Bangli, terbilang cukup ...
Tabanan, 27 Juni 2017 15:19
Waduh.... Senderan Proyek Jalan Umum Longsor, Ini Penyebabnya
Tabanan, suaradewata.com - Sebuah senderan proyek jalan umum Pupuan Singaraja tepatnya ...
Tabanan, 27 Juni 2017 12:58
Akibat Diguyur Hujan, Tembok Penyengker SD N 2 Bajera Jebol
Tabanan, suaradewata.com - Derasnya hujan melanda Kabupaten Tabanan membuat salah satu ...
Tabanan, 27 Juni 2017 11:29
Cari Ikan, Tiba-Tiba 3 Warga Terjebak Di Sungai
Tabanan, suaradewata.com - Cari ikan untuk keperluan upakara mesangih massal, 3 warga t ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter