Hardys Land Lalai, Anak Seorang Pekerja Meninggal Dunia

Oleh : san/ari | 11 Maret 2017 | Dibaca : 7557 Pengunjung

Hardys Land Lalai, Anak Seorang Pekerja Meninggal Dunia

sumber foto :istimewa

Nusa Dua, suaradewata.com - Cerita pilu datang dari para pekerja di proyek Hardys Land di Nusa Dua, Badung. Ada yang kelaparan, ada yang bon makanan di warung, bahkan ada pula seorang pekerja yang harus kehilangan anaknya yang meninggal dunia. Kenapa?

Hardys Land, saat ini mengerjakan proyek saluran di kawasan Nusa Dua, Badung. Untuk pekerjaan ini, Hardys Land mempekerjakan sekitar 86 tenaga kerja. Mayoritas para pekerja berasal dari Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sementara beberapa lagi berasal dari Jawa.

Pada mulanya, pekerjaan ini terhitung mulus. Apalagi sebelum pekerjaan dimulai, Hardys Land menawarkan sistem pekerjaan kepada puluhan pekerja, antara harian atau borongan. Karena mempertimbangkan efektifitas, para pekerja ini memilih sistem borongan.

Soal upah, juga disepakati oleh para pekerja dengan managemen Hardys Land, yakni Rp120.000/ m3. Dengan sistem borongan serta upaya yang sudah disepakati, para pekerja pun memulai pekerjaannya.

Sayangnya dalam perjalanan, para pekerja ini menelan pil pahit. Hardys Land yang sudah berkomitmen tentang sistem kerja serta upah sejak awal, malah ingkar janji. Buktinya, perusahaan itu lalai mencairkan upah para pekerja sesuai termin pekerjaan.

Kelalaian ini pun berujung bencana. Sebab puluhan pekerja harus kelaparan. Untuk bisa bertahan hidup, para pekerja yang tidak mampu membeli beras, harus menanggung malu membeli makanan di warung dengan 'KTP' alias bon.

Tak hanya itu. Sebab cerita duka datang dari salah seorang pekerja bernama David. Ia harus kehilangan anaknya yang meninggal dunia karena ketiadaan biaya untuk dirawat di rumah sakit.

David sesungguhnya bersandar pada upah dari pekerjaan proyek Hardys Land, untuk dikirim ke kampung halamannya di Sumba Barat Daya, guna membiayai pengobatan dan perawatan sang anak. Namun akibat kelalaian Hardys Land, David harus kehilangan sang buah hati tercinta, yang meninggal dunia beberapa hari lalu.

Berbagai persoalan yang dihadapi, hingga duka yang dialami David, membuat para pekerja ini gerah. Apalagi, beberapa kali mereka meminta pihak managemen Hardys Land untuk segera melakukan pencairan upah, namun sepertinya tak digubris Hardys Land. Jangankan untuk upah termin kedua yang pekerjaannya sudah selesai, untuk pekerjaan termin pertama senilai Rp136 juta pun, belum juga direalisasikan oleh Hardys Land.

Lantaran sudah molor hampir satu bulan, puluhan pekerja ini nyaris mendatangi Kantor Hardys Land, Jumat (10/3) sore, untuk melakukan upaya paksa pencairan upah tersebut. Namun rencana tersebut tidak dilanjutkan, setelah Ketua Umum IKB Flobamora Yusdi Diaz bersama jajaran pengurus, sigap merespon hal ini.

Yusdi Diaz 'turun gunung' untuk meredam para pekerja sekaligus berupaya melakukan mediasi dengan managemen Hardys Land. Mediasi ini terlaksana, meskipun para pekerja yang didampingi jajaran pengurus IKB Flobamora Bali, hanya diterima perwakilan managemen Hardys Land.

Walau begitu, dalam mediasi tersebut, pihak Hardys Land menyanggupi membayar upah para pekerja untuk termin pertama, senilai Rp136 juta. Adapun untuk termin kedua, belum dicairkan, karena perwakilan managemen Hardys Land mengaku harus melaporkan hal tersebut kepada atasan.

"Kami hanya berharap, upah kami segera dicairkan oleh Hardys Land. Kami kelaparan. Di warung, kami sudah ngutang banyak untuk makan. Belum lagi bicara kebutuhan keluarga kami," tutur salah seorang pekerja, Tobias Riven, disela-sela mediasi tersebut.

Ia juga berharap, hal ini tidak terjadi lagi ke depan. Sebab rata-rata para pekerja tidak memiliki pekerjaan sampingan, dan hanya mengandalkan upah dari proyek Hardys Land.

"Jangan sampai ini terulang lagi ke depan. Apalagi ada teman kami yang anaknya meninggal dunia karena ketiadaan biaya untuk perawatan dan pengobatan di rumah sakit, gara-gara kelalaian Hardys Land membayar upah," ujar Tobias Riven.

Sementara itu Ketua Umum IKB Flobamora Yusdi Diaz, mengatakan, dalam mediasi tersebut managemen Hardys Land menyanggupi untuk membayar upah termin pertama pekerjaan senilai Rp136 juta. Menurut dia, pihaknya menempuh jalur mediasi, untuk mengantisipasi kerawanan yang muncul akibat kelalaian pihak Hardys Land.

Apalagi, para pekerja tersebut kelaparan. Belum lagi salah seorang pekerja harus kehilangan anaknya yang meninggal dunia karena tak kunjung mendapat upah untuk biaya perawatan di rumah sakit.

"Kita sangat prihatin dengan kondisi para pekerja, yang rata-rata anak-anak kita (dari NTT). Bayangkan mereka harus makan di warung dengan modal KTP, dan baru bisa dibayar setelah menerima upah. Belum lagi ada yang anaknya sampai meninggal dunia, karena untuk biaya pengobatan berharap pada upah dari Hardys Land. Ini sangat memprihatinkan," tegas Yusdi Diaz.

Ia berharap agar manajemen Hardys Land segera membayar upah termin kedua. "Kalau bisa dua tiga hari ke depan itu sudah cair. Hardys Land jangan membuat orang kelaparan. Apalagi upah yang mereka terima dari pekerjaan termin pertama, hanya cukup untuk membayar utang di warung-warung makan," pungkas Yusdi Diaz. san/ari


Oleh : san/ari | 11 Maret 2017 | Dibaca : 7557 Pengunjung


TAGS : badung Hardys Land Lalai nusa dua




Berita Terkait :

Badung, 10 Oktober 2017 21:01
Tokoh Lintas Partai Merapat ke Hanura Kuta Selatan
Target Minimal 2 Kursi DPRD Badung Badung, suaradewata.com - Partai Hanura menjelan ...
Denpasar, 09 Oktober 2017 18:32
Status Gunung Agung Awas, Nusa Dua Fiesta 2017 Tetap Digelar
Denpasar, suaradewata.com - Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menerima audensi dari Ketua ...
Badung, 06 Agustus 2017 18:25
Ini Dia Hasil Sidang Pleno di Rapimnas Partai Hanura
Badung, suaradewata.com - Partai Hanura gelar Sidang Pleno di The Stone Hotel Kuta Bali ...
Badung, 08 Juli 2017 23:16
Klarifikasi Anak Didik Pejabat di SMP 2 Kuta Utara
Badung, suaradewata.com - Kepala Sekolah SMPN 2 Kuta Utara mengklarifikasi berita terkait penerim ...
Badung, 07 Juli 2017 07:36
KMHDI Apresiasi PPNSB Kabupaten Badung
Badung, suaradewata.com - Organisasi mahasiswa Hindu tingkat nasional yang ada di Provinsi B ...
Badung, 22 Juni 2017 10:49
Berbekal Pistol, Pencuri Ipad Mengaku Intel Polda
Badung, suaradewata.com - Enam kali melakukan pencurian, Reva Rifai (35) kena apesnya. Pria asal ...
Badung, 14 Juni 2017 22:00
Tersinggung, Ricky Todongkan Pisau dan Curi Mobil
Badung, suaradewata.com - Dipicu ketersinggungan Ricky Nikolas (28) menodongkan pisau serta ...
Badung, 30 Mei 2017 19:53
Dua Pemuda Ini Pecahkan Kaca dan Kuras Barang di Pepito
Badung, suaradewata.com - Supermaket Pepito di  Jalan Danau Batur Raya No. 11 A,   ...
Badung, 23 Mei 2017 21:04
Akhir Petualangan Geng Penjambret Wisatawan
Badung, suaradewata.com - Teriakan seorang wisatawan asing mengakhiri petualangan empat kawa ...
Badung, 18 Mei 2017 15:11
Bencong Copet Iphone Warga Turki Masuk Bui
Kuta, suaradewata.com -  Sebulan lebih diburu petugas Polsek Kuta, Moch. Sa’Rani ...


Berita Lainnya :

Nusantara, 18 Oktober 2017 18:34
Upaya Melindungi Falsafah Negara Dengan Deradikalisasi
Opini, suaradewata.com - Terorisme, merupakan sebuah kata yang terbentuk atas gabungan dari suku ...
Nusantara, 18 Oktober 2017 18:33
Deradikalisasi Dalam Tiga Dimensi
Opini, suaradewata.com - Upaya mengimbangi keberhasilan aparat penegak hukum menindak terduga ter ...
Nusantara, 18 Oktober 2017 18:32
Meneladani Kisah Jenderal Soedirman
Opini, suaradewata.com - Dikenal sebagai salah satu pahlawan Indonesia, jasa-jasanya sangat diken ...
Tabanan, 18 Oktober 2017 12:40
Ternyata Ini Alasan Kenaikan Tarif Parkir di Tabanan
Tabanan, suaradewata.com – Kenaikan tarif parkir di Kabupaten Tabanan hingga 100 persen buk ...
Gianyar, 18 Oktober 2017 01:00
Akomodasi Pertanian Lancar, Rumah Warga Pun Direnovasi
Gianyar, suaradewata.com - Di Banjar Tangkup, Desa Pupuan, Kecamatan Tegalalang, Gianyar, ta ...
Tabanan, 17 Oktober 2017 21:25
Peduli Gunung Agung, Relawan TemPur Serahkan Bantuan ke DPC PDIP
Tabanan, suaradewata.com – Anggota DPRD Tabanan dari Fraksi PDIP I Gede Purnawan menunjukka ...
Gianyar, 17 Oktober 2017 21:22
Pohon Kelapa Tumbang Hingga Robohkan Tiang Listrik
Gianyar, suaradewata.com - Sebuah pohon kelapa tumbang di Banjar Sareseda, Desa Tampaksiring, Kec ...
Karangasem, 17 Oktober 2017 21:13
Tinjau Lima Sungai Utama Aliran Lahar di Kubu, Bupati Minta Dilakukan Normalisasi
Karangasem, suaradewata.com - Untuk meminimalisir dampak bahaya jika terjadi erupsi Gunung Agung, ...
Tabanan, 17 Oktober 2017 21:11
Tim Pembina Pusat, Verifikasi Penyelenggaraan KKS di Tabanan
Tabanan, suaradewata.com - Dalam memaksimalkan penyelenggaraan Kabupaten Kota Sehat (KKS ) di Dae ...
Bangli, 17 Oktober 2017 21:10
Pimpin Apel Disiplin, Wabub Sedana Arta Minta Pegawai Malas “Bertobat”
Bangli, suaradewata.com - Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta secara tegas meminta Aparat ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter