Pertama Kali Tahun Ini Desa Temukus Nyepi Dua Kali

Oleh : rik/adi/ari | 17 Maret 2017 | Dibaca : 3141 Pengunjung

Pertama Kali Tahun Ini Desa Temukus Nyepi Dua Kali

sumber foto :suaradewata.com

Buleleng, suaradewata.com - Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng, pada Jumat (17/3/2017) pertama kali menggelar Upacara Penyepian, diluar Hari Raya Nyepi pada umumnya. Suasana hening dan sunyi menyelimuti Desa itu. Bahkan, Pecalang-pecalang Desa Pakraman Temukus menjaga setiap pintu masuk gang ke rumah-rumah warga, dengan ditutup memakai kayu.
 
Nyepi di Desa Temukus ini, merupakan rentetan dari kegiatan Upacara Pecaruan Balik Sumpah Desa Pakraman Temukus. Berarti dalam tahun ini, Desa Temukus menggelar Catur Brata Penyepian sebanyak dua kali, diluar perayaan Nyepi pada umumnya.
 
Nyepi di Desa ini dilakukan, karena "Leteh" Desa yang disebabkan adanya kematian krama secara berturut-turut dan adanya beberapa kejanggalan lainnya yang terjadi diluar akal manusia. Warga pun, menjalankan penyepian ini dengan khusuk tanpa ada yang keluar rumah.
 
 
Menurut salah seorang warga setempat, Arya mengatakan, Nyepi ini baru pertama kali dilakukan. Menurutnya, penyepian ini dilakukan memang berdasarkan kesepakatan krama. "Pertama kali ini, ya seperti Nyepi biasanya," kata Arya, saat menjalankan Nyepi dirumahnya.
 
Nyepi di Desa Temukus berlangsung selama sehari. Bahkan, selama melaksanakan Nyepi, sekolah, usaha-usaha maupun pertokoan yang ada di Desa itu, ditutup. Hanya saja, untuk siswa yang sedang menggelar ujian, tetap dilangsungkan seperti biasa.
 
"Kalau sekolah yang ujian, tetap berlangsung seperti biasa. Ada juga mushola disini, kan kebetulan Sholat Jumat sekarang, mereka tetap sembahyang, tapi tidak menggunakan alat pengeras suara," ujar Pecalang Desa Pakraman Temukus, Made Astika, ditemui disela-sela menjalankan tugasnya.
 
Menurut Astika, Nyepi ini merupakan rentetan dari Upacara Pecaruan. Berdasarkan kepercayaan orang Bali, kata dia, Desa Temukus harus menggelar Upacara Pecaruan secara besar, untuk menghilangkan leteh di desanya.
 
"Ya, karena leteh. Karena kepercayaan orang Bali, harus digelar ini. Ini pertama kali, upacara Pecaruan yang biayanya besar mencapai Rp500 juta, urunan dari krama dan beberapa usaha yang ada disini," jelas Astika.
 
Sementara Bendesa Desa Adat Temukus, Made Sumista menjelaskan, upacara penyepian ini merupakan, wujud dari penyucian diri krama Desa Temukus, usai menggelar upacara Pecaruan Balik Sumpah. Sumista tidak menampik, upacara penyepian ini dilakukan, karena Desa mengalami Leteh.
 
"Ya, ini baru pertama kali, tidak setahun sekali, bisa 25 tahun atau 20 tahun sekali. Proses Nyepi, sama seperti Nyepi pada umumnya, krama tidak boleh keluar dan melakukan aktivitas. Ini berdasarkan kesepakatan krama, lewat usulan dan ada pawisik dari Sulinggih," ungkap Sumista.
 
Sebelum dilaksanakan Nyepi, pada Rabu (14/3) digelar Upacara Mepepada di Desa Pakraman Temukus, yang kemudian dilanjutkan Pada Kamis (16/3) dengan puncak Upacara Balik Sumpah. "Sekarang Nyepi-nya, istilahnya krama membersihkan diri atau menyucikan diri usai upacara pecaruan," beber Sumista.
 
Dalam Nyepi ini, hanya dilibatkan krama Desa Pakraman Temukus, sedangkan arus lalulintas disepanjang Jalan Raya Provinsi berjalan normal. "Nyepi hanya bagi krama kami saja. Orang diluar, tidak diperkenankan masuk ke rumah warga atau jalan menuju ke rumah-rumah warga, dan dijaga Pecalang. Ini hanya sehari saja," pungkas Sumista.
 
Nyepi di Desa Temukus, dijalankan seluruh krama atau warga Desa setempat. Tak ada lalu lalang warga setempat yang keluar rumah. Mereka tampak khusuk selama menjalankan proses Catur Brata Penyepian ini. rik/adi/ari


Oleh : rik/adi/ari | 17 Maret 2017 | Dibaca : 3141 Pengunjung


TAGS : Buleleng temukus nyepi




Berita Terkait :

Buleleng, 02 Oktober 2017 12:40
Prof. Sudiana Harapkan Sikap Luhur Menjadi Barometer Generasi AWBS
Buleleng, suaradewata.com – Sifat seseorang diharapkan mampu menggambarkan sifat ...
Buleleng, 15 Agustus 2017 22:28
Pangdam Kunjungi SMA Bali Mandara, Tanamkan Nilai Nilai Kebangsaan
Buleleng, suaradewata.com - Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, S.I.P.,M. ...
Buleleng, 11 Agustus 2017 22:06
Busyeeeeet...Pencuri Beraksi Di Seberang "Markas" Polisi??
Buleleng, suaradewata.com - Pencurian di Kabupaten Buleleng pun kian nekat. Aksi kali i ...
Buleleng, 11 Agustus 2017 22:04
36 Petani Tejakula Menangkan Gugatan Sengketa Lahan di PN Singaraja
Buleleng, suaradewata.com - Perjuangan para petani di Dusun Sembung, Desa Tembok, Kecam ...
Buleleng, 11 Agustus 2017 00:16
Sepasang Mayat Membusuk di Kebun Kopi, Diduga Korban Laka Lantas?
Buleleng, suaradewata.com - Wrga Dusun Bujak, Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, Kabupat ...
Buleleng, 09 Agustus 2017 20:03
Komplotan Pencuri Bercadar Kembali Beraksi, Gasak Toko di Desa Padangbulia
Buleleng, suaradewata.com - Setelah sederetan kasus pencurian sepeda motor yang be ...
Buleleng, 26 Juni 2017 20:58
ABG 15 Tahun Cabuli Bocah 5 Tahun
Buleleng, suaradewata.com - Putu Arya Kusuma (15) warga Dusun Lebah Sari, Desa Unggahan, Kec ...
Buleleng, 02 Juni 2017 21:49
Video BEM Undiksha "Cinta Pancasila" Timbulkan Kontroversi
Buleleng, suaradewata.com - Video pernyataa BEM REMA Undiksha atas paham-paham yang merusak ideol ...
Buleleng, 11 Mei 2017 20:31
Kamar Suci Sekaligus Gudang Cengkeh Ludes Terbakar
Buleleng, suaradewata.com - Musibah kebakaran, menggegerkan warga Banjar Dinas Dangin Margi, ...
Buleleng, 09 Mei 2017 22:38
Penemuan Rudal di Pantai Gegerkan Buleleng Barat
Buleleng, suaradewata.com - Temuan sebuah rudal disebuah pantai sempat menggegerkan warga Desa Sa ...


Berita Lainnya :

Nusantara, 18 Oktober 2017 18:34
Upaya Melindungi Falsafah Negara Dengan Deradikalisasi
Opini, suaradewata.com - Terorisme, merupakan sebuah kata yang terbentuk atas gabungan dari suku ...
Nusantara, 18 Oktober 2017 18:33
Deradikalisasi Dalam Tiga Dimensi
Opini, suaradewata.com - Upaya mengimbangi keberhasilan aparat penegak hukum menindak terduga ter ...
Nusantara, 18 Oktober 2017 18:32
Meneladani Kisah Jenderal Soedirman
Opini, suaradewata.com - Dikenal sebagai salah satu pahlawan Indonesia, jasa-jasanya sangat diken ...
Tabanan, 18 Oktober 2017 12:40
Ternyata Ini Alasan Kenaikan Tarif Parkir di Tabanan
Tabanan, suaradewata.com – Kenaikan tarif parkir di Kabupaten Tabanan hingga 100 persen buk ...
Tabanan, 17 Oktober 2017 21:25
Peduli Gunung Agung, Relawan TemPur Serahkan Bantuan ke DPC PDIP
Tabanan, suaradewata.com – Anggota DPRD Tabanan dari Fraksi PDIP I Gede Purnawan menunjukka ...
Gianyar, 17 Oktober 2017 21:22
Pohon Kelapa Tumbang Hingga Robohkan Tiang Listrik
Gianyar, suaradewata.com - Sebuah pohon kelapa tumbang di Banjar Sareseda, Desa Tampaksiring, Kec ...
Karangasem, 17 Oktober 2017 21:13
Tinjau Lima Sungai Utama Aliran Lahar di Kubu, Bupati Minta Dilakukan Normalisasi
Karangasem, suaradewata.com - Untuk meminimalisir dampak bahaya jika terjadi erupsi Gunung Agung, ...
Tabanan, 17 Oktober 2017 21:11
Tim Pembina Pusat, Verifikasi Penyelenggaraan KKS di Tabanan
Tabanan, suaradewata.com - Dalam memaksimalkan penyelenggaraan Kabupaten Kota Sehat (KKS ) di Dae ...
Bangli, 17 Oktober 2017 21:10
Pimpin Apel Disiplin, Wabub Sedana Arta Minta Pegawai Malas “Bertobat”
Bangli, suaradewata.com - Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta secara tegas meminta Aparat ...
Bangli, 17 Oktober 2017 21:09
Kebakaran Rumah Kosong Kagetkan Warga Batur Selatan
Bangli, suaradewata.com – Warga banjar Gudang, Batur Selatan, Kintamani, Bangli dikejutkan ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter