Salah Kaprah Prabowo “Make Indonesia Great Again”

Oleh : BayuHamizan/aga | 17 Oktober 2018 | Dibaca : 2433 Pengunjung

Salah Kaprah Prabowo “Make Indonesia Great Again”

sumber foto :google

Opini, suaradewata.com - Belum lama menggemparkan publik dengan pernyataan‘Indonesia akan bubar pada tahun 2030, kini Prabowo Subianto kembali mencuri perhatian publik menggunakan slogan kampanye milik Donald Trump ‘make America great again menjadi“make Indonesia great again” dalam kampanyenya. Pernyataan tersebut cukup kontroversial dan menjadi topik utama pembicaraan para netizen. Dilansir pada kumparan.com, slogan tersebut digunakan oleh Prabowo untuk mengkritik sekelompok elite yang menyebabkan penderitaan rakyat dan menilai pemerintah Indonesia yang tak bias bersikap tegas dalam mewujudkan kepentingan rakyat. Disamping menjatuhkan pemerintah, melalui slogan tersebut diutarakan komitmen Prabowo untuk mengembalikan Indonesia sesuai cita-cita pendiri bangsa dulu dimana Indonesia sebagai negara yang kuat dan adil serta makmur rakyatnya. Menggunakan isu banyaknya angka pengangguran ditambah dengan isu banjirnya Tenaga Kerja Asing (TKA), Prabowo berdalih bahwa seharusnya pemerintah lebih memperioritaskan kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia.

Melihat sosokPrabowo yang dikenal dengan kalimat anti asing, secara seketika luntur setelah memunculnya slogan tersebut. Dalam merdeka.com melansir bahwa selama ini retorika Prabowo selalu anti asing, akan tetapi kenapa mendadak meniru Amerika? Terlebih yang ditiru adalah Donald Trump yang identik dengan masalah rasisme dan anti muslim. Apakah mungkin Prabowo telah kehabisan ide hingga meniru slogan Trump? Tentunya banyak spekulasi yang mendorong Prabowo menggunakan slogan Trump di Indonesia. Beberapa pihak beranggapan bahwa Prabowo memang memiliki pemikiran yang sama seperti Trump, dengan memanfaatkan politik identitas melihat kondisi Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, budaya dan bangsa. Atau mungkin juga, Prabowo tidak paham dengan slogan yang dipakai oleh Donald Trump, sehingga asal meniru saja tanpa mengetahui makna secara mendalam. Kata ”great again” pada slogan Trump memiliki arti adanya supremasi kulit putih. Trump pada masa kampanye sering mengatakan Amerika akan menjadi Negara anti muslim. Jadi Prabowo menginginkan adanya supremasi kulit apa di Indonesia? Suku apa? Agama apa?

Dalam suatu video yang beredar di laman youtube, Prabowo mengakui dirinya termasuk salah satu elite Indonesia yang mengambil pedoman dari dunia barat. Nilai-nilai barat dianggap Prabowo sebagai nilai modern, seperti westernisasi dan demokrasi liberal yang dianggap sebagai factor majunya bangsa. Hal tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai demokrasi di Indonesia yang menganut dasar Pancasila. Indonesia punya cara sendiri dalam menyelesaikan persoalan bangsa, karena yang paling tahu kondisi Indonesia adalah internal Indonesia sendiri tanpa harus mengadopsi dari negara lain. Jati diri bangsa Indonesia sudah tertuang dalam UUD 1945. Sehingga jangan pernah menyamakan suatu permasalahan di negara lain dengan Negara sendiri tanpa mengetahui kondisi dan situasinya.Prabowo mungkin mampu beretorika namun tidak bias konsisten dengan retorika yang dibuatnya alias labil. Hal ini juga yang menyebabkan Prabowo tidak akan pernah mengikuti ulama dan lebih memilih kawan seperjuangan seperti Sandiaga Uno yang lebih sekuler dan sama-sama berpendidikan di barat. Prabowo adalah antek asing barat dan antek asing timur tengah sejati yang sejak tahun 1998 telah bermanuver untuk merusak pemerintahan dan system negara. Pemilihan slogan yang digunakan Prabowo memiliki makna yang mendalam terutama bagi muslim Indonesia yang sempat mengecam perbuatan Trump dengan slogan tersebut. Hal ini membuktikan  adanya libido kekuasaan di kubu Prabowo sehingga memilih jalan politik yang anti mainstream. Apakah Indonesia mau dipimpin orang yang berkiblatke Trump? Pemimpin Amerika yang anti muslim?

 

Oleh:  BayuHamizan (Pemerhati Politik)

 


Oleh : BayuHamizan/aga | 17 Oktober 2018 | Dibaca : 2433 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Nusantara, 22 November 2018 19:52
Sebuah Pelajaran Dari Pancasila Untuk Bangsa Indonesia
Opini, suaradewata.com – Beberapa hari terakhir, viral video Calon Presiden Prabowo Su ...
Nusantara, 22 November 2018 19:51
Operasi Intelijen? Tuduhan Tanpa Landasan!
Opini, suaradewata.com - Bendera bertuliskan kalimat tauhid menjadi kontroversi di Tanah Air akhi ...
Nusantara, 22 November 2018 19:50
Mobilisasi Umat Islam Menuju Istana Negara
Opini, suaradewata.com - Indonesia merupakan salah satu negara Islam terbesar di dunia, hamp ...
Nusantara, 22 November 2018 19:49
Kebijakan Jokowi Pro Rakyat Kecil
Opini,suaradewata.com - Presiden RI ke-7, Joko Widodo atau lebih dikenal dengan sebutan Jokowi me ...
Nusantara, 22 November 2018 19:47
Jokowi Cerdas! Gandeng Ulama Yang Berpotensi Membangun Indonesia
Opini, suaradewata.com - Indonesia adalah negara yang berpenduduk mayoritas muslim. Tentunya, rak ...
Nusantara, 22 November 2018 19:46
Indonesia Sentris, Pembangunan Merata Ala Jokowi
Opini, suaradewata.com - Selama hampir 20 tahun terakhir, isu ketimpangan pembangun antar wilayah ...
Nusantara, 22 November 2018 19:45
Gaya Kepemimpinan Soeharto Bakal Ditiru Prabowo, Baik Kah?
Opini, suaradewata.com - Sedang booming soal ucapan Titiek Soeharto yang menyatakan bahwa ji ...
Nusantara, 22 November 2018 19:44
Blusukan Jokowi, Mengecek Stabilitas Harga Bahan Pokok
Opini, suaradewata.com – Seringnya blusukan ke pasar bukan karenaPresiden Jokowi terpancing ...
Nusantara, 20 November 2018 16:50
Pemerintah RI Intensifkan Komunikasi, Bukti Upaya Pemerintah dalam Memajukan Bangsa dan Negara
Opini, suaradewata.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak ...
Nusantara, 20 November 2018 16:49
Kedekatan Jokowi dan Keluarga Dengan Tanah Papua
Opini, suaradewata.com - Wilayah timur Indonesia memiliki banyak kekayaan alam dan sumber daya ma ...


Berita Lainnya :

Gianyar, 19 Maret 2019 22:54
PN Gianyar Jatuhkan Vonis 20 Tahun Bagi Bandar Narkoba
Gianyar, suaradewata.com - Majelis hakim PN Gianyar yang diketuai oleh Ida Ayu Sri Adriyanth ...
Denpasar, 19 Maret 2019 22:11
4 Pelaku Kejahatan Siber Crime asal Rumania Diringkus Polisi
Denpasar, suaradewata.com - Tindak kejahatan pelaku Siber Crime yang sebelumnya kerap dilaku ...
Denpasar, 19 Maret 2019 22:07
Terkait Banyaknya "Layon" Dititip di RS, Gubernur Koster Harap Masyarakat Ikuti Keputusan PHDI
  Denpasar, suaradewata.com - Serangkaian dengan Panca Wali Krama di Pura Agung Bes ...
Bangli, 19 Maret 2019 22:03
Kabupaten Bangli Masuk UHC, BJPS Akui Komitmen Pemkab Menuju 100 Persen
Bangli, suaradewata.com -  Kepala BPJS Cabang Klungkung, dr. Endang Triana Simajun ...
Bangli, 19 Maret 2019 22:02
Evaluasi Program Bansos Rastra, Bupati Bangli Tekankan Ini
Bangli, suaradewata.com - Dalam upaya mewujudkan krama Bali yang sehat dengan pemberian ...
Denpasar, 19 Maret 2019 21:59
Temannya Pacar Diperkosa, Brandy Dituntut 11 Tahun
Denpasar, suaradewata.com - Hasrat nafsu kesetanan yang dilakukan terdakwa Brandy Adrian da ...
Denpasar, 19 Maret 2019 21:58
Bawa 613,6 gram Sabu, Mahardika Divonis 12 tahun
Denpasar, suaradewata.com - Nyoman Mahardika (31) yang terjerat kasus narkoba dengan barang ...
Denpasar, 19 Maret 2019 21:56
Targetkan Wajib Belajar 12 Tahun, Gubernur Koster Pastikan Ruang Kelas Terpenuhi
Denpasar, suaradewata.com - Untuk mencapai target wajib belajar 12 tahun di Bali, Gubernur B ...
Tabanan, 19 Maret 2019 15:29
300 BKK Bedah Rumah dari Pemkab Badung di serahkan kepada masyarakat Tabanan
Tabanan, suaradewata.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama  denga ...
Denpasar, 19 Maret 2019 15:26
Dalam Enam Bulan, Gubernur Koster Terbitkan Enam Pergub Implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Denpasar, suaradewata.com - Sejak dilantik pada tanggal 5 September 2018 yang lalu, Gubernur ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter