Terdakwa Kasus 19 Ribu Pil Ekstasi Terancam Hukuman Mati

Oleh : not/ari | 17 Oktober 2017 | Dibaca : 2168 Pengunjung

Terdakwa Kasus 19 Ribu Pil Ekstasi Terancam Hukuman Mati

sumber foto :suaradewata.com

Denpasar, suaradewata.com - Iskandar Halim alias Ko'I bin Muslim Halim satu dari empat terdakwa kasus jual beli 19 ribu pil ekstasi, Selasa (17/10) diadili di PN Denpasar. Dalam menghadapi perkara ini, Iskandar tidak sendirian. Dia dampingi pengacara Ketut Ngastawa dkk. Sidang yang masih dengan agenda pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Kade Wahyudi dan Oka Ariani Adikarini.

Mengacu pada dakwaan jaksa yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi, maka terdakwa yang beralamat di Jln. Nipah No. 68 RT 004 RW 006 Kelurahan Berok Nipah, Padang ini terancam hukuman mati.

Dalam dakwaan jaksa dipaparkan, terdakwa bersama Dedi Setiawan alias Cipeng bin Alex, Budi Liman Santoso alias Budi Bin Sujono Liman Santono dan Abdul Rahman Willy alias Willy bin NG Leng Kong di Paradise Hotel, Sanur tanggal 4 Juli 2017 sekira pukul 11.00 Wita  melakukan percobaan pemufakatan jahat jual beli Narkotika. 

Kejadian atau penangkapan terhadap terdakwa berawal dari tertangkapnya Dedi Setiawan (terdakwa dalam berkas terpisah) di Perumahan Metro Permata Blok B2 No. 28 RT 11 RW 001 Jln. Raden Saleh, Banten pada tanggal 1 Juli 2017. 

Dari tangan Dedi Setiawan, tim dari Bareskrim Mabes Polri berhasil mengamankan 19 ribu pil ekstasi dengan berat 7.916.66 gram.

"Kepada petugas terdakwa mengaku ekstasi tersebut akan dijual kepada seseorang melalui perantara Iskandar Halim (terdakwa dengan berkas terpisah) dengan harga Rp 105.000 per butir,"ungkap jaksa dalam dakwaanya. 

Setelah itu, Dedi Setiawan menghubungi terdakwa Iskandar Halim untuk bertemu di Bali dan menjual 19 ribu ekstasi tersebut. 

Usai menerima telpon dari Dedi Setiawan, terdakwa Iskandar Halim langsung menuju Denpasar. Tiba di Bali, tepatnya tanggal 3 Juni 2017 sekitar pukul 22.00 Wita, terdakwa langsung menghubungi Dedi Setiawan dan mengatakan terdakwa sudah berada di Bali. 

"Keesokan harinya terdakwa kembali menghubungi Dedi Setiawan. Saat itu Dedi mengatakan sudah barada di Bali dan berada di Hotel Sanur Paradise Jln. Hang Tuah, Sanur,"ujar JPU sebagaimana dalam dakwaanya. 

Selanjutnya terdakwa Iskandar Halim Hotel Sanur Paradise untuk menemui Dedi Setiawan."Tiba di hotel terdakwa langsung menghubungi Dedi Setiawan. Lalu Dedi Setiawan meminta terdakwa ke kolam renang hotel,"sebut jaksa Kejari Denpasar ini.

Setibanya di kolam renang, terdakwa ditangkap Tim Gabungan dari Bareskrim Mabes Polri. Pada saat dilakukan penggeledahan terhadap terdakwa, petugas hanya berhasil mengamankan sebuah handphone.  

Sedangkan terkait barang bukti 19 ribu ekstasi, terdakwa mengaku akan menjualnya kepada seseorang melalui perantara Budi Liman Santoso (terdakwa dalam berkas terpisah). 

Mengapa harus melalui Budi Liman Santoso? Dalam dakwaan terungkap bahwa yang akan membeli 19 ribu ekstasi ini hanya mengenal Budi Liman Santoso. "Terdakwa mengaku hanya diminta tolong oleh Dedi Setiwan untuk menjualkan dengan harga Rp 105.000 per butir,"sebut jaksa.

Di hari yang sama, terdakwa lalu menghubungi Budi Liman sembari mengatakan bahwa barang berupa ekstasi sudah ada serta memintanya untuk datang ke kolam renang hotel Sanur Paradise.  

Terdakwa menjelaskan Budi Liman adalah perantara yang akan menjual ekstasi itu kepada seseorang dengan harga Rp 110.000. Dengan catatan untung Rp. 5000 perbiji dibagi dua, sehingga masing-masing akan mendapatkan keuntungan Rp 47.500.000.

Namun ternyata, Budi Liman sebagaimana terungkap dalam dakwaan jaksa, menjual kepada Abdul Rahman Willy alias Willy bin NG Leng Kong dengan harga Rp 120.000 per biji. Sehingga jika dikalikan 19 ribu maka menjadi Rp 2.280.000.000.

Atas perbuatan ini, terdakwa oleh jaksa dijerat dengan Pasal berlapis. Yaitu Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dan subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. not/ari


Oleh : not/ari | 17 Oktober 2017 | Dibaca : 2168 Pengunjung


TAGS : denpasar sidang ekstasi budi liman




Berita Terkait :

Denpasar, 22 Februari 2018 10:46
KPPAD Bali Prihatin Terjadi Kasus Ibu Racuni 3 Anak Kandungnya
Denpasar, suaradewata.com - Terkait kasus meninggalnya 3 anak di Gianyar, akibat diracu ...
Denpasar, 14 Februari 2018 20:04
Taati Aturan Kampanye, Simpatisan KBS-ACE Mulai Turunkan Baliho
Denpasar, suaradewata.com – Mulainya tahapan kampanye Pilgub Bali pada Kamis (15/2) be ...
Denpasar, 13 Februari 2018 22:30
Undian Nomor 1, Optimis Raih Kemenangan 70 Persen
Denpasar, suaradewata.com - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Wayan Koster - Tjok O ...
Denpasar, 13 Februari 2018 22:23
Salam 1 (Satu) Jalur, KBS-ACE Dapatkan Undian Nomor Urut 1
Satu Pulau, Satu Tata Kelola “One Island On Management” Denpasar, suaradewata.com ...
Denpasar, 02 Februari 2018 20:40
Komisi IV DPRD Bali Rancang Perda Pendidikan
Denpasar, suaradewata.com – Komisi IV DPRD Bali, tengah merancang peraturan daerah unt ...
Denpasar, 01 Februari 2018 22:18
Deklarasi KBS-Ace di Denpasar, Diisi Pagelaran Seni Budaya
Denpasar, suaradewata.com – Setelah roadshow ke beberapa Kabupaten di Bali, untuk dekl ...
Denpasar, 25 Januari 2018 12:47
Bantu Ungkap Kasus Skimming, PT. Swadharma Sarana Informatika Dapat Penghargaan
Denpasar, suaradewata.com - Piagam penghargaan diberikan kepada PT. Swadharma Sarana Informatika ...
Denpasar, 24 Januari 2018 21:04
Jelang Pilgub, KPU Bali Monitoring Alat Peraga Sosialisasi
Denpasar, suaradewata.com - Jelang Pilgub Bali 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provin ...
Denpasar, 23 Januari 2018 13:32
Curah Hujan Tinggi, Denpasar Dikepung Banjir
Denpasar, suaradewata.com - Hujan deras yang mengguyur seharian dan baru terhenti dini hari ...
Denpasar, 12 Januari 2018 09:29
AJI dan IJTI Kecam Pelarangan Peliputan Oleh Polda Bali
Denpasar, suaradewata.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Denpasar bersama Ikatan J ...


Berita Lainnya :

Badung, 23 Februari 2018 15:53
Ajak Jaga Kerukunan, Kapolres Badung Kunjungi Wihara Vimala Kerti
Badung, suaradewata.com - Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta kunjungi Wihara V ...
Tabanan, 23 Februari 2018 15:50
Diminta Sebut Tujuh Ikan, Gadis Ini Grogi dan Sebut Ikan Putri Duyung
Tabanan, suaradewata.com - Saat diminta menyebutkan 7 ikan yang ada di Indonesia oleh P ...
Badung, 23 Februari 2018 15:44
Kapolres Badung Pimpin Pengamanan VVIP, Presiden RI Menyapa Masyarakat di Pasar Mengwi
Badung, suaradewata.com- Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta pimpin langsung anak buahnya ...
Denpasar, 23 Februari 2018 15:22
Pelanggar PKL dan Plat Kendaraan Luar Bali Disidangkan
Denpasar, suaradewata.com- Dua pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) disidangkan di Ruang Sidang T ...
Tabanan, 23 Februari 2018 15:06
Jokowi Datang, Petani di Kukuh Senang
Tabanan, suaradewata.com – Presiden Joko Widodo tinjau kegiatan padat karya tunai di Subak ...
Tabanan, 23 Februari 2018 14:03
Presiden Jokowi Mengunjungi proyek Program Padat Karya di Desa Kukuh, Marga, Tabanan
Tabanan, suaradewata.com – Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo, ditemani Menteri Pe ...
Bangli, 23 Februari 2018 10:33
Tingkatkan Kemampuan Kehumasan, Bangli Study Tiru ke Bandung
Bangli, suaradewata.com– Dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam kehumasan, Bagian Protok ...
Gianyar, 22 Februari 2018 21:37
Polisi Akan Telusuri Sumber Pil Koplo
Gianyar, suaradewata.com– Penangkapan tiga pemuda asal Jember yang memiliki ribuan pil kopl ...
Bangli, 22 Februari 2018 21:14
Woww, Bupati Lampung Barat Belajar dan Menanam Kopi di Kintamani
Bangli, suaradewata.com- Dalam upaya menambah ikatan kerjasama sekaligus sharing pengetahuan dan ...
Tabanan, 22 Februari 2018 20:03
Jelang Kedatangan Presiden RI, Jero Mangku Nyeneng Haturkan Pekeling
Tabanan, suaradewata.com– Berbagai persiapan pun dilakukan untuk menyambut kedatangan Presi ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter