Meneladani Kisah Jenderal Soedirman

Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 18 Oktober 2017 | Dibaca : 2513 Pengunjung

Meneladani Kisah Jenderal Soedirman

sumber foto :google

Opini, suaradewata.com - Dikenal sebagai salah satu pahlawan Indonesia, jasa-jasanya sangat dikenang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Jenderal Besar Soedirman menurut Ejaan Soewandi dibaca Sudirman, Ia merupakan salah satu orang yang memperoleh pangkat bintang lima selain Soeharto dan A.H Nasution. Jenderal besar Indonesia ini lahir di Bodas Karangjati, Rembang, Purbalingga, 24 Januari 1916. Ayahnya bernama Karsid Kartawiuraji dan ibunya bernama Siyem. Namun ia lebih banyak tinggal bersama pamannya yang bernama Raden Cokrosunaryo setelah diadopsi. Ketika Sudirman pindah ke Cilacap di tahun 1916, ia bergabung dengan organisasi Islam Muhammadiyah dan menjadi siswa yang rajin serta aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Kemampuannya dalam memimpin dan berorganisasi serta ketaatan dalam Islam menjadikan ia dihormati oleh masyarakat. Jenderal Sudirman merupakan salah satu tokoh besar di antara sedikit orang lainnya yang pernah dilahirkan oleh suatu revolusi. Saat usianya masih 31 tahun ia sudah menjadi seorang jenderal.Meski menderita sakit paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya melawan Belanda. Ia berlatar belakang seorang guru HIS Muhammadiyah di Cilacap dan giat di kepanduan Hizbul Wathan.

 

Profil Jenderal Besar Soedirman

Ketika pendudukan Jepang, ia masuk tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor yang begitu tamat pendidikan, langsung menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Menjadi Panglima Divisi V/Banyumas sesudah TKR terbentuk, dan akhirnya terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (Panglima TNI).

Ia merupakan Pahlawan Pembela Kemerdekaan yang tidak perduli pada keadaan dirinya sendiri demi mempertahankan Republik Indonesia yang dicintainya. Ia tercatat sebagai Panglima sekaligus Jenderal pertama dan termuda Republik ini.Sudirman merupakan salah satu pejuang dan pemimpin teladan bangsa ini. Pribadinya teguh pada prinsip dan keyakinan, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Ia selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara.

Hal ini boleh dilihat ketika Agresi Militer II Belanda. Ia yang dalam keadaan lemah karena sakit tetap bertekad ikut terjun bergerilya walaupun harus ditandu. Dalam keadaan sakit, ia memimpin dan memberi semangat pada prajuritnya untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Itulah sebabnya kenapa ia disebutkan merupakan salah satu tokoh besar yang dilahirkan oleh revolusi negeri ini.

Sudirman yang dilahirkan di Bodas Karangjati, Purbalingga, 24 Januari 1916, ini memperoleh pendidikan formal dari Sekolah Taman Siswa, sebuah sekolah yang terkenal berjiwa nasional yang tinggi. Kemudian ia melanjut ke HIK (sekolah guru) Muhammadiyah, Solo tapi tidak sampai tamat.Sudirman muda yang terkenal disiplin dan giat di organisasi Pramuka Hizbul Wathan ini kemudian menjadi guru di sekolah HIS Muhammadiyah di Cilacap. Kedisiplinan, jiwa pendidik dan kepanduan itulah kemudian bekal pribadinya hingga bisa menjadi pemimpin tertinggi Angkatan Perang.

Sementara pendidikan militer diawalinya dengan mengikuti pendidikan tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor. Setelah selesai pendidikan, ia diangkat menjadi Komandan Batalyon di Kroya.Ketika itu, pria yang memiliki sikap tegas ini sering memprotes tindakan tentara Jepang yang berbuat sewenang-wenang dan bertindak kasar terhadap anak buahnya. Karena sikap tegasnya itu, suatu kali dirinya hampir saja dibunuh oleh tentara Jepang.

Setelah Indonesia merdeka, dalam suatu pertempuran dengan pasukan Jepang, ia berhasil merebut senjata pasukan Jepang di Banyumas. Itulah jasa pertamanya sebagai tentara pasca kemerdekaan Indonesia. Sesudah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk, ia kemudian diangkat menjadi Panglima Divisi V/Banyumas dengan pangkat Kolonel.Dan melalui Konferensi TKR tanggal 2 Nopember 1945, ia terpilih menjadi Panglima Besar TKR/Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia. Selanjutnya pada tanggal 18 Desember 1945, pangkat Jenderal diberikan padanya lewat pelantikan Presiden. Jadi ia memperoleh pangkat Jenderal tidak melalui Akademi Militer atau pendidikan tinggi lainnya sebagaimana lazimnya, tapi karena prestasinya.

Ketika pasukan sekutu datang ke Indonesia dengan alasan untuk melucuti tentara Jepang, ternyata tentara Belanda ikut dibonceng. Karenanya, TKR akhirnya terlibat pertempuran dengan tentara sekutu. Demikianlah pada Desember 1945, pasukan TKR yang dipimpin oleh Sudirman terlibat pertempuran melawan tentara Inggris di Ambarawa.Pada tanggal 12 Desember tahun yang sama, dilancarkanlah serangan serentak terhadap semua kedudukan Inggris. Pertempuran yang berkobar selama lima hari itu akhirnya memaksa pasukan Inggris mengundurkan diri ke Semarang.

Pada saat pasukan Belanda kembali melakukan agresinya atau yang lebih dikenal dengan Agresi Militer II Belanda, Ibukota Negara RI berada di Yogyakarta sebab Kota Jakarta sebelumnya sudah dikuasai. Jenderal Sudirman yang saat itu berada di Yogyakarta sedang sakit. Keadaannya sangat lemah akibat paru-parunya yang hanya tingggal satu yang berfungsi.Dalam Agresi Militer II Belanda itu, Yogyakarta pun kemudian berhasil dikuasai Belanda. Bung Karno dan Bung Hatta serta beberapa anggota kabinet juga sudah ditawan. Melihat keadaan itu, walaupun Presiden Soekarno sebelumnya telah menganjurkannya untuk tetap tinggal dalam kota untuk melakukan perawatan.Namun anjuran itu tidak bisa dipenuhinya karena dorongan hatinya untuk melakukan perlawanan pada Belanda serta mengingat akan tanggungjawabnya sebagai pemimpin tentara.

Perang Gerilya

Maka dengan ditandu, ia berangkat memimpin pasukan untuk melakukan perang gerilya. Kurang lebih selama tujuh bulan ia berpindah-pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain, dari gunung ke gunung dalam keadaan sakit dan lemah sekali sementara obat juga hampir-hampir tidak ada.Tapi kepada pasukannya ia selalu memberi semangat dan petunjuk seakan dia sendiri tidak merasakan penyakitnya. Namun akhirnya ia harus pulang dari medan gerilya, ia tidak bisa lagi memimpin Angkatan Perang secara langsung, tapi pemikirannya selalu dibutuhkan.Sudirman yang pada masa pendudukan Jepang menjadi anggota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Keresidenan Banyumas, ini pernah mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan.

Jenderal yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi, ini akhirnya harus meninggal pada usia yang masih relatif muda, 34 tahun. Pada tangal 29 Januari 1950, berita tentang wafatnya Soedirman, yang disiarkan berulang-ulang oleh Radio. Menyusul perintah Harlan Pejabat Kepala Staf Angkatan Perang RIS, Kolonel T.B. Simatupang yang ditujukan kepada seluruh tentara berisi Seluruh Angkatan Perang RIS diperintahkan berkabung selama tujuh hari dengan melaksanakan pengibaran benders Merah Putih setengah tiang pada masing-masing kesatuan dijalankan dengan penuh khidmat serta hormat, menjauhkan segala tindakan dan tingkah laku yang dapat mengganggu suasana berkabung. Pemerintah mengumumkan Hari Berkabung Nasional sehubungan dengan wafatnya Panglima Besar Soedirman, dan dalam pidatonya Perdana Menteri RIS Bung Hatta mengumumkan keputusan Pemerintah RIS untuk menaikkan pangkat Letnan Jenderal Soedirman secara anumerta menjadi Jenderal.

Pukul 11.00 tanggal 30 Januari 1950, iring-iringan jenazah Panglima Besar Jenderal Soedirman perlahan-lahan meninggalkan kota Magelang menuju Yogya. Setelah disembahyangkan di Masjid Agung, jenazah dikebumikan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan Semaki Yogyakarta, disamping makam Letnal Jenderal TNI Oerip Soemoharjo.

(Dikutip dari http://www.biografiku.com)

 

Oleh: Ardian Wiwaha (Mahasiswa Pasca Sarjana FISIP Universitas Indonesia)


Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 18 Oktober 2017 | Dibaca : 2513 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Nusantara, 05 Desember 2017 18:31
Mewaspadai Isu SARA Menjelang Pilkada Serentak 2018
Opini, suaradewata.com - Sejak berlangsungnya pemilihan kepala daerah serentak di berba ...
Nusantara, 04 Desember 2017 23:02
Menyikapi Ajakan Reuni 212 Secara Bijak
Opini, suaradewata.com - Apakah anda masih ingat ketika aksi 212 dilakukan di Monas? bagaimana ta ...
Nusantara, 04 Desember 2017 23:00
Ketika Perubahan Dan Pembangunan Di Papua Tertutupi Oleh Isu Negatif
Opini, suaradewata.com - Gejolak permasalahan Papua semakin hari semakin mendapat atensi dari dun ...
Nusantara, 01 Desember 2017 19:33
Reuni Aksi 212, Perlukah?
Opini, suaradewata.com - Aksi 212 tahun lalu berhasil menarik ratusan ribu masyarakat turun ke ja ...
Nusantara, 01 Desember 2017 19:31
Damailah Reuni Akbar 212
Opini, suaradewata.com - Sebentar lagi reuni akbar 212 akan segera diselenggarakan. Tak pelak aks ...
Nusantara, 30 November 2017 18:19
Mengapa Harga BBM Naik
Opini, suaradewata.com - Diakhir bulan November di penghujung tahun 2017, masyarakat Indonesia ke ...
Nusantara, 30 November 2017 18:18
Memaknai Pergeseran Istilah Separatis Ke Kelompok Kriminal Bersenjata
Opini, suaradewata.com - Organisasi Papua Merdeka atau yang disingkat dengan OPM adalah ...
Nusantara, 24 November 2017 18:58
Pentingnya Pendidikan Pancasila
Opini, suaradewata.com - Dewasa ini permasalahan yang pelik melanda Bangsa Indonesia ta ...
Nusantara, 24 November 2017 18:57
Waspada Model Serangan ISIS
Opini, suaradewata.com - Meskipun tidak seintens tahun-tahun sebelumnya, pergerakan kel ...
Nusantara, 21 November 2017 20:01
Registrasi Sim Card Untuk Cegah Kejahatan Siber
Opini, suaradewata.com -Seperti yang sudah diketahui, pemerintah telah mewajibkan seluruh penggun ...


Berita Lainnya :

Tabanan, 25 Februari 2018 21:37
Perangi Sampah Plastik, Bali Biggest Clean Up Digelar di Pantai Kelating
Tabanan, suaradewata.com– Belakangan banyak sampah plastik yang mengotori pantai-pantai di ...
Denpasar, 25 Februari 2018 20:15
Cara Unik Jondra Sosialisasikan Pilgub Bali 2018
Denpasar, Suaradewata.com- Pada car free day Komisioner KPU Provinsi Bali DR. I Wayan Jondra memi ...
Karangasem, 25 Februari 2018 19:37
Ratusan Pemuda dari 13 Desa di Karangasem Gabung Jadi Relawan Koster-Ace
Karangasem, suaradewata.com - Posko Tim Pemenangan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernu ...
Badung, 25 Februari 2018 19:32
Humas Polres Badung Ajak Bijak Dalam Menyikapi Pemberitaan Di Medsos
Badung, suaradewata.com - Humas Polres Badung ajak para siswa untuk bijak dalam menyikapi pemberi ...
Badung, 25 Februari 2018 19:31
Polsek Mengwi Dalami Penemuan Bayi di Pasar Adat Buduk
Badung, suaradewata.com - Wilayah Hukum Polsek mengwi digegerkan dengan penemuan bayi berjenis ke ...
Bangli, 25 Februari 2018 19:30
Jumat Nikmat, Ini Program Baru Bupati Bangli Kenalkan Obyek Wisata
Bangli, suaradewata.com - Sebagai upaya untuk memperkenalkan potensi destinasi wisata yang a ...
Bangli, 25 Februari 2018 19:30
Ciptakan Pilkada Damai, Ini Yang Dilakukan Kapolres Bangli
Bangli, suaradewata.com - Tahapan Pilkada Bali 2018 sudah memasuki tahap Kampanye, untuk menjaga ...
Badung, 25 Februari 2018 19:27
Sat Lantas Polres Badung Sosialisasikan Tertib Berlalu Lintas
Badung, suaradewata.com- Sosialisasikan tertib berlalu lintas, Sat Lantas Polres Badung gandeng C ...
Karangasem, 25 Februari 2018 19:18
Bupati Mas Sumatri Sambut Rombongan Diplomatik Tour Para Duta Besar Dunia di Taman Tirtagangga
Karangasem, suaradewata.com- Karangasem kembali mendapatkan kesempatan membuktikan bahwa Pariwisa ...
Tabanan, 25 Februari 2018 18:55
Charger Nyantol, Ruko di Pupuan Terbakar
Tabanan, suaradewata.com - Sebuah kebakaran terjadi di ruko milik Yan Setiawan alias Ji ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter