Wanita Pembunuh Bayi Kembar Divonis 10 Tahun

Oleh : mot/ari | 07 Februari 2019 | Dibaca : 1831 Pengunjung

Wanita Pembunuh Bayi Kembar Divonis 10 Tahun

sumber foto :suaradewata.com

Denpasar, suaradewata.com - Terdakwa Dafriana Wulansari (20) remaja putri yang tega membunuh bayi kembar yang baru dilahirkannya di dalam kamar kos kemudian dibuang diselokan oleh hakim diganjar hukuman selama 10 tahun penjara.

Putusan hakim yang dibacakan oleh Novita Riama,S.H.,M.H setidaknya lebih ringan empat tahun dari tuntutan Jaksa Ni Luh Putu Ari Suparmi SH yang memohonkan hukuman selama 14 tahun.

Tidak hanya itu, terdakwa juga diganjar denda sebesar Rp.10 juta dengan ketentuan apabila tidak sanggup membayar sebagai gantinya tiga bulan penjara.

"Terdakwa bersalah melakukan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan mati dan melanggar Pasal 76 c Jo Pasal 80 Ayat 3 dan 4, Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Atas perbuatannya, terdakwa dihukum selama 10 tahun penjara," ketok palu hakim, Kamis (7/2) di PN Denpasar.

Perbuatan terdakwa menurut hakim tidaklah sepenuhnya bersalah seperti yang tertuang dalam tuntutan Jaksa. Apa yang dilakukan terdakwa lantaran pihak yang menghamilinya tidak mau bertanggung jawab dan melarikan diri.

Atas putusan itu, terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya, Kaspar Gambar SH mengatakan menerima. Namun pihak Jaksa dari Kejari Denpasar itu memilih pikir-pikir.

Disebutkan bahwa sebelum terjadi pembunuhan bayi kembar itu, pada 12 Juni 2018, Pukul 17.00 WITA terdakwa dijemput kekasihnya Fenantianus Karitas Redento untuk nginap di kos di Jalan Ratna Gang Wedakura, Denpasar.

Pada malam harinya, terdakwa mulai merasakan sakit dibagian perut dan merasakan bayi yang dikandungnya hendak lahir dan tak lama memang bayi yang dikandungnya lahir bahkan kembar yang dilahirkan terdakkwa di kamar mandi.

Namun, terdakwa justru membunuh anaknya dengan cara mencekik. Sadisnya lagi, bayi kembar itu juga ditusuk dengan pisau dapur, hingga bayi kembar itu meninggal dunia.

Terdakwa dibantu pacarnya kemudian menghilangkan jejak membersihkan darah di kamar mandi. Selain itu bayi kembarnya yang dibunuh dibungkus mengunakan plastik dan ditaruh dicelah samping kamar kos pinggir selokan.

Pada 15 Juni 2018, Pukul 12.00 WITA, saksi Waluyo mencium bau tidak sedap dari celah kamar kos yang ditempati saksi Fenan. Setelah di cek sumber bau anyir itu berasal dari jasad bayi kembar yang dibuang terdakwa.

Kontan penemuan orok itu heboh. Dan peristiwa itu kemudian dilaporkan ke polisi dan terdakwa pun ditangkap. mot/ari


Oleh : mot/ari | 07 Februari 2019 | Dibaca : 1831 Pengunjung


TAGS : bayi kembar




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Bangli, 15 Februari 2019 21:30
Sukseskan TMMD, Bupati Made Gianyar Ikut Ratakan Jalan
Bangli, suaradewata.com - Bupati Bangli I Made Gianyar, SH.,M.Hum.,M.Kn didampingi Sekr ...
Jembrana, 15 Februari 2019 19:10
Jaring Konsumen Milenial, Pemkab Jembrana Adakan Bedah Warung
Jembrana, suaradewata.com - Program pengentasan kemiskinan tidak hanya bisa dilaksanakan dengan p ...
Denpasar, 15 Februari 2019 17:05
Pukuli Supir Traktor Hingga Tewas, Bapak dan Anak ini Dituntut 3 Tahun Penjara
Denpasar, suaradewata.com - Dua terdakwa yang merupakan bapak dan anak, I Made Rai Arta (ter ...
Karangasem, 15 Februari 2019 17:00
Dihadiri Ratusan Bupati, Karangasem Menjadi Tuan Rumah Festival Kelapa Internasional Ketiga
Karangasem, suaradewata.com - Pemkab Karangasem akan menjadi tuan rumah Festival Kelapa Internasi ...
Denpasar, 15 Februari 2019 16:20
Pukuli Pacarnya Sampai Bonyok, Pria Ini Hanya Dihukum 7 Bulan
Denpasar, suaradewata.com - Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Denpasar menghukum sangat rin ...
Nusantara, 15 Februari 2019 16:09
Presiden yang Membaca Komik Adalah Tragedi Bagi Fadli Zon
Oleh : Asrtid Devi Opini, suaradewata.com- Jagad Pemilu semakin berwarna dengan terungkapnya ...
Klungkung, 15 Februari 2019 16:06
Misteri Sholat Jumat Prabowo
Penulis : Febri Ridho Opini, suaradewata.com- La Nyalla Mattalitti terus menyoroti Ibadah Cap ...
Klungkung, 15 Februari 2019 16:03
Golput Adalah Sebuah Kerugian untuk Diri Sendiri
Oleh : Mega Pratiwi opini, suaradewata.com - Golput alias golongan putih adalah mereka yang m ...
Denpasar, 15 Februari 2019 16:00
Berawal dari Tes Urine, Oknum Anggota Polresta ini Dituntut 4,5 Tahun
Denpasar, suaradewata.com - Bob Zery (49) yang sebelumnya bertugas di Mapolresta Denpas ...
Badung, 15 Februari 2019 14:00
Stop HIV dan AIDS, KPA Badung Berikan Edukasi di Acara Komunitas MBC
Badung, suaradewata.com - Komunitas Musik Bali Community (MBC) gelar Night Valentine di Waru ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter