Melegalkan LGBT Menjadi Bon Waktu Bagi Generasi Muda

Oleh : Satria Valenta/aga | 10 November 2018 | Dibaca : 2355 Pengunjung

Melegalkan LGBT Menjadi Bon Waktu Bagi Generasi Muda

sumber foto :google

Opini, suaradewata.com - Fenomena merebaknya berbagai kasus terkait dengan LGBT cukup menggusarkan masyarakat Indonesia. Beberapa hari lalu masyarakat Indonesia dibuat tercengang oleh pemberitaan di berbagai media. Baik media cetak, media elektronik maupun media online mengenai seorang artis/penyanyi cantik nan seksi Lucinta Luna yang dikabarkan sebagai seorang transgender. Dikutip dari beberapa postingannya di media sosial, banyak tersebar video dirinya yang sedang melakukan operasi pada bagian intimnya. Hal tersebut bukanlah halyang wajar, terlebih bagi sebagian besar masyarakat Indonesia yang justru menganggap hal tersebut merupakan sesuatu yang tabu.

LBGT sendiri merupakan akronim dari Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender yang hakikatnya menyangkut kecenderungan orientasi seksual.  Suatu kondisi dimana terjadi ketertarikan antara sesama jenis, yaitu perempuan dengan perempuan (lesbian), dan laki-laki dengan laki-laki (gay). Sementara, biseksual merupakan  kombinasi keduanya, yaitu perempuan atau laki-laki yang tertarik, baik pada lawan jenis maupun sesama jenis.  Transgender adalah status penggantian jenis kelamin, yaitu yang lahir sebagai laki-laki tetapi merasa diri dan berperilaku sebagai perempuan, dan sebaliknya. Hal tersebut yang telah dilakukan oleh penyanyi yang kini berparas cantiknan sexyLucinta Luna yang jelas merupakan Transgender.

Saat ini, Pemerintah Indonesia sedang menghadapi suatu dilematis dengan maraknya fenomena LGBT yang terjadi. Dengan mengatasnamakan demi Hak Asasi Manusia, para pelaku LGBT ini terus menyuarakan haknya agar bisa diterima di masyarakat. Selain itu, atas nama keadilan pula para pendukung LGBT terus berdiri di depan agar masyarakat bahkan pemerintah bisa memberikan keadilan yang sama untuk semua anak bangsa. Perlu kita ketahui bersama, hal tersebut perlu diwaspadai mengingat dalam kehidupan bermasyarakat, setiap individu dalam masyarakat dituntut untuk melakoni aktifitas hidup yang tidak menyimpang. Hal ini bertujuan agar individu tersebut dapat diterima di lingkungan sosialnya  dengan baik.

Baru-baru ini, pernyataan mengejutkan dilontarkan oleh Artis Transgender Lucinta Luna dengan mendukung pasangan Capres-Cawapres nomor urut 2, Prabowo-sandi. Dukungan diberikan dalam bentuk postingan video melalui account media sosial yang dimilikinya. Mendapati adanya dukungan dari Artis Transgender ini, pihak Gerindra bergerak cepat dengan reaksi berterimakasih dan akan memberikan apresiasi terhadap dukungan yang telah diberikan kepada pasangan calon mereka. Lantas saat Transgender mulai merasuk mendekati salah satu elit politik yang akan mencalonkan diri sebagai pemimpin negara, bagaimana dengan legalitas LGBT kedepan saat pemimpin tersebut terpilih?

Bukanlah tidak mungkin dengan dukungan yang diberikan oleh Artis Transgender ini akan membuat para pelaku LGBT secara serempak memberikan dukungannya kepada pasangan calon nomor urut 2 ini. Hal yang perlu menjadi perhatian kita bersama adalah adanya kemungkinan bagi pelaku LGBT akan menuntut hak legalitasnya di Indonesia apabila pasangan Capres-Cawapres ini terpilih dalam pemilu 2019. Akan menjadi sebuah blunder yang sangat besar apabila keinginan pelaku LGBT ini dikabulkan di kemudian hari. Dampak nyata yang akan terjadi adalah rusaknya generasi-generasi penerus bangsa yang akan terpengaruh dengan adanya perilaku menyimpang ini.

Lantas apa yang bisa kita lakukan untuk menghadapi fenomena LGBT saat ini?

Pemerintah dan semua elemen masyarakat harus berupaya secara serius mengatasi persoalan LGBT, baik penanganan penyembuhannya maupun pencegahan penyebarannya. Keseluruhan elemen masyarakat harus sadar untuk mulai mencoba meluruskan dan mengarahkan kembali orientasi seksual para pelaku LGBT menuju arah yang benar menurut fitrah dan agama. Aksi pencegahan bertambahnya pelaku LGBT juga harus dilakukan oleh semua pihak, sehingga penanganan masalah LGBT bisa segera diatasi secara komprehensif dengan pendekatan humanis. Pada tataran regulasi, pemerintah secara konsisten untuk menolak memberikan legalitas pernikahan sejenis karena tidak satu agamapun di Indonesia yang bisa menerima. Selain itu pula Undang-Undang yang terkait dengan perlindungan anak juga harus mulai memasukan konten perlindungan anak terhadap berbagai sarana yang merusak termasuk LGBT melalui berbagai media. Peraturan tentang penyiaran perlu diperkuat untuk mencegah penyebaran paham LGBT dalam berbagai bentuk maupun materi acara, termasuk melalui pengisi acaranya.

 

Oleh:Satria Valenta (Pemerhati Anak)


Oleh : Satria Valenta/aga | 10 November 2018 | Dibaca : 2355 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Nusantara, 22 November 2018 19:52
Sebuah Pelajaran Dari Pancasila Untuk Bangsa Indonesia
Opini, suaradewata.com – Beberapa hari terakhir, viral video Calon Presiden Prabowo Su ...
Nusantara, 22 November 2018 19:51
Operasi Intelijen? Tuduhan Tanpa Landasan!
Opini, suaradewata.com - Bendera bertuliskan kalimat tauhid menjadi kontroversi di Tanah Air akhi ...
Nusantara, 22 November 2018 19:50
Mobilisasi Umat Islam Menuju Istana Negara
Opini, suaradewata.com - Indonesia merupakan salah satu negara Islam terbesar di dunia, hamp ...
Nusantara, 22 November 2018 19:49
Kebijakan Jokowi Pro Rakyat Kecil
Opini,suaradewata.com - Presiden RI ke-7, Joko Widodo atau lebih dikenal dengan sebutan Jokowi me ...
Nusantara, 22 November 2018 19:47
Jokowi Cerdas! Gandeng Ulama Yang Berpotensi Membangun Indonesia
Opini, suaradewata.com - Indonesia adalah negara yang berpenduduk mayoritas muslim. Tentunya, rak ...
Nusantara, 22 November 2018 19:46
Indonesia Sentris, Pembangunan Merata Ala Jokowi
Opini, suaradewata.com - Selama hampir 20 tahun terakhir, isu ketimpangan pembangun antar wilayah ...
Nusantara, 22 November 2018 19:45
Gaya Kepemimpinan Soeharto Bakal Ditiru Prabowo, Baik Kah?
Opini, suaradewata.com - Sedang booming soal ucapan Titiek Soeharto yang menyatakan bahwa ji ...
Nusantara, 22 November 2018 19:44
Blusukan Jokowi, Mengecek Stabilitas Harga Bahan Pokok
Opini, suaradewata.com – Seringnya blusukan ke pasar bukan karenaPresiden Jokowi terpancing ...
Nusantara, 20 November 2018 16:50
Pemerintah RI Intensifkan Komunikasi, Bukti Upaya Pemerintah dalam Memajukan Bangsa dan Negara
Opini, suaradewata.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak ...
Nusantara, 20 November 2018 16:49
Kedekatan Jokowi dan Keluarga Dengan Tanah Papua
Opini, suaradewata.com - Wilayah timur Indonesia memiliki banyak kekayaan alam dan sumber daya ma ...


Berita Lainnya :

Nusantara, 20 Maret 2019 11:04
Gerakan Posting Doa Warganet Dimedsos untuk Pemilu 2019 Damai dan Berlanjutnya Kepemimpinan Nasional
Jakarta, suaradewata.com - Era internet ini, warganet secara bebas bisa menyampaikan pendapat ata ...
Gianyar, 19 Maret 2019 22:54
PN Gianyar Jatuhkan Vonis 20 Tahun Bagi Bandar Narkoba
Gianyar, suaradewata.com - Majelis hakim PN Gianyar yang diketuai oleh Ida Ayu Sri Adriyanth ...
Denpasar, 19 Maret 2019 22:11
4 Pelaku Kejahatan Siber Crime asal Rumania Diringkus Polisi
Denpasar, suaradewata.com - Tindak kejahatan pelaku Siber Crime yang sebelumnya kerap dilaku ...
Denpasar, 19 Maret 2019 22:07
Terkait Banyaknya "Layon" Dititip di RS, Gubernur Koster Harap Masyarakat Ikuti Keputusan PHDI
  Denpasar, suaradewata.com - Serangkaian dengan Panca Wali Krama di Pura Agung Bes ...
Bangli, 19 Maret 2019 22:03
Kabupaten Bangli Masuk UHC, BJPS Akui Komitmen Pemkab Menuju 100 Persen
Bangli, suaradewata.com -  Kepala BPJS Cabang Klungkung, dr. Endang Triana Simajun ...
Bangli, 19 Maret 2019 22:02
Evaluasi Program Bansos Rastra, Bupati Bangli Tekankan Ini
Bangli, suaradewata.com - Dalam upaya mewujudkan krama Bali yang sehat dengan pemberian ...
Denpasar, 19 Maret 2019 21:59
Temannya Pacar Diperkosa, Brandy Dituntut 11 Tahun
Denpasar, suaradewata.com - Hasrat nafsu kesetanan yang dilakukan terdakwa Brandy Adrian da ...
Denpasar, 19 Maret 2019 21:58
Bawa 613,6 gram Sabu, Mahardika Divonis 12 tahun
Denpasar, suaradewata.com - Nyoman Mahardika (31) yang terjerat kasus narkoba dengan barang ...
Denpasar, 19 Maret 2019 21:56
Targetkan Wajib Belajar 12 Tahun, Gubernur Koster Pastikan Ruang Kelas Terpenuhi
Denpasar, suaradewata.com - Untuk mencapai target wajib belajar 12 tahun di Bali, Gubernur B ...
Tabanan, 19 Maret 2019 15:29
300 BKK Bedah Rumah dari Pemkab Badung di serahkan kepada masyarakat Tabanan
Tabanan, suaradewata.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama  denga ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter