Melegalkan LGBT Menjadi Bon Waktu Bagi Generasi Muda

Oleh : Satria Valenta/aga | 10 November 2018 | Dibaca : 2178 Pengunjung

Melegalkan LGBT Menjadi Bon Waktu Bagi Generasi Muda

sumber foto :google

Opini, suaradewata.com - Fenomena merebaknya berbagai kasus terkait dengan LGBT cukup menggusarkan masyarakat Indonesia. Beberapa hari lalu masyarakat Indonesia dibuat tercengang oleh pemberitaan di berbagai media. Baik media cetak, media elektronik maupun media online mengenai seorang artis/penyanyi cantik nan seksi Lucinta Luna yang dikabarkan sebagai seorang transgender. Dikutip dari beberapa postingannya di media sosial, banyak tersebar video dirinya yang sedang melakukan operasi pada bagian intimnya. Hal tersebut bukanlah halyang wajar, terlebih bagi sebagian besar masyarakat Indonesia yang justru menganggap hal tersebut merupakan sesuatu yang tabu.

LBGT sendiri merupakan akronim dari Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender yang hakikatnya menyangkut kecenderungan orientasi seksual.  Suatu kondisi dimana terjadi ketertarikan antara sesama jenis, yaitu perempuan dengan perempuan (lesbian), dan laki-laki dengan laki-laki (gay). Sementara, biseksual merupakan  kombinasi keduanya, yaitu perempuan atau laki-laki yang tertarik, baik pada lawan jenis maupun sesama jenis.  Transgender adalah status penggantian jenis kelamin, yaitu yang lahir sebagai laki-laki tetapi merasa diri dan berperilaku sebagai perempuan, dan sebaliknya. Hal tersebut yang telah dilakukan oleh penyanyi yang kini berparas cantiknan sexyLucinta Luna yang jelas merupakan Transgender.

Saat ini, Pemerintah Indonesia sedang menghadapi suatu dilematis dengan maraknya fenomena LGBT yang terjadi. Dengan mengatasnamakan demi Hak Asasi Manusia, para pelaku LGBT ini terus menyuarakan haknya agar bisa diterima di masyarakat. Selain itu, atas nama keadilan pula para pendukung LGBT terus berdiri di depan agar masyarakat bahkan pemerintah bisa memberikan keadilan yang sama untuk semua anak bangsa. Perlu kita ketahui bersama, hal tersebut perlu diwaspadai mengingat dalam kehidupan bermasyarakat, setiap individu dalam masyarakat dituntut untuk melakoni aktifitas hidup yang tidak menyimpang. Hal ini bertujuan agar individu tersebut dapat diterima di lingkungan sosialnya  dengan baik.

Baru-baru ini, pernyataan mengejutkan dilontarkan oleh Artis Transgender Lucinta Luna dengan mendukung pasangan Capres-Cawapres nomor urut 2, Prabowo-sandi. Dukungan diberikan dalam bentuk postingan video melalui account media sosial yang dimilikinya. Mendapati adanya dukungan dari Artis Transgender ini, pihak Gerindra bergerak cepat dengan reaksi berterimakasih dan akan memberikan apresiasi terhadap dukungan yang telah diberikan kepada pasangan calon mereka. Lantas saat Transgender mulai merasuk mendekati salah satu elit politik yang akan mencalonkan diri sebagai pemimpin negara, bagaimana dengan legalitas LGBT kedepan saat pemimpin tersebut terpilih?

Bukanlah tidak mungkin dengan dukungan yang diberikan oleh Artis Transgender ini akan membuat para pelaku LGBT secara serempak memberikan dukungannya kepada pasangan calon nomor urut 2 ini. Hal yang perlu menjadi perhatian kita bersama adalah adanya kemungkinan bagi pelaku LGBT akan menuntut hak legalitasnya di Indonesia apabila pasangan Capres-Cawapres ini terpilih dalam pemilu 2019. Akan menjadi sebuah blunder yang sangat besar apabila keinginan pelaku LGBT ini dikabulkan di kemudian hari. Dampak nyata yang akan terjadi adalah rusaknya generasi-generasi penerus bangsa yang akan terpengaruh dengan adanya perilaku menyimpang ini.

Lantas apa yang bisa kita lakukan untuk menghadapi fenomena LGBT saat ini?

Pemerintah dan semua elemen masyarakat harus berupaya secara serius mengatasi persoalan LGBT, baik penanganan penyembuhannya maupun pencegahan penyebarannya. Keseluruhan elemen masyarakat harus sadar untuk mulai mencoba meluruskan dan mengarahkan kembali orientasi seksual para pelaku LGBT menuju arah yang benar menurut fitrah dan agama. Aksi pencegahan bertambahnya pelaku LGBT juga harus dilakukan oleh semua pihak, sehingga penanganan masalah LGBT bisa segera diatasi secara komprehensif dengan pendekatan humanis. Pada tataran regulasi, pemerintah secara konsisten untuk menolak memberikan legalitas pernikahan sejenis karena tidak satu agamapun di Indonesia yang bisa menerima. Selain itu pula Undang-Undang yang terkait dengan perlindungan anak juga harus mulai memasukan konten perlindungan anak terhadap berbagai sarana yang merusak termasuk LGBT melalui berbagai media. Peraturan tentang penyiaran perlu diperkuat untuk mencegah penyebaran paham LGBT dalam berbagai bentuk maupun materi acara, termasuk melalui pengisi acaranya.

 

Oleh:Satria Valenta (Pemerhati Anak)


Oleh : Satria Valenta/aga | 10 November 2018 | Dibaca : 2178 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Nusantara, 12 November 2018 20:35
Sigap Membantu, KBRI Malah Dicerca
Opini, suaradewata.com - Muhammad Rizieq Shihab,Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) atau yang le ...
Nusantara, 12 November 2018 20:34
Saat Presiden Naik Ontel di Bandung Lautan Sepeda
Opini, suaradewata.com - Setelah memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam Pa ...
Nusantara, 12 November 2018 20:32
Presiden Jokowi Dianugerahi Pinisepuh Paguyuban Pasundan
Opini, suaradewata.com - Presiden Joko Widodo menerima penghargaan sebagai Pinisepuh Paguyuban Pa ...
Nusantara, 12 November 2018 20:30
Naik Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung
Opini, suaradewata.com - Presiden Joko Widodo kembali naik motor custom miliknya untuk menghadiri ...
Nusantara, 12 November 2018 20:29
Kasus Rizieq di Arab Saudi, Bagai Kacang Lupa Kulit
Opini, suaradewata.com - Beberapa waktu lalu, publik sempat digemparkan dengan beredarnya berita ...
Nusantara, 12 November 2018 20:28
Kasus Rizieq: Air Susu Dibalas Air Tuba
Opini, suaradewata.com - Belakangan masyarakat dihebohkan dengan berita tentang penangkapan oleh ...
Nusantara, 10 November 2018 16:50
Toleran LGBT Bukan Berarti Dilegalkan
Opini, suaradewata.com - Fenomena Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) bukan hal tabu ...
Nusantara, 10 November 2018 16:48
Melegalkan LGBT Menjadi Bon Waktu Bagi Generasi Muda
Opini, suaradewata.com - Fenomena merebaknya berbagai kasus terkait dengan LGBT cukup menggusarka ...
Nusantara, 10 November 2018 16:47
LGBT Bibit Kemerosotan Moral Bangsa
Opini, suaradewata.com - Minggu lalu media mengabarkan bahwa Lucinta Luna menyatakan dukungannya ...
Nusantara, 10 November 2018 16:46
Drama Terdzolimi, Bahan untuk Rencana Aksi Bela?
Opini, suaradewata.com - Baru-baru ini kita dikejutkan dengan berita terhangat yaitu adanya penan ...


Berita Lainnya :

Badung, 14 November 2018 12:42
Pleno DPTHP-2 di KPU Badung ada penambahan TPS
Badung, suaradewata.com - Hasil pencermatan dan verifikasi data pemilih sebagaimana dia ...
Nusantara, 14 November 2018 12:27
Agenda Politis Terselubung di Reuni Alumni 212
Oleh : Rivka Mayangsari Opini, suaradewata.com- Dua tahun lalu demonstrasi 212 digelar besar- ...
Denpasar, 13 November 2018 20:33
DPRD Bali Siapkan Revisi Perda Desa Adat di Bali
Denpasar, suaradewata.com - Perjuangan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan seperti Prajaniti ...
Tabanan, 13 November 2018 20:29
Komisi III DPRD Bali Tinjau Pembangunan GOR Debes
Tabanan, suaradewata.com– Komisi III DPRD Provinsi Bali melakukan sidak terhadap pemba ...
Tabanan, 13 November 2018 20:25
BPK RI Provinsi Bali Exit Meeting dengan Pemkab Tabanan
Tabanan, Suaradewata.com– Setelah melakukan pemeriksaan selama 35 hari kalender tentan ...
Denpasar, 13 November 2018 20:11
Wagub Cok Ace Dukung Pelaksanaan Indian Week di Bali
Denpasar, Suaradewata.com- Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mene ...
Badung, 13 November 2018 20:01
Koster Akan Bangun Pendidikan Karakter SDM Bali Berdasarkan Kearifan Lokal
Badung, Suaradewata.com- Dalam rangka melaksanakan revolusi mental melalui pendidikan karakter, B ...
Denpasar, 13 November 2018 19:50
Cok Ace Dukung Pelaksanaan Seminar BSWA Wake Up, The World Has Changed
Denpasar, Suaradewata.com- Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mener ...
Denpasar, 13 November 2018 19:15
Songsong Tugas Pamtas RI-RDTL, Pangdam Berangkatkan Satgas Yonif Mekanis 741/GN
Denpasar,suaradewata.com - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P,  melepas keb ...
Denpasar, 13 November 2018 19:14
Simpan Ratusan Amunisi, Oknum Perbakin Dituntut 1,5 tahun
Denpasar, suaradewata.com - Kasus penyergapan terhadap Eko Bayu Ariefianto (41), warga Desa Kerta ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter