Kubur Bayinya di Halaman Rumah, Wanita ini Dihukum 7 tahun

Oleh : mot/ari | 25 Maret 2019 | Dibaca : 1815 Pengunjung

Kubur Bayinya di Halaman Rumah, Wanita ini Dihukum 7 tahun

sumber foto :suaradewata.com

Denpasar, suaradewata.com - Tissa Agustin Sanger, gadis 19 tahun kelahiran Jembrana terlihat tegar mendengar putusan hakim di Pengadilan Negeri Denpasar yang menjatuhkan hukuman selama 7 tahun penjara. Majelis Hakim pimpinan Ni Made Purnami,S.H.,M.H menilai terdakwa bersalah sebagaimana disebutkan dalam pasal 80 ayat 4 UU RI No.35/2014 tentang perubahan atas UU RI No.23/2002 tentang perlindungan anak.

Terdakwa dengam sengaja menggugurkan bayinya dan mengubur bayi yang dilahirkan di halaman rumah. Akibat perbuatannya, terdakwa juga dijatuhkan denda sebesar Rp.20 juta subsider 2 bulan.

"Memutuskan terdakwa bersalah  sebagaimana diatur dalam pasal tentang perlindungan anak. Atas perbuatannya, menjatuhkan hukuman selama tujuh tahun penjara," ketok palu hakim  Purnami, Senin (25/3) di ruang sidang Candra.

Putusan hakim setidaknya lebih ringan dibandingkan tuntutan dari Jaksa Ni Wayan Erawati Susina,SH yang menjatuhkan hukuman selama 10 tahun penjara dan denda Rp.20 juta subsider 4 bulan penjara.

Putusan hakim setidaknya membuat terdakwa lebih tegar dibandingkan saat pembacaan tuntutan Jaksa yang membuatnya jatuh pingsan. Baik jaksa dan kuasa hukumnya dari Peradi sama-sama menyatakan pikir-pikir.

Padahal dari keterangan saksi  ahli forensik maupun saksi ahli psikiater dari RSUP Sanglah. Termyata terdakwa ada mengalami ngangguan jiwa. Itu termasuk dalam IQ rendah. Bahkan selama sekolah sering dibantu. Sehingga saat hamil terdakwa mengambil jalan pintas.

Terdakwa juga merasa mengalah lantaran diketahui pacarnya sudah punya kekasih. Sehingga ia memutuskan tindakan sendiri tanpa sepengetahuan kekasihnya yang menghamili.

Sebagaimana diberitkan seelumnya, kasus ini berawal ditemukannya mayat orok di sebuah perumahan di Jalan Tukad, Perum Gunung Sari Tahap IV No. 16, Padangsambian, Denpasar Barat, Kamis (13/9/2018), oleh Ida Ayu Putu Murtini yang tak lain ibu kandung tersangka.

Pada waktu yang sama, tim buser dari Polsek Denpasar Barat dapat mengungkap dan menangkap pembuang sekaligus pelenyekap orok berjenis kelamin perempuan tersebut yang lain adalah ibu kandungnya.

Sesuai pengakuan ke penyidik, setelah dua jam di kamar mandi rumahnya, jabang bayi yang dikandungnya selama 10 bulan, itu akhirnya lahir. Bayi itu awalnya dilahirkan sehat dengan bobot 3 kilogram lebih dan panjang mencapai 50,5 cm.

Sayang, sesaat setelah lahir di kamar mandi, Tissa tanpa rasa manusiawi langsung membekap mulut dan hidung darah dagingnya sendiri selama sejam lebih. "Terdakwa memang tinggal bersama orang tuanya,"kata jaksa.

Diketahui bayi yang dilahirkan tak bernyawa lagi, terdakwa kemudian memandikan jazad bayinya. Setelah itu dibungkus dengan kaosnya dengan kain pantai warna ungu. Bahkan malam itu, ia memeluk jazad bayinya yang dibunuh untuk tidur bersama.

Keesokan harinya, Selasa (11/9/2018), terdakwa pergi bekerja mengendarai sepeda motor berbonceng dengan ibunya. Orok bayi yang terbungkus itu dimasukan ke tas ranselnya. Selama bekerja jazad bayi ini ditaruh di kursi belakang rumah makan, tempatnya bekerja.

Pukul 21.00, terdakwa pulang kerja. Sempat menunggu orangtuanya tertidur dulu lalu dia bergegas menguburkan jazad abaknya dengan memakai cetong (menggali) dan ditutup dengan bumbungan genteng yang tidak jauh dari rumahnya.

Motifnya terdakwa mengubur bayinya karena takut dan malu jika diketahui orang banyak. Apalagi saat itu dia masih sekolah dan kekasihnya baru lulus sekolah. Terdakwa juga mengaku agar bisa tiap hari menengok kuburan dari bayi yang dilahirkannya. mot/ari


Oleh : mot/ari | 25 Maret 2019 | Dibaca : 1815 Pengunjung


TAGS : kubur bayi remaja putri




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Gianyar, 21 Agustus 2019 21:00
Hidden Paradise Suguhkan Pesona Alam Air Terjun Suwat
Gianyar, suaradewata.com – Hidden Paradise atau surga yang tersembunyi memang patut di ...
Gianyar, 21 Agustus 2019 20:50
Ungkap Penyelundupan Penyu Hijau, Dirjen KSDAE Apresiasi Kerja Personil Polres Gianyar
Gianyar, suaradewata.com - Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo didampingi denga ...
Buleleng, 21 Agustus 2019 20:49
Kapal MV Star Clipper Membawa Ratusan Wisatawan Singgah di Lovina
Buleleng, suaradewata.com - Bukan kali ini saja wilayah Buleleng dikunjungi kapal pesia ...
Bangli, 21 Agustus 2019 20:47
Wujudkan APBD Bangli Sehat, Dewan Minta Eksekutif Lebih Fair
Bangli, suaradewata.com - Untuk mewujudkan agar APBD Bangli sehat, kalangan DPRD Bangli ...
Buleleng, 21 Agustus 2019 20:27
Hasil Puslabfor, Terungkap Tengkorak Manusia Berjenis Kelamin Perempuan
Buleleng, suaradewata.com - Misteri penemuan tengkorak dan tulang belulang manusia di k ...
Denpasar, 21 Agustus 2019 20:26
Wagub Cok Ace Harap HIPMI Dapat Mengimbangi Pembangunan Ekonomi yang Begitu Cepat
Denpasar, suaradewata.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sebagai ujung tombak pemban ...
Denpasar, 21 Agustus 2019 20:25
Optimalisasi Pendapatan Daerah, Gubernur Koster Harapkan Sinergitas Antarinstansi
Denpasar, suaradewata.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan pemerintah kabupaten/kota se-B ...
Denpasar, 21 Agustus 2019 20:25
Terdepan Pemanfaatan Energi Terbarukan, Gubernur Koster Gagas Zonasi Kendaraan Listrik
Denpasar, suaradewata.com - Gubernur Bali Wayan Koster melakukan lompatan besar terkait upaya mew ...
Denpasar, 21 Agustus 2019 19:10
Beli Ganja, Pelatih Peracik Kopi Divonis 4,5 tahun
Denpasar, suaradewata.com - Pemuda asal Jogja, Eri Satria Purnama (26) hanya bisa terdiam dan mem ...
Denpasar, 21 Agustus 2019 19:09
Tilep Uang Perusahaan Rp17 juta, Natalia Diancam 5 Tahun Bui
Denpasar, suaradewata.com - Leila Natalia Tumewu (41) wanita asal Gorontalo ini terus mengen ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter