Awas, Komunis Gaya Baru

Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 18 Maret 2017 | Dibaca : 2561 Pengunjung

Awas, Komunis Gaya Baru

sumber foto :google

Opini, suaradewata.com - Meningkatnya ekshalasi ancaman bahaya laten komunisme di Indonesia mulai dirasakan saat ini. Letupan awal seperti perisitwa reuni eks-PKI di Banyuwangi, pemutaran film dokumenter berhaluan kiri di beberapa perguruan tinggi hingga temuan fakta terkait upaya konsolidasi di beberapa basis daerah PKI di Indonesia mulai merangkak eksis di sendi-sendi kehidupan masyarakat Indonesia.

Publik seakan dibuat lupa dengan berbagai bentuk pencitraan pragmatis dan sebuah pembodohan semu, seolah dibuat untuk melupakan sejarah kelam serta kekejaman komunis yang tak memanusiakan manusia sebagaimana kodratnya.

 

Sejarah Awal Komunis Global

Komunisme merupakan salah satu paham ideologi yang keberadaannya sempat eksis di dunia. Sejarah mengatakan bahwa penganut awal paham ini berasal saat meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia pada 7 November 1917, dimana kesengsaraan buruh dan tentara Rusia berujung kepada kekacauan di jalanan dan penggulingan pemerintahan nasionalis Rusia pimpinan Alexander Kerensky, yang dianggap tidak kompeten dalam menjalankan roda pemerintahan.

Hiruk pikuk eksistensi Komunisme barulah terdengar saat tokoh komunis dunia yakni Karl Marx dan Friedrich Engels menghasilkan buah pemikiran yang berjudul Manifest Der Kommunistischen dan diterbitkan pada 21 Februari 1848 yang kemudian menjadi landasan sebuah pergerakan politik dunia.

Kelahiran komunisme di awal abad ke-19 merupakan bentuk koreksi terhadap paham kapitalisme yang kala itu menganggap kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari sebuah proses produksi dan cenderung mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan tetapi, dalam perkembangannya komunisme justru tumbuh menjadi beberapa faksi yang masing-masing memiliki pemahaman dan cara perjuangan yang berbeda dalam mencapai tujuan masyarakat sosialis.

Dalam pertumbuhannya, komunisme sebagai paham yang kontra akan kapitalisme acapkali menggunakan sistem partai komunis sebagai alat untuk mengambil alih kekuasaan dan menentang posisi pemilik modal/individu. Yangmana pada prinsipnya, kelompok komunis cenderung mendengungkan kampanye seluruh aset kepemilikan barang dikuasai oleh negara dan disediakan untuk kemakmuran rakyat semata. Sehingga sangat kental dikenal bahwa paham komunis tidak mengenal hak perseorangan sebagaimana yang dieluhkan oleh paham liberalisme.

 

Komunis 65

Dalam sejarah dunia, Indonesia sempat menjadi salah satu kekuatan besar partai komunisme dunia. Kelahiran komunisme di tanah air tidak dapat dilepaskan dari peranan hadirnya pengaruh komunisme luar negeri yang dibawa oleh sebagian mahasiswa-mahasiswa Luar Indonesia yang terpengaruh paham kiri dan beberapa orang yang memiliki keturunan darah warga negara Belanda.

Sneevliet, merupakan salah satu warga negara Belanda yang bekerja sebagai pekerja kereta api zaman kolonial dan berperan besar terhadap lahirnya paham dan pemikiran komunisme di Nusantara. Pengaruh awal Seneevliet bermula saat dirinya ikut berpartisipasi terhadap Perhimpunan Demokratis Sosial Hindia, yang merupakan kelompok serikat buruh yang bersifat modern dan agresif, serta memiliki pemikiran yang anti akan kapitalisme.

Barulah setelah itu konsep pemikiran yang digagas oleh Senevliet dianut dan diteruskan oleh beberapa tokoh dalam negeri seperti Muso dan Semaoen, sehingga tercetuskan awal pergerakan komunisme di Surabaya. Tidak berhenti sampai disana, perkembangan komunisme di Indonesia juga sempat menjelajah ke wilayah Semarang, dimana dalam catatan sejarah perkembangan komunisme di daerah tersebut terus diingat dengan pecahnya persatuan kelompok serikat islam menjadi merah dan putih.

Namun demikian, sejarah tak terlupakan terkait berakhirnya eksistensi komunisme di dalam negeri, berawal saat terendusnya gerak gerik pergerakan PKI kala itu yang berencana akan membuat sebuah manuver hebat dalam rangka kudeta terhadap Presiden Soekarno yang kala itu sedang mengidap penyakit.

Tidak hanya disana, mendekati detik-detik akhir bulan September tahun 1965 atau yang sekarang dikenal dengan pergerakan G30/SPKI, tabiat kejahatan kelompok komunis mulai terbukti jelas saat beberapa Perwira dan Prajurit TNI kala itu hilang dan dibunuh secara tragis di bilangan komplek Lubang Buaya, Jakarta.

Oleh karenanya, segera setelah Presiden Seokarno memberikan mandat dan kepercayaan kepada Presiden Soeharto untuk melanjutkan Pemerintahan, kala itu juga dirinya mengatur strategi untuk menumpas habis benang merah komunisme yang telah menjadi masalah akut bagi bumi khatulistiwa.

 

Komunis Gaya Baru

Banyak orang mengira bahwa eksistensi komunisme mati setelah penumpasan habis yang dilakukan di orde pemerintahan Presiden Seoharto sebelumnya. Ditambah lagi dengan runtuhnya Uni Soviet akibat kebijakan Glasnost Prestorica Pemerintahan  Mikhail Gorbachev ditahun 1990, tidak dapat bersaing ketat dengan eksistensi paham liberalisme yang menjual garansi kesejahteraan.

Seperti yang digambarkan oleh Anthony Giddens, salah satu sosiolog Inggris terkenal yang menyatakan bahwa komunisme dan sosialisme merupakan sebuah hantu yang terus membuntuti eksistensi paham liberalisme dan kapitalisme, yang nyatanya pergerakan komunisme di Indonesia saat ini cenderung bermetamorfosis menjadi sebuah pergerakan modern yang justru lebih masif dan mengerikan.

Pergerakan komunisme saat ini yang lebih dikenal dengan Komunisme Gaya Baru atau KGB perlahan mulai menjalar di beberapa institusi strategis dan melakukan pengalihan isu terhadap sejarah kelam serta catatan kejam 65. Mulai dari melakukan konsolidasi di internal kelompok saudara sepaham komunis, menyebarkan ide bohong dan logo palu arit komunis, membuat buku pencitraan berhaluan komunis, menggelar panggung seni dan kajian ilmiah terkait komunis, membentuk dan mendeklarasikan partai-partai berhaluan sosialis, mendesak pemerintah membentuk Komite Kebenaran dan Rekonsiliasi terhadap korban 65, serta yang paling mutakhir adalah jelmaan terhadap beberapa kebijakan dan peraturan pemerintah yang dengan tegas memihak sejarah kelam komunisme.

Menggeliyatnya perkembangan komunisme gaya baru saat ini, mengisyaratkan sebuah ancaman laten terhadap Republik Indonesia. Catatan kelam partai komunis yang dahulu terkenal sempat membantai para santri dan ulama Indonesia, perlahan mulai dihapuskan demi memuluskan tujuan akhir mendirikan sebuah Republik Sentral Komunisme Dunia.

Menjadi sebuah catatan tegas bagi seluruh generasi penerus bangsa Indonesia untuk senantiasa bersikap awas dan menentang eksistensi komunisme. Kebiadaban komunis yang tak terlupakan terhadap jiwa tak bersalah harus senantisa diingat dan dipegang teguh.

Indonesia berdiri bukan karena komunis maupun paham sosialis. Berdirinya indonesia hingga saat ini merupakan jenjang kenegaraan yang berawal dari semangat Pancasila dan Undang-Undang 1945. Oleh karena itu, terus waspadai segala manuver pergerakan kelompok berhaluan sosialis dan komunis. Karena mudah untuk dibandingkan bahwa tidak ada negara sosialis maupun komunis di dunia ini, yang dapat bertahan dan mempersatukan perbedaan Suku, Ras, Agama, dan Golongan seperti halnya yang dijalankan oleh Falsafah Pancasila.

 

Oleh : Ardian Wiwaha (Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia)


Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 18 Maret 2017 | Dibaca : 2561 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Tabanan, 23 Mei 2017 14:36
Bupati Eka Dinobatkan Jadi Tokoh Pengembang Program Pertanian
Tabanan, suaradewata.com - Untuk kedua kalinya dalam bulan ini, Bupati Tabanan Ni Putu Eka W ...
Nusantara, 18 Mei 2017 11:14
Urgensi Revitalisai Pemahaman Empat Pilar Kebangsaan Terhadap Ancaman Proxy War
Opini, suaradewata.com - Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo dalam suatu kesempatan menyatak ...
Nusantara, 15 Mei 2017 20:21
Urgensi Pembubaran HTI dan FPI?
Opini, suaradewata.com - Kiprah FPI kontroversialdengan aksi-aksi sweeping yangberdalih penertiba ...
Nusantara, 15 Mei 2017 20:19
Taati Undang-Undang Saat Berunjuk Rasa
Opini, suaradewata.com  - Kebutuhan warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum te ...
Nusantara, 14 Mei 2017 14:54
Ideologi Transnasional Versus Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Opini, suaradewata.com - Catatan sejarah bangsa Indonesia menorehkan sejumlah peristiwa konflik t ...
Nusantara, 14 Mei 2017 14:52
Gerakan Nasional Mencegah Terorisme
Opini, suaradewata.com - Terorisme adalah kejahatan luar biasa yang perlu ditangani dengan serius ...
Nusantara, 12 Mei 2017 20:13
Suksesnya Pilkada 2017 dan Kebanggaan Nasional
Opini, suaradewata.com - Pada umumnya, Sikon pasca pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 di 101 daera ...
Nusantara, 12 Mei 2017 20:12
Pilkada Usai, Jakarta Tetap Damai
Opini, suaradewata.com - Pelaksanaan tahapan putaran kedua DKI Jakarta tanggal 19 April 2017 tela ...
Nusantara, 12 Mei 2017 12:43
Menumbuhkan Kesadaran Beragama Memperkokoh Kesadaran Bernegara
Opini, suaradewata.com - Kesadaran bernegara adalah hal yang sangat penting bagi setiap individu ...
Nusantara, 11 Mei 2017 23:07
Nilai Agama, Pancasila dan Kemajemukan Bangsa
Opini, suaradewata.com - Kita lahir di desa bahkan negara yang majemuk dengan beraneka ragam agam ...


Berita Lainnya :

Nusantara, 24 Mei 2017 23:47
Wakapolri : Ledakan Kampung Melayu Berasal Dari Bom
Jakarta, suaradewata.com - Ledakan di Terminal Kampung Melayu dipastikan berasal dari bom. L ...
Nusantara, 24 Mei 2017 23:44
Tim Gegana Tiba di Lokasi Ledakan Kampung Melayu
Jakarta, suaradewata.com - Polda Metro Jaya menurunkan anjing pelacak ke lokasi kejadian led ...
Nusantara, 24 Mei 2017 23:31
Kapolda Metro Jaya Turun Langsung ke Lokasi Ledakan Kampung Melayu
Jakarta, suaradewata.com - Peristiwa ledakan yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakart ...
Nusantara, 24 Mei 2017 23:25
Ledakan di Terminal Trans Jakarta Kampung Melayu
Jakarta, suaradewata.com - Ledakan terdengar keras di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Belum d ...
Klungkung, 24 Mei 2017 20:12
Bupati Suwirta Terima Kementrian PUPera
Klungkung, suaradewata.com - Bupati Suwirta Terima Kunjungan Study Banding Kementrian Pekerja Umu ...
Denpasar, 24 Mei 2017 19:00
Targetkan Satpam Tak Bersertifikasi, Polisi Temukan Ekstasi
Denpasar, suaradewata.com – Polda Bali mengobok-obok tempat hiburan malam Akasaka dan ...
Tabanan, 24 Mei 2017 18:59
Polsek Marga Sisir Tempat Percetakan Batu Bata
Tabanan, suaradewata.com - Guna antisipasi bahan peledak masuk wilayah Kecamatan Marga. ...
Klungkung, 24 Mei 2017 14:41
Dua Toko Perhiasan Dibobol Maling
Klungkung, suaradewata.com - Dua toko perhiasan yang berada di Blok A lantai II Pasar Seni Semara ...
Tabanan, 24 Mei 2017 14:05
Gara Gara Kunci Nyantol, Vario Raib
Tabanan, suaradewata.com - Gara-gara kunci masih nyantol, sebuah sepeda motor Honda Var ...
Tabanan, 24 Mei 2017 12:43
Sidak Duktang, Polsek Kediri Obok Obok Kos Kosan, 1 Tanpa KTP
Tabanan, suaradewata.com - Demi terciptanya situasi aman dan kondusif di wilayah Kecama ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter