Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Pemkab Gianyar Borong Babi Peternak Jelang Galungan

  • 16 Februari 2020
  • 20:45 WITA
  • Gianyar
  • Dibaca: 1422 Pengunjung
istimewa

Gianyar,suaradewata.com  - Pemda Gianyar memastikan akan membeli ratusan babi yang masih sehat dari 12 desa yang terserang wabah. Bila dikalkulasi dengan nilai pasar daging babi Rp26 ribu per kilogram, maka ratusan babi itu akan dibeli senilai Rp1,3 Miliar lebih. Dana akan dihimpun dari uang tunjangan beras  pegawai Pemkab Gianyar. Hal tersebut diungkapkan Bupati Gianyar I Made Mahayastra, Minggu (16/2/2020).

Dikatakan, jajarannya sudah mendata sekitar 525 babi di 12 desa yang sempat terkena wabah, antara lain, desa Lebih, Abianbase, Keramas, Kemenuh, Pejeng Kangin, Tampaksiring, Sebatu, Keliki, Taro, Melinggih dan Desa Singakerta. Dari jumlah itu masing-masing peternak ada yang memelihara 100 hingga 2 ekor babi. “Sudah didata, ada 525 ekor babi," katanya.

Dijelaskannya, sampai Minggu (16/2) siang, order babi masih berlangsung. Dipastikan proses pemotongan seluruh babi itu akan berlangsung pada Senin (17/2) dan Selasa (18/2) . “Jadi ini akan dipotong bersama menyambut hari raya Galungan," jelasnya.

Pihaknya  pun sudah mengkalkulasikan, untuk pembelian 525 ekor babi ini akan membutuhkan biaya Rp1,365.000.000. Untuk menghimpun anggaran dengan jumlah tersebut, maka dikerahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk berpartisipasi. “Kebijakan saya menggunakan uang tunjangan bras, yang nilainya Rp150 ribu diganti dengan daging babi," ucapnya.

 

Namun ada juga OPD yang sudah memiliki tabungan, sehingga tidak perlu dilakukan penggantian tunjangan beras menjadi daging babi. “Kita ganti itu dengan 3 kg sampai 4 kg daging babi itu (Yang pakai tunjangan-red) kebijakan saya, tapi ternyata mereka (OPD-red) ada yang sudah punya uang tabungan, sehingga ada yang sudah dibayar langsung, kalau sudah dibayar langsung berarti tidak perlu kita potong lagi tunjangan berasnya," ungkap mantan Ketua DPRD Gianyar ini.

Bupati Mahayastra menegaskan petugas kesehatan hewan juga sudah dikerahkan untuk melakukan pengecekan kondisi ratusan ternak babi tersebut. Alhasil 525 ekor ternak itu dinyatakan sehat dan layak untuk dikonsumsi. “Sudah dicek semua dan layak untuk dikonsumsi, nanti juga akan ada stempel dari Dinas Pertanian (yang membawahi kesehatan hewan-red), “ jelasnya.

Ditegaskan langkah membeli seluruh ternak babi di 12 Desa ini tentu bukan tanpa alasan. Selain untuk menjaga kestabilan harga daging babi saat menyambut Hari Raya Galungan, upaya ini juga dilakukan untuk memutus siklus wabah kematian babi yang terjadi di 12 desa tersebut. “Saya akan habiskan semua babi di 12 desa itu agar tidak ada ada ternak babi. Dan kandang itu harus dikosongkan selama 6 bulan untuk pemutusan siklus," tegas Bupati Gianyar.gus/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER