Peluang Tipis Prabowo-Sandiaga Buktikan Kecurangan Pilpres

Oleh : Elfitra Rahmawati | 11 Juni 2019 | Dibaca : 1370 Pengunjung

Peluang Tipis Prabowo-Sandiaga Buktikan Kecurangan Pilpres

sumber foto :google

Opini,suaradewata.com - Pengumuman resmi akan hasil rekapitulasi Pilpres telah dilaksanakan 21 Mei 2019, sudah berminggu – minggu pula Joko Widodo berhasil mengamankan jabatannya sebagai Presiden selama 5 tahun kedepan, dan untuk kedua kalinya ia berhasil mengalahkan Capres penantangnya Prabowo Subianto.

            Namun harapan stabilitas politik pasca 17 April 2019 tampaknya masih sebatas harapan. Ujaran kebencian dan aksi klaim kemenangan hampir dilakukan oleh Prabowo di setiap harinya.

            Ketua Partai Gerindra tersebut memang sebelumnya pernah kalah dalam Pilpres 2014, dirinya dan Tim suksesnya telah mengklaim adanya kecurangan Pemilu yang terstruktur, sistematis dan masif.

            Darah para pengunjuk rasa tertumpah ketika sekian ribu simpatisan Prabowo – Sandiaga turun ke jalanan di Ibu Kota. Aksi yang semestinya selesai pada jam 18.00 akhirnya harus berlanjut sampai waktu sahur tiba.

            Hanya karena sentimen politik dan tuduhan Pemilu curang, kerusuhan yang terjadi selama 2 hari tersebut dipenuhi aksi kekerasan yang mengakibatkan kematian 8 demonstran. Ratusan pengunjuk rasa terluka ketika Polisi menembakkan peluru karet, gas air mata dan meriam air kepada pengunjuk rasa yang melempari polisi dengan batu dan bom molotov. Sampai saat ini lebih dari 400 orang ditangkap karena ditengarai terlibat dalam kerusuhan tersebut.

            Sampai saat ini kubu Prabowo telah mengklaim tentang kecurangan besar yang akan mempengaruhi hasil keseluruhan pemilu yang tampaknya tidak berdasar. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menolak keluhan para pendukung Prabowo tentang kecurangan dengan alasan tidak cukup bukti.

            Dalam kesempatan berbeda Mahfud MD juga pernah mengatakan bahwa kecurangan pemilu tidak hanya terjadi pada saat ini. Kecurangan juga terjadi pada banyak Pemilu sebelumnya.

            Dirinya juga mengatakan, bahwa kecurangan tidak hanya dilakukan oleh satu kandidat saja. Kecurangan dilakukan oleh semua kandidat.

            “Pemilu sekarang ini sama, banyak kecurangan. Cuma bedanya apa? Pemilu yang dulu zaman Pak Harto kecurangannya sepihak, sekarang curang semua,” tutur Mahfud.

            Meski demikian Mahfud menilai bahwa pemilu 2019 dari segi tertentu jauh lebih baik jika dibandingkan dengan pemilu zaman Orde Baru. Ia mengatakan hasil pemilu pada zaman Orba dikendalikan karena penyelenggara pemilu berasal dari unsur pemerintahan.

            Sementara saat ini, ia mengatakan KPU dan Bawaslu selaku penyelenggara pemilu dibentuk oleh partai politik. Sehingga pihaknya tidak percaya apabila KPU menjadi kaki tangan pemerintah.

            Dirinya lantas menceritakan pengalamannya sebagai hakim MK, dimana saat itu ia pernah mengadili sejumlah sengketa pemilu, yakni Pilpres 2009 dan sejumlah Pilkada.

            “Itu memang KPU-nya independen, tidak bisa dikendalikan pemerintah. Kalau sekarang ada pelanggaran dilakukan KPU, ya yang melanggar partai – partai itu, bukan pemerintah,” tuturnya.

            Terkait dengan hal itu, pihaknya juga meminta agar semua pihak tidak membuat tudingan yang tidak tepat kepada KPU, misalnya dengan menuduh terjadinya kecurangan saat rekapitulasi. Ia berkata sulit terjadi kecurangan, rekapitulasi karena dilakukan secara manual.

            Jika memang demikian, tentu para elite politik tidak boleh memaksa rakyat untuk melakukan people power, karena Indonesia adalah negara hukum.

Kasus terpanas yang sempat naik di permukaan adalah kasus peristiwa yang ada di Kuala Lumpur Malaysia, dimana pada salah satu ruko telah ditemukan puluhan kantong plastik berisikan kartu suara yang sudah dicoblos.

            Pencoblosan liar tersebut seakan menjadi underground operational yang bertujuan untuk mendongkrak torehan suara untuk paslon dan caleg tertentu. Pasalnya coblosan terarah pada target paslon nomor 01 dan Caleg Partai Nasdem yang notabene merupakan putra Dubes RI di Negara Malaysia.

            Namun setelah diselidiki, ternyata pelaku pencoblosan adalah pendukung fanatik kubu 02, dimana hal tersebut dilakukan sebagai upaya mendelegetimasi KPU secara masif dan sistematis.

Sebelumnya Mantan Ketua MPR Amien Rais sempat meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melakukan audit secara forensik terhadap sistem IT KPU, untuk mencegah terjadinya kecurangan di Pemilu 2019.

            Pihaknya juga mengecam dan berencana akan mendatangi kantor KPU untuk mengaudit forensik sistem teknologi informasi (TI) penghitungan suara Pilpres.

            Namun hal tersebut ditepis oleh komisioner KPU Pramono Ubaid, dirinya menganggap bahwa usulan Dewan Pengarah BPN Prabowo – Sandiaga tersebut merupakan hal yang tidak relevan, pasalnya, hasil pemilu tidak ditentukan berdasarkan sistem IT, tetapi perhitungan manual di lapangan.

            Berkaca pada sejumlah indikasi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa peluang Prabowo-Sandiaga untuk membuktikan kecuranganPilpres 2019 sangat tipis dan hampir dibilang tidak mungkin. Narasi kecurangan Pilpres yang selama ini disuarakan kubu 02 disinyalir hanya sebagai ungkapan kekecewaan karena kalah dalam Pemilu 2019. Oleh sebab itu, publik diharapkan untuk jeli dan tetap menahan diri dalam melihat dinamika politik yang berkembang, terutama menjelang sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi.

ElfitraRahmawati, Penulis adalah pengamat sosial politik


Oleh : Elfitra Rahmawati | 11 Juni 2019 | Dibaca : 1370 Pengunjung


TAGS :




Berita Terkait :

Denpasar, 20 September 2019 21:45
Wagub Cok Ace Apresiasi GBX untuk Akselerasi Pariwisata Bali
Denpasar, suaradewta.com - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) meng ...
Buleleng, 20 September 2019 20:36
Gubernur Koster: Generasi Muda Hindu Bali Harus Bernafaskan Kearifan Lokal
Buleleng, suaradewata.com - Gubernur Bali Wayan Koster dengan didampingi Putri Suastini Koster me ...
Denpasar, 20 September 2019 19:43
Beli Sabu 0,17 gram, Ngurah Dituntut 3,5 Penjara
Denpasar, suaradewata.com - IGST Ngr Ariawan, pria pengangguran asal Banjar Tegal, Jalan Imam Bon ...
Tabanan, 20 September 2019 19:31
PORPROV Berakhir, Dewa Indra Ingatkan Kesiapan Bali Hadapi PON 2020
Tabanan, suaradewata.com - Perhelatan Pekan Olah Raga Provinsi (PORPROV) Bali ke-14 Tahun 2019 se ...
Badung, 20 September 2019 18:42
Pererat Silahturahmi, Polisi Badung Berolah Raga Bersama Dengan Pelajar Papua
Badung, suaradewata.com - Satbinmas Polres Badung ajak olah raga bersama para pelajar S ...
Badung, 20 September 2019 18:41
Perjuangan Tanpa Pamrih, Jujur Dan Penuh Pengorbanan Patut Di Hormati
Badung, suaradewata.com - Wakapolres Badung turut hadir dalam perayaan Hari Ulang Tahun ...
Badung, 20 September 2019 18:38
Jaga Keutuhan NKRI Dengan Semangat Jiwa Nasionalisme dan Patriotisme
Badung, suaradewata.com - Kasat Binmas Polres Badung AKP Ni Luh Wirati, SH memberikan p ...
Tabanan, 20 September 2019 18:03
Festival Jatiluwih 2019 Tampilkan Perpaduan Alam dan Budaya
Tabanan, suaradewata.com– Diawali dengan tarian kolosal Rejang Kesari yang meliba ...
Tabanan, 20 September 2019 18:02
Berjalan 75 Persen, TMMD 106 Kodim Tabanan Hemat Anggaran APBD Rp 900 Juta
Tabanan, suaradewata.com - Sudah dua bulan program pra TMMD ke 106 dilaksanakan Kodim 1 ...
Tabanan, 20 September 2019 18:01
Pemkab Tabanan Gelar Sosialisasi Pamsimas III dan Hibah Insentif Desa tahun 2020
Tabanan, suaradewata.com – Pemenuhan  kebutuhan akan air bersih merupakan sarana dasar ...


Berita Lainnya :

Denpasar, 20 September 2019 21:45
Wagub Cok Ace Apresiasi GBX untuk Akselerasi Pariwisata Bali
Denpasar, suaradewta.com - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) meng ...
Buleleng, 20 September 2019 20:36
Gubernur Koster: Generasi Muda Hindu Bali Harus Bernafaskan Kearifan Lokal
Buleleng, suaradewata.com - Gubernur Bali Wayan Koster dengan didampingi Putri Suastini Koster me ...
Denpasar, 20 September 2019 19:43
Beli Sabu 0,17 gram, Ngurah Dituntut 3,5 Penjara
Denpasar, suaradewata.com - IGST Ngr Ariawan, pria pengangguran asal Banjar Tegal, Jalan Imam Bon ...
Tabanan, 20 September 2019 19:31
PORPROV Berakhir, Dewa Indra Ingatkan Kesiapan Bali Hadapi PON 2020
Tabanan, suaradewata.com - Perhelatan Pekan Olah Raga Provinsi (PORPROV) Bali ke-14 Tahun 2019 se ...
Badung, 20 September 2019 18:42
Pererat Silahturahmi, Polisi Badung Berolah Raga Bersama Dengan Pelajar Papua
Badung, suaradewata.com - Satbinmas Polres Badung ajak olah raga bersama para pelajar S ...
Badung, 20 September 2019 18:41
Perjuangan Tanpa Pamrih, Jujur Dan Penuh Pengorbanan Patut Di Hormati
Badung, suaradewata.com - Wakapolres Badung turut hadir dalam perayaan Hari Ulang Tahun ...
Badung, 20 September 2019 18:38
Jaga Keutuhan NKRI Dengan Semangat Jiwa Nasionalisme dan Patriotisme
Badung, suaradewata.com - Kasat Binmas Polres Badung AKP Ni Luh Wirati, SH memberikan p ...
Tabanan, 20 September 2019 18:03
Festival Jatiluwih 2019 Tampilkan Perpaduan Alam dan Budaya
Tabanan, suaradewata.com– Diawali dengan tarian kolosal Rejang Kesari yang meliba ...
Tabanan, 20 September 2019 18:02
Berjalan 75 Persen, TMMD 106 Kodim Tabanan Hemat Anggaran APBD Rp 900 Juta
Tabanan, suaradewata.com - Sudah dua bulan program pra TMMD ke 106 dilaksanakan Kodim 1 ...
Tabanan, 20 September 2019 18:01
Pemkab Tabanan Gelar Sosialisasi Pamsimas III dan Hibah Insentif Desa tahun 2020
Tabanan, suaradewata.com – Pemenuhan  kebutuhan akan air bersih merupakan sarana dasar ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter