Diduga Salahgunakan Kewenangan, Sejumlah Pejabat Pemkab Buleleng “Dilaporkan”

Oleh : adi/ari | 20 Maret 2017 | Dibaca : 5009 Pengunjung

Diduga Salahgunakan Kewenangan, Sejumlah Pejabat Pemkab Buleleng “Dilaporkan”

sumber foto :suaradewata.com

Buleleng, suaradewata.com  Sejumlah masyarakat yang mengklaim sebagai pemilik lahan di Desa Pejarakan mendatangi Kejaksaan Negeri Buleleng, Senin (20/3/2017), setelah sebidang tanah mereka diambil alih oleh PT Prapat Agung. Kedatangan warga Desa Pejarakan itu setelah mengetahui munculnya perpanjangan izin Hak Pengelolaan Lahan (HPL) yang kemudian menjadi Hak Guna Bangunan (HGB) kepada PT. Prapat Agung dari Pemerintah Kabupaten Buleleng.

“Kami melihat adanya dugaan penyalahgunaan kewenangan sehingga merugikan masyarakat dan kas daerah. Ada peraturan yang dilanggar oleh oknum pejabat di (Pemerintah Kabupaten) Buleleng sehingga keluar izin itu (Izin HGB dari Pemkab Buleleng). Pantasnya tidak keluar karena melanggar aturan, jadi keluar. Dipaksakan itu (Proses keluarnya izin HGB ke PT. Prapat Agung),” papar Gede Suardana dari LSM Forum Peduli Masyarakat Kecil (FPMK) yang mendampingi warga ke Kejaksaan Negeri SIngaraja.

Menurut Suardana, sejumlah masyarakat di Desa Pejarakan yang mendatangi Kejari Buleleng juga menunjukan bukti kepemilikan tanah mereka. Ada yang berupa Patok D yang dikeluarkan tahun 1959 bahkan penetapan kepemilikan tanah berupa Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri tahun 1982 yang disahkan Direktorat Jendral Agraria.

Ironisnya, kegiatan diatas lahan yang di klaim oleh PT Prapat Agung bukan merupakan permasalahan baru. Suardana mengungkapkan, sudah dilakukan pengawasan sejak era Bupati Buleleng Ketut Wirata Sindu. Yang saat itu pemberian izin kepada PT Prapat Agung dalam bentuk HPL. Bahkan, lanjutnya, akibat tidak ada kegiatan signifikan, maka lahan tersebut sempat ditetapkan sebagai lahan terlantar.

Beberapa sumber dari warga pemilik lahan pun bahkan mengaku masih sempat melakukan pengelolaan terhadap lahan tersebut. Hingga akhirnya Bupati Buleleng era Putu Bagiada pada tahun 2008 merekomendasikan izin pembuatan sertifikat hak milik bagi masyarakat yang berpuluh tahun menggarap  lahan terlantar itu.

“Prosesnya sudah sampai di BPN (Badan Pertanahan Nasional) Singaraja dan sampai sekarang tidak jelas. Bahkan ada PT Coral Park yang sempat masuk dan digugat lalu dimenangkan oleh warga. Putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap pun sempat dilampirkan untuk mengurus bukti kepemilikan tanah, tapi tidak belum juga diterbitkan oleh BPN,” papar Suardana.

Suardana pun mengungkapkan, ada bentuk pelepasan hak oleh masyarakat dalam bentuk jual-beli kepada PT Prapat Agung. Tapi di sejumlah lokasi pinggiran yang dekat dengan kawasan pantai tidak ada bentuk pelepasan hak sampai kasus ini dilaporkan ke Kejari Buleleng.

Disinggung terkait siapa oknum pejabat yang dilaporkan dalam dugaan penyalahgunaan wewenang, Suardana enggan menyebutkan sederetan nama. Namun dari penuturan Suardana, sederetan pejabat yang turut merekomendasikan hingga turunnya pepanjangan izin kepada PT Prapat Agung tidak menutup kemungkinan wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Pelanggaran terhadap aturan Mendagri itu sudah sangat jelas. Dan kami sudah konfirmasi ke Wakil Rakyat Buleleng (DPRD Kabupaten Buleleng) bahwa MoU (Memorandum of Understending) antara Pemkab Buleleng dengan PT Prapat Agung tidak jelas. Bahkan ditanya berapa PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang masuk juga tidak jelas. Bahkan dalam aturan pengelolaan asset juga tegas disebutkan bahwa izin HPL atau HGB yang diberikan harus atas nama Pemda. Tapi nyatanya itu bukan atas nama Pemda,” ungkap Suardana.

Laporan tersebut awalnya sempat nyaris tidak dilayani terkait Kajari Buleleng H Fahrur Rozy yang sedang tidak berada di tempat. Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Buleleng yakni Gede Eka Haryana awalnya sempat menolak terkait keberadaan Kasi Intel Baharudin yang juga tidak berada di tempat.

Namun setelah terlihat melakukan hubungan telepon dengan seseorang petinggi Kejari Buleleng, Eka Haryana pun akhirnya menerima laporan warga di ruang kerjanya. Dikonfirmasi usai menerima warga, Eka Haryana tidak banyak berkomentar terkait laporan tersebut.

Ia pun hanya membenarkan laporan yang disampaikan warga di Desa Pejarakan. Menurutnya, yang dilaporkan masyarakat adalah terkait dengan dugaan penyalahgunaan kewenangan terhadap proses pemberiaan izin PT Prapat Agung.

“Proses penerbitannya yang katanya tidak sesuai dengan procedural. Nanti kami laporkan dulu ke pimpinan (Kajari Buleleng),” pungkas Eka Haryana.

Pemilik Lahan Tetap Bayar Pajak?

(Laporan warga akhirnya diterima oleh Kasi Pidum Kejari Buleleng)

Walaupun sudah tidak diberikan mengelola sejumlah lahan yang di klaim dan di pagari PT Prapat Agung, beberapa warga yang memiliki bukti kepemilikan tanah sebelum Undang-undang nomor 5 tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria yakni surat Patok D tahun 1959 mengaku masih tetap melakukan pembayaran pajak hingga tahun 2012.

Bahkan, pembayaran pajak tersebut pun terhenti bukan atas kehendak warga melainkan karena surat tagihan pajak tidak pernah disampaikan ke para pemilik oleh oknum Kepala Desa Pejarakan. Hal tersebut terungkap dari pengakuan Arif yang mertuanya merupakan salah satu pemilik lahan dengan bukti kepemilikan surat Patok D tahun 1959.

“Jadi, surat tagihan pajak (SPPT) di klaim dan tidak diberikan kepada kami. Kemudian kami datangi kantor pajak (Dispenda) dan ternyata ada masih nama orang tua serta langsung kami bayar. Semua bukti pembayaran pajaknya ada. Padahal saat itu lokasi sudah dipatok bahkan ada yang dipagari PT Prapat Agung,” kata Arif yang tampak emosi menjelaskan sejumlah kejanggalan proses keberadaan izin PT Prapat Agung di lokasi seluas 45 hektare tersebut.

Selain diatas tanah  muncul bangunan hotel Bali Dinasti, posisi pagar pun juga sempat dimajukan dari posisi awal oleh PT Prapat Agung. Sehingga, ada barisan pagar lain yang terpaksa dirusak oleh warga karena areal tersebut masih milik masyarakat. adi/ari


Oleh : adi/ari | 20 Maret 2017 | Dibaca : 5009 Pengunjung


TAGS : Buleleng sengketa lahan PT Prapat Agung salah guna wewenang




Berita Terkait :

Buleleng, 11 Mei 2017 20:31
Kamar Suci Sekaligus Gudang Cengkeh Ludes Terbakar
Buleleng, suaradewata.com - Musibah kebakaran, menggegerkan warga Banjar Dinas Dangin Margi, ...
Buleleng, 09 Mei 2017 22:38
Penemuan Rudal di Pantai Gegerkan Buleleng Barat
Buleleng, suaradewata.com - Temuan sebuah rudal disebuah pantai sempat menggegerkan warga Desa Sa ...
Buleleng, 08 Mei 2017 21:21
Merasa Sering Berbuat Salah, Warga Bondalem Tewas Gantung Diri
Buleleng, suaradewata.com - Ketut Yana (70) warga Dusun Kaje Kangin (Celuk), Desa Bondalem, ...
Buleleng, 08 Mei 2017 21:19
Pasca Salah Berikan Obat, Komisi IV Sebut Malpraktek
Buleleng, suaradewata.com - Akibat keteledoran pihak Puskesmas Buleleng III dengan memberika ...
Buleleng, 06 Mei 2017 17:05
Kerajinan Bokor Lapas Singaraja Kedepankan Kualitas
Buleleng, suaradewata.com - Produksi kerajinan tangan bokor atau talam yang dikerjakan ...
Buleleng, 05 Mei 2017 20:17
Ratusan Kilo Cengkeh Digondol Maling Saat Tidur
Buleleng, suaradewata.com - Kadek Suardika (38) warga Jalan Laksamana, Kelurahan Banyuasri, ...
Buleleng, 03 Mei 2017 17:59
Buntut Perlawanan Petani Pejarakan, Tanaman Dijarah "Sapi Liar"
Buleleng, suaradewata.com - Perlawanan kelompok warga yang menguasai dan mendapatkan ha ...
Buleleng, 21 April 2017 20:32
Kartini Polres Buleleng Dapat Scoopy Untuk Bertugas
Buleleng, suaradewata.com - Bertepatan dengan Hari Kartini, yang jatuh pada 21 April ini, te ...
Buleleng, 21 April 2017 20:31
Marak Jaringan Baru, Sopir Truk Pun Pakai Narkoba
Buleleng, suaradewata.com - Peredaran NARKOBA di Buleleng, terbilang marak. Rata-rata para p ...
Buleleng, 17 April 2017 21:02
Polisi Ciduk Pelaku Narkoba Jaringan Lapas Kerobokan
Buleleng, suaradewata.com - Sat Resnarkoba Polres Buleleng, mengamankan Albertus Agung Denny Bian ...


Berita Lainnya :

Nusantara, 24 Mei 2017 23:47
Wakapolri : Ledakan Kampung Melayu Berasal Dari Bom
Jakarta, suaradewata.com - Ledakan di Terminal Kampung Melayu dipastikan berasal dari bom. L ...
Nusantara, 24 Mei 2017 23:44
Tim Gegana Tiba di Lokasi Ledakan Kampung Melayu
Jakarta, suaradewata.com - Polda Metro Jaya menurunkan anjing pelacak ke lokasi kejadian led ...
Nusantara, 24 Mei 2017 23:31
Kapolda Metro Jaya Turun Langsung ke Lokasi Ledakan Kampung Melayu
Jakarta, suaradewata.com - Peristiwa ledakan yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakart ...
Nusantara, 24 Mei 2017 23:25
Ledakan di Terminal Trans Jakarta Kampung Melayu
Jakarta, suaradewata.com - Ledakan terdengar keras di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Belum d ...
Klungkung, 24 Mei 2017 20:12
Bupati Suwirta Terima Kementrian PUPera
Klungkung, suaradewata.com - Bupati Suwirta Terima Kunjungan Study Banding Kementrian Pekerja Umu ...
Denpasar, 24 Mei 2017 19:00
Targetkan Satpam Tak Bersertifikasi, Polisi Temukan Ekstasi
Denpasar, suaradewata.com – Polda Bali mengobok-obok tempat hiburan malam Akasaka dan ...
Tabanan, 24 Mei 2017 18:59
Polsek Marga Sisir Tempat Percetakan Batu Bata
Tabanan, suaradewata.com - Guna antisipasi bahan peledak masuk wilayah Kecamatan Marga. ...
Klungkung, 24 Mei 2017 14:41
Dua Toko Perhiasan Dibobol Maling
Klungkung, suaradewata.com - Dua toko perhiasan yang berada di Blok A lantai II Pasar Seni Semara ...
Tabanan, 24 Mei 2017 14:05
Gara Gara Kunci Nyantol, Vario Raib
Tabanan, suaradewata.com - Gara-gara kunci masih nyantol, sebuah sepeda motor Honda Var ...
Tabanan, 24 Mei 2017 12:43
Sidak Duktang, Polsek Kediri Obok Obok Kos Kosan, 1 Tanpa KTP
Tabanan, suaradewata.com - Demi terciptanya situasi aman dan kondusif di wilayah Kecama ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter