Serius Tanggapi Laporan TN Pejarakan, Kajari Buleleng Siapkan Tim

Oleh : adi/ari | 13 April 2017 | Dibaca : 3370 Pengunjung

Serius Tanggapi Laporan TN Pejarakan, Kajari Buleleng Siapkan Tim

sumber foto :suaradewata.com

Buleleng, suaradewata.com - Kejaksaan Negeri Buleleng, M Fahrur Rozy, menyikapi serius laporan dugaan penyalahgunaan wewenang oleh sejumlah oknum pejabat di Pemkab Buleleng terkait izin perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB) PT. Prapat Agung Permai di lahan negara seluas 45 hektare, Dusun Batu Ampar, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Hal tersebut diungkapkannya saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Rabu (12/4/2017).

"Sudah saya bentuk tim dengan melibatkan seluruh Kepala Seksi (Kasi) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng. Mulai Kasi Intel, Kasi Pidsus, dan Kasi Pidum terlibat semua dalam proses pengumpulan data pendukung laporan masyarakat," kata Rozy.

Menurutnya, dalam waktu dekat pun akan dilakukan ekspose perkara di Kejaksaan Tinggi Bali terkait dengan hasil temuan data yang dikumpulkan oleh tim Puldat/Pulbaket Kejaksaan Negeri Buleleng.

Sebagaimana informasi yang berhasil dihimpun suaradewata.com dari sejumlah sumber di Kejari Buleleng bahwa selain telah resmi memberikan disposisi Kajari Rozy pun telah menghadiri panggilan pimpinan di Kejaksaan Tinggi Bali terkait laporan masyarakat.

"Nanti entah siapa yang akan menangani, apa Kejari Buleleng atau langsung diambil alih oleh Kejati Bali. Tunggu hasil ekspose kasus ini minggu depan. Saya langsung datang memenuhi panggilan pimpinan nanti di Kejati Bali," papar Rozy dibalik balutan kemeja putih garis-garisnya.

Dikonfirmasi terkait dengan keseriusan menangani laporan dugaan penyelewengan kewenangan tersebut, Rozy tampak semangat mengungkapkan keseriusan pihaknya dalam menindaklanjuti laporan yang terindikasi ke arah penyalahgunaan wewenang hingga menimbulkan kerugian negara.

Kapolsek Bantah Periksa Warga

Di sisi lain, Kapolsek Gerokgak yakni Kompol I Gusti Ngurah Alit Putra membantah terkait dugaan diskriminasi pelayanan penegakan hukum terhadap warga pemilik lahan yang diklaim pihak Pemkab Buleleng dan PT Prapat Agung Permai di Desa Pejarakan.

Hal tersebut disampaikannya dibalik sambungan seluler ketika dikonfirmasi awak media. Menurut Alit, dirinya bahkan tidak mengetahui pemanggilan terhadap warga ketika aksi pencabutan plang PT Prapat Agung Permai.

"Itu kalau tidak salah prosesnya bukan di Polsek (Gerokgak) tapi di Polres Buleleng. Mereka dipanggil ke Polres Buleleng jaman pak Adnyana (Kompol Ketut Adnyana TJ) menjadi Kasat Reskrim Polres Buleleng. Coba dikonfirmasi lebih lanjut ke Polres Buleleng," tuturnya.

Namun disisi lain, hal tersebut dibantah oleh pihak Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA), Ni Made Indrawati, ketika dikonfirmasi di kediamannya yakni Desa Sumberklampok, Gerokgak. Menurutnya, masyarakat yang kala itu aktif melakukan penolakan sempat menjalani pemeriksaan di Polsek Gerokgak.

Dalam proses pemeriksaan tersebut, lanjutnya, memang tidak ada bentuk kekerasana atau paksaan terhadap warga pemilik lahan yang dipanggil. Pertanyaan pun tampak diajukan dengan santai seolah seperti tidak sedang di introgasi.

Namun yang di Polres Buleleng, lanjutnya, prosesnya resmi dilakukan pemanggilan dengan surat. Yang kala itu, kata Indrawati, Polres Buleleng membentuk tim yang diketuai oleh AKP Made Drawi yang kini menjabat sebagai Kapolsek Sawan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga di Desa Pejarakan yang melaporkan dugana penyalahgunaan kewenangan sebelumnya sempat merasakan tindakan diskriminatif pihak aparat penegak hukum. Tanah Negara yang diberikan hak pengelolaannya kepada masyarakat pun diklaim oleh pihak PT Prapat Agung Permai dengan status yang menyebut sebagai pemegang HGB 2.

Tanah warga pun dipasang plang dan dipagari dengan kawat berduri sehingga membuat sejumlah masyarakat merasa kesal dan melakukan pengerusakan terhadap pagar dan plang PT Prapat Agung Permai tersebut.

Akibatnya, mereka harus hilir mudik kantor polisi baik Polsek Gerokgak maupun Polres Buleleng untuk menjalani pemeriksaan. Padahal, sejumlah sumber pihak masyarakat pemilik lahan dalam pemberitaan sebelumnya menyebut melihat ketidak beresan proses pemeriksaan tersebut.

Ironisnya, masyarakat yang melporkan balik kasus dugaan penyerobotan oleh Pemkab Buleleng atas klaim pemegang HPL  dan PT Prapat Agung Permai di Mapolda Bali, hingga kini belum menemukan kejelasan apapun sejak Agustus 2015 silam mendatangi Polda Bali.

Baca : Warga Batuampar Seret PT Prapat Agung Permai ke Polda Bali

Seperti yang diungkapkan I Made Sukrada ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya dan mengatakan hingga saat ini belum ada kejelasan apapun dari pihak Polda Bali atas laporan warga Desa Pejarakan.

Selain hanya menggantungkan nasib dan kejelasan penyerobotan tanah mereka ke institusi penegak hukum Korps Adhyaksa, Sukrada mengaku sudah enggan berurusan untuk melaporkan ketertindasan masyarakat di Desa Pejarakan terkait perkara penyerobotan tanah serta dugaan penyalahgunaan kewenangan oknum pejabat di Pemkab Buleleng atas penerbitan perpanjangan HGB 2 menjadi HGB 10 PT Prapat Agung Permai.

Pasalnya, selain merasakan bentuk diskriminasi pelayanan hukum ia dan sejumlah warga yang berkaitan dengan sengketa tersebut pun belum merasa hadirnya negara dalam penegakan hukum atas laporan mereka ke PT Prapat Agung Permai di Polda Bali.

Sementara itu Kapolres Buleleng, AKBP Made Sukawijaya, masih belum bisa dikonfirmasi terkait dengan kondisi dugaan diskriminasi yang sempat berlangsung di institusi yang dipimpinnya kini. Ketika didatangi ke Mapolres Buleleng, Sekretaris Pribadi Kapolres Buleleng mengatakan keberadaan Kapolres masih di Polda Bali. adi/ari


Oleh : adi/ari | 13 April 2017 | Dibaca : 3370 Pengunjung


TAGS : buleleng TN pejarakan PT Prapat Agung Kejari




Berita Terkait :

Buleleng, 02 Oktober 2017 12:40
Prof. Sudiana Harapkan Sikap Luhur Menjadi Barometer Generasi AWBS
Buleleng, suaradewata.com – Sifat seseorang diharapkan mampu menggambarkan sifat ...
Gianyar, 26 September 2017 07:52
Korupsi Bantuan LDPM, Mantan PPL Kontrak Ditahan Kejari Gianyar
Gianyar, suaradewata.com – Kejari Gianyar menahan Dewa Putu Suartana setelah terbukti ...
Buleleng, 15 Agustus 2017 22:28
Pangdam Kunjungi SMA Bali Mandara, Tanamkan Nilai Nilai Kebangsaan
Buleleng, suaradewata.com - Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, S.I.P.,M. ...
Buleleng, 11 Agustus 2017 22:06
Busyeeeeet...Pencuri Beraksi Di Seberang "Markas" Polisi??
Buleleng, suaradewata.com - Pencurian di Kabupaten Buleleng pun kian nekat. Aksi kali i ...
Buleleng, 11 Agustus 2017 22:04
36 Petani Tejakula Menangkan Gugatan Sengketa Lahan di PN Singaraja
Buleleng, suaradewata.com - Perjuangan para petani di Dusun Sembung, Desa Tembok, Kecam ...
Buleleng, 11 Agustus 2017 00:16
Sepasang Mayat Membusuk di Kebun Kopi, Diduga Korban Laka Lantas?
Buleleng, suaradewata.com - Wrga Dusun Bujak, Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, Kabupat ...
Buleleng, 09 Agustus 2017 20:03
Komplotan Pencuri Bercadar Kembali Beraksi, Gasak Toko di Desa Padangbulia
Buleleng, suaradewata.com - Setelah sederetan kasus pencurian sepeda motor yang be ...
Klungkung, 11 Juli 2017 17:49
Kicen dan Dua Anaknya Resmi Tahanan Kejari
Klungkung, suaradewata.com - I Wayan Kicen Adnyana anggota DPRD Klungkung dari Fraksi Gerind ...
Buleleng, 26 Juni 2017 20:58
ABG 15 Tahun Cabuli Bocah 5 Tahun
Buleleng, suaradewata.com - Putu Arya Kusuma (15) warga Dusun Lebah Sari, Desa Unggahan, Kec ...
Buleleng, 02 Juni 2017 21:49
Video BEM Undiksha "Cinta Pancasila" Timbulkan Kontroversi
Buleleng, suaradewata.com - Video pernyataa BEM REMA Undiksha atas paham-paham yang merusak ideol ...


Berita Lainnya :

Gianyar, 24 November 2017 08:23
Anggaran Pakaian Setengah Miliar Jadi Perhatian Dewan
Gianyar, suaradewata.com – Tahun 2018 mendatang pemerintah kabupaten Gianyar akan meng ...
Gianyar, 24 November 2017 08:02
Jalan Alternatif Dua Kecamatan di Gianyar Jebol
Gianyar, suaradewata.com - Jalan pintas menghubungkan dua kecamatan, Tampaksiring dan Tegallalang ...
Bangli, 24 November 2017 08:00
Launching Buku “Merdeka Seratus Persen”, Bupati Dukung Kapten Mudita Jadi Pahlawan Nasional
Bangli, suaradewata.com - Perjuangan sosok Pahlawan Kapten TNI. Anak Agung Gde Anom Mud ...
Karangasem, 24 November 2017 07:55
Korpri Karangasem dan Polda Bali Gelar Baksos dan Bersih-bersih Pantai
Karangasem, suaradewata.com - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegaw ...
Denpasar, 23 November 2017 21:58
Semangat IWO Membangun Peradaban dan Menjaga Netralitas
Denpasar, suaradewata.com– Dengan perkembangan teknologi informasi (TI) yang semakin cepat ...
Tabanan, 23 November 2017 10:30
Penyenderan Sawah di Jatiluwih, Subak Harapkan Tidak Ada Alih Fungsi Lahan
Tabanan, suaradewata.com - Penyenderan yang terjadi di persawahan tepatnya di Dusun Gunung Sari D ...
Denpasar, 23 November 2017 00:18
Jaga Katahanan Nasional, Ras Amanda Tekankan Jurnalisme Damai
Denpasar, suaradewata.com – Dr. Ni Made Ras Amanda G. Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas U ...
Denpasar, 22 November 2017 12:17
Jaga Netralitas Media Ditahun Politik, IWO Gelar Diskusi Kebangsaan
Denpasar, suaradewata.com– Pesatnya perkembangan media online dewasa ini tentu saja berdamp ...
Karangasem, 21 November 2017 23:30
Gunung Agung Meletus, KRB III dan II Dilanda Hujan Abu
Karangasem, suaradewata.com - Letusan Freatik terjadi di Gunung Agung, Selasa (21/11/2017) sekita ...
Denpasar, 21 November 2017 23:20
Seluruh Pegawai Pengadilan Tinggi Bali Lakukan Tes Urine
Denpasar, suaradewata.com - Pengadilan Tinggi Bali bekerja sama dengan BNNK Gianyar dan Pemd ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter