Meneladani Kisah Jenderal Soedirman

Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 18 Oktober 2017 | Dibaca : 2725 Pengunjung

Meneladani Kisah Jenderal Soedirman

sumber foto :google

Opini, suaradewata.com - Dikenal sebagai salah satu pahlawan Indonesia, jasa-jasanya sangat dikenang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Jenderal Besar Soedirman menurut Ejaan Soewandi dibaca Sudirman, Ia merupakan salah satu orang yang memperoleh pangkat bintang lima selain Soeharto dan A.H Nasution. Jenderal besar Indonesia ini lahir di Bodas Karangjati, Rembang, Purbalingga, 24 Januari 1916. Ayahnya bernama Karsid Kartawiuraji dan ibunya bernama Siyem. Namun ia lebih banyak tinggal bersama pamannya yang bernama Raden Cokrosunaryo setelah diadopsi. Ketika Sudirman pindah ke Cilacap di tahun 1916, ia bergabung dengan organisasi Islam Muhammadiyah dan menjadi siswa yang rajin serta aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Kemampuannya dalam memimpin dan berorganisasi serta ketaatan dalam Islam menjadikan ia dihormati oleh masyarakat. Jenderal Sudirman merupakan salah satu tokoh besar di antara sedikit orang lainnya yang pernah dilahirkan oleh suatu revolusi. Saat usianya masih 31 tahun ia sudah menjadi seorang jenderal.Meski menderita sakit paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya melawan Belanda. Ia berlatar belakang seorang guru HIS Muhammadiyah di Cilacap dan giat di kepanduan Hizbul Wathan.

 

Profil Jenderal Besar Soedirman

Ketika pendudukan Jepang, ia masuk tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor yang begitu tamat pendidikan, langsung menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Menjadi Panglima Divisi V/Banyumas sesudah TKR terbentuk, dan akhirnya terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (Panglima TNI).

Ia merupakan Pahlawan Pembela Kemerdekaan yang tidak perduli pada keadaan dirinya sendiri demi mempertahankan Republik Indonesia yang dicintainya. Ia tercatat sebagai Panglima sekaligus Jenderal pertama dan termuda Republik ini.Sudirman merupakan salah satu pejuang dan pemimpin teladan bangsa ini. Pribadinya teguh pada prinsip dan keyakinan, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Ia selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara.

Hal ini boleh dilihat ketika Agresi Militer II Belanda. Ia yang dalam keadaan lemah karena sakit tetap bertekad ikut terjun bergerilya walaupun harus ditandu. Dalam keadaan sakit, ia memimpin dan memberi semangat pada prajuritnya untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Itulah sebabnya kenapa ia disebutkan merupakan salah satu tokoh besar yang dilahirkan oleh revolusi negeri ini.

Sudirman yang dilahirkan di Bodas Karangjati, Purbalingga, 24 Januari 1916, ini memperoleh pendidikan formal dari Sekolah Taman Siswa, sebuah sekolah yang terkenal berjiwa nasional yang tinggi. Kemudian ia melanjut ke HIK (sekolah guru) Muhammadiyah, Solo tapi tidak sampai tamat.Sudirman muda yang terkenal disiplin dan giat di organisasi Pramuka Hizbul Wathan ini kemudian menjadi guru di sekolah HIS Muhammadiyah di Cilacap. Kedisiplinan, jiwa pendidik dan kepanduan itulah kemudian bekal pribadinya hingga bisa menjadi pemimpin tertinggi Angkatan Perang.

Sementara pendidikan militer diawalinya dengan mengikuti pendidikan tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor. Setelah selesai pendidikan, ia diangkat menjadi Komandan Batalyon di Kroya.Ketika itu, pria yang memiliki sikap tegas ini sering memprotes tindakan tentara Jepang yang berbuat sewenang-wenang dan bertindak kasar terhadap anak buahnya. Karena sikap tegasnya itu, suatu kali dirinya hampir saja dibunuh oleh tentara Jepang.

Setelah Indonesia merdeka, dalam suatu pertempuran dengan pasukan Jepang, ia berhasil merebut senjata pasukan Jepang di Banyumas. Itulah jasa pertamanya sebagai tentara pasca kemerdekaan Indonesia. Sesudah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk, ia kemudian diangkat menjadi Panglima Divisi V/Banyumas dengan pangkat Kolonel.Dan melalui Konferensi TKR tanggal 2 Nopember 1945, ia terpilih menjadi Panglima Besar TKR/Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia. Selanjutnya pada tanggal 18 Desember 1945, pangkat Jenderal diberikan padanya lewat pelantikan Presiden. Jadi ia memperoleh pangkat Jenderal tidak melalui Akademi Militer atau pendidikan tinggi lainnya sebagaimana lazimnya, tapi karena prestasinya.

Ketika pasukan sekutu datang ke Indonesia dengan alasan untuk melucuti tentara Jepang, ternyata tentara Belanda ikut dibonceng. Karenanya, TKR akhirnya terlibat pertempuran dengan tentara sekutu. Demikianlah pada Desember 1945, pasukan TKR yang dipimpin oleh Sudirman terlibat pertempuran melawan tentara Inggris di Ambarawa.Pada tanggal 12 Desember tahun yang sama, dilancarkanlah serangan serentak terhadap semua kedudukan Inggris. Pertempuran yang berkobar selama lima hari itu akhirnya memaksa pasukan Inggris mengundurkan diri ke Semarang.

Pada saat pasukan Belanda kembali melakukan agresinya atau yang lebih dikenal dengan Agresi Militer II Belanda, Ibukota Negara RI berada di Yogyakarta sebab Kota Jakarta sebelumnya sudah dikuasai. Jenderal Sudirman yang saat itu berada di Yogyakarta sedang sakit. Keadaannya sangat lemah akibat paru-parunya yang hanya tingggal satu yang berfungsi.Dalam Agresi Militer II Belanda itu, Yogyakarta pun kemudian berhasil dikuasai Belanda. Bung Karno dan Bung Hatta serta beberapa anggota kabinet juga sudah ditawan. Melihat keadaan itu, walaupun Presiden Soekarno sebelumnya telah menganjurkannya untuk tetap tinggal dalam kota untuk melakukan perawatan.Namun anjuran itu tidak bisa dipenuhinya karena dorongan hatinya untuk melakukan perlawanan pada Belanda serta mengingat akan tanggungjawabnya sebagai pemimpin tentara.

Perang Gerilya

Maka dengan ditandu, ia berangkat memimpin pasukan untuk melakukan perang gerilya. Kurang lebih selama tujuh bulan ia berpindah-pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain, dari gunung ke gunung dalam keadaan sakit dan lemah sekali sementara obat juga hampir-hampir tidak ada.Tapi kepada pasukannya ia selalu memberi semangat dan petunjuk seakan dia sendiri tidak merasakan penyakitnya. Namun akhirnya ia harus pulang dari medan gerilya, ia tidak bisa lagi memimpin Angkatan Perang secara langsung, tapi pemikirannya selalu dibutuhkan.Sudirman yang pada masa pendudukan Jepang menjadi anggota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Keresidenan Banyumas, ini pernah mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan.

Jenderal yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi, ini akhirnya harus meninggal pada usia yang masih relatif muda, 34 tahun. Pada tangal 29 Januari 1950, berita tentang wafatnya Soedirman, yang disiarkan berulang-ulang oleh Radio. Menyusul perintah Harlan Pejabat Kepala Staf Angkatan Perang RIS, Kolonel T.B. Simatupang yang ditujukan kepada seluruh tentara berisi Seluruh Angkatan Perang RIS diperintahkan berkabung selama tujuh hari dengan melaksanakan pengibaran benders Merah Putih setengah tiang pada masing-masing kesatuan dijalankan dengan penuh khidmat serta hormat, menjauhkan segala tindakan dan tingkah laku yang dapat mengganggu suasana berkabung. Pemerintah mengumumkan Hari Berkabung Nasional sehubungan dengan wafatnya Panglima Besar Soedirman, dan dalam pidatonya Perdana Menteri RIS Bung Hatta mengumumkan keputusan Pemerintah RIS untuk menaikkan pangkat Letnan Jenderal Soedirman secara anumerta menjadi Jenderal.

Pukul 11.00 tanggal 30 Januari 1950, iring-iringan jenazah Panglima Besar Jenderal Soedirman perlahan-lahan meninggalkan kota Magelang menuju Yogya. Setelah disembahyangkan di Masjid Agung, jenazah dikebumikan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan Semaki Yogyakarta, disamping makam Letnal Jenderal TNI Oerip Soemoharjo.

(Dikutip dari http://www.biografiku.com)

 

Oleh: Ardian Wiwaha (Mahasiswa Pasca Sarjana FISIP Universitas Indonesia)


Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 18 Oktober 2017 | Dibaca : 2725 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Gianyar, 15 September 2018 18:05
Taman Nusa Pikat Wisawatan Melalui Parade Budaya Nusantara
Gianyar, suaradewata.com - Taman Nusa yang merupakan taman wisata budaya Indonesia mempersem ...
Nusantara, 31 Mei 2018 15:55
Pancasila Menyatukan Keberagaman Kita
Opini, suaradewata.com - Indonesia adalah negara kepulauan yang mempunyai banyak bahasa, budaya, ...
Nusantara, 28 Mei 2018 17:39
Memaknai Peringatan Hari Pancasila, Memperkuat Ideologi Negara
Opini, suaradewata.com - Pada 1 Juni mendatang, kita akan memperingati hari lahirnya Pancasila. P ...
Nusantara, 26 Mei 2018 10:09
Pondok Pesantren Cadangpinggan Adakan Tausiyah Kebangsaan untuk Keutuhan NKRI: "Melawan Hoax dan Penyalahgunaan Isu SARA"
Indramayu, suaradewata.com - Dalam upaya untuk terus menguatkan persatuan NKRI, Ponpes Cadangping ...
Nusantara, 16 Mei 2018 18:39
Beragama Dan Berbangsa Harus Seimbang
Opini, suaradewata.com - Terlahir sebagai bagian dari bangsa Indonesia merupakan suatu takdir Tuh ...
Nusantara, 05 Desember 2017 18:31
Mewaspadai Isu SARA Menjelang Pilkada Serentak 2018
Opini, suaradewata.com - Sejak berlangsungnya pemilihan kepala daerah serentak di berba ...
Nusantara, 04 Desember 2017 23:02
Menyikapi Ajakan Reuni 212 Secara Bijak
Opini, suaradewata.com - Apakah anda masih ingat ketika aksi 212 dilakukan di Monas? bagaimana ta ...
Nusantara, 04 Desember 2017 23:00
Ketika Perubahan Dan Pembangunan Di Papua Tertutupi Oleh Isu Negatif
Opini, suaradewata.com - Gejolak permasalahan Papua semakin hari semakin mendapat atensi dari dun ...
Nusantara, 01 Desember 2017 19:33
Reuni Aksi 212, Perlukah?
Opini, suaradewata.com - Aksi 212 tahun lalu berhasil menarik ratusan ribu masyarakat turun ke ja ...
Nusantara, 01 Desember 2017 19:31
Damailah Reuni Akbar 212
Opini, suaradewata.com - Sebentar lagi reuni akbar 212 akan segera diselenggarakan. Tak pelak aks ...


Berita Lainnya :

Denpasar, 26 September 2018 19:04
Miliki 0,31 gram Sabu, Bayu Mengeluh Dituntut 6 Tahun
Denpasar, suaradewata.com - Terdakwa Bayu Imam Santoso (46) langsung tertunduk begitu m ...
Denpasar, 26 September 2018 19:02
Ibu - ibu Ini Bikin Heboh PN Denpasar
Denpasar, suaradewata.com - Prilaku ibu-ibu ini bikin seisi ruang sidang Candra Rabu (26/9) ...
Denpasar, 26 September 2018 19:00
De Gadjah Persiapkan Petinjunya Diajang Kejurnas di Lampung
Denpasar, suaradewata.com - Pengurus Kota Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Denpasa ...
Nusantara, 25 September 2018 22:50
Diskusi Komunikonten : Partisipasi dan Gotong Royong Dalam Mempublikasikan Capaian Pembangunan Daerah Perbatasan
Jakarta, suaradewata.com - Setidaknya ada tiga isu utama di perbatasan diantaranya keamanan, ...
Nusantara, 25 September 2018 20:01
Pembakaran Bukan Satu-Satunya Metode Pembersihan Lahan Gambut
Kalteng, Suaradewata.com- Ketua Pimpinan Daerah KMHDI Kalimantan Tengah Handi Wijaya menaruh perh ...
Badung, 25 September 2018 17:08
Tangkap 4 Pelaku, Polsek Kuta Ungkap Kasus Pencurian
Badung, suaradewata.com - Polsek Kuta ungkap Kasus Pencurian di wilayah Kecamatan Kuta ...
Denpasar, 25 September 2018 16:56
PARAH !! Simpan Sabu Dibawah Canang, Bajang Jegeg ini Dituntut 6,5 tahun
Denpasar, suaradewata.com - Gara-gara tertangkap atas kepemilikan shabu sebarat 3,46 gram, K ...
Tabanan, 25 September 2018 16:43
Bupati Eka Serahkan 23 Ton CBP Untuk Nelayan
Tabanan, suaradewata.com– Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyerahkan  23,049 To ...
Gianyar, 25 September 2018 16:00
17 Atlet Disabilitas Gianyar Akan Berlaga di NPC 2018 Bali
Gianyar, suaradewata.com - Event olahraga dua tahun sekali di Bali bagi penyandang disa ...
Karangasem, 25 September 2018 15:46
Puncak Karya di Pura Penataran Agung Desa Adat Nangka Dipuput Delapan Ida Pedanda
Karangasem, suaradewata.com- Bertepatan dengan hari Purnama kapat, upacara karya memungkah, ngent ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter