Jejak Megalitikum dan Nuansa Sakral Pura Luhur Sekartaji

Oleh : not/ari | 15 Oktober 2017 | Dibaca : 2069 Pengunjung

Jejak Megalitikum dan Nuansa Sakral Pura Luhur Sekartaji

sumber foto :suaradewata.com

Tabanan, suaradewata.com - Pura Luhur Sekartaji, demikianlah nama khayangan atau pura yang berlokasi di desa pakraman yang namanya sama dengan pura tersebut. Yakni di Desa Pakraman Sekartaji, Desa Sesandan, Tabanan. Pura ini berdiri sekitar dua ratus meter di selatan pemukiman penduduk dengan dikelilingi hutan bambu dan tegalan.

Sejarah keberadaan pura tersebut, saat ini sedang disusun purana Pura Luhur Sekartaji oleh tim penyusun purana yang diketuai Drs. I Gusti Ngurah Tara Wiguna, M.Hum., yang merupakan seorang dosen pada Program Studi Arkeologi di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana. 

Menurutnya, Pura Luhur Sekartaji ini telah berdiri antara abad I hingga abad VIII masehi. Hal ini berdasarkan adanya bukti-bukti peninggalan prasasti megalitik berupa tahta batu yang ada di bagian depan setiap pelinggihnya.

Tara Wiguna menjelaskan, beberapa abad setelah berdirinya pura tersebut atau pada sekitaran abad XVI masehi, Raja Tabanan yakni Cokorda Lepas Dimade mengambil seorang istri di Desa Sekartaji yang kemudian dikenal dengan nama Mekel Sekar. Dari perkawinan itu melahirkan putra bernama Cokorda Sekar. Setelah dewasa, Cokorda Sekar menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Raja Tabanan. 

Setelah Raja Tabanan yakni Cokorda Lepas Dimade ini amor ring Acintya, putra dari hasil perkawinannya dengan Mekel Sekar yakni Cokorda Sekar yang menggantikannya kedudukan ayahandanya sebagai Raja Tabanan kemudian mendharmakan Bethara ayahandanya ini di Pura Luhur Sekartaji. Yakni didharmakan di Pelinggih Gedong sekaligus pula pelinggih utama di Pura Luhur Sekartaji.

Tara Wiguna menjelaskan, pada zaman pemerintahan Cokorda Sekar inilah dilakukan penataan Pura Luhur Sekartaji ini. Termasuk pula menambah pelinggih-pelinggih yang terwarisi hingga saat ini selain juga mewariskan laba pura seluas kurang lebih lima belas hektar. “Sementara untuk pengelolaan Pura Luhur Sekartaji ini diserahkan kepada Mekel Sekartaji bersama masyarakat Sekartaji,” jelasnya.

Terkait dengan fungsi pura ini, Tara Wiguna mengatakan bahwa Pura Luhur Sekartaji ini hampir sama dengan Pura Penaataran. Sehingga pura ini layak dikunjungi oleh seluruh lapisan umat, termasuk pula oleh para penekun spiritual. Terlebih lagi, keberadaan pelinggih yang berusia tua dan ornamen ukirannya yang unik dan kuno menjadikan nuansa pura ini selain menyejukkan secara bathin juga terkesan pingit. 

Sementara Mangku Gede Pura Luhur Sekartaji, Mangku Wayan Sukadana menyebutkan bahwa pura ini berdiri pada lahan seluas kurang lebih dua puluh are yang terbagi atas tiga palebahan atau tiga zona, berupa jeroan atau utamaning mandala, jaba tengah dan nistaning mandala.

Keberadaan pelinggih-pelinggih di pura ini telah berusia tua dan ornamennya ukirannya terbilang langka. Bahkan diyakini berusia ratusan tahun. Termasuk pula keunikan dan nuansa kuno patung-patung yang disucikan di pelinggih-pelinggih, terutama pada Pelinggih Ageng. Sementara, adapun keberadaan pelinggih-pelinggih di utamaning mandala di Pura Luhur Sekartaji ini sebagai berikut. Pada bagian utara menghadap selatan berdiri Pelinggih Pesimpangan Petali yang posisinya paling barat. Di sebelah timurnya berturut-turut berdiri Pelinggih Pesimpangan Batukaru dan Pelinggih Pesimpangan Gunung Agung. Tepat di depan antara Pelinggih Pesimpangan Petali dan Pelinggih Pesimpangan Batukaru terdapat pelinggih bebaturan sebagai stana Ratu Wayan Ratu Nyoman.

Berikutnya, di sebelah selatan Pelinggih Pesimpangan Gunung Agung terdapat Pelinggih Manik Galih Rambut Sedana, Pelinggih Ageng berupa gegedongan, Pelinggih Puseh Angrurah dan Pesimpangan Pakendungan. Di depan Pelinngih Ageng terdapat bangunan Bale Pangiasan sekaligus tempat jro mangku saat nganteb upakara. Konon, pada zaman dulu ketika Raja Tabanan berkunjung ke pura ini, duduk di bale tersebut. “Satu pelinggih lagi ada di jaba selatan, tepat di bawah pohon beringin yang dinamakan Pelinggih Beten Bingin,” imbuhnya.

Menariknya lagi, Pura Luhur Sekartaji ini memiliki tiga buah beji. Yakni Beji Baleran yang posisinya sekitar lima puluh meter kearah barat daya dari pura. Berikutnya Beji Taman Telaga yang posisinya juga sekitar lima puluh meter ke arah barat laut pura. Terakhir Beji Kangin posisinya sekitar seratus meter ke arah timur pura dan berada ditepi Tukad (sungai) Yeh Empas. 

Mangku Sukadana menambahkan, pura yang pujawalinya jatuh setiap rahina Anggara Kasih wuku Medangsia ini memiliki dua pantangan, khususnya pantangan untuk dipersembahkan pada Pelinggih Ageng. Pantangan tersebut adalah sama sekali tidak boleh menghaturkan kue, jajanan ataupun persembahan lainnya yang menggunakan gula merah. Pantangan lainnya, sama sekali tidak boleh mempersembahkan biu gedang saba atau pisang kepok.

Terkait dengan sedang disusunnya purana Pura Luhur Sekartaji, ketua prajuru pura ini, I Gede Susila, S.Sos.,M.Si., mengatakan, setelah nantinya purana tersusun akan dilanjutkan dengan penyusunan purana pada media lempengan tembaga untuk kemudian menjadi prasasti. Adapun prasasti ini akan dipelaspas dan dipasupati bertepatan pada pujawali yang akan datang yang jatuh pada 20 November 2017 nanti. “Saat itu juga kami juga akan melakukan pemelaspasan Pelinggih Pesimpangan Batukaru dan juga menggelar prosesi ngelungsur bagi semua krama Desa Pakraman Sekartaji,” ungkapnya.

Susila yang juga Kadis Pendidikan Tabanan ini menjelaskan, tata organisasi di pura ini masih melestarikan tradisi yang telah berjalan dari dulu. Yakni Puri Kaleran sebagai Penganceng dan Ki Jero Mekel Sekartaji selaku Pengemong. Selain itu juga ada Krama Pengempon yang kini berjumlah 120 kepala keluarga dan Jan Bangul atau Pemangku. Adapun pemangku-pemangku tersebut terdiri dari Mangku Gede,Pemangku Beji Kaler atau Beji Madhya dan Pemangku Beji Telag serta Penyarikan. not/ari


Oleh : not/ari | 15 Oktober 2017 | Dibaca : 2069 Pengunjung


TAGS : tabanan pura luhur sekartaji megalitikum




Berita Terkait :

Tabanan, 20 Februari 2018 07:31
Diduga Mabuk Berat, Bule Ini Tidur di Pinggir Jalan
Tabanan, suaradewata.com – Kelakuan bule yang satu ini ada - ada saja. Beruntung ...
Tabanan, 18 Februari 2018 18:32
Beli Buah di Pinggir Jalan, Koster Jadi Rebutan Selfie Warga
Tabanan, suaradewata.com - Ada yang menarik ketika I Wayan Koster, calon Gubernur Bali nomor ...
Tabanan, 18 Februari 2018 18:26
Para Kader Banteng Tabanan Bersemangat Menangkan Koster-Ace
Tabanan, suaradewata.com - Secara serempak Tim Pemenangan Koster-Ace kabupaten/kota se-Bali ...
Tabanan, 14 Februari 2018 20:00
AMPI Tabanan Sayang Lingkungan di Hari Valentine
Tabanan, suaradewata.com - Gerakan Sayang Lingkungan, dalam Hari Valentine, AMPI Tabanan Mel ...
Tabanan, 12 Februari 2018 19:11
Dinilai Merakyat, KBS-Ace Bakal Lanjutkan Program Gubernur Mangku Pastika
Tabanan, suaradewata.com - Sekitar 3.000 massa dari 18 desa se-Kecamatan Penebel memenuhi Wa ...
Tabanan, 11 Februari 2018 19:29
Terjatuh dari Sepeda, Kakek Sudita Ditemukan Tewas di Parit
Tabanan, suaradewata.com  -   I Nyoman Sudita, 68, warga Banjar Bakisan, ...
Tabanan, 11 Februari 2018 19:24
Tenggelam, Dua Buruh Penebang Pohon Ditemukan
Tabanan, suaradewata.com - Dua orang buruh penebang pohon yang tenggelam di Tukad Yeh H ...
Tabanan, 11 Februari 2018 11:47
Ratusan Anak Ikuti Lomba Berbusana Adat dan Mewarnai
Tabanan, suaradewata.com – Sedikitnya seratus orang anak-anak mengikuti lomba bus ...
Tabanan, 04 Februari 2018 20:55
Fun Bike Kodim 1619/Tabanan Dalam Rangka HUT ke-57 Korem 163/Wira Satya
Tabanan, suaradewata.com - Dalam rangka HUT ke-57 Korem 163/Wira Satya, Komando Distrik ...
Tabanan, 02 Februari 2018 20:35
Tabung Gas Melon Meledak, Empat Orang Tersambar Api
Tabanan, suaradewata.com – Sebuah tabung gas elpiji 3 kilogram meledak di Banjar ...


Berita Lainnya :

Tabanan, 25 Februari 2018 21:37
Perangi Sampah Plastik, Bali Biggest Clean Up Digelar di Pantai Kelating
Tabanan, suaradewata.com– Belakangan banyak sampah plastik yang mengotori pantai-pantai di ...
Denpasar, 25 Februari 2018 20:15
Cara Unik Jondra Sosialisasikan Pilgub Bali 2018
Denpasar, Suaradewata.com- Pada car free day Komisioner KPU Provinsi Bali DR. I Wayan Jondra memi ...
Karangasem, 25 Februari 2018 19:37
Ratusan Pemuda dari 13 Desa di Karangasem Gabung Jadi Relawan Koster-Ace
Karangasem, suaradewata.com - Posko Tim Pemenangan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernu ...
Badung, 25 Februari 2018 19:32
Humas Polres Badung Ajak Bijak Dalam Menyikapi Pemberitaan Di Medsos
Badung, suaradewata.com - Humas Polres Badung ajak para siswa untuk bijak dalam menyikapi pemberi ...
Badung, 25 Februari 2018 19:31
Polsek Mengwi Dalami Penemuan Bayi di Pasar Adat Buduk
Badung, suaradewata.com - Wilayah Hukum Polsek mengwi digegerkan dengan penemuan bayi berjenis ke ...
Bangli, 25 Februari 2018 19:30
Jumat Nikmat, Ini Program Baru Bupati Bangli Kenalkan Obyek Wisata
Bangli, suaradewata.com - Sebagai upaya untuk memperkenalkan potensi destinasi wisata yang a ...
Bangli, 25 Februari 2018 19:30
Ciptakan Pilkada Damai, Ini Yang Dilakukan Kapolres Bangli
Bangli, suaradewata.com - Tahapan Pilkada Bali 2018 sudah memasuki tahap Kampanye, untuk menjaga ...
Badung, 25 Februari 2018 19:27
Sat Lantas Polres Badung Sosialisasikan Tertib Berlalu Lintas
Badung, suaradewata.com- Sosialisasikan tertib berlalu lintas, Sat Lantas Polres Badung gandeng C ...
Karangasem, 25 Februari 2018 19:18
Bupati Mas Sumatri Sambut Rombongan Diplomatik Tour Para Duta Besar Dunia di Taman Tirtagangga
Karangasem, suaradewata.com- Karangasem kembali mendapatkan kesempatan membuktikan bahwa Pariwisa ...
Tabanan, 25 Februari 2018 18:55
Charger Nyantol, Ruko di Pupuan Terbakar
Tabanan, suaradewata.com - Sebuah kebakaran terjadi di ruko milik Yan Setiawan alias Ji ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter