Mengukir Harapan Baru: Upaya Serius Pemerintah Dalam Membangun Papua

Oleh : Indah Rahmawati Salam/aga | 19 November 2017 | Dibaca : 2523 Pengunjung

Mengukir Harapan Baru: Upaya Serius Pemerintah Dalam Membangun Papua

sumber foto :google

Opini, suaradewata.com - Harapan masyarakat Papua untuk menjadi lebih baik, lebih bermartabat, dan lebih sejahtera itu kini telah muncul. Harapan untuk keluar dari lingkaran kebodohan, kemiskinan dan ketertingalan itu terbit melalui seorang pemimpin yang sederhana namun peduli terhadap perkembangan provinsi paling timur di bumi Indonesia itu. Jokowi, Presiden RI saat ini tidak jarang berulangkali mengunjungi Papua, mulai dari berdialog dan berinteraksi dengan masyarakat suku setempat, sampai meninjau kondisi pembangunan Jalan Trans-Papua yang kelak akan menumbuhkan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru disana.

Berbagai lapisan masyarakat, mulai dari akar rumput sampai kalangan elit pemerintahan Papua turut mengapresiasi gebrakan dari Jokowi dalam membuka isolasi wilayah pedalaman Papua melalui pembangunan berbagai infrastruktur. Seorang Tokoh Masyarakat Papua, Michael Manufandu mengatakan perhatian yang begitu besar dari pemerintahan Presiden Jokowi terhadap Papua harus disyukuri oleh seluruh lapisan masyarakat di wilayah itu. Ya, pembangunan yang massif di Papua kini memang telah menjadi asa baru yang mulai terbit menyingsing.

Asa itu kini terang benderang menjadi harapan baru untuk hidup yang lebih baik. Jika desa-desa di Papua yang dulu kala gelap gulita, kini menjadi terang berkat kebijakan peningkatan rasio elektrifikasi di daerah-daerah tertinggal. Adalah Desa Ampas Keerom, yang telah menikmati terangnya lampu di malam hari berkat selesainya pembangunan pembangkit listrik kecil dengan sistem solar panel di desa itu. Bahkan, warga desa dapat menikmati penerangan tersebut hanya dengan patungan sebesar 20 ribu saja perbulannya. Padahal dulu warga desa Keerom bisa habis 200 ribu hanya untuk membeli sebuah pelita, botol kecil berisi minyak tanah yang diberi sumbu. Namun sejak terangnya desa keerom dengan listrik, uang tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang lain.

Selain membangun secara fisik, Presiden juga mengajak putra asli Papua untuk turut membangun negeri. Penunjukan Ajudan Presiden dari putra Papua, Johny Eddizon Isir, seorang Perwira Polisi menunjukan pesan politik yang sangat tegas,Jokowi ingin. Dan dilantiknya Johnny sebagai ajudan Presiden adalah sejarah baru bagi Papua. Jokowi mengangkat harkat dan martabat masyarakat Papua ke level yang lebih tinggi lagi.

Secercah asa harapan pembangunan untuk rakyat Papua kini tidak perlu lagi dipersandingkan dengan hal-hal berkaitan tuntutan mengenai HAM, politisasi isu sosial, dan ujaran-ujaran kebencian yang dikumandangkan dari mulut seorang provokator. Sekelompok kecil provokator yang selama ini berteriak mengatasnamakan rakyat (padahal hanya sekelompoknya saja) sudah sangat jelas tidak memberikan kontribusi apa-apa untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya sendiri. Isu SARA pun banyak dimainkan oleh provokator ini untuk kepentingan kelompoknya. Isu kontraktor bukan orang asil Papua, semua pendatang yang dianggap mencari uang dan ‘merampas’nya keluar dari Papua, biasanya merupakan isu yang paling sering dimainkan. Padahal ditengah pesatnya pembangunan demi kemakmuran rakyat, sudah sewajarnya apabila seluruh lapisan rakyat Papua mendukung Pemerintah Jokowi dan mulai meninggalkan para provokator-provokator yang selama ini memang tidak pernah memberikan kontribusinya untuk rakyat sama sekali.

Papua bak seorang Cinderella dengan segala kisahnya. Berada di tangan yang salah selama puluhan tahun menjadikannya tertinggal dibandingkan dengan saudara-saudaranya di provinsi lain. Namun, setelah menemukan seorang pangeran yang meminangnya, naiklah derajat martabat Cinderella menjadi seorang Ratu yang cantik jelita. Setelah bertemu Jokowi, mulailah Papua merasakan keadilan yang diidam-idamkan. Ketertinggalan pembangunan di bidang ekonomi membuat Jokowi bekerja sangat keras untuk memacu kesejahteraan dan mengembalikan Papua menjadi ”anak kesayangan” Ibu Pertiwi kembali. Papua bagaikan bintang di malam hari, memberikan cahayanya untuk bumi Indonesia yang diselimuti gelap seperti halnya dengan perhatian Jokowi terhadap Papua saat ini. Kini Papua telah menjadi bintang harapan baru bagi rakyat Papua untuk dapat kembali bersinar di dalam kehidupan.

 

Oleh : Indah Rahmawati Salam (Mahasiswi IAIN Kendari)


Oleh : Indah Rahmawati Salam/aga | 19 November 2017 | Dibaca : 2523 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Nusantara, 05 Desember 2017 18:31
Mewaspadai Isu SARA Menjelang Pilkada Serentak 2018
Opini, suaradewata.com - Sejak berlangsungnya pemilihan kepala daerah serentak di berba ...
Nusantara, 04 Desember 2017 23:02
Menyikapi Ajakan Reuni 212 Secara Bijak
Opini, suaradewata.com - Apakah anda masih ingat ketika aksi 212 dilakukan di Monas? bagaimana ta ...
Nusantara, 04 Desember 2017 23:00
Ketika Perubahan Dan Pembangunan Di Papua Tertutupi Oleh Isu Negatif
Opini, suaradewata.com - Gejolak permasalahan Papua semakin hari semakin mendapat atensi dari dun ...
Nusantara, 01 Desember 2017 19:33
Reuni Aksi 212, Perlukah?
Opini, suaradewata.com - Aksi 212 tahun lalu berhasil menarik ratusan ribu masyarakat turun ke ja ...
Nusantara, 01 Desember 2017 19:31
Damailah Reuni Akbar 212
Opini, suaradewata.com - Sebentar lagi reuni akbar 212 akan segera diselenggarakan. Tak pelak aks ...
Nusantara, 30 November 2017 18:19
Mengapa Harga BBM Naik
Opini, suaradewata.com - Diakhir bulan November di penghujung tahun 2017, masyarakat Indonesia ke ...
Nusantara, 30 November 2017 18:18
Memaknai Pergeseran Istilah Separatis Ke Kelompok Kriminal Bersenjata
Opini, suaradewata.com - Organisasi Papua Merdeka atau yang disingkat dengan OPM adalah ...
Nusantara, 24 November 2017 18:58
Pentingnya Pendidikan Pancasila
Opini, suaradewata.com - Dewasa ini permasalahan yang pelik melanda Bangsa Indonesia ta ...
Nusantara, 24 November 2017 18:57
Waspada Model Serangan ISIS
Opini, suaradewata.com - Meskipun tidak seintens tahun-tahun sebelumnya, pergerakan kel ...
Nusantara, 21 November 2017 20:01
Registrasi Sim Card Untuk Cegah Kejahatan Siber
Opini, suaradewata.com -Seperti yang sudah diketahui, pemerintah telah mewajibkan seluruh penggun ...


Berita Lainnya :

Gianyar, 12 Desember 2017 19:51
Kodim 1616/Gianyar Berikan Bantuan Kepada Veteran dan Warakauri
Gianyar, suaradewata.com - Anggota Veteran dan Warakauri Sukawati mendapat kunjungan dari Anggota ...
Tabanan, 12 Desember 2017 18:51
KPU Tabanan Terima Berkas Perbaikan Verifikasi Parpol
Tabanan, suaradewata.com – Setelah sebelumnya sempat mengalami kekurangan berkas, ...
Tabanan, 12 Desember 2017 18:50
Pengaruhi Akurasi, Meteran Listrik Tua Akan Diganti
Tabanan, suaradewata.com – Sebanyak 23.000 meteran listrik se Provinsi Bali yang ...
Nusantara, 12 Desember 2017 16:16
Islam Indonesia, Islam Yang Mengayomi
Oleh: Sulistiyo Wardoyo Opini, Suaradewata.com - Sudah merupakan hal yang waj ...
Tabanan, 12 Desember 2017 16:01
Diterjang Angin Kencang dan Hujan Deras Rumah Winarta Ambruk
Tabanan, suaradewata.com– Karena diguyur hujan deras disertai angin kencang, sebuah banguna ...
Tabanan, 12 Desember 2017 14:28
Peringati Hari Juang Kartika, Kodim 1619/Tabanan Berikan Bantuan Bedah Rumah
Tabanan, suaradewata.com – Guna meringankan beban masyarakat yang kurang mampu, K ...
Nusantara, 12 Desember 2017 13:53
Stop Retorika HAM, Saatnya Fokus Pada Pembangunan Papua
Oleh: Muhammad Aji Pangestu Opini, Suaradewata.com - Menjelang peringatan Hari Kebesaran Kel ...
Badung, 12 Desember 2017 11:59
Berantas Preman, "Crime Hunter" Polres Badung Sisir Wilayah Abiansemal
Badung, suaradewata.com- Tim Satgas Pembrangus Preman Polres Badung yang kini disebut "Crime ...
Badung, 12 Desember 2017 11:29
Kabag Humas Badung Harapkan Media Online Anti Hoax
Badung, suaradewata.com– Banyaknya muncul media online di Bali diharapkan mampu memberikan ...
Bangli, 11 Desember 2017 20:58
Wabub Ingatkan Rekanan Mesti Tertib Administrasi
Bangli, suaradewata.com- Selain kualitas yang baik dan ketepatan waktu pengerjaan, Wakil Bupati ( ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter