Awas, Kasus Munir Rawan Dipolitisasi

Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 13 September 2017 | Dibaca : 2807 Pengunjung

Awas, Kasus Munir Rawan Dipolitisasi

sumber foto :google

Opini, suaradewata.com - Pemberitaan mengenai kasus Munir Said Thalib atau yang lebih dikenal dengan Munir kembali mencuat di media baru-baru ini. Dugaan adanya intervensi dan kepentingan semakin membuat penyelesaian kasus Munir bak benang kusut yang hingga kini belum terurai. Perlu sebuah pemahaman konkrit untuk mendalami kronologi tahapan demi tahapan tentang misteri yang mendasari terjadinya kasus Munir.

Penerbangan Munir Ke Belanda

Munir wafat pada tanggal 7 September 2004 di Pesawat Garuda GA-974 kursi 40 G dalam sebuah penerbangan menuju Amsterdam, Belanda. Adapun tujuan perjalanan tersebut yakni untuk melanjutkan studinya ke Universitas Utrecht. Namun disayangkan bahwa penerbangan 12 jam yang Munir jalani menjadi penerbangan terakhir bagi dirinya. Dua jam sebelum mendarat di Bandara Schipol, Belanda, Munir ditemukan tidak bernyawa.

Dua bulan kemudian, penanganan kasus Munir didalami oleh Institut Forensik Belanda yang menduga bahwa meninggalnya Munir dikarenakan racun jenis Arsenikum dosis tinggi, yang di konsumsinya bersamaan dengan makanan dan minuman yang disediakan oleh maskapai penerbangan. Sontak kematian Munir menggemparkan publik, terutama bagi keluarga dan sahabat-sahabatnya. Terlebih karena eksistensi Munir yang dikenal luas sebagai pegiat HAM.

Penanganan Kasus Munir

Munir yang meninggal di masa transisi pemerintahan yang kala itu antara Presiden Megawati ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai oleh beberapa kolega Munir sebagai kasus yang kurang mendapat perhatian dari Pemerintah. Atas tuntutan keluarga korban dan desakan keras para pegiat HAM, pemerintah bersama dengan DPR membentuk Tim Pencari Fakta (TPF)kasus Munir yang anggotanya sengaja terdiri dari kalangan sipil, dengan harapan TPF dapat berfungsi membantu polisi dalam melakukan penyelidikan.

Dalam penyelesaiannya TPF berulangkali mendesak agar penyidikan dipercepat. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kepentingan yang muncul dan upaya yang rawan untuk dipolitisir. Setelah melalui proses penyelidikan yang panjang, melalui Putusan Pengadilan Negeri Jakarta ditetapkan bahwa Pollycarpus Budihari Priyanto, seorang pilot Garuda Indonesia lah aktor dibalik meninggalnya Munir dan diganjar dengan hukuman vonis penjara selama 20tahun.

Rawan di Politisir

Merasa tidak puas dengan penanganan kasus tersebut, setelah Pollycarpus menjalani masa tahanannya dan keluar dari penjara pada tahun 2014,Suciwati, Istri Munir kembali mengangkat kasus tersebut ke publik melalui pendaftaran permohonan penyelesaian Sengketa Informasi Publik kepada Komisi Informasi Pusat (KIP) dengan tuntutan agar termohon Presiden RI melalui Kementerian Sekretariat Negara mengumumkan hasil laporan Tim Pencari Fakta (TPF) kasus meninggalnya Munir.

Selanjutnya, pada 10 Oktober 2016, KontraS memenangkan gugatan ke KIP dan Kemensesneg harus mengumumkan berkas TPF kasus Munir ke publik. Menanggapi keputusan KIP tersebut, Kemensesneg bukannya mengumumkan hasil TPF tersebut melainkan mengumumkan bahwa Kemensesneg tidak memegang dokumen TPF Munir. Hal ini menyebabkan terhambatnya penyelesaian kasus HAM pembunuhan Munir. Dengan itikad baik untuk segera menyelesaikan kasus pembunuhan Munir tersebut, Presiden Joko Widodo memerintahkan Jaksa Agung, HM Prasetyo untuk kembali mengusut kasus Munir.dan berupaya mendesak agar kasus pembunuhan suaminya segera dituntaskan.

Dari kronologi perkembangan kasus pembunuhan Munir, secara hukum kasus ini dapat dianggap tuntas. Hal ini ditunjukkan dengan sudah ditetapkannya terpidana Pollycarpus Budihari Priyanto. Apabila kasus ini terus diperpanjang, dikhawatirkan penangangan kasus Munir rawan untuk dipolitisir oleh kelompok tertentu. Dengan tujuan mendeskreditkan hingga menjatuhkan citra Pemerintah Indonesia dengan mengatasnamakan penegakan HAM. Namun demikian, tuntutan Suciawati, istri Munir yang terus menginginkan kepastian hukum terkait kasus ini masih dalam proses penanganan hukum yang pelik dan rumit. Perlu dipahami bahwa penanganan sebuah kasus hukum tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Diperlukan kecermatan mulai dari proses penyelidikan, penyidikan hingga “proses ketuk palu” yang konkrit dan komprehensif sehingga sebuah keputusan hukum dapat berjalan sesuai tanpa adanya intervensi. Oleh karenanya, masyarakat seyogyanya mengapresiasi Itikad baik Presiden Jokowi untuk kembali menyelesaikan kasus tersebut dan cerdas dalam memilih dan memilih informasi yang cenderung memprovokasi salah satu pihak.

Oleh: Ardian Wiwaha (Mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Politik Universitas Gajah Mada)


Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 13 September 2017 | Dibaca : 2807 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Nusantara, 05 Desember 2017 18:31
Mewaspadai Isu SARA Menjelang Pilkada Serentak 2018
Opini, suaradewata.com - Sejak berlangsungnya pemilihan kepala daerah serentak di berba ...
Nusantara, 04 Desember 2017 23:02
Menyikapi Ajakan Reuni 212 Secara Bijak
Opini, suaradewata.com - Apakah anda masih ingat ketika aksi 212 dilakukan di Monas? bagaimana ta ...
Nusantara, 04 Desember 2017 23:00
Ketika Perubahan Dan Pembangunan Di Papua Tertutupi Oleh Isu Negatif
Opini, suaradewata.com - Gejolak permasalahan Papua semakin hari semakin mendapat atensi dari dun ...
Nusantara, 01 Desember 2017 19:33
Reuni Aksi 212, Perlukah?
Opini, suaradewata.com - Aksi 212 tahun lalu berhasil menarik ratusan ribu masyarakat turun ke ja ...
Nusantara, 01 Desember 2017 19:31
Damailah Reuni Akbar 212
Opini, suaradewata.com - Sebentar lagi reuni akbar 212 akan segera diselenggarakan. Tak pelak aks ...
Nusantara, 30 November 2017 18:19
Mengapa Harga BBM Naik
Opini, suaradewata.com - Diakhir bulan November di penghujung tahun 2017, masyarakat Indonesia ke ...
Nusantara, 30 November 2017 18:18
Memaknai Pergeseran Istilah Separatis Ke Kelompok Kriminal Bersenjata
Opini, suaradewata.com - Organisasi Papua Merdeka atau yang disingkat dengan OPM adalah ...
Nusantara, 24 November 2017 18:58
Pentingnya Pendidikan Pancasila
Opini, suaradewata.com - Dewasa ini permasalahan yang pelik melanda Bangsa Indonesia ta ...
Nusantara, 24 November 2017 18:57
Waspada Model Serangan ISIS
Opini, suaradewata.com - Meskipun tidak seintens tahun-tahun sebelumnya, pergerakan kel ...
Nusantara, 21 November 2017 20:01
Registrasi Sim Card Untuk Cegah Kejahatan Siber
Opini, suaradewata.com -Seperti yang sudah diketahui, pemerintah telah mewajibkan seluruh penggun ...


Berita Lainnya :

Bangli, 17 Januari 2018 14:52
Apel Disiplin, Wabub Bangli Ingatkan ASN Tak Berpolitik Praktis
Bangli, suaradewata.com- Memasuki tahun politik, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, SE, ...
Tabanan, 17 Januari 2018 14:25
Ratusan Polisi Berjaga di TMP Pancaka Tirta, Ada Apa ?
Tabanan, suaradewata.com – TPS 03 di Kabupaten Tabanan tiba-tiba rusuh karena ula ...
Tabanan, 17 Januari 2018 14:04
Pura-pura Belanja, Wanita Berjaket Merah Gondol Uang Belasan Juta
Tabanan, suaradewata.com– Uang Rp 18 Juta milik Susilowati, 40, yang merupakan salah seoran ...
Tabanan, 17 Januari 2018 13:45
Bupati Eka Terima Audiensi Bank Bukopin. Apresiasi Program untuk ASN dan Pensiunan.
Tabanan, Suaradewata.com– Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menerima kunjungan Bank Buk ...
Tabanan, 17 Januari 2018 13:10
Baru Sehari Dipasang, Baliho Mantra – Kerta Dirobek di Tabanan
Tabanan, suaradewata.com– Suhu politik menjelang pilgub Bali di Tabanan mulai panas, hal it ...
Gianyar, 16 Januari 2018 23:09
KPU Gianyar Terima Hasil Tes Kesehatan Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Gianyar 2018
Gianyar, suaradewata.com - Tahapan penyerahan hasil tes kesehatan Jasmani, Rohani, Psikologi ...
Tabanan, 16 Januari 2018 19:59
Tak Mau Buat Masyarakat Kecewa, Sanjaya Minta Kerahkan Pawang Hujan
Tabanan, suaradewata.com – DPC PDIP Tabanan ingin maksimal dalam menyiapkan segal ...
Tabanan, 16 Januari 2018 19:57
FPBT Ajak Generasi Muda Memaknai Lubdaka “Jaman Now”
Tabanan, suaradewata.com – Malam Siwaratri, Senin (15/1/2018) diisi dengan mengge ...
Denpasar, 16 Januari 2018 19:56
Mayjen TNI Benny Susianto Disambut Tepung Tawar, Awal Penugasan Sebagai Pangdam IX/Udayana
Denpasar, suaradewata.com - Sudah menjadi tradisi setiap pergantian pejabat baru di jajaran ...
Tabanan, 16 Januari 2018 16:21
Sat Intelkam Polres Tabanan dan Panwaslu Tandatangani Kesepakatan Amankan Pemilu
Tabanan, suaradewata.com– Satuan Intelkam Polres Tabanan bersama Panitia Pengawas Pemiliu ( ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter