Kabasarnas: Operasi SAR Ditutup Secara Terpusat

Oleh : ang/ari | 10 November 2018 | Dibaca : 1726 Pengunjung

Kabasarnas: Operasi SAR Ditutup Secara Terpusat

sumber foto :suaradewata.com

Jakarta, suaradewata.com - Kabasarnas Marsdya TNI M Syaugi menutup secara terpusat operasi SAR kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610, Sabtu (10/11/2018) siang pukul 13.30 WIB. 

Penutupan terpusat, artinya tim dari Kantor Pusat Basarnas selesai. Namun, operasi SAR akan dilanjutkan oleh Kantor SAR Jakarta dan Kantor SAR Bandung. Dua tim ini akan terus melaksanakan siaga dan penyisiran di Last Know Positioning (LKP) dan pesisir pantai Tanjung Pakis. Dengan penutupan ini, maka Posko Terpadu di JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok otomatis juga ditutup. Selanjutnya, Posko berada di Kantor SAR Jakarta dan Kantor SAR Bandung. Penutupan terpusat operasi ini dilakukan setelah Kabasarnas selaku SAR Coordinator (SC) melakukan analisa menyeluruh, koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait, masukan dari berbagai pihak, dan melihat data-data faktual di lapangan sampai hari terakhir perpanjangan waktu pelaksanaan operasi. 

"Tolok ukur operasi SAR adalah korban, namun, sejak siang kemarin (Jumat, 09/11/2018) hingga siang ini, tim SAR sudah tidak menemukan korban lagi, karena itulah, operasi SAR secara terpusat, saya nyatakan ditutup," tegas Kabasarnas didampingi Ketua KNKT Soerdjanto dan perwakilan potensi SAR lainnya saat konferensi pers di Posko Terpadu JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu, (10/11/2018).

Selebihnya, Kabasarnas meminta maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga korban, jika selama pelaksanaan operasi SAR terdapat kesalahan atau kekurangan. Kabasarnas juga meminta doa agar tim DVI dapat segera mengidentifikasi seluruh korban dari 196 kantong jenazah yang telah berhasil dievakuasi tim SAR. Kabasarnas juga mendukung penuh tim KNKT yang masih melanjutkan operasi pencarian CVR agar segera dapat menemukan barang tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kabasarnas memperpanjang durasi operasi SAR dua kali, kali tiga hari. 

Sesuai Standard Operating Procedure (SOP), operasi SAR dilaksanakan selama 7 hari. Apabila, masih ada kemungkinan korban ditemukan, maka operasi ditambah 3 hari lagi. Selanjutnya, jika perpanjangan 3 hari tersebut masih kurang dan masih ada lagi tanda-tanda meyakinkan ditemukan korban, maka ditambah lagi selama 3 hari. Sementara dalam pelaksanaan operasi hari ke-13 ini, tim penyelam yang beroperasi di tiga spot atau titik penyelaman, sudah tidak lagi menemukan bodypart korban di dasar covered area pencarian.

Dalam operasi hari ini, Basarnas mengerahkan 40 penyelam Basarnas Special Group (BSG). Mereka melakukan penyapuan dengan anchor point Kapal Baruna Jaya I pada radius 250 meter persegi. Sedangkan alut yang digunakan meliputi 3 unit KN SAR (Sadewa, Basudewa, dan Rescue Boat 206), 4 Rubber Inflatable Boat (RIB), dan 4 LCR (perahu karet). Sementara tim yang beroperasi di permukaan air, termasuk tim yang melakukan penyisiran dari Perairan Karawang hingga Tanjung Pakis juga nihil. Selama 13 hari, tim SAR telah berhasil mengevakuasi 196 kantong jenazah yang telah diberi label oleh tim DVI dan telah diserahkan ke RS Polri Kramat Jati. 

Kabasarnas juga kembali mengungkapkan rasa terima kasih, apresiasi, dan penghargaan yang tinggi atas sinergitas dan soliditas kepada seluruh potensi SAR yang terlibat, mulai dari unsur TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, KNKT, BPPT, KKP, Bakamla, Pertamina, Bea Cukai, PMI, POSSI, Indonesia Diver Rescue Team (IDRT), dan seluruh stakeholder lainnya. 

Secara khusus, Kabasarnas menyampaikan duka mendalam dan apresiasi kepada anggota IRDT yang gugur saat membantu operasi pencarian. Selebihnya, Kabasarnas berharap, sinergitas dan soliditas itu akan terus berlanjut dalam tugas-tugas negara di masa yang akan datang. 

"Di lapangan, kita semua bersatu padu. Apa yang kita lakukan adalah bukti bahwa pemerintah hadir, Basarnas serius menangani musibah ini sampai tuntas, tim SAR juga bekerja all out, 24 jam, siang dan malam nonstop dengan mengerahkan segala daya dan upaya untuk mengevakuasi seluruh korban, dan, kita bekerja dengan hati, kita bisa merasakan apa yang dirasakan oleh keluarga korban khususnya, dan seluruh bangsa Indonesia pada umumnya," tuturnya.

Usai konferensi pers, Kabasarnas mengumpulkan seluruh potensi SAR yang masih berada di posko seperti petugas TNI, Polri, PMI, tim Lion Air, KPLP, Pelindo, KSOP, Syahbandar, Bea Cukai dan lainnya di mushala Posko untuk sarasehan atau dialog. Setelah sambutan dari Kabasarnas, Ketua KNKT, dan perwakilan dari Lion Air, Kabasarnas meminta perwakilan masing-masing stakeholder yang hadir untuk menyampaikan pendapat atau uneg-uneg yang ada selama pelaksanaan operasi. Yang pasti, semua memberikan apresiasi dan komitmen untuk terus menjalin komunikasi, koordinasi, dan tetap bersatu padu untuk tugas-tugas negara yang lain.

"Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh stakeholder yang masih berada di posko sampai sore ini, Kita semua berharap, tugas ini menyatukan, kita tetap sinergi, tetap solid, bersatu padu, untuk tugas tugas negara di masa yang akan datang," tegasnya. 

Sekedar mengingatkan, pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 rute Cengkareng - Pangkalpinang mengalami kecelakaan 13 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (29/10/2018) pagi. Pesawat dengan personal on board sebanyak 189 orang itu jatuh di kawasan Perairan Karawang, Jawa Barat. ang/ari


Oleh : ang/ari | 10 November 2018 | Dibaca : 1726 Pengunjung


TAGS : basarnas lion air JT-610




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Denpasar, 13 November 2018 20:33
DPRD Bali Siapkan Revisi Perda Desa Adat di Bali
Denpasar, suaradewata.com - Perjuangan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan seperti Prajaniti ...
Tabanan, 13 November 2018 20:29
Komisi III DPRD Bali Tinjau Pembangunan GOR Debes
Tabanan, suaradewata.com– Komisi III DPRD Provinsi Bali melakukan sidak terhadap pemba ...
Tabanan, 13 November 2018 20:25
BPK RI Provinsi Bali Exit Meeting dengan Pemkab Tabanan
Tabanan, Suaradewata.com– Setelah melakukan pemeriksaan selama 35 hari kalender tentan ...
Denpasar, 13 November 2018 20:11
Wagub Cok Ace Dukung Pelaksanaan Indian Week di Bali
Denpasar, Suaradewata.com- Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mene ...
Badung, 13 November 2018 20:01
Koster Akan Bangun Pendidikan Karakter SDM Bali Berdasarkan Kearifan Lokal
Badung, Suaradewata.com- Dalam rangka melaksanakan revolusi mental melalui pendidikan karakter, B ...
Denpasar, 13 November 2018 19:50
Cok Ace Dukung Pelaksanaan Seminar BSWA Wake Up, The World Has Changed
Denpasar, Suaradewata.com- Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mener ...
Denpasar, 13 November 2018 19:15
Songsong Tugas Pamtas RI-RDTL, Pangdam Berangkatkan Satgas Yonif Mekanis 741/GN
Denpasar,suaradewata.com - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P,  melepas keb ...
Denpasar, 13 November 2018 19:14
Simpan Ratusan Amunisi, Oknum Perbakin Dituntut 1,5 tahun
Denpasar, suaradewata.com - Kasus penyergapan terhadap Eko Bayu Ariefianto (41), warga Desa Kerta ...
Tabanan, 13 November 2018 19:13
Sebanyak 74 Pelanggar Terjaring Dalam Operasi Di Utara Pasar Tabanan
Tabanan, suaradewata.com- Operasi Zebra Agung 2018 yang di gelar Sat Lantas Polres Tabanan di uta ...
Badung, 13 November 2018 19:11
Pleno DPTHP-1 Perbaikan tingkat Kecamatan Serentak di Badung
Badung, suaradewata.com - Setelah melalui dinamika panjang berkaitan dengan pemutakhiran Dat ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter