Deradikalisasi dan Deideologisasi

Oleh : Ricky RInaldi/aga | 19 April 2017 | Dibaca : 2563 Pengunjung

Deradikalisasi dan Deideologisasi

sumber foto :google

Opini, suaradewata.com - Secara umum kata deradikalisasi dan deideologisasi menjadi suatu pokok bahasan yang sangat menarik dalam dunia terorisme. Bagaimana tidak, pemaknaan hingga dengan penerapannya dalam meredusir eksistensi paham radikal dan ekstrim terorisme telah masif dilakukan di beberapa negara seperti Yaman, Mesir, Arab Saudi, Malaysia, Singapura, hingga Indonesia. Bagaimana dengan kita? Sudah tahukah apa itu arti dan makna dari kata deradikalisasi dan deideologisasi?

 

Pemahaman tentang Deradikalisasi

Deradikalisasi dapat dikatakan sebagai pola baru dalam dunia penanganan ancaman terorisme. Kata deradikalisasi diambil dari bahasa Inggris deradicalization yangmana berasal dari kata dasar radical yang berarti berakar atau mengakar.

Apabila ditelaah melalui bahasan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata radikal memiliki arti, “secara mendasar, maju dalam berpikir atau bertindak”. Selain itu, apabila ditambahkan dengan imbuhan –isme, arti kata radikalisme mengartikan tentang “paham atau aliran yang mengingikan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis, hingga sebuah sikap ekstream dalam suatu aliran politik”.

Salah satu organisasi multinasional non pemerintahan dan nirlaba yang berkantor di Brussels, International Crisis Group (ICG) pernah melakukan sebuah studi penelitian tentang mencegah dan memberikan solusi terhadap suatu konflik yang berbahaya. Dalam laporannya: Deradicalization and Indonesian Prisons: Asia Report No. 42 – 19 November 2007, memberikan batasan definisi deradikalisasi yakni “suatu upaya untuk membujuk teroris dan para pendukungnya untuk meninggalkan penggunaan kekerasan”.

Berbeda dengan salah satu Direktur International Center for the Study of Terrorism Pennsylvania, John Horgan dalam karya tulisnya Deradicalization or Disengangement, memperlihatkan adanya perbedaan terhadap penggunaan istilah deradikalisasi (Bahasa Indonesia) dan kata deradicalization yang telah digunakan oleh Counter-Terrorism Implementation Task Force (CTITF), yang menurut pendapat Horgan, sebaiknya menggunakan istilah deradicalize sebagai hasil dari gabungan dua kata yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama untuk membuat para teroris meninggalkan atau melepaskan aksi terorisme berbentuk kekerasan.

Dapat ditarik sebuah kesimpulan tentang pemaknaan arti kata deradikalisasi berdasarkan gaya dan pemikiran khas Indonesia yakni segala upaya yang dilakukan dalam rangka menetralisir paham-paham radikal melalui pendekatan interdisipliner, seperti hukum, psikologi, agama, dan sosial-budaya bagi mereka yang dipengaruhi atau terekspose paham radikal dan/atau pro-kekerasan.

Sehingga dalam pewujudan deradikalisasi terorisme, dapat dilakukan beberapa upaya program seperti reorientasi motivasi, re-edukasi, resosialisasi, serta mengupayakan kesejahteraan sosial dan kesetaraan dengan masyarakat lain bagi mereka yang pernah terlibat terorisme maupun bagi simpatisan, sehingga timbul rasa nasionalisme dan mau berpartisipasi sebagai layaknya Warga Negara Indonesia.

 

Melepas Ideologi Teroris

Selain deradikalisasi, dewasa ini sebutan salah satu upaya untuk meredusir ideologi radikal atau ekstrim seseorang yakni deideologisasi.

Istilah deideologisasi berasal dari kata dasar ideologi dengan awalan de- serta ditambahi akhiran sasi. Berkaca dari KBBI, deideologisasi diartikan sebagai bentuk berhentinya proses pendalaman (penyebaran) sebuah ideologi. Terdapat perbedaan dalam pemaknaan implikasi kata deideologisasi sekarang dengan yang terdahulu. Ketika zaman orde baru, deideologisasi diartikan sebagai upaya untuk membentuk pemikiran masyarakat menjadi ideologi Pancasila sebagai ideologi tunggal.

Zaman orde baru, deideologisasi berimplikasi terhadap dilarangnya pembentukan partai yang berlandaskan agama, terutama terhadap islam dan komunis.

Akan tetapi, pemaknaan deideologisasi dalam warna baru hanya menghentikan ideologi-ideologi yang dijadikan dasar tindakan terorisme, ataupun ideologi-ideologi yang mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam segala pluralitas serta kehidupan berdemokrasi.

Oleh karenanya, secara harafiah deideologisasi diartikan sebagai upaya untuk menghentikan proses pemahaman dan penyebaran idelogi islam radikal yang dimiliki oleh kelompok beraliran radikal hingga ekstrim teroris. Sehingga dengan adanya konsep deideologisasi, proses penyadaran atau proses reorientasi pemikiran teroris agar dapat kembali kepada pemahaman islam yang hakiki.

Sudah pahamkah pemaknaan arti kata deradikalisasi dan deideologisasi?

 

Oleh:Ricky RInaldi(Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia)


Oleh : Ricky RInaldi/aga | 19 April 2017 | Dibaca : 2563 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Nusantara, 23 Juni 2017 14:39
Gubernur Sulawesi Utara Apresiasi Dikpolnas KMHDI di Manado
Politik,suaradewata.com - Gubernur Sulawesi Utara mengapresiasi pelaksanaan Diklat Politik Nasion ...
Nusantara, 23 Juni 2017 12:58
Staf Khusus Presiden Bicara Politik Berlandaskan Pancasila di Dikpolnas KMHDI
Politik, suaradewata.com - Pembukaan Diklat Politik Nasional atau Dikpolnas Kesatuan Mahasiswa Hi ...
Nusantara, 17 Juni 2017 18:21
Tidak Ada Pelanggaran HAM di Tanah Cendrawasih
Opini, suaradewata.com - Kualitas pelaksanaan hak asasi manusia di Indonesia kembali ditinjau lew ...
Nusantara, 17 Juni 2017 18:19
Sejarah Bulan Ramadhan
Opini, suaradewata.com - Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang diwajibkan bagi umat muslim di ...
Nusantara, 17 Juni 2017 18:17
Pola Persebaran Radikal Baru
Opini, suaradewata.com - Berbicara mengenai pola persebaran radikal, radikalisasi bukan merupakan ...
Nusantara, 17 Juni 2017 10:39
Mengapa Hizbut Tahrir Indonesia Dibubarkan?
Opini, suaradewata.com - Kemarin, 8 Mei 2017 di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, bersama dengan K ...
Nusantara, 17 Juni 2017 10:36
Mengaborsi Benih Radikalisme dan Terorisme
Opini, suaradewata.com - Menelaah sejarah HTIatau yang dikenal dengan Hizbut TahrirIndonesia, &nb ...
Nusantara, 17 Juni 2017 10:34
Menelisik Sejarah Pengusiran Belanda dari Tanah Cenderawaih
Opini, suaradewata.com - Hampir 60 tahun sudah Papua yang dahulunya bernama Irian Barat bergabung ...
Nusantara, 15 Juni 2017 20:20
The Use of the Internet for Terrorist Purposes
Opini, suaradewata.com - Masih lemahnya upaya kontrol dan pengawasan secara masif dan komprehensi ...
Nusantara, 15 Juni 2017 20:19
Terorisme di Dunia Maya
Opini,suaradewata.com - Geliat terorisme di dunia saat ini telah memasuki babak baru. Hampir selu ...


Berita Lainnya :

Klungkung, 26 Juni 2017 15:58
Diguyur Hujan, Bukit Abah Klungkung Kembali Longsor
Klungkung, suaradewata.com - Hujan lebat yang mengguyur Klungkung sejak beberapa hari mengakibatk ...
Klungkung, 26 Juni 2017 15:57
Pemkab Klungkung Gelar Metatah Massal Gratis
Klungkung, suaradewata.com - Pemkab Klungkung melalui Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabu ...
Tabanan, 26 Juni 2017 15:52
Puncak HUT Perak LPD Bedha, Beri Penghargaan Kepada Pendiri LPD
Tabanan, suaradewata.com– Puncak Perayaan HUT ke 25 (Perak) LPD Bedha dengan thema LPD Ajeg ...
Tabanan, 26 Juni 2017 15:51
Jalan Sehat HUT Perak LPD Bedha Diikuti Belasan Ribu Warga
Tabanan, suaradewata.com - Hut LPD Bedha ke 25 tahun dimeriahkan dengan gerak jalan san ...
Tabanan, 26 Juni 2017 11:41
Barrack Obama Berkunjung Ke DTW Jatiluwih
Tabanan, suaradewata.com - Mantan Presiden Amerika, Barrack Obama berkunjung ke DTW Jat ...
Bangli, 26 Juni 2017 11:39
Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Danau Batur
Bangli, suaradewata.com – Warga dikawasan danau Batur, tepatnya di Br. Seked, Des ...
Badung, 25 Juni 2017 14:29
Turun Pesawat, Dua Napi Diangkut Pakai Rantis
Badung, suaradewata.com – Dua narapidana yang kabur dari Lapas Klas II A Denpasar dan terta ...
Tabanan, 25 Juni 2017 14:28
Penampilan Gong Kebyar Tampilkan Kreatifitas Anak Muda
Tabanan, suaradewata.com - Penampilan Gong Kebyar pada malam parade budaya Desa Pakrama ...
Gianyar, 25 Juni 2017 06:00
“Tumpek Kandang” Untuk Ratusan Satwa di Bali Zoo
Gianyar, suaradewata.com - Bali Zoo secara rutin menggelar ritual Upacara “Tumpek Kand ...
Gianyar, 24 Juni 2017 11:55
Cari Bambu, Gati Ditemukan Tewas di Selokan
Gianyar, suaradewata.com - Seorang buruh bangunan, I Wayan Gati (60) beralamat Bre ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter