Saat Rembug Sastra, Sekar Padma Dinilai Lebih Pantas Jadi Maskot Bangli

Oleh : ard/ari | 17 Februari 2019 | Dibaca : 1876 Pengunjung

Saat Rembug Sastra, Sekar Padma Dinilai Lebih Pantas Jadi Maskot Bangli

sumber foto :suaradewata.com

Bangli, suaradewata.com – Rencana Bupati Bangli, I Made Gianyar untuk menjadikan Bunga Gumitir menjadi maskot Kabupaten Bangli menjadi salah satu sorotan saat Rembug Sastra digelar serangkaian peringatan bulan Bahasa Bali 2019 di Gedung DPRD Bangli, Sabtu (16/02/2019). Dalam rembug Sastra yang dimotori oleh Dewan Pimpinan Kabupaten Perhimpunan Pemuda Hindu (DPK Peradah) Indonesia, Kabupaten Bangli bekerjasama dengan Pengurus Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (DPC KMHDI Bangli dan Komunitas Sastra Komala, menilai Bunga Gumitir kurang layak  jadi maskot. Sejumlah pembicara saat itu, lebih memilih Sekar Padma atau Bunga Tunjung lebih layak dijadikan maskot Kabupaten Bangli yang berada di tengah-tengah Pulau Bali ini.

Rembug sastra yang dibuka langsung Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata, juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli, Perwakilan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Bangli, PHDI dan organisasi siswa dan kemahasiswaan se-Kabupaten Bangli. I Gede Agus Darma Putra salah satu pembicara menyampaikan, Padma merupakan tumbuhan purba yang memiliki nama lain yakni Pangkaja. Nama Pangkaja berasal dari dua suku kata, Pangka yang berarti lumpur dan Ja artinya lahir, sehingga Pangkaja bermakna lahir dari lumpur. Meski demikian, Padma tidak dikotori oleh lumpur itu sendiri. “Karena itulah, Sekar Padma menjadi symbol kesucian. Sehingga  tidak mengherankan bahwa padma ini menjadi asana atau tempat duduk para dewa-dewi,” ungkapnya.

Dijelaskan Dharma Putra, sesuai Petikan Nirartha Prakrӗta itu membicarakan perihal katak, kumbang, dan bunga Padma. Katak adalah representasi dari pengarang atau orang dalam yang mengaku bodoh. Sementara kumbang adalah representasi dari orang cerdas yang berasal dari luar. "Katak menjadi aktor yang dikalahkan, sedangkan kumbang menjadi pihak yang dimenangkan dalam kasus mengetahui keindahan bunga Padma,"ujarnya.

Disampaikan pula, seperti katak, seperti bunga padma. Katak dibawah bunga padma. Siang dan malam dia dibawah bunga itu tapi dia tidak tahu bagaimana sebenarnya bunga itu. Namun ada kumbang dari jauh datang, itu yang menghisap sari Padma. Itu yang harus kita hati-hati, jangan-jangan kita adalah katak yang berada dibawah pohon padma,” ungkapnya.

Disampaikan juga, nilai kesucian Sekar Padma juga tertuang dalam sejumlah geguritan dan kakawin. Salah satunya dalam geguritan Putra Sasana K, yang menyebutkan Padma sebanyak tiga kali. Yakni Padma Hredaya sebagai statana Dewi Saraswati, Padma Sari digunakan stana oleh Hyang Giri Pati bersama Hyang Guru dan Padma Wangi oleh Sang Hyang Sastra. Karena nilai-nilai kesucian itu, Sekar Padma dinilai lebih pantas untuk menjadi sebuah maskot guna menjaga peradaban kesucian sastra di Bangli.   

Ketua DPK Peradah Indonesia Bangli, I Ketut Eriadi Ariana pun sepakat Sekar Padma dirumuskan menjadi maskot Kabupaten Bangli. Dari sudut pandang sekala, Sekar Padma adalah bunga yang berperan penting di kehidupan agama di Bali. Sekar Padma digunakan sebagai sarana dari lahir hingga meninggal.Sedangkan dari sudut pandang niskala Sekar Padma adalah gambaran cakra manusia di dalam tubuh itu sendiri. Konsep ini sejalan dengan kondisi Bali yang sentral secara sekala sebagai pusat ekologi Bali dan sentral secara niskala yang memiliki sejumlah situs suci yang dihormati manusia Bali. Menurutnya, konsep tersebut dapat menjadi jawaban atas pro kontra yang terjadi selama ini terkait menentukan maskot. "Saya berharap rumusan ini bisa sampai ke Bapak Bupati (I Made Gianyar) sebagai pemegang kebijakan di Bangli," jelas nya

Sementara itu, Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata menyampaikan kegembiraannya atas pelaksanaan rembug sastra Bangli yang difasilitasi melalui dialog interaktif dewan ini. Pihaknya berharap, rembug  ini bisa  meningkatkan kesadaran generasi milenial untuk terus melestraian sastra Bali yang telah menjadi warisan turun temurun ini. “Melalui program interaktif ini, saya sangat harapkan dalam rembug ini tidak hanya muncul eforia kegiatan saja. Tapi bagaimana Bahasa Bali ini bisa terus berkembang sesuai amanat Pergub No 80 tahun 2018. Jika ini bisa berjalan dengan baik, saya tentunya sangat bergembira sekali,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ngakan Kutha Parwata juga menyampaikan, apa yang nantinya dihasilkan dalam rembug tersebut siap didukung dan diperjuangkan. “Tentunya apa pun hasilnya dalam rembug, kita pasti dukung dan dorong. Kita juga siap memperjuangkan,” tegas Ngakan Kutha Parwata. Sebab, menurutnya, dialog interaktif yang rutin digelar sejak tahun 2004, selain untuk sosialisasi dan menyerap aspirasi juga merupakan ajang untuk membedah berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat. ard/ari


Oleh : ard/ari | 17 Februari 2019 | Dibaca : 1876 Pengunjung


TAGS : maskot bangli : sekar padma




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Tabanan, 22 Mei 2019 00:06
Pasca Pengumuman KPU, Ini Kata PDIP dan Gerindra Tabanan
Tabanan, suaradewata.com -Pasca diumumkannya penetapan perolehan secara nasional oleh K ...
Tabanan, 21 Mei 2019 23:56
Kawal Kemenangan PDIP di Pilkada 2020, Dirga Calon Kuat Ketua Dewan
Tabanan, suaradewata.com – Menjelang Pilkada Tabanan 2020, calon ketua DPRD ...
Denpasar, 21 Mei 2019 21:31
Pangdam IX/Udayana Terima Kunker Komisi I DPR RI
Denpasar, suaradewata.com -Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) Asril Hamzah ...
Klungkung, 21 Mei 2019 20:19
Tingkatkan Keamanan, Wabup Kasta Hadiri Rakor Pemetaan Daerah Rawan Konflik Sosial
Klungkung suaradewata.com - Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta didampingi Sekrataris Daerah ...
Denpasar, 21 Mei 2019 19:32
Turun ke Jalan, Mahasiswa Serukan Tolak Gerakan People Power
Denpasar, suaradewata.com -Ketidak puasan dengan hasil Pemilu 2019 dan kepemimpinan Presiden Joko ...
Tabanan, 21 Mei 2019 19:30
Kasus Ketua KPPS 29 Pangkung, Dilimpahkan ke Kejari Tabanan
Tabanan, suaradewata.com – Masih ingat kasus dugaan tindak pidana pemilu yang dil ...
Badung, 21 Mei 2019 18:37
Diduga Izin Mati, Pemilik Klinik Manuaba Dipanggil Pol PP
Badung, suaradewata.com - Sat Pol PP Kabupaten Badung beri surat panggilan kepada pemil ...
Badung, 21 Mei 2019 18:30
Jumlah Penduduk di Badung Berkurang, Kok Bisa..?
Badung, suaradewata.com- Wilayah Badung khususnya di lokasi 'kampung turis' secara kasat ...
Denpasar, 21 Mei 2019 18:12
Hakim Denpasar, Keluhkan Molornya Penjemputan Tahanan
Denpasar, suaradewata.com– Lancarnya sebuah persidangan tergantung banyak hal, salah satuny ...
Bangli, 21 Mei 2019 18:03
Jadi Duta Bangli, KWT Kenjung Wanasari Catur Kembangkan Desa Wisata Herbal
Bangli, suaradewata.com –Kelompok  Wanita Tani (KWT) Kenjung Wanasari d ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter