Wanita asal British Citizen Penampar Petugas Imigrasi Minta Ganti Jaksa

Oleh : mot/rat | 06 Desember 2018 | Dibaca : 1984 Pengunjung

Wanita asal British Citizen Penampar Petugas Imigrasi Minta Ganti Jaksa

sumber foto :suaradewata

Denpasar, Suaradewata.com- Kesabaran majelis hakim PN Denpasar benar-benar diuji saat menyidangkan terdakwa Auj-E Taqaddas, turis asal British Citizen yang menjadi terdakwa karena menampar petugas Imigrasi.

Pasalnya, terdakwa Auj-E Taqaddas yang tidak didampingi pengacara ini terlalu banyak mangajukan permintaan yang tidak mungkin dikabulkan oleh majelis hakim.

Awalnya, saat ditanya majelis apakah terdakwa didampingi pengacara, melalui peterjemahnya, terdakwa menjawab menghadapi sendiri dan dirinya juga bertindak sebagai pengacara.

Kesabaran majelis hakim, diuji usai terdakwa mendengarkan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Waher Tulus Jaya Torihoran. Saat itu Hakim Estar bertanya kepada terdakwa apakah mengajukan keberatan atau tidak, dijawab oleh terdakwa iya.

"Apa keberatan terdakwa,"tanya hakim yang dijawab bahwa terdakwa tidak sependapat dengan dakwaan jaksa karena menurut terdakwa kronoligis kejadian tidak seperti apa yang dipaparkan jaksa dalam dakwaan.

Namun majelis hakim mengatakan, keberatan terdakwa sudah masuk pada pokok materi yang harus dibuktikan dalam persidangan. Namun, terdakwa tetap nogotot untuk ingin menyampaikan sesuatu saat itu.

Tapi majelis hakim menjelaskan bahwa, apa yang akan disampaikan terdakwa, bisa disampaikan setelah jaksa menghadirkan saksi-saksi. 

"Nanti terdakwa akan kita beri waktu untuk menyampaikan apa yang ingin disampaikan, saat ini giliran jaksa dulu,"ujar hakim Estar dan menjelaskan tentang prosedur hukum di Indonesia.

Namun saat itu terdakwa tidak terima dan mengatakan dia mempunyai hak untuk berbicara dan menyampaikan sesuatu dimuka sidang. 

"Semua sudah diatur oleh sitem hukum yang ada di Indonesia, jadi terdakwa juga harus ikut aturan ya,"timpal hakim anggota, Novita Riama.

Tidak sampai disitu, saat sidang akan ditutup, terdakwa kembali mengankat tangan tanda ingin menyampaikan sesuatu. Kali ini terdakwa meminta paspornya yang selama ini ditahan untuk dikembalikan.

Tentu saja permintaan itu tidak dikabulkan karena persidangan masih berjalan."Nanti kami pertimbanhkan permitaan terdakwa,"jawab hakim sembari mengetok palunya.

Diluar ruang sidang, keributan kembali terjadi antara terdakwa dengan jaksa. Entah apa persoalan sebenarnya, mendadak terdakwa mengatakan tidak suka dengan jaksa yang menyidangkanya. Bahkan ingin mengajukan agar jaksa yang menanganinya di ganti.

Sementara itu sebagaimana dalam dakwaan jaksa yang dibacakan terungkap,  terdakwa diadili karena menampar petugas Imigrasi. Kenjadian ini terjadi pada tanggal 28 Juli 2018 di raung pemeriksaan Imigrasi, Bandara Ngurah Rai.

Kasus ini berawal saat terdakwa Auj-E Taqaddas akan terbang ke Singapura, namun saat dilakukan pemeriksaan dukumen oleh petugas Imigrasi, diketaui bahwa terdakwa telah over stay (melebihi izin tinggal) selama 3 bulan.

Atas temuan itu, petugas bernama Bima membawa terdakwa ke ruang pemeriksaan. Sampai di ruang pemeriksaan, rekan Bima, yaitu Andhika Rahmad Santoso mengambil paspor milik terdakwa.

Saat itu terdakwa sudah dalam keadaan emosi. Kemudian saksi Andhika menyerahkan paspor terdakwa kepada Ardyansyah. Saat itu saksi Ardyansyah memberikan penjelaskan kepada terdakwa bahawa terdakwa tidak bisa berangkat karena harus menjalani pemeriksaan.

Namun terdakwa malah marah-marah dan memaki serta mengeluarkan kata-kata kotor. Sambil marah-marah, terdakwa berusaha merampas paspor yang dipegang oleh Ardyansyah, tapi tidak berhasil.

"Karena tidak berhasil marampas Paspornya, terdakwa langsung menampar pipi kiri Ardyansyah. Tak hanya itu, terdakwa juga berusaha mengambil router wifi dan mengarahkan kearah Ardyansyah, namun bisa dihalangi.

Saksi Ardyansyah sendiri, saat ditampar sedang menjalankan tugas dan menjabat sebagai Assitant Supervisor pada unit A Imigrasi Ngurah Rai. Akibat perbuatanya, terdakwa dijerat dengan Pasal 212 ayat (1) KUP. mot/rat


Oleh : mot/rat | 06 Desember 2018 | Dibaca : 1984 Pengunjung


TAGS :




Berita Terkait :

Nusantara, 19 September 2019 14:08
Hoax Merusak Persatuan dan Kesatuan
Oleh : Andre F Opini, suaradewata.com - Perjalanan kehidupan dan keharmonisan berbangsa ...
Nusantara, 19 September 2019 14:06
Hoax Soal Papua Berasal dari 20 Negara
Oleh : Rudi Widiawan Opini, suaradewata.com - Dikutip dari detik.com menurut Menteri Kom ...
Nusantara, 19 September 2019 14:03
Hoax Berbahaya Bagi Kehidupan Masyarakat
Oleh : Alfred Hadi Opini, suaradewata.com - Berita hoaks sangat mengerikan dan mampu mem ...
Gianyar, 19 September 2019 14:00
Sungguh Tega, Masa Depan Bocah 9 Tahun Direnggut Sopir Taksi
Gianyar, suaradewata.com – Sungguh tega perbuatan Ketut US (48) asal  yang berpro ...
Nusantara, 19 September 2019 13:59
Jangan Mudah Percaya Berita Hoax
Oleh : Anita Rosalina Opini, suaradewata.com - Melawan hoaks adalah hal yang perlu kita ...
Nusantara, 19 September 2019 13:51
Dukungan Masyarakat Kepada Pimpinan KPK Terpilih
Oleh : Isi Nama Covermu ya Opini, suaradewata.com - Sidang paripurna DPR  telah &nb ...
Nusantara, 19 September 2019 13:39
Upaya Bersama Atasi Karhutla
Oleh:  Rahmad Kurniawan Opini, suaradewata.com - Bencana Karhutla masih terus terja ...
Tabanan, 18 September 2019 21:21
Mulyadi Ambil Formulir Bakal Calon Wabup
Tabanan, suaradewata.com - Giliran kader PDIP Tabanan asal Kediri yang mengambil form u ...
Nusantara, 18 September 2019 21:08
Wujudkan Pengelolaan Sampah, Pemprov Bali Ajak Media Intip Surabaya
Surabaya, suaradewata.com Pengelolaan sampah masih menjadi salah satu persoalan yang harus d ...
Denpasar, 18 September 2019 21:02
Gubernur Koster Sambut Baik Jalinan Kerja Sama Irlandia
Denpasar, suaradewaya.com - Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik jalinan kerja sama yang ing ...


Berita Lainnya :

Nusantara, 19 September 2019 14:08
Hoax Merusak Persatuan dan Kesatuan
Oleh : Andre F Opini, suaradewata.com - Perjalanan kehidupan dan keharmonisan berbangsa ...
Nusantara, 19 September 2019 14:06
Hoax Soal Papua Berasal dari 20 Negara
Oleh : Rudi Widiawan Opini, suaradewata.com - Dikutip dari detik.com menurut Menteri Kom ...
Nusantara, 19 September 2019 14:03
Hoax Berbahaya Bagi Kehidupan Masyarakat
Oleh : Alfred Hadi Opini, suaradewata.com - Berita hoaks sangat mengerikan dan mampu mem ...
Gianyar, 19 September 2019 14:00
Sungguh Tega, Masa Depan Bocah 9 Tahun Direnggut Sopir Taksi
Gianyar, suaradewata.com – Sungguh tega perbuatan Ketut US (48) asal  yang berpro ...
Nusantara, 19 September 2019 13:59
Jangan Mudah Percaya Berita Hoax
Oleh : Anita Rosalina Opini, suaradewata.com - Melawan hoaks adalah hal yang perlu kita ...
Nusantara, 19 September 2019 13:51
Dukungan Masyarakat Kepada Pimpinan KPK Terpilih
Oleh : Isi Nama Covermu ya Opini, suaradewata.com - Sidang paripurna DPR  telah &nb ...
Nusantara, 19 September 2019 13:39
Upaya Bersama Atasi Karhutla
Oleh:  Rahmad Kurniawan Opini, suaradewata.com - Bencana Karhutla masih terus terja ...
Tabanan, 18 September 2019 21:21
Mulyadi Ambil Formulir Bakal Calon Wabup
Tabanan, suaradewata.com - Giliran kader PDIP Tabanan asal Kediri yang mengambil form u ...
Nusantara, 18 September 2019 21:08
Wujudkan Pengelolaan Sampah, Pemprov Bali Ajak Media Intip Surabaya
Surabaya, suaradewata.com Pengelolaan sampah masih menjadi salah satu persoalan yang harus d ...
Denpasar, 18 September 2019 21:02
Gubernur Koster Sambut Baik Jalinan Kerja Sama Irlandia
Denpasar, suaradewaya.com - Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik jalinan kerja sama yang ing ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter