Awas, Kasus Munir Rawan Dipolitisasi

Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 13 September 2017 | Dibaca : 2723 Pengunjung

Awas, Kasus Munir Rawan Dipolitisasi

sumber foto :google

Opini, suaradewata.com - Pemberitaan mengenai kasus Munir Said Thalib atau yang lebih dikenal dengan Munir kembali mencuat di media baru-baru ini. Dugaan adanya intervensi dan kepentingan semakin membuat penyelesaian kasus Munir bak benang kusut yang hingga kini belum terurai. Perlu sebuah pemahaman konkrit untuk mendalami kronologi tahapan demi tahapan tentang misteri yang mendasari terjadinya kasus Munir.

Penerbangan Munir Ke Belanda

Munir wafat pada tanggal 7 September 2004 di Pesawat Garuda GA-974 kursi 40 G dalam sebuah penerbangan menuju Amsterdam, Belanda. Adapun tujuan perjalanan tersebut yakni untuk melanjutkan studinya ke Universitas Utrecht. Namun disayangkan bahwa penerbangan 12 jam yang Munir jalani menjadi penerbangan terakhir bagi dirinya. Dua jam sebelum mendarat di Bandara Schipol, Belanda, Munir ditemukan tidak bernyawa.

Dua bulan kemudian, penanganan kasus Munir didalami oleh Institut Forensik Belanda yang menduga bahwa meninggalnya Munir dikarenakan racun jenis Arsenikum dosis tinggi, yang di konsumsinya bersamaan dengan makanan dan minuman yang disediakan oleh maskapai penerbangan. Sontak kematian Munir menggemparkan publik, terutama bagi keluarga dan sahabat-sahabatnya. Terlebih karena eksistensi Munir yang dikenal luas sebagai pegiat HAM.

Penanganan Kasus Munir

Munir yang meninggal di masa transisi pemerintahan yang kala itu antara Presiden Megawati ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai oleh beberapa kolega Munir sebagai kasus yang kurang mendapat perhatian dari Pemerintah. Atas tuntutan keluarga korban dan desakan keras para pegiat HAM, pemerintah bersama dengan DPR membentuk Tim Pencari Fakta (TPF)kasus Munir yang anggotanya sengaja terdiri dari kalangan sipil, dengan harapan TPF dapat berfungsi membantu polisi dalam melakukan penyelidikan.

Dalam penyelesaiannya TPF berulangkali mendesak agar penyidikan dipercepat. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kepentingan yang muncul dan upaya yang rawan untuk dipolitisir. Setelah melalui proses penyelidikan yang panjang, melalui Putusan Pengadilan Negeri Jakarta ditetapkan bahwa Pollycarpus Budihari Priyanto, seorang pilot Garuda Indonesia lah aktor dibalik meninggalnya Munir dan diganjar dengan hukuman vonis penjara selama 20tahun.

Rawan di Politisir

Merasa tidak puas dengan penanganan kasus tersebut, setelah Pollycarpus menjalani masa tahanannya dan keluar dari penjara pada tahun 2014,Suciwati, Istri Munir kembali mengangkat kasus tersebut ke publik melalui pendaftaran permohonan penyelesaian Sengketa Informasi Publik kepada Komisi Informasi Pusat (KIP) dengan tuntutan agar termohon Presiden RI melalui Kementerian Sekretariat Negara mengumumkan hasil laporan Tim Pencari Fakta (TPF) kasus meninggalnya Munir.

Selanjutnya, pada 10 Oktober 2016, KontraS memenangkan gugatan ke KIP dan Kemensesneg harus mengumumkan berkas TPF kasus Munir ke publik. Menanggapi keputusan KIP tersebut, Kemensesneg bukannya mengumumkan hasil TPF tersebut melainkan mengumumkan bahwa Kemensesneg tidak memegang dokumen TPF Munir. Hal ini menyebabkan terhambatnya penyelesaian kasus HAM pembunuhan Munir. Dengan itikad baik untuk segera menyelesaikan kasus pembunuhan Munir tersebut, Presiden Joko Widodo memerintahkan Jaksa Agung, HM Prasetyo untuk kembali mengusut kasus Munir.dan berupaya mendesak agar kasus pembunuhan suaminya segera dituntaskan.

Dari kronologi perkembangan kasus pembunuhan Munir, secara hukum kasus ini dapat dianggap tuntas. Hal ini ditunjukkan dengan sudah ditetapkannya terpidana Pollycarpus Budihari Priyanto. Apabila kasus ini terus diperpanjang, dikhawatirkan penangangan kasus Munir rawan untuk dipolitisir oleh kelompok tertentu. Dengan tujuan mendeskreditkan hingga menjatuhkan citra Pemerintah Indonesia dengan mengatasnamakan penegakan HAM. Namun demikian, tuntutan Suciawati, istri Munir yang terus menginginkan kepastian hukum terkait kasus ini masih dalam proses penanganan hukum yang pelik dan rumit. Perlu dipahami bahwa penanganan sebuah kasus hukum tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Diperlukan kecermatan mulai dari proses penyelidikan, penyidikan hingga “proses ketuk palu” yang konkrit dan komprehensif sehingga sebuah keputusan hukum dapat berjalan sesuai tanpa adanya intervensi. Oleh karenanya, masyarakat seyogyanya mengapresiasi Itikad baik Presiden Jokowi untuk kembali menyelesaikan kasus tersebut dan cerdas dalam memilih dan memilih informasi yang cenderung memprovokasi salah satu pihak.

Oleh: Ardian Wiwaha (Mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Politik Universitas Gajah Mada)


Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 13 September 2017 | Dibaca : 2723 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Nusantara, 22 September 2017 14:19
“GENTANASI” Gerakan Makan Tanpa Nasi
Manado, suaradewata.com - (22/09) Potensi pangan lokal yang berlimpah di Provinsi Sulawesi Utara ...
Nusantara, 19 September 2017 15:40
Peringati HUT 72-TNI, Kodam Gelar Berbagai Kegiatan
Timor Leste, suaradewata.com - Dalam memperingati HUT Ke-72 TNI Tahun 2017, Kodam IX/Udayana meme ...
Nusantara, 18 September 2017 22:35
Solusi Terbaik Untuk Kemacetan
Opini, suaradewata.com - Warga Jakarta tentu sudah tidak asing lagi atau bahkan sudah jenuh denga ...
Nusantara, 18 September 2017 22:32
Sikapi Hoax Dengan Bijak
Opini, suaradewata.com - Saat ini, saya merasa bahwa sudah banyak sekali berita hoax yang dibagik ...
Nusantara, 17 September 2017 20:13
Rohingya Dari Tahun Ke Tahun
Opini, suaradewata.com - Kekerasan kemanusian terbaru dan terbesar sepanjang abad ini kembali ter ...
Nusantara, 17 September 2017 20:11
Rivalitas Sia-Sia
Opini, suaradewata.com - Ketegangan antara Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) da ...
Nusantara, 16 September 2017 20:33
Rivalitas Politik Yang Luluh Oleh Kebhinekaan
Opini, suaradewata.com - Seringkali kali kita masih mengartikan kemerdekaan sekadar perlombaan ba ...
Nusantara, 16 September 2017 20:32
Pembentukan Karakter Dalam Full Day School
Opini, suaradewata.com - Akhir-akhir ini, masyarakat diresahkan oleh banyaknya kasus tawuran yang ...
Nusantara, 14 September 2017 20:24
Melihat Titik Lahir Rohingya
Opini, suaradewata.com - Banyak versi yang menceritakan titik lahir kehidupan atau asal mula seja ...
Nusantara, 14 September 2017 20:23
Kesalahan Yang Mempererat Persatuan
Opini, suaradewata.com - “Pembukaan #SEAgame2017 yg bagus tapi mencederai dg keteledoran fa ...


Berita Lainnya :

Denpasar, 23 September 2017 11:28
Memaknai Hari Olahraga Nasional, Masyarakat Diminta Menjadikan Olahraga Sebagai Gaya Hidup
Denpasar, suaradewata.com - Memaknai peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-34 Tahun 2017 ...
Tabanan, 23 September 2017 11:14
Peduli Bencana Gunung Agung, Polres Tabanan Serahkan Satu Truck Sembako
Tabanan, suaradewata.com– Meningkatnya aktivitas Gunung Agung Karangasem ke level awas memb ...
Tabanan, 23 September 2017 11:06
Kodim 1619/Tabanan Gelar Nonbar Film G 30 S PKI
Tabanan, suaradewata.com -  Komando Distrik Militer (Kodim) 1619/Tabanan gelar Non ...
Tabanan, 23 September 2017 11:02
Selain Ke Desa Candikuning, Warga Karangasem Juga Mengungsi Ke Pupuan
Tabanan, suaradewata.com - Selain ke Desa Candikuning Kecamatan Baturiti, warga Kabupat ...
Gianyar, 23 September 2017 00:02
Kapolres Gianyar Kunjungi Pengungsi Gunung Agung di Tegallalang
Gianyar, suaradewata.com - Kapolres Gianyar AKBP Djoni Widodo beserta rombongan Pejabat ...
Jembrana, 22 September 2017 23:58
Tidur Saat Berkendara Nyaris Tewas Tabrak Pohon Perindang
Jembrana, suaradewata.com - Naas dialami oleh seorang pemotor yakni Ahmad Taufiq, 34,  asal ...
Karangasem, 22 September 2017 18:43
Magma Mendekati Pemukaan Kawah, Jumlah Pengungsi Hampir Capai 10.000 Jiwa
Karangasem, suaradewata.com - Petugas dari badan Geologi di Pos Pemantau Gunung Agung, terus meng ...
Gianyar, 22 September 2017 14:51
Wabup Mahayastra Kunjungi Pengungsi dari Karangasem di Desa Taro
Gianyar, suaradewata.com - Br. Puakan Desa Taro Kecamatan Tegallalang Gianyar menjadi t ...
Gianyar, 22 September 2017 14:50
Sosialisasi Tahapan Pemilukada, Wabup Agus Mahayastra Ajak Cermati Visi Misi Calon
Gianyar, suaradewata.com - Wakil Bupati Gianyar Made ‘Agus’ Mahayastra membuka acara ...
Gianyar, 22 September 2017 14:46
Gerakan Masyarakat Sadar Demokrasi Gelar Lomba Yel dan Pidato
Gianyar, suaradewata.com - KPU Provinsi Bali bekerjasama Pemkab Gianyar menggelar lomba yel-yel d ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter