Generasi Muda dan Radikalisme Tempat Ibadah

Oleh : Aldia Putra | 12 Februari 2019 | Dibaca : 1447 Pengunjung

Generasi Muda dan Radikalisme Tempat Ibadah

sumber foto :google

Oleh : Aldia Putra

Opini, suaradewata.com- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme BNPT telah menegaskan bahwa generasi muda harus memahami soal radikalisme dan ekstrimisme. Tujuannya agar bisa menangkis penanaman paham tersebut dari oknum pelaku terorisme.

Kasubdit Kontra Propaganda Bidang Pencegahan Kolonel Sujatmiko mengungkapkan, bahwa saat ini siapapun bisa tercuci otaknya dengan paham radikalisme serta ekstrimisme. Apabila terseret arus maka bukan mustahil penganutnya bisa berujung pada aksi terorisme.

Pihaknya menambahkan, bahwa salah satu faktor yang membuat seseorang mudah terseret paham radikalisme adalah ketidaksukaan atau penolakan terhadap perbedaan.

Tentu masyarakat mesti meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya penyebaran ujaran kebencian di rumah ibadah oleh kelompok tertentu.

Ketua LD PBNU Maman Imanulhaq mengatakan, penting kiranya melibatkan anak muda dan masyarakat secara luas sehingga masjid tidak kosong. Masjid yang tidak ada pengelola biasanya mudah disusupi kelompok radikal.

Lanjutnya, ia juga menambahkan bahwa perlu adanya perumusan kembali tema dalam khutbah agar berisi muatan agama yang menjadi semangat kebersamaan dalam keberagaman dan perdamaian. Dengan demikian diharapkan tidak ada orang yang memanfaatkan khotbah keagamaan lainnya yang berisi ajakan menjauhkan umat dari nilai Ketuhanan.

Tentu akan menjadi sebuah keprihatinan sendiri bagi negara yang menjunjung kebhinekaan, dimana rumah ibadah yang semestinya sakral, justrudigunakan untuk menyebarkan hate speech, kedengkian atau permusuhan. Jika hal ini benar terjadi, tentu ini menjadi early warning bagi kita untuk mengembalikan masjid kembali kepada fungsi utama yaitu mendekatkan diri pada Sang Maha Kuasa, dan menjalin persatuan umat.

Maman juga menilai, terkait keberadaan kelompok radikal dan intoleran, sebenarnya mayoritas umat Islam di Indonesia masih moderat dan toleran. Tapi kelemahannya umat Islam lebih memilih diam, sementara kelompok yang radikal dengan jumlah yang sedikit, bisa masuk secara masif dan militan.

Alasan pertama seseorang menjadi radikal adalah untuk memenuhi kebutuhan personalnya, hal ini menyangkut urusan ideologi maupun finansial. Kelompok radikal bisa menyebar dengan luas dengan janji – janji kebutuhan finansial yang tercukupi. Selain itu, seseorang bisa tertarik terhadap radikalisme karena adanya propaganda politik yang menarik.

Fasilitas seperti pelatihan dan transportasi juga dapat dijadikan alasan seseorang bergabung kedalam perekrutan anggota kelompok radikal. Bahkan beberapa takmir masjid yang dianggap terpapar radikalisme juga menjembatani proses tersebut. Selain itu pemahaman terkait penyucian diri juga menjadi alasan kuat bagi seseorang yang masuk ke dalam lingkaran radikalisme.

Faktor lain yang mempengaruhi meningkatnya radikalisme di Indonesia, adalah etika para elit politik yang buruk. Hal tersebut menyebabkan publik menjadi apatis terhadap demokrasi dan menjadikan radikalisme sebagai jalan alternatif. Permusuhan antar elit politik yang tidak baik, juga dapat menimbulkan sinisme bahwa demokrasi bukanlah sistem yang terbaik.

Kaum radikal menggunakan masjid, acara pengajian, sosial untuk menyemai kebencian itu. Oleh karena itu sudah sepantasnya kelompok moderat bangkit dan kembali ke masjid sebagai tempat untuk mencerdaskan, memberdayakan dan menguatkan ukhuwah baik itu islamiyah dan wathoniyah.

Menurut Prof Masdar Hilmy, fenomene radikalisme agama ini, diakui muncul dalam ayat – ayat di dalam kitab suci, yang diterapkan tanpa adanya pertimbangan relevansi konteks yang menyertainya.

Akar munculnya radikalisme ternyata juga dipengaruhi pemahaman ilmu agama yang dangkal, terkait maksud diturunkannya agama yang sesungguhnya menarik orang pada kebaikan dan menghindarkan dari keburukan.

Selain pengetahuan agama yang rendah, radikalisme juga dipengaruhi oleh wawasan yang kurang luas dalam hal kehidupan berbangsa dan bernegara, khusunya yang berkaitan dengan ideologi pancasila dengan semboyan bhineka tunggal ika.

Selain meningkatkan kewaspadaan akan potensi radikalisme di tempat ibadah, masyarakat pemeluk agama di Indonesia harus kembali pada ajaran agamanya masing – masing, yang mengajarkan kebaikan dan cinta kasih dalam hidup di dunia.

Umat beragama harus mau belajar agama secara benar, dengan tuntunan pemuka agama atau ulama yang terpercaya keilmuannya. Karena orang yang betul – betul mendalami ilmunya dan cinta tanah air, tidak akan membuat kerusakan di tanah air, dan tidak akan berbuat dzalim kepada orang lain.

Ketua Umum Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) KH Ahmad Satori Ismail, mengingatkan agar masyarakat tetap waspada akan adanya pemanfaatan sarana ibadah sebagai tempat penyebaran provokasi terhadap umat untuk saling membenci dan melakukan tindakan kekerasan terhadap yang berbeda keyakinan.

Fenomena masjid yang terpapar paham radikalisme juga dikuatkan oleh penelitian yang dilakukan oleh Setara Institute. Direktur Riset Setara Institute Halili menyatakan, paham radikalis di Indonesia hingga ke tempat Ibadah sebenarnya terjadi sebagai warisan dari pergantian rezim di masa reformasi. Pasca reformasi berhasil menggulingkan orde baru, ada ketidakjelasan antara batasan kebebasan dengan proteksi arena – arena publik dari infiltrasi ideologi.

Pihaknya mencontohkan praktik radikalisme dengan penyebaran doktrin takfiri. Mereka yang meyakini doktrin ini dapat dengan mudahnya menyebut orang lain yang bersebrangan dengan pandangannya sebagai kafir. Sifatnya yang ekslusif membuat penganutnya cenderung menutup diri dari perbedaan.

Kaum radikal menggunakan pemahaman absolutisme dalam Islam sehingga mereka dalam bertindak tanpa memikirkan hal lain yang sebenarnya juga penting dan mempunyai pengaruh yang kuat dalam Islam seperti pertimbangan budaya dan nilai historistik masyarakat.

* Penulis adalah pegiat media sosial


Oleh : Aldia Putra | 12 Februari 2019 | Dibaca : 1447 Pengunjung


TAGS :




Berita Terkait :

Bangli, 15 Februari 2019 21:30
Sukseskan TMMD, Bupati Made Gianyar Ikut Ratakan Jalan
Bangli, suaradewata.com - Bupati Bangli I Made Gianyar, SH.,M.Hum.,M.Kn didampingi Sekr ...
Jembrana, 15 Februari 2019 19:10
Jaring Konsumen Milenial, Pemkab Jembrana Adakan Bedah Warung
Jembrana, suaradewata.com - Program pengentasan kemiskinan tidak hanya bisa dilaksanakan dengan p ...
Denpasar, 15 Februari 2019 17:05
Pukuli Supir Traktor Hingga Tewas, Bapak dan Anak ini Dituntut 3 Tahun Penjara
Denpasar, suaradewata.com - Dua terdakwa yang merupakan bapak dan anak, I Made Rai Arta (ter ...
Karangasem, 15 Februari 2019 17:00
Dihadiri Ratusan Bupati, Karangasem Menjadi Tuan Rumah Festival Kelapa Internasional Ketiga
Karangasem, suaradewata.com - Pemkab Karangasem akan menjadi tuan rumah Festival Kelapa Internasi ...
Denpasar, 15 Februari 2019 16:20
Pukuli Pacarnya Sampai Bonyok, Pria Ini Hanya Dihukum 7 Bulan
Denpasar, suaradewata.com - Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Denpasar menghukum sangat rin ...
Nusantara, 15 Februari 2019 16:09
Presiden yang Membaca Komik Adalah Tragedi Bagi Fadli Zon
Oleh : Asrtid Devi Opini, suaradewata.com- Jagad Pemilu semakin berwarna dengan terungkapnya ...
Klungkung, 15 Februari 2019 16:06
Misteri Sholat Jumat Prabowo
Penulis : Febri Ridho Opini, suaradewata.com- La Nyalla Mattalitti terus menyoroti Ibadah Cap ...
Klungkung, 15 Februari 2019 16:03
Golput Adalah Sebuah Kerugian untuk Diri Sendiri
Oleh : Mega Pratiwi opini, suaradewata.com - Golput alias golongan putih adalah mereka yang m ...
Denpasar, 15 Februari 2019 16:00
Berawal dari Tes Urine, Oknum Anggota Polresta ini Dituntut 4,5 Tahun
Denpasar, suaradewata.com - Bob Zery (49) yang sebelumnya bertugas di Mapolresta Denpas ...
Badung, 15 Februari 2019 14:00
Stop HIV dan AIDS, KPA Badung Berikan Edukasi di Acara Komunitas MBC
Badung, suaradewata.com - Komunitas Musik Bali Community (MBC) gelar Night Valentine di Waru ...


Berita Lainnya :

Bangli, 15 Februari 2019 21:30
Sukseskan TMMD, Bupati Made Gianyar Ikut Ratakan Jalan
Bangli, suaradewata.com - Bupati Bangli I Made Gianyar, SH.,M.Hum.,M.Kn didampingi Sekr ...
Jembrana, 15 Februari 2019 19:10
Jaring Konsumen Milenial, Pemkab Jembrana Adakan Bedah Warung
Jembrana, suaradewata.com - Program pengentasan kemiskinan tidak hanya bisa dilaksanakan dengan p ...
Denpasar, 15 Februari 2019 17:05
Pukuli Supir Traktor Hingga Tewas, Bapak dan Anak ini Dituntut 3 Tahun Penjara
Denpasar, suaradewata.com - Dua terdakwa yang merupakan bapak dan anak, I Made Rai Arta (ter ...
Karangasem, 15 Februari 2019 17:00
Dihadiri Ratusan Bupati, Karangasem Menjadi Tuan Rumah Festival Kelapa Internasional Ketiga
Karangasem, suaradewata.com - Pemkab Karangasem akan menjadi tuan rumah Festival Kelapa Internasi ...
Denpasar, 15 Februari 2019 16:20
Pukuli Pacarnya Sampai Bonyok, Pria Ini Hanya Dihukum 7 Bulan
Denpasar, suaradewata.com - Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Denpasar menghukum sangat rin ...
Nusantara, 15 Februari 2019 16:09
Presiden yang Membaca Komik Adalah Tragedi Bagi Fadli Zon
Oleh : Asrtid Devi Opini, suaradewata.com- Jagad Pemilu semakin berwarna dengan terungkapnya ...
Klungkung, 15 Februari 2019 16:06
Misteri Sholat Jumat Prabowo
Penulis : Febri Ridho Opini, suaradewata.com- La Nyalla Mattalitti terus menyoroti Ibadah Cap ...
Klungkung, 15 Februari 2019 16:03
Golput Adalah Sebuah Kerugian untuk Diri Sendiri
Oleh : Mega Pratiwi opini, suaradewata.com - Golput alias golongan putih adalah mereka yang m ...
Denpasar, 15 Februari 2019 16:00
Berawal dari Tes Urine, Oknum Anggota Polresta ini Dituntut 4,5 Tahun
Denpasar, suaradewata.com - Bob Zery (49) yang sebelumnya bertugas di Mapolresta Denpas ...
Badung, 15 Februari 2019 14:00
Stop HIV dan AIDS, KPA Badung Berikan Edukasi di Acara Komunitas MBC
Badung, suaradewata.com - Komunitas Musik Bali Community (MBC) gelar Night Valentine di Waru ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter