Pilkada 2017, Pesta Rakyat atau Politisi

Oleh : M. Sanusi | 19 Februari 2017 | Dibaca : 2208 Pengunjung

Pilkada 2017, Pesta Rakyat atau Politisi

sumber foto :Ilustrasi

Opini, suaradewata.com - Hajatan demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak kedua kalinya kembali diselenggarakan, tepatnya pada 15 Februari 2017 mendatang. Sebanyak 101 daerah di Indonesia akan memeriahkan perhelatan pesta 5 tahun sekali.
 
Hiruk pikuk kemeriahannya-pun sudah mulai tampak, mulai dari pemasangan spanduk, poster, famplet, brosur dan beraneka jenis iklan telah tayang di berbagai media. Sampai-sampai tak ada satupun tempat yang luput dari periklanan baik di jalan raya, tiang listrik, tembok-tembok hingga di tempat-tempat yang berbau keramaian.
 
Suatu fenomena yang langka jika dibandingkan dengan era Orde Baru, karena kini Reformasi telah menjamin kebebasan sebesar-besarnya dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Hal ini tak lain, demi menghasilkan para pemimpin berkualitas, pilihan rakyat.
 
Semua orang berhak menyumbangkan aspirasinya melalui pemilihan langsung kepada siapa saja pasang calon yang dipercayakan menjadi “imam” untuk membahterai daerahnya selama 5 tahun ke depan. Sebelum menuju pesta demokrasi yang kian lama kian panas, tahapan menjelang Pilkada (kampanye) ialah hal penentu baik bagi masing-masing Paslon ataupun masyarakat untuk memantapkan jargonnya.
 
 
Kampanye Pilkada
 
Tahapan sebelum pelaksanaan Pilkada ialah masa di mana para kandidat peserta Pilkada bersama tim suksesnya mengupayakan untuk melebarkan pengaruh politik demi mendapat simpatik para pendukungnya. Tahapan ini yang lebih dikenal dengan sebutan kampanye.
 
Kampanye politik didasari di mana para kandidat berlomba-lomba melakukan komunikasi langsung kepada para pemilik hak suara ataupun para simpatisannya untuk mengutarakan janji-janji politik yang akan ia realisasikan kelak jika mimpinya terwujud. 
 
Mayoritas para calon kepala daerah gencar mengkampanyekan janji untuk menyejahterahkan petani, buruh, pegawai negeri sipil, pendidikan murah, pelayanan ruma sakit murah, sembako murah dan semua hal seakan dapat menjadi murah. Dalih-dalih menjadikan semua hal dengan janji-janji “murah” terkadang hal ini malah keluar dari para kandidat yang juga “murahan”, seperti yang dikutip dari publik news.
 
Terlepas dari yang tersebut di atas, nyatanya buaian-buaian politik para calon saat kampanye merupakan salah satu hal terpenting yang menjadi penentu bagi para simpatisan untuk semakin memantapkan pilihannya atau malah berpaling hati memilih paslon lainnya. 
 
 
Penentu Pemenangan Pilkada
 
Pilkada ialah momentum penentu untuk menghasilkan pemimpin yang akan memikul beban berat untuk mengemban roda pemerintahan selama seperiode kepemimpinan sebagaimana yang telah diatur dalam Pasal 162 ayat 1 dan ayat 2 UU No. 8 Tahun 2015 tentang perubahan atas UU No. 1 Tahun 2015, bahwa setiap para Paslon pemenang Pilkada akan memegang jabatan selama lima tahun terhitung sejak tanggal pelantikannya.
 
Guna mencapai apa yang telah dikhayal-khayalkan oleh setiap Paslon peserta Pilkada, setiap kandidat harus mengeluarkan banyak keringat guna mendapatkan sebuah suara dari setiap masyarakat di mana ia akan memimpin. Setiap Paslon harus lebih unggul dalam segala hal dari Paslon lainnya ialah syarat mutlak penentu pertama, baik fisik, kepribadian, visi-misi (janji politik), dan track record selama pra perhelatan pengusungannya menjadi calon peserta Pilkada.
 
Dari beberapa hal yang harus diungguli, terdapat dua hal yang akan menjadi hal krusial mengalirnya banyak suara dari khalayak ramai, yaitu janji politik dan track record masing-masing Paslon. 
 
Janji-janji politik yang selalu digaungkan oleh semua kandidat layaknya sebuah makanan “Junk Food”. Makanan yang sepertinya enak untuk selalu dikonsumsi, tapi justru akan menjadi boomerang kelak yang akan menggerogoti setiap kandidiat. Namun tak dapat dipungkiri, makanan junk food tetaplah makanan yang paling menggiurkan dan trend masa kini.
 
Berdasarkan beberapa hasil jejak pendapat, janji-janji politik ialah perkara basi yang harus masyarakat konsumsi menjelang pesta demokrasi, di mana dalam proses ini masyarakat telah mengalami suatu era “kemuakan” akan bualan politik semata. Mayoritas janji politik seperti omongan besar belaka. Sebagaimana kata pepatah “tong kosong nyaring bunyinya”, karena jika didalami secara serius bagaimana mewujudkan janji-janji mulia setiap Paslon, tak ter-planning sedemikian apiknya. 
 
Track record setiap calon Pilkada ialah hal dominan kedua yang menjadi timbang-timbang pikir masyarakat untuk melabuhkan suaranya. Seperti yang terjadi pada pergelaran pesta demokrasi terbesar di Indonesia pada Pemilu 2014. Di mana riwayat apik seorang Joko Widodo yang dimulai dari era kepemimpinannya sebagai Walikota Solo, berlanjut ke Gubernur DKI Jakarta hingga sampai-sampai berhasil mengantarkannya menjadi Presiden Republik Indonesia ke tujuh atau ke Presiden ke 16 berdasarkan urutan pemilunya. 
 
Kedua momentum inilah, akan terbersit di banyak kepala akankah Pilkada untuk rakyat atau politisi semata? Jika seorang figur hanya baik bagi Partai pengusung, belum berarti akan baik menurut rakyat. Kepentingan rakyat sejatinya merupakan hal mutlak tertinggi di atas kepentingan politik sebagai landasan menuju kursi orang nomor satu di setiap daerah. Meskipun pada akhirnya, kepentingan rakyat akan kalah sendirinya.
 
Hal tersebut dapat terlihat dari jalannya proses kepemimpin beberapa Kepala Daerah yang cenderung mengedepankan kepentingan partai politik daripada kepentingan yang lebih utama yakni mensejahterakan rakyatnya. Maraknya praktek korupsi yang melibatkan kepala daerah menjadi salah satu alasan masyarakat bertanya-tanya akan kepentingan dari pelaksanaan Pilkada kalau hanya untuk memilih pemimpin yang korup. Masyarakat tentu akan semakin selektif memilih “imam” untuk mengemban tugas mulia sebagai pemimpin daerahnya. Untuk itu, janji politik yang realitis dan track record yang baik merupakan sesosok pemimpin yang akan menjadi idaman masyarakat.
 
 
)* M. Sanusi :  Pemerhati Sosial dan Politik


Oleh : M. Sanusi | 19 Februari 2017 | Dibaca : 2208 Pengunjung


TAGS : Opini pilkada pesta rakyat demokrasi




Berita Terkait :

Gianyar, 23 Juni 2017 21:40
"Teruna" Sukawati Usung Parta dengan Tagline Rakyat Adalah Nyawa
Gianyar,  suaradewata.com - Sosok I Nyoman Parta, SH mulai menggaung diusung secara spontan ...
Denpasar, 23 Juni 2017 12:34
Menjamin Kebhinekaan Dalam Pilkada Serentak
Abstarak   Imanuel Kant berpendapat bahwa manusia adalah suka berteman, manun juga s ...
Klungkung, 06 Juni 2017 19:01
Paket Suwasta Panen Dukungan Dalam Temu Wirasa Di Getakan
Klungkung, suaradewata.com - Dukungan untuk maju kembali pada Pilkada Klungkung 2018 kembali ...
Klungkung, 07 Mei 2017 15:50
Gerakan Sadar Demokrasi di CFD Klungkung
Klungkung, suaradewata.com - Bertepatan dengan Kegiatan CFD (Car Free Day) yang diselenggara ...
Nusantara, 22 Februari 2017 17:14
Waspada Kepentingan Aksi-Aksi Mengatasanamakan Agama
Opini, suaradewata.com - Tak terasa sebentar lagi pesta demokrasi secara serentak diselengga ...
Buleleng, 21 Februari 2017 07:01
Sukrawan: Wasit Harus Menjadi Wasit, Jangan Wasit Jadi Pemain
Buleleng, suaradewata.com – Setelah sejumlah laporan dugaan Tindak Pidana Pemilu ...
Buleleng, 20 Februari 2017 20:53
Panwas Akui Kesalahan Administrasi 2 KPPS Nyoblos di TPS 3
Buleleng, suaradewata.com - Meski dua anggota KPPS di TPS 3 Desa Kalibukbuk yakni, Nyoman Ma ...
Buleleng, 20 Februari 2017 20:48
Dugaan Pelanggaran Pidana Dua Oknum KPPS di TPS 3 "Kandas"
Buleleng, suaradewata.com - Dua anggota KPPS yakni, Nyoman Mardisa sebagai KPPS 2 dan Gede R ...
Buleleng, 20 Februari 2017 10:17
Partisipasi Pemilih Pilkada Buleleng Masih Rendah
Buleleng, suaradewata.com - Meski pasangan PASS unggul dari SURYA. Namun dari hasil rekapitulasi ...
Gianyar, 19 Februari 2017 20:24
Rakercab Partai Hanura, Usulkan 5 Nama Calon Bupati
Gianyar, suaradewata.com - Menjelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gianyar tahun 2018, DPC Pa ...


Berita Lainnya :

Gianyar, 26 Juni 2017 21:01
Boat Polair Gianyar Dititip di Padang Bay
Gianyar, suaradewata.com - Wilayah pesisir pantai di Kabupaten Gianyar cukup panjang, mulai ...
Buleleng, 26 Juni 2017 20:58
ABG 15 Tahun Cabuli Bocah 5 Tahun
Buleleng, suaradewata.com - Putu Arya Kusuma (15) warga Dusun Lebah Sari, Desa Unggahan, Kec ...
Klungkung, 26 Juni 2017 15:58
Diguyur Hujan, Bukit Abah Klungkung Kembali Longsor
Klungkung, suaradewata.com - Hujan lebat yang mengguyur Klungkung sejak beberapa hari mengakibatk ...
Klungkung, 26 Juni 2017 15:57
Pemkab Klungkung Gelar Metatah Massal Gratis
Klungkung, suaradewata.com - Pemkab Klungkung melalui Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabu ...
Tabanan, 26 Juni 2017 15:52
Puncak HUT Perak LPD Bedha, Beri Penghargaan Kepada Pendiri LPD
Tabanan, suaradewata.com– Puncak Perayaan HUT ke 25 (Perak) LPD Bedha dengan thema LPD Ajeg ...
Tabanan, 26 Juni 2017 15:51
Jalan Sehat HUT Perak LPD Bedha Diikuti Belasan Ribu Warga
Tabanan, suaradewata.com - Hut LPD Bedha ke 25 tahun dimeriahkan dengan gerak jalan san ...
Tabanan, 26 Juni 2017 11:41
Barrack Obama Berkunjung Ke DTW Jatiluwih
Tabanan, suaradewata.com - Mantan Presiden Amerika, Barrack Obama berkunjung ke DTW Jat ...
Bangli, 26 Juni 2017 11:39
Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Danau Batur
Bangli, suaradewata.com – Warga dikawasan danau Batur, tepatnya di Br. Seked, Des ...
Badung, 25 Juni 2017 14:29
Turun Pesawat, Dua Napi Diangkut Pakai Rantis
Badung, suaradewata.com – Dua narapidana yang kabur dari Lapas Klas II A Denpasar dan terta ...
Tabanan, 25 Juni 2017 14:28
Penampilan Gong Kebyar Tampilkan Kreatifitas Anak Muda
Tabanan, suaradewata.com - Penampilan Gong Kebyar pada malam parade budaya Desa Pakrama ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter