Pilkada 2017, Pesta Rakyat atau Politisi

Oleh : M. Sanusi | 19 Februari 2017 | Dibaca : 2426 Pengunjung

Pilkada 2017, Pesta Rakyat atau Politisi

sumber foto :Ilustrasi

Opini, suaradewata.com - Hajatan demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak kedua kalinya kembali diselenggarakan, tepatnya pada 15 Februari 2017 mendatang. Sebanyak 101 daerah di Indonesia akan memeriahkan perhelatan pesta 5 tahun sekali.
 
Hiruk pikuk kemeriahannya-pun sudah mulai tampak, mulai dari pemasangan spanduk, poster, famplet, brosur dan beraneka jenis iklan telah tayang di berbagai media. Sampai-sampai tak ada satupun tempat yang luput dari periklanan baik di jalan raya, tiang listrik, tembok-tembok hingga di tempat-tempat yang berbau keramaian.
 
Suatu fenomena yang langka jika dibandingkan dengan era Orde Baru, karena kini Reformasi telah menjamin kebebasan sebesar-besarnya dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Hal ini tak lain, demi menghasilkan para pemimpin berkualitas, pilihan rakyat.
 
Semua orang berhak menyumbangkan aspirasinya melalui pemilihan langsung kepada siapa saja pasang calon yang dipercayakan menjadi “imam” untuk membahterai daerahnya selama 5 tahun ke depan. Sebelum menuju pesta demokrasi yang kian lama kian panas, tahapan menjelang Pilkada (kampanye) ialah hal penentu baik bagi masing-masing Paslon ataupun masyarakat untuk memantapkan jargonnya.
 
 
Kampanye Pilkada
 
Tahapan sebelum pelaksanaan Pilkada ialah masa di mana para kandidat peserta Pilkada bersama tim suksesnya mengupayakan untuk melebarkan pengaruh politik demi mendapat simpatik para pendukungnya. Tahapan ini yang lebih dikenal dengan sebutan kampanye.
 
Kampanye politik didasari di mana para kandidat berlomba-lomba melakukan komunikasi langsung kepada para pemilik hak suara ataupun para simpatisannya untuk mengutarakan janji-janji politik yang akan ia realisasikan kelak jika mimpinya terwujud. 
 
Mayoritas para calon kepala daerah gencar mengkampanyekan janji untuk menyejahterahkan petani, buruh, pegawai negeri sipil, pendidikan murah, pelayanan ruma sakit murah, sembako murah dan semua hal seakan dapat menjadi murah. Dalih-dalih menjadikan semua hal dengan janji-janji “murah” terkadang hal ini malah keluar dari para kandidat yang juga “murahan”, seperti yang dikutip dari publik news.
 
Terlepas dari yang tersebut di atas, nyatanya buaian-buaian politik para calon saat kampanye merupakan salah satu hal terpenting yang menjadi penentu bagi para simpatisan untuk semakin memantapkan pilihannya atau malah berpaling hati memilih paslon lainnya. 
 
 
Penentu Pemenangan Pilkada
 
Pilkada ialah momentum penentu untuk menghasilkan pemimpin yang akan memikul beban berat untuk mengemban roda pemerintahan selama seperiode kepemimpinan sebagaimana yang telah diatur dalam Pasal 162 ayat 1 dan ayat 2 UU No. 8 Tahun 2015 tentang perubahan atas UU No. 1 Tahun 2015, bahwa setiap para Paslon pemenang Pilkada akan memegang jabatan selama lima tahun terhitung sejak tanggal pelantikannya.
 
Guna mencapai apa yang telah dikhayal-khayalkan oleh setiap Paslon peserta Pilkada, setiap kandidat harus mengeluarkan banyak keringat guna mendapatkan sebuah suara dari setiap masyarakat di mana ia akan memimpin. Setiap Paslon harus lebih unggul dalam segala hal dari Paslon lainnya ialah syarat mutlak penentu pertama, baik fisik, kepribadian, visi-misi (janji politik), dan track record selama pra perhelatan pengusungannya menjadi calon peserta Pilkada.
 
Dari beberapa hal yang harus diungguli, terdapat dua hal yang akan menjadi hal krusial mengalirnya banyak suara dari khalayak ramai, yaitu janji politik dan track record masing-masing Paslon. 
 
Janji-janji politik yang selalu digaungkan oleh semua kandidat layaknya sebuah makanan “Junk Food”. Makanan yang sepertinya enak untuk selalu dikonsumsi, tapi justru akan menjadi boomerang kelak yang akan menggerogoti setiap kandidiat. Namun tak dapat dipungkiri, makanan junk food tetaplah makanan yang paling menggiurkan dan trend masa kini.
 
Berdasarkan beberapa hasil jejak pendapat, janji-janji politik ialah perkara basi yang harus masyarakat konsumsi menjelang pesta demokrasi, di mana dalam proses ini masyarakat telah mengalami suatu era “kemuakan” akan bualan politik semata. Mayoritas janji politik seperti omongan besar belaka. Sebagaimana kata pepatah “tong kosong nyaring bunyinya”, karena jika didalami secara serius bagaimana mewujudkan janji-janji mulia setiap Paslon, tak ter-planning sedemikian apiknya. 
 
Track record setiap calon Pilkada ialah hal dominan kedua yang menjadi timbang-timbang pikir masyarakat untuk melabuhkan suaranya. Seperti yang terjadi pada pergelaran pesta demokrasi terbesar di Indonesia pada Pemilu 2014. Di mana riwayat apik seorang Joko Widodo yang dimulai dari era kepemimpinannya sebagai Walikota Solo, berlanjut ke Gubernur DKI Jakarta hingga sampai-sampai berhasil mengantarkannya menjadi Presiden Republik Indonesia ke tujuh atau ke Presiden ke 16 berdasarkan urutan pemilunya. 
 
Kedua momentum inilah, akan terbersit di banyak kepala akankah Pilkada untuk rakyat atau politisi semata? Jika seorang figur hanya baik bagi Partai pengusung, belum berarti akan baik menurut rakyat. Kepentingan rakyat sejatinya merupakan hal mutlak tertinggi di atas kepentingan politik sebagai landasan menuju kursi orang nomor satu di setiap daerah. Meskipun pada akhirnya, kepentingan rakyat akan kalah sendirinya.
 
Hal tersebut dapat terlihat dari jalannya proses kepemimpin beberapa Kepala Daerah yang cenderung mengedepankan kepentingan partai politik daripada kepentingan yang lebih utama yakni mensejahterakan rakyatnya. Maraknya praktek korupsi yang melibatkan kepala daerah menjadi salah satu alasan masyarakat bertanya-tanya akan kepentingan dari pelaksanaan Pilkada kalau hanya untuk memilih pemimpin yang korup. Masyarakat tentu akan semakin selektif memilih “imam” untuk mengemban tugas mulia sebagai pemimpin daerahnya. Untuk itu, janji politik yang realitis dan track record yang baik merupakan sesosok pemimpin yang akan menjadi idaman masyarakat.
 
 
)* M. Sanusi :  Pemerhati Sosial dan Politik


Oleh : M. Sanusi | 19 Februari 2017 | Dibaca : 2426 Pengunjung


TAGS : Opini pilkada pesta rakyat demokrasi




Berita Terkait :

Klungkung, 18 November 2017 13:38
Penyerahan Syarat Dukungan Bakal Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Klungkung
KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN KLUNGKUNG PENGUMUMAN NOMOR: 454/PL.03.2-Pu/5105/Kab/X ...
Karangasem, 29 Oktober 2017 14:28
Tingkatkan Kesadaran Demokrasi, Bupati Mas Sumatri Lepas Jalan Santai Demokrasi
Karangasem, suaradewata.com - Untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemilu, KPU ...
Gianyar, 07 Agustus 2017 10:08
Rekomendasi Mundur, AMAN Tetap Yakin
Gianyar, suaradewata.com - Rekomendasi DPP PDI Perjuangan untuk Pilkada 2018 rencananya secara na ...
Klungkung, 06 Agustus 2017 18:26
Paket Tjok Agung-Dek Ulik Mengerucut
Klungkung, suaradewata.com - Sinyal kuat koalisi PDI Perjuangan dengan Partai Hanura dalam p ...
Gianyar, 01 Agustus 2017 01:12
Paket Dewa Partai Perindo Ikut Mendaftar di KGB
Gianyar, suaradewata.com – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati yang ditelorkanPart ...
Gianyar, 04 Juli 2017 00:55
Dukungan Parta Sebagai Cabup Terus Bermunculan
Gianyar, suaradewata.com - Dukungan kepada Nyoman Parta untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Gia ...
Gianyar, 03 Juli 2017 17:12
Klian se-Sukawati Mengantar Paket Aman Ambil Formulir Pendaftaran
Gianyar, suaradewata.com – Pasangan Made Agus Mahayastra - Anak Agung Mayun atau ...
Denpasar, 02 Juli 2017 22:16
Temui Sejumlah Tokoh, GPS Masih Menghitung Peluang
Denpasar, suaradewata.com - Nama Senator asal Bali I Gede Pasek Suardika (GPS), sejak l ...
Gianyar, 02 Juli 2017 22:01
DPC PDI-P Gianyar Rekomedasikan Pasangan Koster-Cok Ace
Gianyar, suaradewata.com - Rapat pleno penjaringan Bakal Calon Gubernur dan Bakal Calon ...
Gianyar, 01 Juli 2017 18:56
Baliho Bermunculan, Dukungan Parta Makin Menggelora
Gianyar, suaradewata.com - Seiring dibukanya penjaringan Calon Bupati dan Capon Wakil B ...


Berita Lainnya :

Gianyar, 24 November 2017 08:23
Anggaran Pakaian Setengah Miliar Jadi Perhatian Dewan
Gianyar, suaradewata.com – Tahun 2018 mendatang pemerintah kabupaten Gianyar akan meng ...
Gianyar, 24 November 2017 08:02
Jalan Alternatif Dua Kecamatan di Gianyar Jebol
Gianyar, suaradewata.com - Jalan pintas menghubungkan dua kecamatan, Tampaksiring dan Tegallalang ...
Bangli, 24 November 2017 08:00
Launching Buku “Merdeka Seratus Persen”, Bupati Dukung Kapten Mudita Jadi Pahlawan Nasional
Bangli, suaradewata.com - Perjuangan sosok Pahlawan Kapten TNI. Anak Agung Gde Anom Mud ...
Karangasem, 24 November 2017 07:55
Korpri Karangasem dan Polda Bali Gelar Baksos dan Bersih-bersih Pantai
Karangasem, suaradewata.com - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegaw ...
Denpasar, 23 November 2017 21:58
Semangat IWO Membangun Peradaban dan Menjaga Netralitas
Denpasar, suaradewata.com– Dengan perkembangan teknologi informasi (TI) yang semakin cepat ...
Tabanan, 23 November 2017 10:30
Penyenderan Sawah di Jatiluwih, Subak Harapkan Tidak Ada Alih Fungsi Lahan
Tabanan, suaradewata.com - Penyenderan yang terjadi di persawahan tepatnya di Dusun Gunung Sari D ...
Denpasar, 23 November 2017 00:18
Jaga Katahanan Nasional, Ras Amanda Tekankan Jurnalisme Damai
Denpasar, suaradewata.com – Dr. Ni Made Ras Amanda G. Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas U ...
Denpasar, 22 November 2017 12:17
Jaga Netralitas Media Ditahun Politik, IWO Gelar Diskusi Kebangsaan
Denpasar, suaradewata.com– Pesatnya perkembangan media online dewasa ini tentu saja berdamp ...
Karangasem, 21 November 2017 23:30
Gunung Agung Meletus, KRB III dan II Dilanda Hujan Abu
Karangasem, suaradewata.com - Letusan Freatik terjadi di Gunung Agung, Selasa (21/11/2017) sekita ...
Denpasar, 21 November 2017 23:20
Seluruh Pegawai Pengadilan Tinggi Bali Lakukan Tes Urine
Denpasar, suaradewata.com - Pengadilan Tinggi Bali bekerja sama dengan BNNK Gianyar dan Pemd ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter