Benny Wenda Tak Pantas Terima Oxford Freedom Of The City Award

Oleh : Aloysius Abisai | 14 Agustus 2019 | Dibaca : 1675 Pengunjung

Benny Wenda Tak Pantas Terima Oxford Freedom Of The City Award

sumber foto :google

Oleh : Aloysius Abisai

Opini, suaradewata.com - Penghargaan kepada Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan Untuk Papua Barat (ULMWP),Benny Wenda berupa “Oxford Freedom of The City Award”dari Dewan Kota Oxford pada 17 Juli 2019lalu, terasa janggal dan kurang tepat. Walupun penghargaan tersebut bukan penghargaan resmi dari pemerintah Kota Oxford ataupun Pemerintah Inggris,namun penghargaan dari Dewan Kota (sejenis DPRD tingkat  Kota) dapat dijadikan mercusuar atau kampanye oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB)Papua, khususnya oleh Benny Wenda yang sejak tahun 2002 telah bermukim di Inggris karena mendapat suaka dari Pemerintah Inggris tahun 2002. Tentu denganpenghargaan itu Benny Wenda akan lebih nyaring menyuarakan kemerdekaanPapua di dunia internasional.

Hal yang menjadi pertanyaan,dengan kriteria apa Dewan Kota Oxford memberikan penghargaan itu kepada Benny Wenda, seorang separatis yang selalu menggunakan cara kekerasan dan teror (membunuh, menganiaya, memperkosa, membakar rumah dan lahan,dll) untuk mencapai tujuannya. Perlu diketahui bahwaulah Benny Wenda telah menimbulkan korban dikalangan masyarakat sipil, khususnya wanita dan anak-anak.Oleh karena itu,Benny Wendadan kelompoknya tidak mendapat simpati dari rakyatIndonesia, khususnyaPapua. Benny akhirnya melarikan diri ke Inggris, sedangkan kelompoknya ada yang tewas, dan sebagian hidup di hutan karena kebaradaannya ditolak rakyat Papua yang cinta damai, Di hutan-hutanPapua itulah dengan komando dari Benny Wenda mereka sering melakukan teror terhadap masyarakat Papua.

Ditinjau dari kriteria obyektif yang universal,tidak ada faktor pendukung bahwa Benny Wenda bisa memperoleh penghargaan, Dia mempunyai sifat yang jauh dari sifat perjuangan Nelson Mandela maupun Mahatma Gandhi, yang anti kekerasan, dekat dan didukung oleh mayoritas rakyatnya serta berani berhadapan dan berdialog dengan pemimpin negara, bukan lari dari daerahnya hidup enak dinegeri orang, meninggalkan kelompoknya yang hidup sengsara di hutan belatara. Sama sekali tidak ada sifat kemanusiaan sebagaimana tokoh yang seharusnya mendapat penghargaan.

Kemudian seorang separatis yang menggunakan kekerasan untuk ukuran Hukum Internasional tidak diakui sebagai pahlawan. IRA di Irlandia Utara (sekarang bagian dari Inggris Raya) ditumpas oleh Militer Inggris, di Spanyol gerilyawan Basque yang akan memisahkan wilayah Catalan (sekitar Barcelona) dari Spanyol juga ditumpas oleh militer Spanyol. Para pemimpinanya tidak ada yang mendapat penghargaan dari manapun, apalagi di Negara Rusia, Cina dan Myanmar, separatis ditumpas, warganya pun diusir. Sangat disayangkan, Dewan HAM PBB justru  berdiam diri dengan dalih separatisme bukan merupakan “the right to self-determantioan” seperti yang terkandung dalam Declaration Universal of Human Rights PBB tahun 1945. Apalagi jika gerakan tersebut menggunakan kekerasan seperti teroruntuk mencapai tujuannya,justru gerakan ini yang bertentangan dengan HAM,

Oleh karena itu,tidak sepantasnya jika orang yang selalu menggunakan kekerasan justru mendapat penghargaan. Penghargaan yang tidak mencantumkan prestasi atau jasa apa yang telah dilakukan, baik itu untuk kemanusiaan, negara, ilmu pengetahuan maupun perdamaian. Sudah sewajarnya kita bangsa Indonesia mempertanyakan kriteria penghargaan tersebut, tanpa mengurangi kebebasan dalam memberikan penghargaan.Maka jika ternyata penghargaan tersebut tidak pantas,tentu dapat dievaluasi dimasamendatang. Bagi kita Bangsa Indonesia,penghargaan tersebut tidak mendatangkan manfaat untuk kemajuan, kesejahteraan,dan perdamaian wilayah, negara dan dunia.

*Penulis adalah Pegiat Media Sosial di Wilayah Papua


Oleh : Aloysius Abisai | 14 Agustus 2019 | Dibaca : 1675 Pengunjung


TAGS :




Berita Terkait :

Nusantara, 24 Agustus 2019 13:00
Lawan Hoax Demi Suksesnya Pembangunan Nasional
Opini, suaradewata.com - Jumlah penduduk Indonesia tahun 2019 diprediksi berkisar 267 juta jiwa, ...
Nusantara, 24 Agustus 2019 12:58
Berantas Hoax, Wujudkan Cita-Cita Bangsa
Opini, suaradewata.com - Bulan ini, tepatnya tanggal 17 Agustus 2019 bangsa Indonesia merayakan u ...
Nusantara, 24 Agustus 2019 12:57
Kemerdekaan Diri dalam Menumpas Gurita Hoax: Upaya Membebaskan Keterjajahan Bangsa di Era Modern
Opini, suaradewata.com - Dua tahun terakhir sejak dimulainya kampanye pemilihan Gubernur dan Waki ...
Nusantara, 24 Agustus 2019 12:56
Prinsip Islam Dalam Menangkal Hoax
Opini, suaradewata.com - Akhir-akhir ini, masyarakat Indonesia tengah dihebohkan dengan peristiwa ...
Nusantara, 24 Agustus 2019 12:55
Peranan Pemuda Dalam Melawan Hoax
Opini, suaradewata.com - Seperti yang sudah sering kita saksikan, di era dunia yang terus mengala ...
Nusantara, 24 Agustus 2019 12:54
Semangat 74 Tahun Merdeka dan Prospek Konsolidasi Demokrasi Dalam Bingkai Semangat Bangsa
Opini, suaradewata.com - Tuhan telah menganugrahi rakyat dan bangsa di tanah yang begitu luas ini ...
Nusantara, 24 Agustus 2019 11:44
Tolak Isu Rasialisme, Papua Bagian Integral NKRI
Opini, suaradewata.com - Kerusuhan akibat tindakan rasisme terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya t ...
Nusantara, 24 Agustus 2019 11:44
Tolak Isu Rasialisme, Papua Bagian Integral NKRI
Opini, suaradewata.com - Kerusuhan akibat tindakan rasisme terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya t ...
Nusantara, 24 Agustus 2019 11:41
Maknai 74 Tahun Kemerdekaan Indonesia, SMCE Gelar Diskusi Dengan Kalangan Warganet
Opini, suaradewata.com - Social Media for Civic Education (SMCE) bersama Forum Pegiat Media Sosia ...
Badung, 24 Agustus 2019 09:07
Wisatawan Arab Jatuh ke Dasar Tebing Saat Berkuda
Badung, suaradewata.com - Wisatawan asing asal Arab Saudi terjatuh dari kuda di dasar t ...


Berita Lainnya :

Nusantara, 24 Agustus 2019 13:00
Lawan Hoax Demi Suksesnya Pembangunan Nasional
Opini, suaradewata.com - Jumlah penduduk Indonesia tahun 2019 diprediksi berkisar 267 juta jiwa, ...
Nusantara, 24 Agustus 2019 12:58
Berantas Hoax, Wujudkan Cita-Cita Bangsa
Opini, suaradewata.com - Bulan ini, tepatnya tanggal 17 Agustus 2019 bangsa Indonesia merayakan u ...
Nusantara, 24 Agustus 2019 12:57
Kemerdekaan Diri dalam Menumpas Gurita Hoax: Upaya Membebaskan Keterjajahan Bangsa di Era Modern
Opini, suaradewata.com - Dua tahun terakhir sejak dimulainya kampanye pemilihan Gubernur dan Waki ...
Nusantara, 24 Agustus 2019 12:56
Prinsip Islam Dalam Menangkal Hoax
Opini, suaradewata.com - Akhir-akhir ini, masyarakat Indonesia tengah dihebohkan dengan peristiwa ...
Nusantara, 24 Agustus 2019 12:55
Peranan Pemuda Dalam Melawan Hoax
Opini, suaradewata.com - Seperti yang sudah sering kita saksikan, di era dunia yang terus mengala ...
Nusantara, 24 Agustus 2019 12:54
Semangat 74 Tahun Merdeka dan Prospek Konsolidasi Demokrasi Dalam Bingkai Semangat Bangsa
Opini, suaradewata.com - Tuhan telah menganugrahi rakyat dan bangsa di tanah yang begitu luas ini ...
Nusantara, 24 Agustus 2019 11:44
Tolak Isu Rasialisme, Papua Bagian Integral NKRI
Opini, suaradewata.com - Kerusuhan akibat tindakan rasisme terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya t ...
Nusantara, 24 Agustus 2019 11:44
Tolak Isu Rasialisme, Papua Bagian Integral NKRI
Opini, suaradewata.com - Kerusuhan akibat tindakan rasisme terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya t ...
Nusantara, 24 Agustus 2019 11:41
Maknai 74 Tahun Kemerdekaan Indonesia, SMCE Gelar Diskusi Dengan Kalangan Warganet
Opini, suaradewata.com - Social Media for Civic Education (SMCE) bersama Forum Pegiat Media Sosia ...
Badung, 24 Agustus 2019 09:07
Wisatawan Arab Jatuh ke Dasar Tebing Saat Berkuda
Badung, suaradewata.com - Wisatawan asing asal Arab Saudi terjatuh dari kuda di dasar t ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter