Awas SARA di Putaran Kedua

Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 17 Maret 2017 | Dibaca : 2553 Pengunjung

Awas SARA di Putaran Kedua

sumber foto :google

Opini, suaradewata.com - Pilkada serentak tahun 2017 yang digelar di 101 daerah di Indonesia kemarin berhasil berjalan dengan damai dan lancar. Sujud syukur dapat dihanturkan oleh para stakeholder dan penyelenggara Pilkada, karena setelah sekian lama realisasi pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2017 dapat berjalan sesuai dengan harapan dan ekspektasi.

Seperti halnya di Aceh, dimana provinsi yang dijuluki dengan Serambi Mekah tersebut pada pemilukada kali ini berhasil terbebas dari kerusuhan, provokasi, dan intimidasi, yang apabila dilihat dari pengalaman sebelumnya, Aceh memiliki tingkat kerawanan politik yang pasti memakan korban.

Akan tetapi, proses demokrasi tidak hanya berhenti dan fokus terhadap Aceh, berbagai polemik diprediksi akan muncul tatkala beberapa wilayah pilkada serentak seperti halnya DKI Jakarta yang akan melaksanakan Pilkada tahap kedua, yang kini mempertemukan dua tokoh calon gubenur yang masing-masing memiliki pengalaman dan latar belakang berbeda.

 

Ahok dan Djarot

Perbedaan yang mutlak dapat dinyatakan terhadap Pasangan Calon (Paslon) Gubernur DKI Ahok-Djarot dan Anis-Sandi. Bagaimana bisa? Hal ini dapat dilihat dari masing-masing latar belakang dimana Ahok dan Djarot terkenal sebagai politikus tulen yang merangkak dari kursi jabatan paling bawah, sedangkan Anis-Sandi merupakan pasangan kombinasi yang berasal dari kalangan akademisi dan pengusaha tulen.

Akan tetapi, bukan faktor tersebut yang membedakan kedua pasangan secara mutlak. Namun terdapat faktor mutlak lain yang dikhawatirkan akan dijadikan bahan bagi sebagian kelompok kepentingan sebagai dasar memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Suku, Agama, Ras, dan Golongan atau yang dikenal dengan SARA lah, hal yang dikhawatirkan akan dijadikan manuver sebagian kelompok kepentingan untuk merongrong masuk menyelimuti perpolitikan bangsa ini.

Bagaimana bisa? Jelas sangat bisa, ketika Ahok seorang politikus asal Belitung Timur ini berasal dari etnis Tionghoa, seringkali mendapatkan sentimen dari beberapa kelompok pribumi yang sensitif dan memiliki pehamanan egosentris yang hanya menganggap etnis Ahok sebagai etnis pendatang. Terlebih lagi dengan latar belakang agama Ahok, yang jelas bukan pemeluk agama mayoritas di negeri ini. Sangat jelas dan rawan bahwa hal tersebut akan menimbulkan  persepsi kelompok-kelompok radikal yang enggan menaruh kepercayaan diatas sebuah perbedaan.

 

Anis dan Sandi

Berbeda dengan Anis dan Sandi, yangmana keduanya berasal dari suku pribumi dan latar belakang agama Islam yang mendominasi kepercayaan di negeri ini. Anis yang memiliki darah minang sedangkan Sandiaga merupakan putra yang berasal dari daerah Pekanbaru. Tentunya hal tersebut tidak akan menjadi faktor pembeda yang akan dipermasalahkan oleh sebagian besar kelompok kedaerahan di Indonesia. Meskipun demikian, yakinlah hal serupa yakni sentimen dan kebencian kerap kali terbangun oleh kelompok-kelompok yang berdiri dan berasal dari latar belakang dan perbedaan yang  berseberangan.

 

Agus-Sylvi

Perolehan persentase suara yang tidak melebihi angka 20 persen oleh pasangan calon Gubernur nomor urut 1 Agus-Sylvi tidak berhasil mengantarkan keduanya melaju ke putaran kedua Pilgub DKI. Meskipun demikian, paslon Agus-Sylvi tetaplah memiliki peranan penting terhadap pencapaian kedua calon lain untuk duduk di kursi DKI 1.

Ketika perolehan pasangan Ahok-Djarot dan Anis-Sandi hanya mencapai angka rata-rata 40 persen, tentu perolehan suara 20 persen Agus-Sylvi menjadi pertimbangan kedua calon lain untuk menggalang dan membentuk sebuah koalisi. Meskipun belum diketahui kemana arah politik Agus-Sylvi akan berlabuh, namun yang pasti kesamaan latar belakang dapat menjadi salah satu landasan bagi Paslon nomor urut 1 ini untuk menapakkan kaki nya menuju sebuah kemenangan, meskipun kadang politik memang sulit untuk ditebak.

 

Awas isu SARA

Menyikapi potensi kerawanan terkait perbedaan yang terjadi di Pilkada DKI selaku barometer politik bangsa ini, publik diharuskan bersikap dewasa dan mulai menaruh perhatian dari kacamata yang objektif.

Objektif disini diartikan sebagai perspektif atau cara pandang yang adil dan bijaksana dengan menggunakan bingkai Pancasila dan UUD 1945 sebagai filter dalam menyikapi isu dan perbedaan etnis dan latar belakang keduanya.

“Politik boleh hangat, namun hati harus tetap dingin”, hal ini dapat diungkapkan ketika nanti para buzzer dan juru kampanye masing-masing pendukung mulai melakukan berbagai manuver bodoh yang memicu perpecahan demi memenangkan masing-masing Paslon.

Disinilah peran kita, selaku masyarakat yang memiliki andil dan pengaruh juga berperan sebagai agen pengontrol terhadap netralitas suasana politik dan toleransi kebudayaan ibu pertiwi. Karena cepat atau lambat, yakinlah isu SARA dalam putara kedua Pilkada DKI, pasti akan diangkat oleh masing-masing tim pendukung atau kelompok kepentingan, entah itu digunakan sebagai alat kampanye gelap atau mungkin sengaja diciptakan dengan misi merongrong stabilitas negara demi sebuah kepentingan.

 

Oleh : Ardian Wiwaha (Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia)


Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 17 Maret 2017 | Dibaca : 2553 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Nusantara, 22 September 2017 14:19
“GENTANASI” Gerakan Makan Tanpa Nasi
Manado, suaradewata.com - (22/09) Potensi pangan lokal yang berlimpah di Provinsi Sulawesi Utara ...
Nusantara, 19 September 2017 15:40
Peringati HUT 72-TNI, Kodam Gelar Berbagai Kegiatan
Timor Leste, suaradewata.com - Dalam memperingati HUT Ke-72 TNI Tahun 2017, Kodam IX/Udayana meme ...
Nusantara, 18 September 2017 22:35
Solusi Terbaik Untuk Kemacetan
Opini, suaradewata.com - Warga Jakarta tentu sudah tidak asing lagi atau bahkan sudah jenuh denga ...
Nusantara, 18 September 2017 22:32
Sikapi Hoax Dengan Bijak
Opini, suaradewata.com - Saat ini, saya merasa bahwa sudah banyak sekali berita hoax yang dibagik ...
Nusantara, 17 September 2017 20:13
Rohingya Dari Tahun Ke Tahun
Opini, suaradewata.com - Kekerasan kemanusian terbaru dan terbesar sepanjang abad ini kembali ter ...
Nusantara, 17 September 2017 20:11
Rivalitas Sia-Sia
Opini, suaradewata.com - Ketegangan antara Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) da ...
Nusantara, 16 September 2017 20:33
Rivalitas Politik Yang Luluh Oleh Kebhinekaan
Opini, suaradewata.com - Seringkali kali kita masih mengartikan kemerdekaan sekadar perlombaan ba ...
Nusantara, 16 September 2017 20:32
Pembentukan Karakter Dalam Full Day School
Opini, suaradewata.com - Akhir-akhir ini, masyarakat diresahkan oleh banyaknya kasus tawuran yang ...
Nusantara, 14 September 2017 20:24
Melihat Titik Lahir Rohingya
Opini, suaradewata.com - Banyak versi yang menceritakan titik lahir kehidupan atau asal mula seja ...
Nusantara, 14 September 2017 20:23
Kesalahan Yang Mempererat Persatuan
Opini, suaradewata.com - “Pembukaan #SEAgame2017 yg bagus tapi mencederai dg keteledoran fa ...


Berita Lainnya :

Gianyar, 23 September 2017 00:02
Kapolres Gianyar Kunjungi Pengungsi Gunung Agung di Tegallalang
Gianyar, suaradewata.com - Kapolres Gianyar AKBP Djoni Widodo beserta rombongan Pejabat ...
Jembrana, 22 September 2017 23:58
Tidur Saat Berkendara Nyaris Tewas Tabrak Pohon Perindang
Jembrana, suaradewata.com - Naas dialami oleh seorang pemotor yakni Ahmad Taufiq, 34,  asal ...
Karangasem, 22 September 2017 18:43
Magma Mendekati Pemukaan Kawah, Jumlah Pengungsi Hampir Capai 10.000 Jiwa
Karangasem, suaradewata.com - Petugas dari badan Geologi di Pos Pemantau Gunung Agung, terus meng ...
Gianyar, 22 September 2017 14:51
Wabup Mahayastra Kunjungi Pengungsi dari Karangasem di Desa Taro
Gianyar, suaradewata.com - Br. Puakan Desa Taro Kecamatan Tegallalang Gianyar menjadi t ...
Gianyar, 22 September 2017 14:50
Sosialisasi Tahapan Pemilukada, Wabup Agus Mahayastra Ajak Cermati Visi Misi Calon
Gianyar, suaradewata.com - Wakil Bupati Gianyar Made ‘Agus’ Mahayastra membuka acara ...
Gianyar, 22 September 2017 14:46
Gerakan Masyarakat Sadar Demokrasi Gelar Lomba Yel dan Pidato
Gianyar, suaradewata.com - KPU Provinsi Bali bekerjasama Pemkab Gianyar menggelar lomba yel-yel d ...
Nusantara, 22 September 2017 14:19
“GENTANASI” Gerakan Makan Tanpa Nasi
Manado, suaradewata.com - (22/09) Potensi pangan lokal yang berlimpah di Provinsi Sulawesi Utara ...
Buleleng, 22 September 2017 13:57
16 Orang Sakit di Tenda Pengungsian, 1 Dirujuk ke Puskesmas
Singaraja, suaradewata.com - Aktivitas vulkanik Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, B ...
Tabanan, 22 September 2017 13:07
HUT Kota Tabanan Ke- 524 Usung Tema Bhuana Kertih, Tiap Kecamatan Akan Gelar HUT 3 Hari
Tabanan, suaradewata.com - Peringatan HUT Kota Tabanan Ke-524 mengusung tema Bhuana Kertih, yang ...
Tabanan, 22 September 2017 13:06
Meski Status Gunung Agung Siaga, Wisatawan Tetap Serbu DTW Tanah Lot
Tabanan, suaradewata.com - Pasca ditetapkannya status Gunung Agung dari Waspada ke Siag ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter