Merajut Kebhinekaan, Menjaga Pancasila

Oleh : Alex Christin/aga | 03 April 2017 | Dibaca : 3518 Pengunjung

Merajut Kebhinekaan, Menjaga Pancasila

sumber foto :google

Opini, suaradewata.com - Pancasila memang benar-benar sudah menjadi dasar ideologis bangsa. Pancasila tidak pernah menjelaskan adanya perbedaan dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Justru pancasila yang menjembatani kita semua dalam keberagaman yang ada di Indonesia ini. Selain itu, nasionalisme sering kali dipermasalahkan oleh sebagian orang. Nasionalisme tidak hanya sekedar membela pertandingan sepak bola, nasionalisme itu bagaimana masyarakat Indonesia menyikapi kebanggaan dirinya terhadap Ideologi Pancasila.

Harus disadari bahwa tanpa Pancasila, tidak ada NKRI. Pancasila merupakan perjanjian luhur para leluhur ketika mendirikan NKRI. Oleh karena itu, Pancasila harus dihayati dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Untuk menjaga kedaulatan NKRI, perlu adanya dialog untuk mencegah berkembangnya ideologi selain Pancasila. Selain itu semua pihak perlu membangun wawasan kebangsaan dalam rangka mengamankan, melestarikan dan membudayakan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Saat ini banyak berkembang ideologi yang mengancam Pancasila. Ancaman ideologi dari luar misalnya individualism dan kapitalisme. Sementara dari dalam yaitu keberadaan kelompok ekstrem kanan dan ekstrem kiri. Dalam rangka pengamanan penegakan Pancasila sebagai ideologi bangsa, semua pihak di Indonesia telah melakukan berbagai hal diantaranya penangkalan ideologi selain Pancasila.

Sejarah mengatakan bahwa Ideologi Pancasila berkedudukan sebagai alat pemersatu bangsa. Artinya, ketika Pancasila digunakan sebagai alat, maka masyarakat sebagai pengguna perlu mengaplikasikan kehidupan berketuhanan YME di Indonesia dengan menjaga kebhinekaan dalam keberagaman agama. Situasi dan kondisi yang terjadi di Indonesia itu tergantung dari masyarakatnya sendiri. Kita jangan mudah goyah hanya karna provokasi yang tidak jelas dari mana asalnya tersebut. Ingat, bahwa banyak kepentingan asing di negara ini, oleh karena itu kita jangan pernah terpancing dalam politik adu domba di negeri sendiri. Justru kita perlu waspada terhadap ancaman yang datang dari luar ke dalam negeri yakni dengan menjaga Kebhinekaan dan membangun Indonesia.

Pancasila lahir di saat Bung Karno diasingkan di Ende, Provinsi NTT. Oleh karena itu, menjadi komitmen bersama masyarakat NTT untuk menjaga Pancasila dari ancaman ideologi lain. Masyarakat NTT telah menerapkan nilai-nilai Pancasila misalnya dalam hal toleransi antar umat beragama. Bahkan masyarakat NTT dinilai paling solider. Namun, kabaikan masyarakat NTT perlu dijaga karena berbahaya jika telah hilang kesabaran.

Nilai dasar Pancasila telah ada sebelum kemerdekaan. Norma-norma Pancasila telah ada dalam masyarakat sebelum ditetapkan sebagai dasar Negara pada Agustus 1945. Namun, saat ini nilai-nilai itu dinilai mulai memudar seiring pengaruh dari ideolgi lain. Dalam rangka menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat, perlu lembaga yang mengajarkan nilai dan norma Pancasila.

Perkembangan zaman dan teknologi informasi tidak bisa dihindari, sehingga perlu ada pencegahan/penangkalan pengaruh ideologi Pancasila melalui teknologi informasi. Disamping itum menyikapi keberadaan Ormas yang mempunyai azas sendiri juga menjadi ancaman bagi Pancasila. Oleh karena itu, perlu adanya pembubaran Ormas yang tidak berazaskan Pancasila.

Oleh karena itu, warga Indonesia perlu terus menjaga dan memperkuat politik entitas yang dimiliki sejak dahulu. Pemimpin kita terdahulu mengajarkan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang berketuhanan, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Pendekatan yang dilakukan oleh pemimpin kita dulu adalah pendekatan keamanan (security approached), dimana pemimpin-pemimpin tersebut memiliki tujuan untuk menjaga keberagaman yang ada di dalam negeri. Tetapi, apabila hal tersebut hanya dilakukan oleh pemerintahan saja tidaklah cukup, sehingga perlu ditopang oleh masyarakatnya itu sendiri.

Sebagai contohnya, sejarah juga mengatakan bahwa warga Maluku adalah masyarakat yang taat akan perbedaan, hal tersebut ditunjukan bahwa sampai saat ini kita masih hidup berdampingan antara satu dengan yang lainnya. Faktor kesejahteraan merupakan hal terpenting dalam pembangunan Maluku yang lebih baik. Apabila warganya tidak menjaga kebhinekaan dengan baik, sangatlah tidak mungkin kesejahteraan masyarakat Maluku akan tercukupi. Oleh karenanya, saya berpesan bahwa dengan keutuhan semangat menuju Indonesia yang maju dibutuhkan sebuah komitmen tinggi secara bersama-sama bagi organisasi kepemudaan.

Elemen lintas agama harus punya semangat baru dalam menghadapi isu SARA yakni dengan bersama-sama menjaga Kebhinekaan di wilayah Maluku ini. Kita satu darah, namun beda agama, tetapi hal tersebut tidak pernah menjadi batas antara kita semua. Justru dengan semangat perbedaan itu yang membuat kita semua bisa bersatu.

 

Oleh : Alex Christin (Peneliti Masalah Kebangsaan. Asal dari Semarang, Jawa Tengah)


Oleh : Alex Christin/aga | 03 April 2017 | Dibaca : 3518 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Nusantara, 23 Juni 2017 14:39
Gubernur Sulawesi Utara Apresiasi Dikpolnas KMHDI di Manado
Politik,suaradewata.com - Gubernur Sulawesi Utara mengapresiasi pelaksanaan Diklat Politik Nasion ...
Nusantara, 23 Juni 2017 12:58
Staf Khusus Presiden Bicara Politik Berlandaskan Pancasila di Dikpolnas KMHDI
Politik, suaradewata.com - Pembukaan Diklat Politik Nasional atau Dikpolnas Kesatuan Mahasiswa Hi ...
Nusantara, 17 Juni 2017 18:21
Tidak Ada Pelanggaran HAM di Tanah Cendrawasih
Opini, suaradewata.com - Kualitas pelaksanaan hak asasi manusia di Indonesia kembali ditinjau lew ...
Nusantara, 17 Juni 2017 18:19
Sejarah Bulan Ramadhan
Opini, suaradewata.com - Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang diwajibkan bagi umat muslim di ...
Nusantara, 17 Juni 2017 18:17
Pola Persebaran Radikal Baru
Opini, suaradewata.com - Berbicara mengenai pola persebaran radikal, radikalisasi bukan merupakan ...
Nusantara, 17 Juni 2017 10:39
Mengapa Hizbut Tahrir Indonesia Dibubarkan?
Opini, suaradewata.com - Kemarin, 8 Mei 2017 di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, bersama dengan K ...
Nusantara, 17 Juni 2017 10:36
Mengaborsi Benih Radikalisme dan Terorisme
Opini, suaradewata.com - Menelaah sejarah HTIatau yang dikenal dengan Hizbut TahrirIndonesia, &nb ...
Nusantara, 17 Juni 2017 10:34
Menelisik Sejarah Pengusiran Belanda dari Tanah Cenderawaih
Opini, suaradewata.com - Hampir 60 tahun sudah Papua yang dahulunya bernama Irian Barat bergabung ...
Nusantara, 15 Juni 2017 20:20
The Use of the Internet for Terrorist Purposes
Opini, suaradewata.com - Masih lemahnya upaya kontrol dan pengawasan secara masif dan komprehensi ...
Nusantara, 15 Juni 2017 20:19
Terorisme di Dunia Maya
Opini,suaradewata.com - Geliat terorisme di dunia saat ini telah memasuki babak baru. Hampir selu ...


Berita Lainnya :

Klungkung, 26 Juni 2017 15:58
Diguyur Hujan, Bukit Abah Klungkung Kembali Longsor
Klungkung, suaradewata.com - Hujan lebat yang mengguyur Klungkung sejak beberapa hari mengakibatk ...
Klungkung, 26 Juni 2017 15:57
Pemkab Klungkung Gelar Metatah Massal Gratis
Klungkung, suaradewata.com - Pemkab Klungkung melalui Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabu ...
Tabanan, 26 Juni 2017 15:52
Puncak HUT Perak LPD Bedha, Beri Penghargaan Kepada Pendiri LPD
Tabanan, suaradewata.com– Puncak Perayaan HUT ke 25 (Perak) LPD Bedha dengan thema LPD Ajeg ...
Tabanan, 26 Juni 2017 15:51
Jalan Sehat HUT Perak LPD Bedha Diikuti Belasan Ribu Warga
Tabanan, suaradewata.com - Hut LPD Bedha ke 25 tahun dimeriahkan dengan gerak jalan san ...
Tabanan, 26 Juni 2017 11:41
Barrack Obama Berkunjung Ke DTW Jatiluwih
Tabanan, suaradewata.com - Mantan Presiden Amerika, Barrack Obama berkunjung ke DTW Jat ...
Bangli, 26 Juni 2017 11:39
Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Danau Batur
Bangli, suaradewata.com – Warga dikawasan danau Batur, tepatnya di Br. Seked, Des ...
Badung, 25 Juni 2017 14:29
Turun Pesawat, Dua Napi Diangkut Pakai Rantis
Badung, suaradewata.com – Dua narapidana yang kabur dari Lapas Klas II A Denpasar dan terta ...
Tabanan, 25 Juni 2017 14:28
Penampilan Gong Kebyar Tampilkan Kreatifitas Anak Muda
Tabanan, suaradewata.com - Penampilan Gong Kebyar pada malam parade budaya Desa Pakrama ...
Gianyar, 25 Juni 2017 06:00
“Tumpek Kandang” Untuk Ratusan Satwa di Bali Zoo
Gianyar, suaradewata.com - Bali Zoo secara rutin menggelar ritual Upacara “Tumpek Kand ...
Gianyar, 24 Juni 2017 11:55
Cari Bambu, Gati Ditemukan Tewas di Selokan
Gianyar, suaradewata.com - Seorang buruh bangunan, I Wayan Gati (60) beralamat Bre ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter