Kebangkitan Orde Baru di Era milenial, Mungkinkah?

Oleh : Fandi Ahmad | 13 Desember 2018 | Dibaca : 1837 Pengunjung

Kebangkitan Orde Baru di Era milenial, Mungkinkah?

sumber foto :google

Opini, Suaradewata.com- Belakangan, banyak disinggung dimedia sosial tentang Orde Baru yang hendak dijalankan kembali jika Prabowo Subianto terpilih menjadi presiden periode 2019 – 2024. Pernyataan ini dikemukakan oleh anak mantan presiden Soeharto yaitu Titiek Soeharto. Yang menyatakan jika Prabowo memenangkan pilpres mendatang maka dia akan melanjutkan perjuangan ayahnya dengan memberlakukan gaya kepimimpinan serupa. Salah satu program terdahulunya yaitu Orde Baru.

Orde Baru sendiri banyak meninggalkan kesan yang tidak baik di mata rakyat Indonesia. Lantas, perlukah Orde Baru di bangkitkan kembali saat Prabowo benar – benar terpilih menjadi Presiden RI? Kemungkinan hal ini akan memicu peristiwa pahit di masalalu terulang kembali di wajah era milenial ini. Seperti yang kita ketahui, sejarah mencatat beberapa dampak negatif yang menyeramkan saat Orde Baru berjalan kala itu.

Alih – alih ingin menutup masalalu yang kelam dengan program – program yang baru dan penuh inovatif agar tercita negara yang aman dan maju, justrusegelintir orang berupaya menghidupkan kembaliOrde Baru yang banyak menyisakan kedukaan. Meskipun memiliki sejumlah keberhasilan, Orde Baru juga memiliki segudang permasalahan.

Sisi negatif yang pertama dari dari kebangkitan Orde Baru adalahkemungkinanpemerintah yang akan bersifat otoriter. Dampak pemerintah yang otoriter ini adalah kegiatan masyarakat yang tidak leluasa dalam berkarya karena dibatasi hubungannya dengan dunia global. Sehingga rakyat cenderung terkukung. Padahal, sekali lagi ini era milenial.

Berlanjut ke sisi negatif yang ke dua adalah bidang ekonomi. Pada masa itu, korupsi, kolusi serta nepotisme terjadi secara besar – besaran. Kekayaan dinikmati oleh sebagian saja tanpa ada keleluasaan rakyat lain untuk turut menikmati usaha. Dengan demikian, akhirnya laju perekonomian hanya dipegang oleh segelintirorangsaja,sehingga rakyat tidak turut menikmatinya.

Dunia politik Indonesia yang tidak sehat juga turut menjadi dampak negatifdari Orde Baru. Hal ini dibuktikan hanya ada 3 partai saja saat itu dan hanya satu partai sebagaipartai yang terus menang, sedangkan partai yang lain dinilai sebagai syarat saja agar negara Indonesia ini masih disebut negara demokrasi.

Selain sisi negatif tersebut, telah tercatat juga di sepanjang sejarah Indonesia mengenai penyimpangan – penyimpangan pada masa Orde Baru yang dilakukan oleh segenap pembentuk Orde Baru ini. salah satu contohnya adalah pembangunan yang tidak merata. Padahal pembangunan ini sudah direncanakan oleh pemerintah. Namun pada prakteknya, pembangunan di daerah dengan di pusat mengalami kejomplangan. Pasalnya, aset daerah sudah di keruk sebagian besar oleh pusat.

Penyimpangan selanjutnya adalah berupa tidak adanya kebebasan dalam berpendapat. Rakyat seolah dibungkam dan pemerintah tidak menerima kritik. Hal ini yang pada akhirnya berpengaruh pada oposisi yang diharamkan.

Serentet sisi negatif dan penyimpangan Orde Baru tertulis juga disebut – sebut sebagai akar permasalahan kerusuhan – kerusuhan yang terjadi masa itu. Lantas, apa masih perlu sistem yang seperti ini diberlakukan kembali guna menentramkan bangsa Indonesia? Sedangkan sejarah telah mencatat banyak kasus menyeramkan yang timbul dari adanya Orde Baru.

Prabowo yang disebut oleh Titiek Soeharto akan meneruskan Orde Baru dan mencontoh gaya kepemimpinan Soeharto tentunya mengundang banyak penolakan dari masyarakata. Masyarakat sendiri menilai Prabowo tidak perlu meniru gaya kepemimpinan siapapun. Dia harus punya jati diri yang kuat dengan karakter yang bermartabat untuk mengentaskan segala aspek permasalahan yang sedang terjadi di bumi Indonesia. Bukan malah memberlakukan kembali Orde Baru yang kala itu menyisakan kenangan – kenangan tidak baik. Apalagi, ini era milenial. Masyarakat tentunya banyak yang keberatan jika Prabowo menjadi Presiden nanti benar – benar akan mengusung cara Soeharto dalam memimpin dan memberlakukan Orde Baru. Pasalnya, di era milenial demokratisasi harus tetap di jaga, termasuk mengeluarkan kebebasan pendapat yang sulit di lakukan di zaman sebelum Reformasi.

Masyarakat juga banyak yang menganggap jika pasangan capres dan cawapres nomor urut 2 Prabowo – Sandi benar – benar menjadi presiden maka Indonesia akan ke zaman batu, dimana segala sesuatu akan dikontrol secara ketat dengan embel-embel Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45. KembalinyaOrde Baru berpeluang menciptakan pemerintahan yang otoriter,monopoli modal oleh kalangan tertentu, dan terbentuknya partai absolut. Tentunya hal ini sangat tidak diinginkan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.  Mereka akan menolak mentah – mentah sistem pemerintahan yang seperti itu.

Setiap rezim tentu memiliki sisi positif dan negatifnya. Kendati demikian, publik diharapkan mampu menimbang dengan bijak apa potensi yang bakal mungkin terjadi jika Orde Baru kembali dibangkitkan di era saat ini. Sistem Orde Baru juga hanya berlaku pada zaman Pak Harto saja, tidak di era saat ini dimana setengah populasi dunia telah terhubung dengan internet. Sudah saatnya publik move on  dari romantisme Orde Baru dan bekerja lebih cerdas untuk dapat mengarungi sejumlah tantangan di depan.

* Oleh : Fandi Ahmad (Penulis adalah pengamat politik)


Oleh : Fandi Ahmad | 13 Desember 2018 | Dibaca : 1837 Pengunjung


TAGS :




Berita Terkait :

Nusantara, 24 Juni 2019 21:05
Kecurangan Pemilu 2019, Fakta atau Tudingan Semata ?
Opini,suaradewata.com - Drama politik di Indonesia bahkan masih berlanjut meski KPU telah mengumu ...
Nusantara, 24 Juni 2019 21:04
Pilpres 2019, Jokowi Bersiap Menyambut 2 Periode
Opini,suaradewata.com - Meski pemilu kali ini diwarnai dengan berbagai drama dan serangan black c ...
Nusantara, 24 Juni 2019 20:51
Ketum Asosiasi FKUB Indonesia : Semua Ajaran Agama Mengandung Kebenaran
Jakarta,suaradewata.com -Ketua Umum (Ketum) Asosiasi FKUB Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra ...
Nusantara, 24 Juni 2019 20:49
Jelang Rakornas, PP KMHDI Temui Anggota DPR-RI Dapil Kalteng
Jakarta, suaradewata.com- Jelang pelaksanaan Rakornas Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indone ...
Denpasar, 24 Juni 2019 19:50
Miliki Sediaan Bahan Kokain, Pria Ausie ini Dikenai Pasal Pemakai
Denpasar ,suaradewata.com -Jika ditotal keseluruhan dari temuan petugas saat penangkapan, sedikit ...
Gianyar, 24 Juni 2019 19:47
Wagub Cok Ace Minta Damkar Kabupaten/Kota Bersinergi Padamkan Api di TPA Temesi
Gianyar, suaradewata.com -Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok ...
Gianyar, 24 Juni 2019 19:37
Sosialiasi PPDB Tahun 2019 di SMA Negeri 1 Blahbatuh
Gianyar, suaradewata.com - Masih banyaknya masyarakat dan calon peserta didik yang bing ...
Badung, 24 Juni 2019 19:28
Begini Kata Imigrasi Ngurah Rai Soal Pasport Miss Universe Australia
Badung,suaradewata.com -Sebelumnya mantan artis film dewasa dari negeri Sakura, Maiyabi membuat p ...
Denpasar, 24 Juni 2019 19:25
Pansus Ranperda Ketenagakerjaan Sebut Masih Ada Tenaga Kerja Magang Dieksploitasi
 Denpasar, suaradewata.com– Meskipun sebagian perusahaan di Bali ditemukan sudah ...
Bangli, 24 Juni 2019 19:23
Fraksi-Fraksi DPRD Bangli Minta Kinerja Eksekutif Ditingkatkan, Bupati Made Gianyar Tekankan Ini…
Bangli, suaradewata.com – Pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan ABPD Bangli t ...


Berita Lainnya :

Nusantara, 24 Juni 2019 21:05
Kecurangan Pemilu 2019, Fakta atau Tudingan Semata ?
Opini,suaradewata.com - Drama politik di Indonesia bahkan masih berlanjut meski KPU telah mengumu ...
Nusantara, 24 Juni 2019 21:04
Pilpres 2019, Jokowi Bersiap Menyambut 2 Periode
Opini,suaradewata.com - Meski pemilu kali ini diwarnai dengan berbagai drama dan serangan black c ...
Nusantara, 24 Juni 2019 20:51
Ketum Asosiasi FKUB Indonesia : Semua Ajaran Agama Mengandung Kebenaran
Jakarta,suaradewata.com -Ketua Umum (Ketum) Asosiasi FKUB Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra ...
Nusantara, 24 Juni 2019 20:49
Jelang Rakornas, PP KMHDI Temui Anggota DPR-RI Dapil Kalteng
Jakarta, suaradewata.com- Jelang pelaksanaan Rakornas Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indone ...
Denpasar, 24 Juni 2019 19:50
Miliki Sediaan Bahan Kokain, Pria Ausie ini Dikenai Pasal Pemakai
Denpasar ,suaradewata.com -Jika ditotal keseluruhan dari temuan petugas saat penangkapan, sedikit ...
Gianyar, 24 Juni 2019 19:47
Wagub Cok Ace Minta Damkar Kabupaten/Kota Bersinergi Padamkan Api di TPA Temesi
Gianyar, suaradewata.com -Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok ...
Gianyar, 24 Juni 2019 19:37
Sosialiasi PPDB Tahun 2019 di SMA Negeri 1 Blahbatuh
Gianyar, suaradewata.com - Masih banyaknya masyarakat dan calon peserta didik yang bing ...
Badung, 24 Juni 2019 19:28
Begini Kata Imigrasi Ngurah Rai Soal Pasport Miss Universe Australia
Badung,suaradewata.com -Sebelumnya mantan artis film dewasa dari negeri Sakura, Maiyabi membuat p ...
Denpasar, 24 Juni 2019 19:25
Pansus Ranperda Ketenagakerjaan Sebut Masih Ada Tenaga Kerja Magang Dieksploitasi
 Denpasar, suaradewata.com– Meskipun sebagian perusahaan di Bali ditemukan sudah ...
Bangli, 24 Juni 2019 19:23
Fraksi-Fraksi DPRD Bangli Minta Kinerja Eksekutif Ditingkatkan, Bupati Made Gianyar Tekankan Ini…
Bangli, suaradewata.com – Pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan ABPD Bangli t ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter