Awas, Komunis Gaya Baru

Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 18 Maret 2017 | Dibaca : 2833 Pengunjung

Awas, Komunis Gaya Baru

sumber foto :google

Opini, suaradewata.com - Meningkatnya ekshalasi ancaman bahaya laten komunisme di Indonesia mulai dirasakan saat ini. Letupan awal seperti perisitwa reuni eks-PKI di Banyuwangi, pemutaran film dokumenter berhaluan kiri di beberapa perguruan tinggi hingga temuan fakta terkait upaya konsolidasi di beberapa basis daerah PKI di Indonesia mulai merangkak eksis di sendi-sendi kehidupan masyarakat Indonesia.

Publik seakan dibuat lupa dengan berbagai bentuk pencitraan pragmatis dan sebuah pembodohan semu, seolah dibuat untuk melupakan sejarah kelam serta kekejaman komunis yang tak memanusiakan manusia sebagaimana kodratnya.

 

Sejarah Awal Komunis Global

Komunisme merupakan salah satu paham ideologi yang keberadaannya sempat eksis di dunia. Sejarah mengatakan bahwa penganut awal paham ini berasal saat meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia pada 7 November 1917, dimana kesengsaraan buruh dan tentara Rusia berujung kepada kekacauan di jalanan dan penggulingan pemerintahan nasionalis Rusia pimpinan Alexander Kerensky, yang dianggap tidak kompeten dalam menjalankan roda pemerintahan.

Hiruk pikuk eksistensi Komunisme barulah terdengar saat tokoh komunis dunia yakni Karl Marx dan Friedrich Engels menghasilkan buah pemikiran yang berjudul Manifest Der Kommunistischen dan diterbitkan pada 21 Februari 1848 yang kemudian menjadi landasan sebuah pergerakan politik dunia.

Kelahiran komunisme di awal abad ke-19 merupakan bentuk koreksi terhadap paham kapitalisme yang kala itu menganggap kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari sebuah proses produksi dan cenderung mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan tetapi, dalam perkembangannya komunisme justru tumbuh menjadi beberapa faksi yang masing-masing memiliki pemahaman dan cara perjuangan yang berbeda dalam mencapai tujuan masyarakat sosialis.

Dalam pertumbuhannya, komunisme sebagai paham yang kontra akan kapitalisme acapkali menggunakan sistem partai komunis sebagai alat untuk mengambil alih kekuasaan dan menentang posisi pemilik modal/individu. Yangmana pada prinsipnya, kelompok komunis cenderung mendengungkan kampanye seluruh aset kepemilikan barang dikuasai oleh negara dan disediakan untuk kemakmuran rakyat semata. Sehingga sangat kental dikenal bahwa paham komunis tidak mengenal hak perseorangan sebagaimana yang dieluhkan oleh paham liberalisme.

 

Komunis 65

Dalam sejarah dunia, Indonesia sempat menjadi salah satu kekuatan besar partai komunisme dunia. Kelahiran komunisme di tanah air tidak dapat dilepaskan dari peranan hadirnya pengaruh komunisme luar negeri yang dibawa oleh sebagian mahasiswa-mahasiswa Luar Indonesia yang terpengaruh paham kiri dan beberapa orang yang memiliki keturunan darah warga negara Belanda.

Sneevliet, merupakan salah satu warga negara Belanda yang bekerja sebagai pekerja kereta api zaman kolonial dan berperan besar terhadap lahirnya paham dan pemikiran komunisme di Nusantara. Pengaruh awal Seneevliet bermula saat dirinya ikut berpartisipasi terhadap Perhimpunan Demokratis Sosial Hindia, yang merupakan kelompok serikat buruh yang bersifat modern dan agresif, serta memiliki pemikiran yang anti akan kapitalisme.

Barulah setelah itu konsep pemikiran yang digagas oleh Senevliet dianut dan diteruskan oleh beberapa tokoh dalam negeri seperti Muso dan Semaoen, sehingga tercetuskan awal pergerakan komunisme di Surabaya. Tidak berhenti sampai disana, perkembangan komunisme di Indonesia juga sempat menjelajah ke wilayah Semarang, dimana dalam catatan sejarah perkembangan komunisme di daerah tersebut terus diingat dengan pecahnya persatuan kelompok serikat islam menjadi merah dan putih.

Namun demikian, sejarah tak terlupakan terkait berakhirnya eksistensi komunisme di dalam negeri, berawal saat terendusnya gerak gerik pergerakan PKI kala itu yang berencana akan membuat sebuah manuver hebat dalam rangka kudeta terhadap Presiden Soekarno yang kala itu sedang mengidap penyakit.

Tidak hanya disana, mendekati detik-detik akhir bulan September tahun 1965 atau yang sekarang dikenal dengan pergerakan G30/SPKI, tabiat kejahatan kelompok komunis mulai terbukti jelas saat beberapa Perwira dan Prajurit TNI kala itu hilang dan dibunuh secara tragis di bilangan komplek Lubang Buaya, Jakarta.

Oleh karenanya, segera setelah Presiden Seokarno memberikan mandat dan kepercayaan kepada Presiden Soeharto untuk melanjutkan Pemerintahan, kala itu juga dirinya mengatur strategi untuk menumpas habis benang merah komunisme yang telah menjadi masalah akut bagi bumi khatulistiwa.

 

Komunis Gaya Baru

Banyak orang mengira bahwa eksistensi komunisme mati setelah penumpasan habis yang dilakukan di orde pemerintahan Presiden Seoharto sebelumnya. Ditambah lagi dengan runtuhnya Uni Soviet akibat kebijakan Glasnost Prestorica Pemerintahan  Mikhail Gorbachev ditahun 1990, tidak dapat bersaing ketat dengan eksistensi paham liberalisme yang menjual garansi kesejahteraan.

Seperti yang digambarkan oleh Anthony Giddens, salah satu sosiolog Inggris terkenal yang menyatakan bahwa komunisme dan sosialisme merupakan sebuah hantu yang terus membuntuti eksistensi paham liberalisme dan kapitalisme, yang nyatanya pergerakan komunisme di Indonesia saat ini cenderung bermetamorfosis menjadi sebuah pergerakan modern yang justru lebih masif dan mengerikan.

Pergerakan komunisme saat ini yang lebih dikenal dengan Komunisme Gaya Baru atau KGB perlahan mulai menjalar di beberapa institusi strategis dan melakukan pengalihan isu terhadap sejarah kelam serta catatan kejam 65. Mulai dari melakukan konsolidasi di internal kelompok saudara sepaham komunis, menyebarkan ide bohong dan logo palu arit komunis, membuat buku pencitraan berhaluan komunis, menggelar panggung seni dan kajian ilmiah terkait komunis, membentuk dan mendeklarasikan partai-partai berhaluan sosialis, mendesak pemerintah membentuk Komite Kebenaran dan Rekonsiliasi terhadap korban 65, serta yang paling mutakhir adalah jelmaan terhadap beberapa kebijakan dan peraturan pemerintah yang dengan tegas memihak sejarah kelam komunisme.

Menggeliyatnya perkembangan komunisme gaya baru saat ini, mengisyaratkan sebuah ancaman laten terhadap Republik Indonesia. Catatan kelam partai komunis yang dahulu terkenal sempat membantai para santri dan ulama Indonesia, perlahan mulai dihapuskan demi memuluskan tujuan akhir mendirikan sebuah Republik Sentral Komunisme Dunia.

Menjadi sebuah catatan tegas bagi seluruh generasi penerus bangsa Indonesia untuk senantiasa bersikap awas dan menentang eksistensi komunisme. Kebiadaban komunis yang tak terlupakan terhadap jiwa tak bersalah harus senantisa diingat dan dipegang teguh.

Indonesia berdiri bukan karena komunis maupun paham sosialis. Berdirinya indonesia hingga saat ini merupakan jenjang kenegaraan yang berawal dari semangat Pancasila dan Undang-Undang 1945. Oleh karena itu, terus waspadai segala manuver pergerakan kelompok berhaluan sosialis dan komunis. Karena mudah untuk dibandingkan bahwa tidak ada negara sosialis maupun komunis di dunia ini, yang dapat bertahan dan mempersatukan perbedaan Suku, Ras, Agama, dan Golongan seperti halnya yang dijalankan oleh Falsafah Pancasila.

 

Oleh : Ardian Wiwaha (Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia)


Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 18 Maret 2017 | Dibaca : 2833 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Nusantara, 22 September 2017 14:19
“GENTANASI” Gerakan Makan Tanpa Nasi
Manado, suaradewata.com - (22/09) Potensi pangan lokal yang berlimpah di Provinsi Sulawesi Utara ...
Nusantara, 19 September 2017 15:40
Peringati HUT 72-TNI, Kodam Gelar Berbagai Kegiatan
Timor Leste, suaradewata.com - Dalam memperingati HUT Ke-72 TNI Tahun 2017, Kodam IX/Udayana meme ...
Nusantara, 18 September 2017 22:35
Solusi Terbaik Untuk Kemacetan
Opini, suaradewata.com - Warga Jakarta tentu sudah tidak asing lagi atau bahkan sudah jenuh denga ...
Nusantara, 18 September 2017 22:32
Sikapi Hoax Dengan Bijak
Opini, suaradewata.com - Saat ini, saya merasa bahwa sudah banyak sekali berita hoax yang dibagik ...
Nusantara, 17 September 2017 20:13
Rohingya Dari Tahun Ke Tahun
Opini, suaradewata.com - Kekerasan kemanusian terbaru dan terbesar sepanjang abad ini kembali ter ...
Nusantara, 17 September 2017 20:11
Rivalitas Sia-Sia
Opini, suaradewata.com - Ketegangan antara Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) da ...
Nusantara, 16 September 2017 20:33
Rivalitas Politik Yang Luluh Oleh Kebhinekaan
Opini, suaradewata.com - Seringkali kali kita masih mengartikan kemerdekaan sekadar perlombaan ba ...
Nusantara, 16 September 2017 20:32
Pembentukan Karakter Dalam Full Day School
Opini, suaradewata.com - Akhir-akhir ini, masyarakat diresahkan oleh banyaknya kasus tawuran yang ...
Nusantara, 14 September 2017 20:24
Melihat Titik Lahir Rohingya
Opini, suaradewata.com - Banyak versi yang menceritakan titik lahir kehidupan atau asal mula seja ...
Nusantara, 14 September 2017 20:23
Kesalahan Yang Mempererat Persatuan
Opini, suaradewata.com - “Pembukaan #SEAgame2017 yg bagus tapi mencederai dg keteledoran fa ...


Berita Lainnya :

Gianyar, 23 September 2017 00:02
Kapolres Gianyar Kunjungi Pengungsi Gunung Agung di Tegallalang
Gianyar, suaradewata.com - Kapolres Gianyar AKBP Djoni Widodo beserta rombongan Pejabat ...
Jembrana, 22 September 2017 23:58
Tidur Saat Berkendara Nyaris Tewas Tabrak Pohon Perindang
Jembrana, suaradewata.com - Naas dialami oleh seorang pemotor yakni Ahmad Taufiq, 34,  asal ...
Karangasem, 22 September 2017 18:43
Magma Mendekati Pemukaan Kawah, Jumlah Pengungsi Hampir Capai 10.000 Jiwa
Karangasem, suaradewata.com - Petugas dari badan Geologi di Pos Pemantau Gunung Agung, terus meng ...
Gianyar, 22 September 2017 14:51
Wabup Mahayastra Kunjungi Pengungsi dari Karangasem di Desa Taro
Gianyar, suaradewata.com - Br. Puakan Desa Taro Kecamatan Tegallalang Gianyar menjadi t ...
Gianyar, 22 September 2017 14:50
Sosialisasi Tahapan Pemilukada, Wabup Agus Mahayastra Ajak Cermati Visi Misi Calon
Gianyar, suaradewata.com - Wakil Bupati Gianyar Made ‘Agus’ Mahayastra membuka acara ...
Gianyar, 22 September 2017 14:46
Gerakan Masyarakat Sadar Demokrasi Gelar Lomba Yel dan Pidato
Gianyar, suaradewata.com - KPU Provinsi Bali bekerjasama Pemkab Gianyar menggelar lomba yel-yel d ...
Nusantara, 22 September 2017 14:19
“GENTANASI” Gerakan Makan Tanpa Nasi
Manado, suaradewata.com - (22/09) Potensi pangan lokal yang berlimpah di Provinsi Sulawesi Utara ...
Buleleng, 22 September 2017 13:57
16 Orang Sakit di Tenda Pengungsian, 1 Dirujuk ke Puskesmas
Singaraja, suaradewata.com - Aktivitas vulkanik Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, B ...
Tabanan, 22 September 2017 13:07
HUT Kota Tabanan Ke- 524 Usung Tema Bhuana Kertih, Tiap Kecamatan Akan Gelar HUT 3 Hari
Tabanan, suaradewata.com - Peringatan HUT Kota Tabanan Ke-524 mengusung tema Bhuana Kertih, yang ...
Tabanan, 22 September 2017 13:06
Meski Status Gunung Agung Siaga, Wisatawan Tetap Serbu DTW Tanah Lot
Tabanan, suaradewata.com - Pasca ditetapkannya status Gunung Agung dari Waspada ke Siag ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter