Kebersamaan dalam Deradikalisasi

Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 19 Maret 2017 | Dibaca : 3696 Pengunjung

Kebersamaan dalam Deradikalisasi

sumber foto :google

Opini, suaradewata.com - Pembahasan mengenai makna deradikalisasi dewasa ini masih cukup kontroversial. Hal ini disebabkan oleh timbulnya pemikiran dan asumsi non ilmiah dari beberapa kelompok yang menganggap bahwa deradikalisasi hanyalah proyek kepentingan barat.

Perlu diketahui bahwa deradikalisasi merupakan produk yang lahir dari pemahaman dan bentuk pemaknaan pemikiran-pemikiran yang radix atau mengakar. Memahami makna radikalisasi secara utuh merupakan sebuah proses yang tidak spontan dan membutuhkan banyak tahapan. Oleh karenanya, untuk mengubah pemikiran yang radikal dalam pemahaman deradikalisasi, diperlukan keterlibatan dari banyak pihak untuk membuat proses deradikalisasi berjalan sesuai ekspektasi.

 

Pengertian Deradikalisasi

Deradikalisasi berasal dari kata radikal atau radix (dalam bahwa Yunani) yang mendapat imbuhan “de” dan akhiran “sasi”. Kata deradikalisasi diambil dari istilah bahasa Inggris “deradicalization” dan kata dasaranya radical. Radikal pada dasarnya berasal dari kata “radix” dalam bahasa Latin artinya “akar”. Maka yang dimaksud “deradikalisasi” adalah sebuah langkah untuk merubah sikap dan cara pandang yang dianggap keras menjadi lunak, toleran, pluralis, moderat, dan liberal.

Di dalam Journal of the Terrorism Research Initiative, deradicalization or disengangement menjelaskan perbedaan penggunaan istilah deradikalisasi (bahasa Indonesia) atau kata deradicalization yang telah digunakan oleh Counter-Terorisme Implementation Task Force (CTITF). Menurut salah satu tokoh terorisme Horgan, deradicalize dimaksudkan sebagai suatu perpaduan dari dua istilah yang memiliki pengertian untuk membuat para teroris meninggalkan atau melepaskan aksi terorisme berbentuk kekerasan.

 

Pembagian Proses Radikalisasi

Menurut tokoh Cilluffo dan Saathof, menjelaskan bahwa proses radikalisasi berjalan melalui dua tahapan, yakni radikalisasi individu dan radikalisasi kelompok.

Radikalisasi individu merupakan hasil dari proses radikalisasi yang berjalan dengan sendirinya (self radicalization). Biasanya dalam proses ini, objek yang menjalani proses radikal cenderung dikenal sebagai serigala tunggal (lone wolf) yang tidak harus terhubung langsung dengan jaringan teror, namun memiliki potensi dan kerentanan untuk direkrut dalam sebuah jaringan teror.

Sedangkan tahapan kedua yakni radikalisasi kelompok, merupakan proses dimana suatu kelompok yang telah memiliki pemikiran radikal terus berusaha mencari target individu yang dapat dimanfaatkan hingga direkrut agar bisa menjadi anggota di kelompok tersebut.

 

Pencegahan Terorisme dengan “Radikalisasi”

Dalam bingkai pencegahan terorisme, terdapat dua strategi yang digunakan yakni kontra radikalisasi dan deradikalisasi. Program kontra radikalisasi diarahkan pada masyarakat secara umum dalam rangka membentengi dan menguatkan daya tangkal masyarakat dari pengaruh paham radikalisme. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam hal ini seperti pelatihan, seminar, workshop, hingga kegiatan lain yang dapat menimbulkan semangat dan rasa “awas” dari masyarakat terhadap segala tindakan yang terkontaminasi dengan unsur radikalisme dan terorisme.

Sementara itu, program deradikalisasi ditujukan kepada pemutusan terhadap proses radikalisasi sebuah objek mulai dari proses pra, identifikasi, indoktrinisasi, hingga jihadisasi sekalipun. Karena itulah muncul ide dan gagasan untuk bekerja sama dengan kelompok lain guna menggerus eksistensi paham radikal yang berpotensi membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kebersamaan dalam Menderadikalisasi

Mengutip salah satu pernyataan tokoh pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati bahwa penangangan terhadap aktifitas dan kegiatan radikal-terorisme tidak hanya dilakukan oleh satu atau dua subjek saja. Namun peranan TNI, Polri, BIN, serta ke-17 Lembaga Kementerian/Non-Kementerian lainnya memang dibutuhkan untuk membuat konsep dan penanganan tindak radikalisme-terorisme yang bersifat holistik dan integratif. Sehingga penanganan perihal radikalisme-terorisme tidak hanya “mentok” pada bagian surface atau permukaan saja, namun arah pemikiran radikal dan ekstrimis memang juga harus dibasmi dengan pendekatan yang radikal dan mengakar kepada masyarakat.

Wajar apabila Indonesia dapat dikatakan dalam kondisi darurat terorisme saat ini. Karena tanpa adanya peranan dari seluruh aspek dan golongan diinternal masyarakat, mimpi untuk membasmi kegiatan teror di bumi Pancasila hanya akan menjadi sebuah konsep dan pemikiran yang bersifat utopis semata. Oleh karena itu, mulailah mengubah stigma negatif tentang pemahaman deradikalsasi dan berpartisipasi untuk menegakkannya demi kemajuan Indonesia tanpa kebencian.

 

Oleh:Ardian Wiwaha (Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia)


Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 19 Maret 2017 | Dibaca : 3696 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Nusantara, 22 September 2017 14:19
“GENTANASI” Gerakan Makan Tanpa Nasi
Manado, suaradewata.com - (22/09) Potensi pangan lokal yang berlimpah di Provinsi Sulawesi Utara ...
Nusantara, 19 September 2017 15:40
Peringati HUT 72-TNI, Kodam Gelar Berbagai Kegiatan
Timor Leste, suaradewata.com - Dalam memperingati HUT Ke-72 TNI Tahun 2017, Kodam IX/Udayana meme ...
Nusantara, 18 September 2017 22:35
Solusi Terbaik Untuk Kemacetan
Opini, suaradewata.com - Warga Jakarta tentu sudah tidak asing lagi atau bahkan sudah jenuh denga ...
Nusantara, 18 September 2017 22:32
Sikapi Hoax Dengan Bijak
Opini, suaradewata.com - Saat ini, saya merasa bahwa sudah banyak sekali berita hoax yang dibagik ...
Nusantara, 17 September 2017 20:13
Rohingya Dari Tahun Ke Tahun
Opini, suaradewata.com - Kekerasan kemanusian terbaru dan terbesar sepanjang abad ini kembali ter ...
Nusantara, 17 September 2017 20:11
Rivalitas Sia-Sia
Opini, suaradewata.com - Ketegangan antara Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) da ...
Nusantara, 16 September 2017 20:33
Rivalitas Politik Yang Luluh Oleh Kebhinekaan
Opini, suaradewata.com - Seringkali kali kita masih mengartikan kemerdekaan sekadar perlombaan ba ...
Nusantara, 16 September 2017 20:32
Pembentukan Karakter Dalam Full Day School
Opini, suaradewata.com - Akhir-akhir ini, masyarakat diresahkan oleh banyaknya kasus tawuran yang ...
Nusantara, 14 September 2017 20:24
Melihat Titik Lahir Rohingya
Opini, suaradewata.com - Banyak versi yang menceritakan titik lahir kehidupan atau asal mula seja ...
Nusantara, 14 September 2017 20:23
Kesalahan Yang Mempererat Persatuan
Opini, suaradewata.com - “Pembukaan #SEAgame2017 yg bagus tapi mencederai dg keteledoran fa ...


Berita Lainnya :

Gianyar, 23 September 2017 00:02
Kapolres Gianyar Kunjungi Pengungsi Gunung Agung di Tegallalang
Gianyar, suaradewata.com - Kapolres Gianyar AKBP Djoni Widodo beserta rombongan Pejabat ...
Jembrana, 22 September 2017 23:58
Tidur Saat Berkendara Nyaris Tewas Tabrak Pohon Perindang
Jembrana, suaradewata.com - Naas dialami oleh seorang pemotor yakni Ahmad Taufiq, 34,  asal ...
Karangasem, 22 September 2017 18:43
Magma Mendekati Pemukaan Kawah, Jumlah Pengungsi Hampir Capai 10.000 Jiwa
Karangasem, suaradewata.com - Petugas dari badan Geologi di Pos Pemantau Gunung Agung, terus meng ...
Gianyar, 22 September 2017 14:51
Wabup Mahayastra Kunjungi Pengungsi dari Karangasem di Desa Taro
Gianyar, suaradewata.com - Br. Puakan Desa Taro Kecamatan Tegallalang Gianyar menjadi t ...
Gianyar, 22 September 2017 14:50
Sosialisasi Tahapan Pemilukada, Wabup Agus Mahayastra Ajak Cermati Visi Misi Calon
Gianyar, suaradewata.com - Wakil Bupati Gianyar Made ‘Agus’ Mahayastra membuka acara ...
Gianyar, 22 September 2017 14:46
Gerakan Masyarakat Sadar Demokrasi Gelar Lomba Yel dan Pidato
Gianyar, suaradewata.com - KPU Provinsi Bali bekerjasama Pemkab Gianyar menggelar lomba yel-yel d ...
Nusantara, 22 September 2017 14:19
“GENTANASI” Gerakan Makan Tanpa Nasi
Manado, suaradewata.com - (22/09) Potensi pangan lokal yang berlimpah di Provinsi Sulawesi Utara ...
Buleleng, 22 September 2017 13:57
16 Orang Sakit di Tenda Pengungsian, 1 Dirujuk ke Puskesmas
Singaraja, suaradewata.com - Aktivitas vulkanik Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, B ...
Tabanan, 22 September 2017 13:07
HUT Kota Tabanan Ke- 524 Usung Tema Bhuana Kertih, Tiap Kecamatan Akan Gelar HUT 3 Hari
Tabanan, suaradewata.com - Peringatan HUT Kota Tabanan Ke-524 mengusung tema Bhuana Kertih, yang ...
Tabanan, 22 September 2017 13:06
Meski Status Gunung Agung Siaga, Wisatawan Tetap Serbu DTW Tanah Lot
Tabanan, suaradewata.com - Pasca ditetapkannya status Gunung Agung dari Waspada ke Siag ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter