Masih Proses Penjajakan, Koalisi Golkar-Gerindra pada Pilkada Tabanan 2024 Belum Dipastikan

  • 22 Maret 2024
  • 08:55 WITA
  • Tabanan
  • Dibaca: 2185 Pengunjung
Ketua DPD Golkar Tabanan, I Nyoman Wirya. (istimewa)

Tabanan, suaradewata.com – Langkah koalisi menjadi opsi yang dipertimbangkan secara serius oleh Partai Golkar dan Partai Gerindra dalam persiapan menghadapi Pilkada Tabanan 2024. Meskipun demikian, kepastian mengenai koalisi antara kedua partai ini masih menjadi sorotan.

Ketua DPD Golkar Tabanan, I Nyoman Wirya, dalam konfirmasinya pada Rabu (20/3), menyatakan bahwa untuk mengusung pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Tabanan, Partai Golkar harus terlebih dahulu membentuk koalisi. Dan saat ini, satu-satunya kemungkinan koalisi yang terbuka adalah antara Partai Golkar dan Partai Gerindra.

"Iya, kalau dengan yang lain (selain Partai Gerindra) belum bisa. Agar bisa 20 persen, Cuma Golkar sama Gerindra saja. Sedangkan di masing-masing induk partai belum ada perintah," ungkap Wirya.

Wirya menegaskan bahwa jika koalisi di DPP (Dewan Pimpinan Pusat) berlangsung secara permanen, maka tinggal menunggu instruksi saja. Namun, jika koalisi tersebut tidak permanen, DPD Golkar Tabanan akan menunggu kesepakatan resmi untuk berkoalisi dengan Partai Gerindra.

"Saat ini kita belum membicarakan masalah individu. Prioritas kita adalah membentuk koalisi terlebih dahulu, jika ada kesepakatan dengan Gerindra, barulah kita membicarakan siapa yang akan diusung," tambahnya.

Meskipun belum ada keputusan final terkait koalisi, Wirya menegaskan bahwa DPD Golkar Tabanan siap untuk bertarung dalam Pilkada Tabanan 2024, bahkan melawan paslon dari PDIP.

"Pertemuan dan komunikasi personal sudah terjalin dengan Gerindra, namun belum ada petunjuk resmi. Yang pasti, kita siap," tegasnya.

Pendekatan terus dilakukan karena menurut Wirya, baik Golkar maupun Gerindra sama-sama membutuhkan dukungan di Tabanan untuk mengusung paslon mereka.

"Intinya, Golkar dan Gerindra saling membutuhkan. Kami selalu siap untuk menjalankan perintah partai," lanjut Wirya.

Menanggapi kemungkinan pembentukan koalisi antara Golkar dan Gerindra, Wirya menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mempermasalahkan posisi Bupati dan Wakil Bupati yang akan diisi oleh kader dari Partai Golkar atau Gerindra.

"Semua tergantung pada kesepakatan bersama nanti. Jika kader Gerindra lebih cocok untuk posisi Tabanan 1, maka Golkar akan mendukung dengan ikhlas, begitu juga sebaliknya," jelasnya.

Namun, Wirya enggan berkomentar terkait sosok yang akan diusung oleh Golkar Tabanan dalam Pilkada Tabanan 2024.

Meskipun namanya termasuk dalam lima kader Golkar Tabanan yang diundang oleh DPP Golkar untuk menghadiri pengarahan Ketua Umum DPP Partai Golkar kepada Bakal Calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Partai Golkar, Wirya menekankan bahwa pengarahan tersebut lebih kepada sosialisasi diri ke masyarakat.

"Saya diberi pengarahan sebagai kader untuk lebih dikenal oleh masyarakat," katanya.

Selain Wirya, terdapat nama-nama lain seperti I Wayan Gindera, Ni Made Meliani, I Wayan Sukaja, dan Dewa Made Suamba Negara yang juga termasuk dalam undangan tersebut.

Sementara itu, terkait isu kemungkinan bergabungnya Joko Widodo ke Partai Golkar dan dampaknya terhadap perolehan suara Partai Golkar di Tabanan, seorang anggota DPRD Provinsi Bali menyatakan bahwa Partai Golkar adalah partai yang terbuka, sehingga tidak masalah jika hal tersebut terjadi.

"Namun, jika bergabung, pasti akan ada efeknya. Masyarakat akan melihat elektabilitas Pak Jokowi. Seperti halnya PDIP, meskipun kuat tanpa Jokowi, namun jika Jokowi ragu, dukungan suara turun," tandasnya. ayu/yok


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER