Wacana Larangan Ogoh-Ogoh di Tahun Politik

Oleh : gus/ari | 13 Januari 2019 | Dibaca : 2496 Pengunjung

Wacana Larangan Ogoh-Ogoh di Tahun Politik

sumber foto :suaradewata.com

Klungkung, suaradewata.com - Dugaan adanya larangan pagelaran ogoh-ogoh yang akan diarak pada malam pangerupukan Nyepi berkaitan dengan akan berlangsung Pemilu 2019 mendapat komentar dari politisi Partai Solidaritas Indonesia, I Kadek Agus Mulyawan, SH, MH. Ia berpendapat hal tersebut sifatnya mengada-ngada artinya pemahaman politiknya sangat kurang.

Seperti diketahui, masyarakat Bali dalam menyambut datangnya Tahun Baru Caka dengan cara yang lebih individual dan bersifat ritual budaya. Ritual budaya yang diselimuti dengan pagelaran ogoh-ogoh melainkan bermakna untuk mewakili roh jahat yang bertujuan untuk menyucikan lingkungan alami dari setiap polutan spiritual melalui pancaran aktivitas makhluk hidup, yang selanjutnya keesokan harinya dilanjutkan dengan perayaan penyepian kedamaian, sepi dan ketenangan, hening dan cenderung menghindari keramaian.

“Hari Raya Nyepi dengan ritual pagelaran ogoh-ogoh disamping sebagai bagian dari perayaan tahunan “upacara pembersihan” (ngerupukan) hal ini dapat dikatakan sebagai Aset budaya yang terjadi sekali dalam setahun berdasarkan perhitungan kalender Bali. Dan Nyepi hanya ada di Bali hal tersebut harus dipakai pertimbangan matang agar tetap pada saat perayaan pengerupukan ada pagelaran ogoh-ogoh,” ujar sosok pengacara ini.

Harus diakui bahwa Bali yang unik memiliki tradisi unik pula. Keunikan inilah yang menjadi salah satu daya tarik wisata khususnya traveler dari luar negeri, sehingga sangat lucu jika wacana pagelaran ogoh-ogoh dikaitkan dengan kegiatan politik lalu melarangnya dengan alasan keamanan, justru sebaliknya Hari Nyepi bisa menjadi momen menjaga kedamaian dan persatuan. Jangan mencampur adukkan antara politik dan agama, begitu juga jangan agama dijadikan kendaraan politik, karena itu tidak ada kaitannya sama sekali, tegas calon di nomor urut 1 calon DPRD Provinsi partai PSI ini.

“Kalau kita sadari ajaran agama itu lebih menekankan keimanan, ritual peribadatan, dan moralitas, namun sebaliknya politik menekankan aturan main yang mengarah pada perebutan dan pembagian kekuasaan dalam konteks kehidupan bernegara jadi tujuannya jelas beda, tapi hakikatnya Politik itu tujuannya untuk membangun negara, menjadikannya lebih baik dan semua pihak harus menikmati hasilnya nanti,” tegasnya. gus/ari


Oleh : gus/ari | 13 Januari 2019 | Dibaca : 2496 Pengunjung


TAGS : ogoh - ogoh nyepi politik




Berita Terkait :

Bangli, 13 Maret 2019 19:00
Ini Ungkapan Bupati Bangli Saat Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1941
Bangli, suaradewata.com - Sebagai wujud syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa /Tuh ...
Klungkung, 13 Januari 2019 09:38
Wacana Larangan Ogoh-Ogoh di Tahun Politik
Klungkung, suaradewata.com - Dugaan adanya larangan pagelaran ogoh-ogoh yang akan diarak pad ...
Badung, 10 Januari 2019 18:57
Untuk Ogoh-ogoh Nyepi 1941, Badung Rogoh Kocek Rp.12 M
Badung, suaradewata.com - Masih pada tahun sebelumnya, untuk menyambut  Tahun Baru Saka ...
Bangli, 14 Maret 2018 15:25
Bupati Bangli Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940
Bupati Bangli  Atas Nama Pemerintah Kabupaten Bangli Beserta Staf dan Keluarga M ...
Klungkung, 13 Maret 2018 23:57
Pimpinan dan Anggota Beserta Staf DPRD Klungkung Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi
Pimpinan dan Anggota Beserta Staf Sekretariat DPRD Klungkung Mengucapkan  Selamat Ha ...
Gianyar, 13 Maret 2018 21:34
Rawan Konflik Jelang Nyepi, Polres Gianyar Adakan Rakor
Gianyar, suaradewata.com – Sejumlah instansi, organisasi, tokoh agama dan tokoh masyar ...
Gianyar, 15 Januari 2018 22:03
Bupati Bharata Ingatkan Sanksi Bagi ASN Yang Ikut Berpolitik
Gianyar, suaradewata.com – Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Bharata mengingatkan s ...
Bangli, 09 Oktober 2017 18:53
Berkas Pendaftaran Partai Perindo Dikembalikan KPU
Bangli, suaradewata.com - Seluruh partai politik lama  maupun baru yang diprediksi  aka ...
Denpasar, 23 Juni 2017 21:38
Reinkarnasi Pidato Bung Karno Menggema di Markas Banteng Renon
Denpasar, suaradewata.com - Reinkarnasi Bung Karno yang dikemas dalam Lomba Pidato Bung Karno dan ...
Bangli, 30 Maret 2017 20:45
Dharma Santhi Nyepi, Tingkatkan Kerukunan Umat
Bangli, suaradewata.com - Dalam upaya meningkatkan hubungan silahturahmi antara umat se ...


Berita Lainnya :

Gianyar, 21 Agustus 2019 20:50
Ungkap Penyelundupan Penyu Hijau, Dirjen KSDAE Apresiasi Kerja Personil Polres Gianyar
Gianyar, suaradewata.com - Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo didampingi denga ...
Buleleng, 21 Agustus 2019 20:49
Kapal MV Star Clipper Membawa Ratusan Wisatawan Singgah di Lovina
Buleleng, suaradewata.com - Bukan kali ini saja wilayah Buleleng dikunjungi kapal pesia ...
Bangli, 21 Agustus 2019 20:47
Wujudkan APBD Bangli Sehat, Dewan Minta Eksekutif Lebih Fair
Bangli, suaradewata.com - Untuk mewujudkan agar APBD Bangli sehat, kalangan DPRD Bangli ...
Buleleng, 21 Agustus 2019 20:27
Hasil Puslabfor, Terungkap Tengkorak Manusia Berjenis Kelamin Perempuan
Buleleng, suaradewata.com - Misteri penemuan tengkorak dan tulang belulang manusia di k ...
Denpasar, 21 Agustus 2019 20:26
Wagub Cok Ace Harap HIPMI Dapat Mengimbangi Pembangunan Ekonomi yang Begitu Cepat
Denpasar, suaradewata.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sebagai ujung tombak pemban ...
Denpasar, 21 Agustus 2019 20:25
Optimalisasi Pendapatan Daerah, Gubernur Koster Harapkan Sinergitas Antarinstansi
Denpasar, suaradewata.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan pemerintah kabupaten/kota se-B ...
Denpasar, 21 Agustus 2019 20:25
Terdepan Pemanfaatan Energi Terbarukan, Gubernur Koster Gagas Zonasi Kendaraan Listrik
Denpasar, suaradewata.com - Gubernur Bali Wayan Koster melakukan lompatan besar terkait upaya mew ...
Denpasar, 21 Agustus 2019 19:10
Beli Ganja, Pelatih Peracik Kopi Divonis 4,5 tahun
Denpasar, suaradewata.com - Pemuda asal Jogja, Eri Satria Purnama (26) hanya bisa terdiam dan mem ...
Denpasar, 21 Agustus 2019 19:09
Tilep Uang Perusahaan Rp17 juta, Natalia Diancam 5 Tahun Bui
Denpasar, suaradewata.com - Leila Natalia Tumewu (41) wanita asal Gorontalo ini terus mengen ...
Karangasem, 21 Agustus 2019 18:27
Pemkab Karangasem Teken Nota Kesepahaman Dengan Pemprov Bali, DJP, BPN dan BPD Bali
Karangasem, suaradewata.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  memfasilitasi penandatanga ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter