FPDIP Perjuangkan Gaji Tenaga Kebersihan, Kaling, dan Kelian Adat

istimewa

Denpasar, suaradewata.com- Fraksi PDIP DPRD Kota Denpasar berjuang untuk kenaikan pendapatan atau gaji untuk Tenaga Kebersihan DLHK (Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan), gaji Kepala Lingkungan dan insentif Kelian Banjar Adat. Perjuangan ini sudah memasuki rapat pembahasan APBD tahun 2020.

Proses perjuangan ini sudah melalui pembahasan di internal Fraksi PDIP DPRD Kota Denpasar. Setelah di internal Fraksi PDIP disepakati, akhirnya Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa ini membawa langkah perjuangan ini ke rapat pembahasan APBD Kota Denpasar pada 24-25 Oktober silam.

Dalam rapat pembahasan anggaran yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Wayan Maryana Wandhira, dan melibatkan unsur eksekutif, Kadek Agus Arya Wibawa memaparkan arah perjuangannya.

“Ada beberapa point yang mesti dituntaskan di APBD 2020 nanti, menyangkut beberapa hal. Denpasar kedepannya mesti lebih terang, mesti lebih bersih lingkungannya,” jelas politisi asal Pedungan, Denpasar ini.

Sosok muda yang selama ini dikenal selalu cepat dalam segala masalah ini, termasuk mengambil langkah cepat membuka TPA Suwung yang sempat diblokade warga ini menyampaikan untuk lebih bersih Denpasar mesti ada perhatian lebih terhadap tenaga kebersihan Kota Denpasar dengan total 1.400 tenaga kontrak di DKP itu.

“Pertama untuk mampu menuntut pekerjaan lebih, tentu mesti diperhatikan pendepatan mereka. Jadi untuk kawan tenaga kontrak kebersihan, kami meminta agar gaji mereka dinaikan,” tegas politisi PDIP yang adalah putra dari Spesialis Konsultan Pediatric Orthopaedic Dr. dr. Siki Kawiyana, FICS, Sp.B, Sp.OT(K) ini.

Untuk tenaga kebersihan, akan dinaikan Rp 500 per jam, bagi yang menjadi tenaga kebersihan yang bekerja enam jam pendapatannya dari Rp 1,9 juta akan naik menjadi Rp 2.034.000.

“Ini menjadi support agar tenaga kebersihan di Denpasar lebih semangat dan mendapatkan pendekatan lebih layak,” jelas politisi yang adalah kandidat Calon Wakil Walikota yang rencananya mendampingi Kandidat Calon Walikota Denpasar Gusti Ngurah Jaya Negara dengan sebutan Jaya-Wibawa.

Masih terkait dengan kenaikan gaji, Kadek Agus Arya Wibawa juga menyampaikan mesti ada kesetaraan antara pendapatan Kelian Dusun dan Kepala Lingkungan yang bernaung di bawah kelurahan.

Selama ini Kelian Dusun pendapatan perbulannya Rp 3,9 juta, dari sebelumnya Rp 3,5 juta akan mengalami kenaikan Rp 400 ribu setiap bulan di seluruh Denpasar dengan total 151 Kepala Lingkungan di Denpasar.

Dengan kenaikan Rp 400 ribu perbulan, dibutuhkan anggaran Rp 724 juta lebih dalam satu tahun anggaran. “Nantinya setara pendapatan untuk Kadus dan Kaling,” kata politisi muda ini.

Tak sampai disana, Sekretaris DPC PDIP Kota Denpasar ini juga memperjuangkan untuk kenaikan insentif bagi Kelian Banjar Adat se Kota Denpasar. Yang akan dinaikan dari Rp 750 ribu per bulan akan menjadi Rp 1 juta untuk seluruh Kelian Banjar Adat di Denpasar.

“Dari Rp 750 ribu, menjadi Rp 1 juta untuk Kelian Banjar. Jangan memandang nilainya, namun ini bentuk dorongan dan penghargaan atas kinerja mereka terkait Adat. Semua tahu bagaimana tugas berat mereka menjalani tugas sebagai Kelian Banjar Adat,” ungkap politisi dengan jumlah suara tertinggi di DPRD Kota Denpasar ini, yaitu dengan perolehan suara 9.510 suara.

Semua kenaikan ini tinggal menunggu pengesahan atau ketok palu. Jika sudah ketok palu dalam APBD Kota Denpasar tahun 2020, jadi mulai tahun 2020 tiga kenaikan gaji dan insentif ini sudah berlaku.

“Tunggu ketok palu, jika sudah disahkan. Tahun 2020 sudah naik, gaji tenaga kontrak kebersihan, gaji Kepala Lingkungan dan insentif Kelian Adat,” tegas Kadek Agus Arya Wibawa.

Tak hanya itu Fraksi PDIP DPRD Kota Denpasar juga memperjuangan terkait penambahan kelas di sekolah dan pembangunan infrastruktur di Kota Denpasar. (*adv/red)


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER