Meneladani Kisah Jenderal Soedirman

Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 18 Oktober 2017 | Dibaca : 2442 Pengunjung

Meneladani Kisah Jenderal Soedirman

sumber foto :google

Opini, suaradewata.com - Dikenal sebagai salah satu pahlawan Indonesia, jasa-jasanya sangat dikenang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Jenderal Besar Soedirman menurut Ejaan Soewandi dibaca Sudirman, Ia merupakan salah satu orang yang memperoleh pangkat bintang lima selain Soeharto dan A.H Nasution. Jenderal besar Indonesia ini lahir di Bodas Karangjati, Rembang, Purbalingga, 24 Januari 1916. Ayahnya bernama Karsid Kartawiuraji dan ibunya bernama Siyem. Namun ia lebih banyak tinggal bersama pamannya yang bernama Raden Cokrosunaryo setelah diadopsi. Ketika Sudirman pindah ke Cilacap di tahun 1916, ia bergabung dengan organisasi Islam Muhammadiyah dan menjadi siswa yang rajin serta aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Kemampuannya dalam memimpin dan berorganisasi serta ketaatan dalam Islam menjadikan ia dihormati oleh masyarakat. Jenderal Sudirman merupakan salah satu tokoh besar di antara sedikit orang lainnya yang pernah dilahirkan oleh suatu revolusi. Saat usianya masih 31 tahun ia sudah menjadi seorang jenderal.Meski menderita sakit paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya melawan Belanda. Ia berlatar belakang seorang guru HIS Muhammadiyah di Cilacap dan giat di kepanduan Hizbul Wathan.

 

Profil Jenderal Besar Soedirman

Ketika pendudukan Jepang, ia masuk tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor yang begitu tamat pendidikan, langsung menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Menjadi Panglima Divisi V/Banyumas sesudah TKR terbentuk, dan akhirnya terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (Panglima TNI).

Ia merupakan Pahlawan Pembela Kemerdekaan yang tidak perduli pada keadaan dirinya sendiri demi mempertahankan Republik Indonesia yang dicintainya. Ia tercatat sebagai Panglima sekaligus Jenderal pertama dan termuda Republik ini.Sudirman merupakan salah satu pejuang dan pemimpin teladan bangsa ini. Pribadinya teguh pada prinsip dan keyakinan, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Ia selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara.

Hal ini boleh dilihat ketika Agresi Militer II Belanda. Ia yang dalam keadaan lemah karena sakit tetap bertekad ikut terjun bergerilya walaupun harus ditandu. Dalam keadaan sakit, ia memimpin dan memberi semangat pada prajuritnya untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Itulah sebabnya kenapa ia disebutkan merupakan salah satu tokoh besar yang dilahirkan oleh revolusi negeri ini.

Sudirman yang dilahirkan di Bodas Karangjati, Purbalingga, 24 Januari 1916, ini memperoleh pendidikan formal dari Sekolah Taman Siswa, sebuah sekolah yang terkenal berjiwa nasional yang tinggi. Kemudian ia melanjut ke HIK (sekolah guru) Muhammadiyah, Solo tapi tidak sampai tamat.Sudirman muda yang terkenal disiplin dan giat di organisasi Pramuka Hizbul Wathan ini kemudian menjadi guru di sekolah HIS Muhammadiyah di Cilacap. Kedisiplinan, jiwa pendidik dan kepanduan itulah kemudian bekal pribadinya hingga bisa menjadi pemimpin tertinggi Angkatan Perang.

Sementara pendidikan militer diawalinya dengan mengikuti pendidikan tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor. Setelah selesai pendidikan, ia diangkat menjadi Komandan Batalyon di Kroya.Ketika itu, pria yang memiliki sikap tegas ini sering memprotes tindakan tentara Jepang yang berbuat sewenang-wenang dan bertindak kasar terhadap anak buahnya. Karena sikap tegasnya itu, suatu kali dirinya hampir saja dibunuh oleh tentara Jepang.

Setelah Indonesia merdeka, dalam suatu pertempuran dengan pasukan Jepang, ia berhasil merebut senjata pasukan Jepang di Banyumas. Itulah jasa pertamanya sebagai tentara pasca kemerdekaan Indonesia. Sesudah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk, ia kemudian diangkat menjadi Panglima Divisi V/Banyumas dengan pangkat Kolonel.Dan melalui Konferensi TKR tanggal 2 Nopember 1945, ia terpilih menjadi Panglima Besar TKR/Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia. Selanjutnya pada tanggal 18 Desember 1945, pangkat Jenderal diberikan padanya lewat pelantikan Presiden. Jadi ia memperoleh pangkat Jenderal tidak melalui Akademi Militer atau pendidikan tinggi lainnya sebagaimana lazimnya, tapi karena prestasinya.

Ketika pasukan sekutu datang ke Indonesia dengan alasan untuk melucuti tentara Jepang, ternyata tentara Belanda ikut dibonceng. Karenanya, TKR akhirnya terlibat pertempuran dengan tentara sekutu. Demikianlah pada Desember 1945, pasukan TKR yang dipimpin oleh Sudirman terlibat pertempuran melawan tentara Inggris di Ambarawa.Pada tanggal 12 Desember tahun yang sama, dilancarkanlah serangan serentak terhadap semua kedudukan Inggris. Pertempuran yang berkobar selama lima hari itu akhirnya memaksa pasukan Inggris mengundurkan diri ke Semarang.

Pada saat pasukan Belanda kembali melakukan agresinya atau yang lebih dikenal dengan Agresi Militer II Belanda, Ibukota Negara RI berada di Yogyakarta sebab Kota Jakarta sebelumnya sudah dikuasai. Jenderal Sudirman yang saat itu berada di Yogyakarta sedang sakit. Keadaannya sangat lemah akibat paru-parunya yang hanya tingggal satu yang berfungsi.Dalam Agresi Militer II Belanda itu, Yogyakarta pun kemudian berhasil dikuasai Belanda. Bung Karno dan Bung Hatta serta beberapa anggota kabinet juga sudah ditawan. Melihat keadaan itu, walaupun Presiden Soekarno sebelumnya telah menganjurkannya untuk tetap tinggal dalam kota untuk melakukan perawatan.Namun anjuran itu tidak bisa dipenuhinya karena dorongan hatinya untuk melakukan perlawanan pada Belanda serta mengingat akan tanggungjawabnya sebagai pemimpin tentara.

Perang Gerilya

Maka dengan ditandu, ia berangkat memimpin pasukan untuk melakukan perang gerilya. Kurang lebih selama tujuh bulan ia berpindah-pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain, dari gunung ke gunung dalam keadaan sakit dan lemah sekali sementara obat juga hampir-hampir tidak ada.Tapi kepada pasukannya ia selalu memberi semangat dan petunjuk seakan dia sendiri tidak merasakan penyakitnya. Namun akhirnya ia harus pulang dari medan gerilya, ia tidak bisa lagi memimpin Angkatan Perang secara langsung, tapi pemikirannya selalu dibutuhkan.Sudirman yang pada masa pendudukan Jepang menjadi anggota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Keresidenan Banyumas, ini pernah mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan.

Jenderal yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi, ini akhirnya harus meninggal pada usia yang masih relatif muda, 34 tahun. Pada tangal 29 Januari 1950, berita tentang wafatnya Soedirman, yang disiarkan berulang-ulang oleh Radio. Menyusul perintah Harlan Pejabat Kepala Staf Angkatan Perang RIS, Kolonel T.B. Simatupang yang ditujukan kepada seluruh tentara berisi Seluruh Angkatan Perang RIS diperintahkan berkabung selama tujuh hari dengan melaksanakan pengibaran benders Merah Putih setengah tiang pada masing-masing kesatuan dijalankan dengan penuh khidmat serta hormat, menjauhkan segala tindakan dan tingkah laku yang dapat mengganggu suasana berkabung. Pemerintah mengumumkan Hari Berkabung Nasional sehubungan dengan wafatnya Panglima Besar Soedirman, dan dalam pidatonya Perdana Menteri RIS Bung Hatta mengumumkan keputusan Pemerintah RIS untuk menaikkan pangkat Letnan Jenderal Soedirman secara anumerta menjadi Jenderal.

Pukul 11.00 tanggal 30 Januari 1950, iring-iringan jenazah Panglima Besar Jenderal Soedirman perlahan-lahan meninggalkan kota Magelang menuju Yogya. Setelah disembahyangkan di Masjid Agung, jenazah dikebumikan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan Semaki Yogyakarta, disamping makam Letnal Jenderal TNI Oerip Soemoharjo.

(Dikutip dari http://www.biografiku.com)

 

Oleh: Ardian Wiwaha (Mahasiswa Pasca Sarjana FISIP Universitas Indonesia)


Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 18 Oktober 2017 | Dibaca : 2442 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Nusantara, 21 November 2017 20:01
Registrasi Sim Card Untuk Cegah Kejahatan Siber
Opini, suaradewata.com -Seperti yang sudah diketahui, pemerintah telah mewajibkan seluruh penggun ...
Nusantara, 21 November 2017 20:00
Perppu Ormas Selamatkan Pancasila
Opini, suaradewata.com - Indonesia merupakan Negara yang terdiri dari ribuan pulau yang di dalamn ...
Nusantara, 20 November 2017 23:27
Papua Adalah Bagaian Teritori Indonesia
Opini, suaradewata.com - Semenjak era pemerintahan Suharto, provinsi Papua yang waktu itu bernama ...
Nusantara, 20 November 2017 23:25
Pembangunan di Papua Sebagai Realisasi Nyata Nawacita
Opini, suaradewata.com - Papua sebagai provinsi paling timur di Indonesia memiliki banyak keunika ...
Nusantara, 19 November 2017 18:16
Mengukir Harapan Baru: Upaya Serius Pemerintah Dalam Membangun Papua
Opini, suaradewata.com - Harapan masyarakat Papua untuk menjadi lebih baik, lebih bermartabat, da ...
Nusantara, 19 November 2017 18:15
Membangun Tanah Papua Ala Jokowi
Opini, suaradewata.com - Tanah Papua selama ini kurang mendapat perhatian lebih dari pe ...
Nusantara, 18 November 2017 08:49
Dukung Undang-Undang Ormas Sebagai Alat Pelindung Pancasila
Opini, suaradewata.com - Sejak disahkannya Perppu No. 2 tahun 2017 tentang Organisasi M ...
Nusantara, 18 November 2017 08:47
Bijak Menyikapi Pembangunan di Era Presiden Jokowi
Opini, suaradewata.com - Negara kurang ini, negara kurang itu. Banyak hal yang menjadi tuntutan k ...
Nusantara, 16 November 2017 20:47
Indonesia Negeri Toleran
Opini, suaradewata.com - Toleransi berdasarkan kajian kata berasal dari bahasa latin “toler ...
Nusantara, 16 November 2017 20:45
Pemerintah Terbuka Dalam Revisi UU Ormas
Opini, suaradewata.com - Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang ...


Berita Lainnya :

Karangasem, 21 November 2017 23:30
Gunung Agung Meletus, KRB III dan II Dilanda Hujan Abu
Karangasem, suaradewata.com - Letusan Freatik terjadi di Gunung Agung, Selasa (21/11/2017) sekita ...
Denpasar, 21 November 2017 23:20
Seluruh Pegawai Pengadilan Tinggi Bali Lakukan Tes Urine
Denpasar, suaradewata.com - Pengadilan Tinggi Bali bekerja sama dengan BNNK Gianyar dan Pemd ...
Tabanan, 21 November 2017 20:16
Bawa Pedang, Pria Ini Akhirnya Diciduk Polisi
Tabanan, suaradewata.com - Bawa pedang dan mengancam pedagang di wantilan Pura Dalam Banj ...
Nusantara, 21 November 2017 20:01
Registrasi Sim Card Untuk Cegah Kejahatan Siber
Opini, suaradewata.com -Seperti yang sudah diketahui, pemerintah telah mewajibkan seluruh penggun ...
Nusantara, 21 November 2017 20:00
Perppu Ormas Selamatkan Pancasila
Opini, suaradewata.com - Indonesia merupakan Negara yang terdiri dari ribuan pulau yang di dalamn ...
Denpasar, 21 November 2017 19:58
Rapat Paripurna ke-11, Terkait Perubahan Retribusi
Denpasar, suaradewata.com - Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta menghadiri Rapat Paripurna ke-11 ...
Tabanan, 21 November 2017 19:42
Pemilik Jati Harum Disidangkan
Tabanan, suaradewata.com- Pemilik usaha luwak coffe Jati Harum yakni I Made Ari Wirajaya disidang ...
Karangasem, 21 November 2017 19:40
Butuh Anggaran Rp. 9.5 Milyar, Ketua Panitia Pembangunan Pura Penataran Agung Nangka Ajak Masyarakat Bali Untuk Ikut Berpartisipasi
Karangasem, suaradewata.com - Setelah sempat mandeg, pembangunan Pura Penataran Agung Nangka, Des ...
Gianyar, 20 November 2017 23:45
Komplotan Penipu dan Pembobol ATM Berhasil Diringkus
Gianyar, suaradewata.com - Polisi meringkus tiga pelaku penipuan dengan modus membobol reken ...
Nusantara, 20 November 2017 23:27
Papua Adalah Bagaian Teritori Indonesia
Opini, suaradewata.com - Semenjak era pemerintahan Suharto, provinsi Papua yang waktu itu bernama ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter