36 Petani Tejakula Menangkan Gugatan Sengketa Lahan di PN Singaraja

Oleh : adi/ari | 11 Agustus 2017 | Dibaca : 2484 Pengunjung

36 Petani Tejakula Menangkan Gugatan Sengketa Lahan di PN Singaraja

sumber foto :suaradewata.com

Buleleng, suaradewata.com - Perjuangan para petani di Dusun Sembung, Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, akhirnya membuahkan hasil. Gugatan yang teregister di kepaniteraan perdata Pengadilan Negeri Singaraja dengan nomor perkara 399, 400, 401, 453, 455, atas Perbuatan Melawan Hukum (PMH), dimenangkan oleh 36 orang petani selaku pihak Tergugat.

Amar putusan yang dibuat Majelis Hakim yang menyidangkan perkara itu salah satunya menyatakan ke 36 penggugat merupakan pemilik sah atas lahan bersengketa di kawasan Desa Tembok.

Para petani digugat oleh Para Penggugat sejak 2014 lalu. Para Penggugat tersebut masing-masing; Ketut Astawa (75) warga Desa Bondalem, Nyoman Swidnyana (54) warga Desa Tembok, Gede Ngurah Widarta warga Singaraja, Putu Ridharta Kayua warga Kelurahan Banyuasri, dan Gede Mayura (76) warga Desa Bondalem. Kelimanya mengklaim sebagai pemilik sah atas tanah yang ditempati 36 petani tersebut.

Sengketa kepemilikan tanah antara Para Tergugat dan Para Penggugat pun sempat masuk gedung DPRD Buleleng tahun 2015 silam. Pasalnya, untuk penyelesaiannya. Pasalnya, kepemilikan para petani yang digugat mengacu pada restribusi yang kemudian dikuatkan oleh Surat Keputusan Kepala Inspeksi Agraria Bali tanggal 5 februari 1965 No. A17/18/A/Agr/Bll.

“Dulu ada pembatasan memiliki lahan maksimal 9 Hektare. Dulu ada tuan tanah, setelah dicek itu lebih dari maksimal itu tanahnya, sehingga tanah itu diambil oleh Negara. Dari Negara-lah yang memberikan kepada petani-petani yang menggarap lahan itu, dengan pemberian SK. Sah itu petani yang memiliki dan bisa disertifikatkan,” ujar Nyoman Sunarta selaku Kuasa Hukum para petani.

Karena para petani banyak yang tidak memahami aturan agraria, mereka tidak membuatkan sertifikat atas tanah yang berpuluh tahun dikelolanya.

Untuk gugatan No. 399 digugat oleh Gede Mayura menggugat 6 petani. Kemudian Gugatan No. 400 digugat oleh Nyoman Swidnyana menggugat 7 petani. Lalu, Gugatan No. 401 digugat oleh Putu Ridharya Kayua menggugat 3 petani. Dan, Gugatan No. 453 digugat oleh Gede Ngurah Widarta menggugat 3 petani. Serta terakhir, Gugatan No. 456 digugat oleh Ketut Astawa menggugat 15 petani.

Gugatan mereka masuk ke PN Singaraja, pada 22 September 2016 lalu. Luasan lahan yang digugat oleh 5 penggugat kepada 36 petani yang selaku tergugat yakni, masih dalam lingkaran areal lahan seluas 158,565 Hektar yang sebelumnya dimiliki oleh Ketut Kadjar.

Namun pada Kamis (10/8/2017) sidang dalam agenda pembacaan putusan, PN Singaraja melalui Majelis Hakim yang diketuai oleh Cokorde Gde Artana, yang juga Ketua PN Singaraja memutuskan, menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya.

Putusan inipun akhirnya, menguatkan para petani sebagai pemilik sah atas tanah obyek redistribusi, yang dikuatkan sesuai SK kepala inspeksi agraria bali tanggal 5 februari 1965 no. A17/18/A/Agr/Bll.

“Lewat putusan itu, menandakan para petani sah sebagai pemilik hak atas tanah-tanah yang disengketakan oleh para penggugat,” tegas Made Sukarena yang juga tim advokasi para petani.

Sementara dari kuasa Hukum para penggugat memutuskan, untuk mengajukan banding atas putusan PN Singaraja ke Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar.

“Atas putusan dari Majelis Hakim, kami mengajukan banding,” ucap Eko Sasi Kirono, dalam persidangan usai dibacakan putusan.

Putusan dari PN Singaraja inipun, disambut suka cita. Pasalnya, perjuangan beberapa tahun oleh para petani akhirnya membuahkan hasil.

“Kami apresiasi putusan Majelis hakim. Kami sebagai masyarakat kecil hanya berharap keadilan. Tapi, kami puas dengan putusan hakim tadi. Meski akan ada lanjutan upaya hukum Banding, kami siap kok dan kami yakin hukum akan berpihak pada masyarakat kecil,” pungkas Koordinator para petani, Nengah Suarsana. adi/ari


Oleh : adi/ari | 11 Agustus 2017 | Dibaca : 2484 Pengunjung


TAGS : buleleng sengketa lahan tejakula petani




Berita Terkait :

Buleleng, 18 Oktober 2017 23:01
Petani Cengkeh di Buleleng Berharap Kredit dengan Bunga Murah
Denpasar, suaradewata.com - Anggota DPRD Provinsi Bali memasuki masa reses (menyer ...
Buleleng, 02 Oktober 2017 12:40
Prof. Sudiana Harapkan Sikap Luhur Menjadi Barometer Generasi AWBS
Buleleng, suaradewata.com – Sifat seseorang diharapkan mampu menggambarkan sifat ...
Bangli, 29 Agustus 2017 19:52
Petani Bangli Dapatkan Pengetahuan Budidaya Tembakau
Bangli, suaradewata.com - Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dari hulu ke hilir tenta ...
Buleleng, 15 Agustus 2017 22:28
Pangdam Kunjungi SMA Bali Mandara, Tanamkan Nilai Nilai Kebangsaan
Buleleng, suaradewata.com - Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, S.I.P.,M. ...
Buleleng, 11 Agustus 2017 22:06
Busyeeeeet...Pencuri Beraksi Di Seberang "Markas" Polisi??
Buleleng, suaradewata.com - Pencurian di Kabupaten Buleleng pun kian nekat. Aksi kali i ...
Buleleng, 11 Agustus 2017 22:04
36 Petani Tejakula Menangkan Gugatan Sengketa Lahan di PN Singaraja
Buleleng, suaradewata.com - Perjuangan para petani di Dusun Sembung, Desa Tembok, Kecam ...
Buleleng, 11 Agustus 2017 00:16
Sepasang Mayat Membusuk di Kebun Kopi, Diduga Korban Laka Lantas?
Buleleng, suaradewata.com - Wrga Dusun Bujak, Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, Kabupat ...
Buleleng, 09 Agustus 2017 20:03
Komplotan Pencuri Bercadar Kembali Beraksi, Gasak Toko di Desa Padangbulia
Buleleng, suaradewata.com - Setelah sederetan kasus pencurian sepeda motor yang be ...
Bangli, 04 Juli 2017 21:11
Dinilai Provinsi, Ini Kategori Calon Petani Teladan Kabupaten Bangli 2017
Bangli, suaradewata.com – Hampir setiap tahun Kabupaten Bangli tidak pe ...
Buleleng, 26 Juni 2017 20:58
ABG 15 Tahun Cabuli Bocah 5 Tahun
Buleleng, suaradewata.com - Putu Arya Kusuma (15) warga Dusun Lebah Sari, Desa Unggahan, Kec ...


Berita Lainnya :

Denpasar, 21 Oktober 2017 17:06
Golkar Tabanan Bagikan Sembako Hingga Kursi Roda
Denpasar, suaradewata.com  - DPD II Partai Golkar Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, menggela ...
Nusantara, 21 Oktober 2017 17:05
Mengingat Kembali Peristiwa Sumpah Pemuda
Opini, suaradewata.com - Sumpah pemuda merupakan salah satu tonggak sejarah pergerakan kemerdekaa ...
Nusantara, 21 Oktober 2017 17:03
Terorisme Bukanlah Jihad
Opini, suaradewata.com - Terorisme adalah tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban y ...
Nusantara, 21 Oktober 2017 17:02
Tantangan Deradikalisasi
Opini, suaradewata.com - Sejak dibentuknya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) oleh Pe ...
Tabanan, 21 Oktober 2017 17:01
Pemkab Tabanan Gelar Aksi dan Green Festival Kota Hijau
Tabanan, suaradewata.com –Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Badan Perencanaan, Penelitia ...
Nusantara, 20 Oktober 2017 23:18
Menilik Kinerja 3 Tahun Pemerintahan Jokowi - JK
Opini, suaradewata.com - Selama 3 tahun pemerintahan Jokowi-JK ada banyak tanggapan bernada sinis ...
Tabanan, 20 Oktober 2017 23:15
RDTR Terkatung-katung, Dewan Sidak Eksekutif
Tabanan, suaradewata.com –Hingga saat ini Kabupaten Tabanan belum memiliki Rencana Detail T ...
Nusantara, 20 Oktober 2017 23:15
Kerja Kongkrit Jokowi Membangun Papua
Opini, suaradewata.com - Selama 72 tahun Indonesia merdeka pada akhirnya masyarakat Papua dapat m ...
Nusantara, 20 Oktober 2017 23:11
299, Pejuangan Demokrasi Yang Anti Demokrasi
Opini, suaradewata.com - Penolakan Perppu Ormas oleh Ormas radikal mulai disuarakan kembali setel ...
Karangasem, 20 Oktober 2017 23:09
PAD Karangasem Hancur-hancuran, Pengusaha Galian C Berizin Mohon Diberikan Beroperasi
Karangasem, suaradewata.com - Sejak Gunung Agung statusnya dinaikkan ke level awas, aktifitas usa ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter