Lolos di Gilimanuk, Terjaring di Terminal Mengwi

Oleh : ang/ari | 13 Juni 2019 | Dibaca : 20986 Pengunjung

Lolos di Gilimanuk, Terjaring di Terminal Mengwi

sumber foto :suaradewata.com

Badung, suaradewata.com - Pasca Lebaran tahun 2019 pada saat arus balik, Sat Pol PP Kabupaten Badung dengan gencar melakukan sidak Penduduk Pendatang (Duktang) di Terminal Mengwi selama 4 hari. Dari seluruh penumpang Bus yang diperiksa, ditemukan 52 penumpang tanpa identitas dan 14 duktang tanpa identitas hasil sidak di kos-kosan Banjar Tagtag Desa Sibang Gede Badung, Kamis, (13/06/2019).

Kabid Penegakkan Perda Sat Pol PP Kabupaten Badung, Ambara Dewi mengatakan dalam penanganan arus balik pasca lebaran tahun 2019, pihaknya langsung melakukan sidak duktang di Terminal Mengwi. Dalam sidak duktang tersebut dilakukan selama 4 hari, yakni hari Minggu, (09/06/2019), Senin, (10/06/2109), Selasa, (11/06/2019), dan hari Kamis, (12/06/2019). Selain itu, pada hari Kamis, (12/06/2019), pihaknya juga melakukan sidak di kos-kosan Banjar Tagtag, Desa Sibang Gede, Badung. 

Dari hasil sidak duktang di Terminal Mengwi pada hari Minggu, (09/06/2019), ditemukan 3 duktang tanpa identitas dan langsung dipulangkan. Sedangkan untuk hari Senin, (10/06/2019), dan hari Selasa (11/06/2019) ditemukan total 25 duktang tanpa identitas, diantaranya 22 duktang ada yang menjamin dan 3 duktang dipulangkan karena tidak ada penjamin. 

"Hari ini di Terminal Mengwi ditemukan 24 duktang tanpa identitas, dan di kos - kosan Sibang Gede ditemukan 14 duktang tanpa identitas, Semua tanpa KTP, biarpun dia punya KTP kalau bukan KTP-el artinya tidak bawa KTP. Dan ada juga yang bilang hilang, itu kan alasannya aja, yang jelas mereka tidak membawa identitas," ucap Ambara Dewi saat ditemui di Terminal Mengwi, Kamis, (13/06/2019).

Salah satu duktang yang terjaring sidak yakni Sumardi, 51, asal Jember, Jawa Timur mengaku belum membawa KTP masuk ke Bali. Ia datang ke Bali bertujuan kembali bekerja pasca mudik Lebaran kemarin. Dimana saat masuk ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, ia mengaku diperiksa oleh petugas hanya menunjukan KTP lama dan SIM, selanjutnya  ia diperbolehkan lewat. 

"Disini kena sidak sekarang, dulu pas ke Bali (tahun lalu) bawa KTP yang tidak elektronik bisa lewat, tapi sekarang diminta KTP elektronik," ungkap Sumardi. 

Sementara, duktang lainnya yang terjaring sidak yakni Sutiwi, 41, asal Malang, Jawa Timur mengaku dirinya datang ke Bali tidak membawa KTP karena sempat hilang di luar negeri. Dirinya datang ke Bali dengan tujuan berkunjung ke rumah teman di Singaraja. Dan mengaku saat masuk ke Bali ia tidak diperiksa di Gilimanuk saat naik di Bus. Namun ia juga mengaku sempat diberitahu oleh temannya bahwa apabila ke Bali tidak bawa KTP tidak apa-apa. Apabila ada yang menanyakan KTP ke dirinya disuruh bayar 25.000 rupiah.

"Ya tidak diperiksa (di Gilimanuk), Tidak diperiksa sama sekali, satu bus yang saya naiki tidak diperiksa, katanya gak apa apa (tidak bawa KTP), katanya bayar Rp 25.000,  Kalau ada yang tanya KTP bayar aja 25.000," ujarnya. 

Terkait hal itu, Ambara Dewi menerangkan pasti ada yang lolos, namun hal itu perlu adanya pembinaan lagi dan sosialisasi lagi. Bahwa tetap terus melakukan penertiban penduduk pendatang. Sehingga benar-benar untuk di Kabupaten Badung dilengkapi tertib administrasi kependudukan. Dari total sidak duktang selama 4 hari tersebut ditemukan 66 duktang tanpa identitas.

"Pasti ada aja lolos nya, percikan - percikan lolos itu ada, tapi tidak separah awal, ini kan hari yang keberapa, tercecernya pemeriksaan disitu di pintu masuk ke Bali akhirnya kita disini mendapatkannya," terang Ambara Dewi. ang/ari


Oleh : ang/ari | 13 Juni 2019 | Dibaca : 20986 Pengunjung


TAGS : duktang yustisi




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Denpasar, 15 November 2019 09:09
Koster Tak Menampik Citra Pariwisata Bali Turun Akibat Sampah di TPA Suwung
Denpasar, suaradewata.com - Gubernur Bali, Wayan Koster tidak memungkiri saat ini peralatan ...
Nusantara, 15 November 2019 08:33
Memperingati Hari Pahlawan, FPMSI Bersama Gesit Akan Gelar Kampanye Aksi dan Deklarasi Wujudkan Indonesia Maju
Bandung, suaradewata.com - Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) bersama Gerakan Literasi ...
Buleleng, 14 November 2019 21:09
Gempa Tidak Berpotensi Tsunami, Warga Diminta Tidak Panik
Buleleng, suaradewata.com - Gempa berkekuatan 5,1 SR berpusat di 21 KM Barat Daya Bulel ...
Badung, 14 November 2019 20:52
Kabag Ops Sidak Di Dua Polsek Jajaran Polres Badung
Badung, suaradewata.com - Kepala bagian operasi Polres Badung Kompol I Wayan Suana, SH ...
Badung, 14 November 2019 20:50
Ditinggal Suami Beli Nasi, Perempuan Beranak Dua Ditemukan Gantung Diri
Badung, suaradewata.com - Mungkin suami Ayu Putu Sri Maharani (25) tak pernah menyangka ...
Denpasar, 14 November 2019 20:47
Curi Tas Berisi Pistol Polisi, Residivis ini Dituntut 3 Tahun
Denpasar, suaradewata.com -Pelaku pencurian senjata api (senpi) jenis pistol milik Kapolsek Negar ...
Buleleng, 14 November 2019 20:27
Gempa 5,1 SR Guncang Buleleng, Warga Seririt Memilih Mengungsi
Buleleng, suaradewata.com - Kamis (14/11/2019) sekitar pukul 18.21 wita sore, wilayah B ...
Nusantara, 14 November 2019 20:23
Mewaspadai Penyebaran Radikalisme di Media Sosial
Opini, suaradewata.com - Pesatnya penggunaan media sosial telah dimanfaatkan oleh kelompok teror ...
Nusantara, 14 November 2019 20:19
Benarkah Habib Rizieq Dicekal?
Opini,suaradewata.com - Berita dugaan pencekalan Habib Rizieq Shihab (HRS) menjadi isu yang menge ...
Nusantara, 14 November 2019 20:15
Masyarakat Papua dan Papua Barat Menolak HUT OPM
Opini, suaradewata.com - Perayaan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang diklaim pada 1 Desember ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter